Jalak Bali yang Dilindungi Oleh Pemerintah

Dilansir dari artikel Wanaswara, Jalak bali yang dilindungi pemerintah ini sudah masuk ke beberapa konservasi di pulau dewata agar tidak punah. Jalak bali memiliki julukan sebagai Mega Biodiversity Country, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang beragam baik biotik maupun abiotik. Keanekaragaman tersebut ditandai dengan banyaknya jenis flora dan fauna yang dilestarikan, salah satunya Jalak Bali.  Dilansir dari majalah Tempo (2005) Jalak Bali dikenal juga sebagai Curik Ketimbang Jalak ataupun Curik Putih. 

Ads

Burung ini pertama kali ditemukan pada tahun 1910 oleh Walter Rothschild, seorang pakar hewan dari Inggris. Namun, menurut beberapa sumber juga burung ini dikenalkan oleh Dr. Baron Stressman, ahli burung dari Inggris pada tanggal 24 Maret 1911. Hal tersebut menjadi faktor utama Jalak Bali memiliki nama ilmiah Leucopsar Rothschildi. Pada tahun 1991, Jalak Bali dijadikan sebagai lambang fauna di Provinsi Bali. Karena burung ini memiliki daya tarik yang tinggi, akhirnya burung ini dijadikan gambar mata uang logam 200 rupiah di tahun 2008.

 

Gambar 1. Burung Jalak Bali yang Dilindungi
Gambar 1. Burung Jalak Bali yang Dilindungi

 

Taksonomi Burung Jalak Bali

Dalam Bahasa Inggris, burung ini dikenal juga sebagai Bali mynah, Rothschild’s mynah, dan Bali starling. Dalam klasifikasi ilmiah, jalak bali memiliki nama leucopsar rothschildi. Berikut adalah klasifikasi lengkapnya:

 

Kingdom : Animalia

FIlum : Chordata

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kelas : Aves

Ordo : Passeriformes

Famili : Sturnidae

Genus : Leucopsar

Spesies : Leucopsar rothschildi

 

Morfologi Jalak Bali

1.Tubuh

Secara ukuran tubuh, burung ini memiliki ukuran yang sangat kecil dibandingkan burung endemik Indonesia lainnya. Jalak Bali memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dengan panjang sekitar 21-25 cm. Berat tubuhnya kurang lebih sekitar 107,75 gram. Bulunya berwarna putih bersih kecuali sayap dan ekornya berwarna hitam.

Gambar 2. Surai Jalak Bali Memekar
Gambar 2. Surai yang Memekar

 

2.Kepala

Burung ini memiliki jambul yang disebut juga dengan surai berwarna putih. Ketika burung berkicau, surai ini akan terlihat jelas dan mekar. Burung jantan akan memiliki jambul yang lebih panjang daripada burung betina.

 

3.Mata

Jalak bali memiliki mata yang berwarna coklat tua dan di sekitar kelopak matanya tidak ditumbuhi bulu. Keunikannya terdapat pada kelopak matanya yang berwarna biru pekat.

 

4.Kaki

Kaki burung ini memiliki struktur anatomi yang kuat sehingga jalak bali dapat mencengkram mangsanya kuat-kuat. Warna kakinya adalah abu-abu. Setiap kakinya memiliki 4 jari dengan 1 jari menghadap ke belakang dan 3 jari menghadap ke depan.

 

5.Paruh

Paruh burung jalak bali memiliki warna kuning kecoklatan di bagian ujungnya dan abu-abu kehitaman di pangkal paruh dekat rahang. Paruhnya memiliki panjang sekitar 2-3 cm dengan ujung yang sangat lancip. Bagian atas paruhnya berbentuk memipih tegak.

 

Habitat Burung Jalak Bali yang Dilindungi

Ekosistem yang sangat disukai burung ini adalah hutan mangrove, hutan pantai, hutan sabana, hutan rawa, dan hutan musim dataran rendah. Secara garis besar, burung ini dapat hidup di ketinggian 210-1.144 mdpl. Semak-semak yang berada di hutan-hutan tersebut biasa dijadikan tempat bersembunyi mereka ataupun tempat bermain sekelompok jalak bali.

Sesuai namanya, Jalak Bali hanya tinggal di Pulau Bali. Sama seperti burung endemik lainnya, hewan ini hanya ditemukan di sekitar Pulau Bali terutama di daerah Bubunan-Buleleng hingga ke Gilimanuk. Daerah aslinya berada di wilayah Semenanjung Tanjung Gelap Pahlengkong dan Prapat Agung yang kini termasuk kawasan taman Nasional Bali Barat. Daerah persebarannya pun dapat dijumpai di Tegal Bunder, Batu Gondang, Batu Licin, Teluk Brumbun dan Lampu Merah. Berikut adalah kawasan konservasi jalak bali:

 

1.Kawasan In-situ

Berdasarkan data monitoring Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali yang dilakukan pada musim kemarau di kawasan in situ yaitu Nusa Penida dan Nusa Lembongan, hanya ditemukan sekitar 10 ekor jalak bali. Tipe vegetasi yang disukai sejumlah burung tersebut adalah kebun kelapa, ladang, dan tanah kosong. 

