Jenis-Jenis Tanaman yang Cocok untuk Terarium

Terarium merupakan sebuah media baru dalam kegiatan memelihara tumbuhan. Cara ini menggunakan wadah kaca transparan yang dibentuk menjadi “taman” kecil dan biasanya diletakkan di dalam ruangan. Selain tampilannya yang menarik perhatian, perawatannya juga dapat dikatakan relatif mudah. Tidak heran, cara ini menjadi salah satu pilihan yang sedang ngetren, khususnya bagi mereka yang memiliki banyak aktivitas dan tidak memiliki banyak waktu luang untuk mengurus tanaman. Namun, tentunya tidak semua tanaman cocok untuk ditanam dalam bentuk terarium, karena setiap tanaman memiliki karakteristiknya masing-masing dan hanya tanaman tertentu yang dapat tumbuh dalam ekosistem terarium. Lantas apa saja jenis-jenis tanaman yang cocok untuk dipelihara dalam bentuk terarium? Simak informasi berikut ini!

Ads

Kaktus

Tanaman yang pertama adalah kaktus. Kaktus merupakan tanaman dengan habitat asli yang kering (gurun) dengan daun berbentuk duri. Daun yang berubah bentuk menjadi duri ini yang menyebabkan kaktus dapat mengurangi penguapan air, sehingga tanaman ini cocok untuk dipelihara dalam bentuk terarium mengingat tanaman ini dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa membutuhkan air. Namun, kaktus lebih cocok untuk ditanam dalam terarium dengan wadah terbuka karena dengan wadah tertutup akan memiliki tingkat kelembaban yang tinggi dan apabila dipaksakan akan menimbulkan serta mempercepat pembusukan tanaman. Disarankan pula untuk menanam kaktus dalam terarium bersamaan dengan tanaman yang membutuhkan banyak air seperti pakis atau hedera helix.

Gambar 1 Kaktus dan Sukulen dalam Terarium 
Gambar 1 Kaktus dan Sukulen

Sukulen

Memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kaktus, sukulen menjadi tanaman selanjutnya yang cocok dipelihara dalam bentuk pwmwliharaan ini. Tumbuhan ini biasanya membengkak untuk menyimpan air ketika iklim berubah menjadi kering (musim panas). Inilah mengapa tampilan dari daun sukulen terlihat membengkak. Sukulen lebih cocok untuk ditanam dalam terarium terbuka karena hanya membutuhkan sedikit air. Pemberian air yang terlalu banyak atau tingkat kelembaban yang terlalu tinggi beresiko menyebabkan pembusukan pada tanaman sukulen. Terdapat banyak sekali tanaman yang termasuk jenis sukulen untuk memvariasikan terarium. Bahkan lidah buaya juga termasuk dalam jenis tanaman sukulen.

Pakis

Pakis merupakan tanaman dengan sistem pembuluh sejati. Tanaman ini tidak menggunakan biji dalam melakukan reproduksi, melainkan menggunakan spora sebagai alat penyebarluasannya. Tanaman ini cocok untuk ditanam dalam bentuk terarium karena tanaman ini tergolong mudah untuk tumbuh hampir di iklim manapun. Pakis sendiri memiliki variasi yang sangat beragam, bahkan hingga lebih dari 12.000 spesies. Sehingga satu terarium dapat divariasikan dengan berbagai jenis tanaman paku. Tanaman paku termasuk tanaman yang membutuhkan kelembaban yang tinggi, sehingga lebih cocok untuk ditanam dalam terarium tertutup, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk ditanam di terarium terbuka bersama dengan kaktus atau tanaman lainnya.

Gambar 2 Pakis dalam Terarium
Gambar 2 Pakis

Lidah Mertua

Sansevieria atau yang lebih dikenal sebagai tanaman lidah mertua di Indonesia termasuk dalam kategori tanaman hias yang sangat populer. Lidah mertua memiliki bentuk daun yang khas, bersifat keras, bergelombang, dan mengarah ke atas dengan ujung yang runcing. Karakteristik yang menjadi keunggulan lidah mertua dibandingkan tanaman terarium lainnya adalah kemampuan tanaman ini untuk menyerap zat-zat berbahaya yang ada di dalam rumah, termasuk benzena dan karbondioksida. Di Jepang, lidah mertua bahkan digunakan untuk menghilangkan bau furnitur baru di dalam ruangan. Penanaman lidah mertua sangatlah fleksibel, karena tanaman ini memiliki kandungan air sukulen (tahan kekeringan), namun dapat pula hidup dalam kondisi lembab. Sehingga, tanaman ini bisa  dibudidayakan baik dalam terarium tertutup maupun terbuka.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Hedera Helix

