Kalapi : Pohon Langka yang Hanya Berada di Sulawesi

Gambar 1. Hutan Sulawesi
Gambar 1. Hutan Sulawesi

Sulawesi merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragam kekayan alam yang cukup melimpah. Tidak dipungkiri, dengan keterbatasan pengetahuan akan keanekaragaman hayati di Sulawesi menjadi terancam punah dan langka akibat tidak dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya adalah pohon kalapi yang dapat ditemukan di sekitar Malili (Teluk Bone). Tahukah kalian apa itu pohon Kalapi? Apa penyebab keberadaanya menjadi terancam punah? Yuk, kita cari tahu lebih dalam. 

Ads

Morfologi

Gambar 2. Pohon Kalapi
Gambar 2. Pohon Kalapi

Pohon kalapi dapat bertumbuh hingga mencapai ketinggian 40 meter dan diameter batang 90 sentimeter. Akar papan atau Banir dapat mencapai hingga 3 meter tingginya, dan dapat melebar 2 meter di permukaan tanah. Kulit batang mempunyai alur yang tidak rata dan berwarna kecoklat-coklatan. Anak daun berwujud lanset dampai lonjong, perbungaan berwujud malai di dekat ranting. Kuning merupakan warna dari mahkota bunga pohon kalapi. Bulan April sampai Mei merupakan waktu periode pohon ini berbunga.  Buah berwujud polong, gepeng berwarna coklat kemerahan dan apabila dalam keadaan matang akan pecah. Buahnya memiliki biji sekitar 1 sampai 3 buah dan membentuk cakram. Biasanya kayu dari pohon ini digunakan untuk pembuataan perahu dan bahan kontruksi ringan. 

Taksonomi 

Pohon kalapi yang memiliki nama latin kalappia celebica kosterm yang berada di di daerah dataran Sulawesi. Pohon ini secara taksonomi memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheophyta 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Super Divisi : Spermatophyta

Kelas : Magnoliopsida

Subkelas : Rosidae

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae

Genus : Kalappia

Spesies : Kallapia celebica Kosterm

Habitat Pohon Kalapi

Pohon kalapi termasuk dalam genus Kalappia dan family Fabaceae. Pohon langka ini merupakan satu-satu nya spesies dalam jenis nya. Pohon ini merupakan endemik Sulawesi yang hanya dapat ditemukan di sekitar Malili (Teluk Bone). Biasanya akan tumbuh di hutan hujan tropika dekat pantai sampai dengan ketinggian 500 m dpl, tetapi pohon ini pada umumnya tumbuh pada ketinggian 100 m dpl. Pada dasarnya daerah penyebaran untuk jenis pohon ini sangatlah minim, hanya ada di dataran Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. 

Desa Anggoro yang berada di wilayah Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah yang memanfaatkan pohon kalapi sebagai sumber pendapatan. Pohon ini tumbuh di hutan rakyat dengan suhu 29 sampai 32℃ dan kelembaban berada kisaran 54%, dan dibandingkan dengan jenis pohon lain yang tumbuh di lingkungan tersebut, serta mempunyai jumlah vegetasi yang sangat minim. 

Manfaat Pohon Kalapi

Pohon kalapi ini sendiri memiliki sifat dasar kayu yang sangat baik oleh sebab itu banyak masyarakat yang menjadikan pohon ini sebagai sumber pendapatan.  Hasil kayu dari pohon ini juga memiliki permintaan pasar yang tinggi oleh sebab itu harga yang ditawarkan juga menjadi tinggi. Pemanfaatan hasil kayu dari pohon ini umumnya sebagai bahan dasar konstruksi ringan dan juga jembatan. 

Hasil kayu dari pohon kalapi ini juga dapat dijadikan bahan untuk furniture seperti meja makan ataupun lemari. Tidak hanya untuk keperluan produk lokal, kayu dari pohon inijuga diekspor keluar negeri dalam jumlah yang banyak. Sejauh ini pemanfaatannya dari hasil kayu nya saja. Untuk bidang kesehatan atau pemanfaatan dari bagian seperti daun atau bunga nya belum ditemukan. 