Tempat burung-burung tersebut membuat sarang, mencari makanan, dan aktivitas lainnya adalah wilayah terbuka yang berisikan semak belukar, perkebunan maupun hutan. Jenis pohon yang sering disinggahi dan ditempati adalah Jati, Mangga, Nangka, Flamboyan, Jambu Mete, Kelapa, Jambu Air hingga Ketapang.

 

2.Kawasan Ex-situ

Masih berdasarkan data BKSDA Bali, kawasan ex situ terdapat di Denpasar, Badung, Gianyar, Buleleng, Tabanan, Karangasem, Jembrana dan BTNBB. Jumlah populasi yang ada dari data monitoring tersebut sekitar 760 ekor. Namun, pada tahun 2019 populasi spesies ini berdasarkan side monitoring hanya tercatat sekitar 191 ekor.

 

Reproduksi Burung Jalak Bali yang Dilindungi

Gambar 4. Telur Jalak Bali
Gambar 5.  Telur

Jalak Bali merupakan hewan ovipar. Burung ini memulai proses reproduksi pada periode musim hujan atau sekitar bulan November hingga Mei. Induk betina akan menghasilkan sekitar 3 telur yang sangat unik yakni berwarna hijau kebiruan berbentuk oval dengan panjang 3 cm. Telur tersebut akan menetas setelah dierami selama 14-17 hari dan induknya akan bertelur kembali setelah anaknya berusia 4-5 minggu atau sekitar 2 bulan.

 

Gambar 5. Jalak Bali Berpasangan
Gambar 6. Jalak Bali Berpasangan

Burung ini merupakan hewan yang monogamus atau hewan yang hanya memiliki satu pasangan dalam satu musim kawin. Hal ini menjadi faktor hewan ini sangat jarang ditemukan karena rasio jenis kelaminnya adalah 1:1. Burung ini melakukan proses reproduksi pada sekitar 7-9 bulan. Jantan akan mulai produktif melakukan reproduksi dari umur dua tahun hingga 17 tahun sedangkan betina hanya sampai 12 tahun saja.

 

Perilaku Hidup Burung Jalak Bali

Jalak bali dikenal sebagai burung yang suka berkelompok. Pada musim reproduksi, mereka akan bepergian kemanapun secara berpasangan sambil mencari makan. Biasanya burung ini akan membuat sarang di dalam lubang pohon yang memiliki ketinggian sekitar 2,5-7 meter dari permukaan tanah. 

Burung ini akan mulai bepergian setelah matahari terbit atau tepat pada pukul 5 pagi. Mereka akan pulang ke tempat mereka tinggal pada pukul setengah 3 siang dan berhenti total pada pukul 7 malam. Meskipun liar, burung ini hanya bepergian dengan jarak radius 3-10 km saja dengan komunikasi yang terus berlangsung dengan pasangannya.

Setiap harinya, burung jalak bali akan berada di semak-semak maupun pohon palem yang berada di kawasan hutan rimbun tertutup. Dalam sehari, burung ini hanya makan sekali saja. Makanan jarak bali dapat berupa serangga, cacing, jangkrik, jambu, dan pisang. Saat mencari makanan, biasanya jarak bali menggali tanah dengan paruhnya.

Jalak bali memiliki formasi terbang yang unik disesuaikan dengan kondisi angin dan hujan pada daerah yang mereka lewati. Karena hidup secara berkelompok, mereka biasanya berkomunikasi dengan cara bersiul yang memiliki ciri khas yaitu siul – jeda – lengkingan. 

Gambar 6. Bermain Air
Gambar 7. Jalak Bali Bermain Air

 

Hal unik lainnya adalah burung ini sangat menyukai kebersihan. Burung ini akan bermain di air guna membersihkan bulunya. Setelah itu mereka akan menggigit bulunya satu per satu sebagai salah satu proses pengeringan tubuhnya. Selain menggigit bulunya, tentunya burung ini berjemur dengan bertengger di ranting-ranting pohon sehingga bulunya kembali bersih bercahaya.

 

Status Konservasi Burung Jalak Bali yang Dilindungi

Awalnya CITES (Convention on International trade in Endangered Species of WIld Fauna and Flora) memberikan status burung jalak bali sebagai Appendix I atau binatang yang tidak boleh diperdagangkan karena terancam punah. Kemudian, IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) memasukkan jalak bali ke dalam daftar Critically Endangered atau kepunahan dalam waktu dekat.

Kepunahan spesies ini disebabkan oleh sejumlah faktor baik alami maupun non-alami. Secara alami, terjadinya peningkatan predator jarak bali seperti ular dan elang, pesaing tempat hidup, penyakit, bencana alam dan mortalitas yang tinggi. Terutama ketika musim kemarau panjang terjadi, kualitas hidup mereka menjadi sangat menurun.

Faktor non-alami ini sangat sering terjadi kepada hewan-hewan endemik yaitu perburuan liar. Tak dapat dipungkiri apabila jalak bali merupakan burung eksotis nan indah memiliki daya tarik yang tinggi sehingga maraknya perburuan liar tak dapat diragukan lagi. Indonesia sendiri sudah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan mengeluarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1990 yang berisi:

  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

 

Penulis: Fitri Nurul Falah

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan.

Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!