Tanaman lainnya yang cocok untuk menghias terarium adalah hedera helix atau lebih dikenal dengan ivy. Ivy biasa ditemukan di Kawasan Eropa dan Asia Barat. Tanaman dengan daun berpola bintang dengan warna hijau berbingkai kuning ini memiliki bentuk yang estetik dan cocok dipadukan dengan metode penanaman dalam terarium. Ivy juga termasuk tanaman yang sangat mudah untuk dipelihara, bahkan pada umumnya ivy tidak memerlukan bantuan manusia untuk tetap tumbuh dan berkembang. Sama seperti pakis, ivy membutuhkan kelembaban yang tinggi sehingga penyiraman harus dilakukan dengan rutin. Takaran penyiraman juga menjadi hal yang harus diperhatikan karena air yang terlalu banyak akan berdampak pada tumbuhnya jamur di dalam instalasinya.

Gambar 3 Hedera Helix dalam Terarium
Gambar 3 Hedera Helix

Cryphantus

Cryptanthus juga menjadi salah satu tanaman hias yang sering terlihat di halaman rumah. Tanaman ini memiliki ciri daun yang lancip berwarna merah dengan garis putih bergelombang yang menambah daya tarik visual dari tanaman ini. Cryptanthus dapat dikatakan sebagai tanaman yang cukup tangguh dan dapat ditanam dalam terarium tertutup maupun terbuka.

Fittonia

Tanaman yang cocok selanjutnya adalah fittonia. Fittonia termasuk dalam genus tanaman berbunga atau Angiospermae. Berbeda dengan lidah mertua, proses pemeliharaan dari fittonia cenderung cukup sulit. Tanaman ini lebih cocok dipelihara dalam terarium tertutup karena membutuhkan suhu hangat dan lembab yang stabil serta tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Selain itu, suhu yang tidak stabil atau terlalu panas akan membuat tanaman fittonia menjadi cepat layu. Meskipun begitu, kompleksitas pemeliharaan fittonia sebanding dengan bentuk keindahannya. Daun fittonia memiliki bentuk bulat memanjang, berwarna hijau dengan urat halus putih, merah, atau merah muda yang sangat menarik perhatian dan memanjakan mata.

Gambar 4 Fittonia dalam Terarium
Gambar 4 Fittonia

Nah, Itu dia jenis-jenis tanaman yang cocok untuk ditanam dalam bentuk terarium. Tanaman yang telah disebutkan tadi juga dapat dikombinasikan, sehingga satu instalasinya dapat ditanami oleh lebih dari satu tanaman. Tentunya tanaman terarium sangatlah beragam dan memiliki karakteristik masing-masing yang harus diperhatikan, ada yang cocok untuk terarium terbuka, dan ada pula yang cocok dengan terarium tertutup. Semua bergantung pada tingkat kelembaban dan suhu yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut.

 

Penulis: Vigo Marcellino Krisnaya

 

Referensi literatur:

Brickell, Kindersley. (2008). A-Z Encyclopedia of Garden Plants. London: Penguin Books Ltd.

Halida, Cindy. (2020). Terarium, Solusi Bertanam di Dalam Rumah. Rupa-Rupa. Tersedia dalam: https://www.ruparupa.com/blog/terarium/. Diakses pada 15 Maret 2021

Nobel, Park S. (2002). Cacti: Biology And Uses. California: University of California Press.

Metcalfe, D. J. (2005). “Biological Flora of the British Isles no. 268 Hedera helix L” (PDF). Journal of Ecology. 93 (3): 632–648. doi:10.1111/j.1365-2745.2005.01021.x 

 

Referensi gambar:

Gambar 1: https://www.beritabaik.id/read?editorialSlug=gaya-hidup&slug=1580109541033-tips-merawat-sukulen-dan-kaktus-biar-awet-dan-menawan

Gambar 2: http://blog.unnes.ac.id/zulfinadhini/2015/11/13/mengenal-si-mungil-terarium-asal-mula/

Gambar 3: https://www.pinterest.com/pin/367958232025922774/

Gambar 4: https://www.pinterest.com/pin/457115430905950192/ 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!