Pohon Kalapi Langka

Seperti yang sudah diketahui bahwa masyarakat yang dekat dengan habitat pohon kalapi terutama masyarakat desa Anggoro menjadikan pohon ini sebagai sumber pendapatan, dan mengakibatkan tumbuhan ini menjadi langka. Masyarakat memilih tumbuhan satu ini dikarenakan sangat menjanjikan, faktanya permintaan kayu kalapi dipasaran sangat tinggi, kemudian kualitas kayu yang baik dan harga jual yang dimiliki kalapi ini juga terbilang tinggi. 

Adanya pengambilan hasil kayu dari pohon kalapi ini dengan jumlah yang tidak sedikit membuat populasinya semakin tidak terdeteksi. Pohon asal Sulawesi ini masuk dalam konservasi daftar merah IUCN sebagai “Rentan”. Tidak banyak informasi mengenai pohon satu ini, dikarenakan pohon nya yang sudah jarang ditemukan, jadi untuk melakukan penelitian lebih dalam akan menemukan kesulitan. 

Wilayah hutan yang menjadi rumah pohon kalapi hidup, merupakan hutan produksi yang berlokasi di dekat Abuki. Hutan produksi ini sendiri merupakan hutan yang digunakan untuk memanen hasil kayu secara legal. Oleh sebab itu tidak ada larangan untuk memanen hasil kayu dari jenis pohon apapun termasuk dari pohon kalapi yang sudah terancam punah. Populasinya berada di sekitar Malili sudah jarang dikunjungi oleh ahli botani jadi tidak diketahui berapa populasi yang tersisa.  Populasi manusia meningkat kemudian adanya pertambangan nikel dan ekstraksi di Malili mengakibatkan pohon kalapi sulit untuk bertahan. 

Sejauh ini belum ada program regenerasi pohon kalapi di wilayah tersebut. Tidak adanya informasi mengenai aktivitas penanamannya. Faktanya pertumbuhan pohon ini dapat diperbanyak dengan cara generatif maupun vegetatif. Buah yang sudah masak dapat dijadikan benih dengan pengecambahan bibit. Bibit kalapi dapat disemai ke dalam bedeng tabor, tempat tumbuhnya kecambah yang menggunakan tanah dan pasir. Memiliki cahaya yang cukup merupakan salah satu syarat untuk melakukan proses pembibitan dan persemaian kalapi. 

Faktanya, beberapa penelitian yang sudah dilaksanakan hanya sebatas keawetan kulit kayu kalapi dan tentang budidaya dan konservasi kalapi, tetapi yang meneliti mengenai pola penyebaran kalapi sangatlah minim. Mungkin dengan adanya  penelitian mengenai pola penyebaran kalapi akan memudahkan masyarakat untuk mulai menambah populasi pohon kalapi yang merupakan tumbuhan endemik Sulawesi. 

 

Penulis:  Vebriani A’rofatus Sholihah 

 

Referensi Literatur

Scribd.com (29 oktober 2018) Retrieved February 03, 2021, from https://www.scribd.com/document/391851505/BAB-I 

Trethowen, Liam A, Astrianti Arif, Ruth P. Clark, Deden Girmansyah, Endang Kintamani, Chrissie J. Prychild, Niken Pujirahayu, Rosmarlinasiah, Francs Q. Brearley, Timothy M.A. Utteridge, Gwilym P. Lewis. 2019. An enigmatic genus on n enigmatic island: the re-discovery of Kalappia on Sulawesi,100 (11)  Retrieved February 03, 2021, from  https://esajournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/ecy.2793

Tropical.theferns.info (2019). Kalappia celebica  Retrieved February 03, 2021, from http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Kalappia+celebica

 

Referensi Gambar

https://images.app.goo.gl/XjZcz6qKZrW57tDa7 

https://images.app.goo.gl/7oG9bcriTANtmenRA

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!