Ikan Torani, Ikan yang Bisa Terbang 

Pasti terdengar aneh, jika ada ikan yang bisa terbang. Akan tetapi, mungkin saja kalian sudah sering melihat lumba-lumba ketika terbang ke udara. Namun, bukan hanya lumba-lumba yang bisa terbang, ikan yang satu ini juga. Ikan torani atau Hirundichthys oxycephalus adalah satu ikan yang bisa terbang bebas ke udara. Kira-kira, bagaimana ikan ini bisa terbang? Lalu, ikan ini ada di mana aja sih? Kemudian, bagaimana dengan populasinya? Langsung aja yuk, simak informasinya!

Ads

Morfologi Ikan Torani 

Ikan torani memiliki bentuk tubuh yang bulat memanjang seperti cerutu. Ikan ini mempunyai kepala yang pendek serta mulut yang kecil dengan kedua rahang yang sama panjang. Ikan ini juga memiliki gigi yang kecil, bahkan terkadang tidak ada. 

Ikan ini memiliki sirip yang besar dan panjang. Sirip ini lah yang difungsikan untuk melayang. Jika melihat ikan ini terbang, sirip tersebut sepintas terlihat seperti sayap. Sirip yang panjang ini membantu ikan torani terbang dengan sangat cepat, yaitu mencapai 60 km per jam. Ikan ini meluncur ke udara dengan tujuan untuk menghindari pemangsa, karena ikan torani adalah makanan bagi ikan-ikan karnivora dengan ukuran yang lebih besar. 

ikan torani ikan terbang
Gambar 1. Ikan Torani Ketika Terbang

Ikan torani mempunyai tubuh dengan warna gelap pada bagian atas dan mengilap pada bagian bawah. Warna gelap pada bagian atas tubuh berfungsi untuk melindungi ikan torani dari pemangsa yang berasal dari udara. Sedangkan warna mengilap pada bagian bawah tubuh berguna untuk melindungi dirinya dari pemangsa air. 

Ikan Torani – Wanaswara
Gambar 2. Ikan Torani

Mulut dari ikan torani memiliki keunikan, yaitu moncong pada bagian atas yang memanjang dan runcing ke depan seperti lembing. Oleh karena itu, ikan torani juga disebut ikan lembing (spear fish). Sedangkan untuk ekor, ikan ini memiliki ekor berbentuk bulan sabit. Ekor ini dapat bergerak 70 kali per detik selama berada di udara. Keberadaan ekor yang seperti ini sangat membantu ikan torani untuk bergerak dengan cepat, baik di dalam air maupun di udara. Jika berada di udara, ekor ikan torani dapat bergerak 70 kali per detik.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Habitat dan Persebaran 

Habitat dari ikan yang sering disebut sebagai ikan terbang ini adalah di perairan tropis maupun subtropis dengan kondisi air yang jernih. Ikan ini tidak bisa hidup di perairan yang keruh dan berlumpur. Oleh karena itu, ikan ini sangat bergantung pada kondisi air tempatnya berada. 

Ikan ini tersebar di beberapa samudera, seperti Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Ikan ini juga banyak ditemukan di Laut Karibia. Di Indonesia, populasi dari ikan ini paling banyak ditemukan di Selat Makassar dan Laut Flores. 

Overfishing pada Ikan Torani

Ikan Torani merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Tak hanya dagingnya, telur dari ikan ini juga bernilai tinggi. Telur dari ikan ini menjadi salah satu komoditas ekspor dari Indonesia yang menghasilkan pemasukan yang cukup besar untuk negara. 

Nilai ekonomi yang tinggi membuat para nelayan terus memburu ikan ini di Selat Makassar dan Laut Flores. Bahkan, para nelayan menangkap ikan menggunakan jaring insang hanyut (drift gillnet). Penangkapan dengan jaring insang hanyut ini memberikan dampak negatif, yaitu overfishing. Gejala overfishing yang terjadi ditunjukkan dengan perubahan morfologis pada ikan itu sendiri. 

Sebuah penelitian dilakukan oleh Syamsu Alam Ali dan kawan-kawan dari Universitas Hasanudin terhadap ikan terbang di Selat Makassar dan Laut Flores. Penelitian tersebut berjudul “Analisis Struktur Populasi Ikan Terbang ((Hirundichthys oxycephalus Bleeker, 1852) Laut Flores dan Selat Makassar”. Hasil dari penelitian tersebut  menjelaskan bahwa kelompok ikan terbang di Laut Flores memiliki keragaman relatif lebih rendah dibandingkan ikan terbang di Selat Makassar. Rendahnya keragaman tersebut disebabkan oleh faktor lingkungan dan penurunan keragaman genetik (heterozigositas). Penurunan ragam genetik tersebut salah satunya disebabkan karena penangkapan yang berlebihan (over fishing) terhadap ikan torani. 

 

Penulis: Irfan Maulana (https://www.instagram.com/maulanairfan_/

 

Referensi Literatur: 

Ali, Alam Syamsu, et al. “Analsis Struktur Populasi Ikan Terbang (Hirundichthys oxycephalus, Bleeker 1852) Laut Flores dan Selat Makassar.” 1-14. https://core.ac.uk/download/pdf/25489505.pdf

Kurnia, Alfizar, et al. “Sistematika Ikan Torani Hirundichtys (Oxycephalus).” (2011): 1-9. https://www.academia.edu/24239103/Sistematika_Ikan_Torani_Hirundichtys_Oxycephalus_Systematics_Ikan_Torani_Hirundichtys_Oxycephalus_

Maya. idntime.com. 19 Oktober 2019. https://www.idntimes.com/science/discovery/umayati-khasanah/fakta-ikan-torani-c1c2.  31 Maret 2021.

Redaksi. Kompas.com . 4 Oktober 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/04/173700665/mengapa-ada-ikan-yang-bisa-terbang-?page=all.  31 Maret 2021.

Sumiono , Bambang. “Kajian Terhadap Biologi dan Perikanan Ikan Terbang di Perairan Selat Makassar Bagian Selatan.” Seminar Nasional Ikan V (2008): 131-137. http://iktiologi-indonesia.org/wp-content/uploads/2018/07/17.-Bambang-Sumiono.pdf

Referensi Gambar: 

Gambar 1: https://www.idntimes.com/science/discovery/umayati-khasanah/fakta-ikan-torani-c1c2 

Gambar 2: https://bobo.grid.id/read/082411181/apa-yang-menyebabkan-ikan-torani-terlihat-seperti-terbang?page=all 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdplanting, penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam  untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga lingkungan dan alam.

 

Yuk!, bergabung dan jadi pioneer penghijauan!.