Katak Panah Beracun, Hewan Eksotik yang Mematikan

Gambar 1. Katak Panah Beracun
Gambar 1. Katak Panah Beracun

Dengan tubuh kecil dan warna yang eksotis membuat katak panah beracun ini terlihat mencolok di tengah-tengah hutan. Walaupun terlihat indah dan menggemaskan, katak ini sebenarnya sangat berbahaya loh.

Ads

Mengenal Katak Panah Beracun

Katak panah beracun memiliki habitat di hutan tropis Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Katak ini umumnya mempunyai ukuran tubuh sekitar 1,5 – 6 cm serta beratnya hanya mencapai sekitar 30 gram (Widiana, 2017). Warna yang dimilikinya seperti corak orange, kuning, hijau, biru terang, dan merah di tubuhnya yang bertindak sebagai warning untuk para predator, bahwasanya tubuh mereka sangat beracun. Pertahanan yang dimiliki Katak ini disebut warning coloration.

Katak panah beracun mempunyai kemampuan untuk kebal terhadap racun alkaloid (batrachotoxin) yang mana racun tersebut dikeluarkan oleh kelenjar kulitnya sendiri, sedangkan untuk menghabisi nyawa mangsanya, racun tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa membunuhnya. Katak ini pada umumnya memproduksi racun alkolid (bathrachotoxin) yang cukup bisa untuk membunuh sekitar 10 manusia dewasa. Jika racun alkolid tersebut yang berasal dari suatu hasil sintesis makanan sudah masuk ke dalam aliran darah manusia, dengan waktu kurang lebih 10 menit untuk manusia tersebut bisa hidup (Putra, 2017).

Racun alkolid (batrachotoxin) mempunyai kemampuan untuk membuka sebuah saluran sodium sel saraf, yang mana hal ini secara permanen diblokirnya sinyal yang diterima oleh otot dan akhirnya mengakibatkan kejangnya otot tersebut. Hal inilah yang fatal, karena jantung akan menjadi sangat rentan dan akan berakibat gagal jantung.

 

Kemampuan Racunnya yang Mematikan

Gambar 2. Katak Panah Beracun Emas
Gambar 2. Katak Panah Beracun Emas

Katak panah beracun memiliki racun yang sangat powerful baik untuk manusia maupun hewan. Dengan menyentuh kulitnya, maka toksin serta zat-zat racunnya akan segera menyebar dan hal ini dapat membahayakan nyawa. Disebutkan juga bahwa jenis katak yang berwarna emas dinyatakan sebagai salah satu spesies yang paling berbahaya dari pada katak-katak yang lain, karena penelitian juga menunjukkan bahwa  yang berwarna emas memiliki kadar racun alkolid yang cukup tinggi dari pada katak dengan warna lain. Racunnya terdapat di kelenjar kulit, yang mana hal tersebut tidak sama seperti ular yang menyemprotkan racun. Racun yang dimilikinya ini mempunyai fungsi sebagai pertahanan diri sendiri dan tidak digunakan spesifik untuk menyerang mangsanya. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Racunnya dapat membunuh sekitar 20.000 tikus. Hal inilah yang melatarbelakangi Suku Indian melumurkan racun tersebut ke ujung panahnya yang digunakan untuk berperang maupun berburu. Dengan dilumurinya ujung panah tersebut dengan racun, daya tingkat kematian musuh ataupun hewan yang dipanah akan semakin berbahaya. Nah, karena itulah katak tersebut dinamakan Katak Panah Beracun. Dan juga Katak katak ini memangsa serangga-serangga kecil, seperti semut, jangkrik, rayap, lalat buah, serta kumbang yang berukuran kecil. 

Pada nyatanya, katak panah beracun tidak memproduksi racunnya secara mandiri. Penelitian juga menunjukkan bahwa spesies katak yang mempunyai toxicity yang tinggi memakan hewan kecil seperti tungau, rayap, serta semut. Di lain sisi, spesies yang mempunyai toxicity yang rendah berwarna agak samar dan cenderung memakan hewan yang lebih besar. Racun ini dihasilkan karena berasal dari makanan yang dikonsumsi lalu disintesis oleh katak tersebut. Sebuah riset pernah dilakukan untuk melihat hubungan kadar racun pada katak dengan habitatnya, dimana ketika katak tersebut diletakkan dalam sebuah penangkaran, maka terlihat kadar racun yang dimiliki katak tersebut tidak jauh lebih besar serta lebih cenderung tidak berbahaya dibandingkan dengan spesies katak yang memang hidup di hutan (Zakiah, 2020).

 

Pola Berkembang Biak yang Unik

Gambar 3. Induk katak panah yang sedang menggendong berudu
Gambar 3. Induk katak panah yang sedang menggendong berudu

Katak panah beracun tidak hanya indah dengan warnanya, namun beberapa dari mereka mempunyai keunikan di dalam mekanisme perkembangbiakannya. Katak unik ini melakukan perkawinan biasanya pasca musim hujan, lalu para katak betinanya secara umum akan meletakkan telurnya di sebuah pola berbentuk seperti cekungan yang ada air didalamnya, seperti di sebuah tanaman yang memiliki daun berbentuk corong, ataupun bisa juga di permukaan tanah dan sudah dialasi oleh lendir yang tebal.

Saat sudah didiamkan beberapa hari, telur-telur itu demikian akan menetas dan menjadi kecebong atau berudu. Uniknya ialah katak jantan ataupun betina akan memindahkan kecebong/berudu tersebut ke atas punggungnya. Cara agar kecebong/berudu tersebut tidak jatuh, induk katak mengeluarkan semacam lendir yang lengket dan hanya larut jika terkena air. Dengan memindahkan kecebong/berudu tersebut, induk katak mempunyai tujuan untuk mencari perairan yang lebih luas dan lebih banyak makanannya.

Pada saat induk katak sudah menemukan perairan yang sesuai dengan karakteristiknya, maka ia akan meletakkan kecebong/berudu yang diangkut tadi ke dalam air dan meninggalkan mereka. Namun, khusus untuk spesies Oophaga histrionica, induk dari kecebong/berudu tersebut akan kembali ke perairan dimana ia akan memberi asupan makanan secara berkala dengan telur-telur yang belum sempat dibuahi. Pada akhirnya kecebong/berudu tersebut akan secara berkala akan bermetamorfosis menjadi katak dewasa. Katak panah beracun diperkirakan bisa hidup sampai 15 tahun lamanya. 

 

Manfaat Racun dari  Katak Panah Beracun

Gambar 4. Ilustrasi penelitian obat yang berasal dari katak panah beracun
Gambar 4. Ilustrasi penelitian obat yang berasal dari katak panah beracun

Tidak melulu soal keganasan racun yang disebabkan oleh katak panah beracun, namun ada beberapa manfaat yang berguna untuk kehidupan manusia. Selain kegunaan untuk berburu dan berperang yang diimplementasikan oleh Suku Indian yang menggunakan racun katak tersebut untuk melapisi ujung tombak mereka, adapun kegunaan di bidang medis. Seiring berjalannya waktu para ilmuwan melakukan penelitian untuk mengidentifikasi kandungan komponen-komponen racun katak panah yang bisa dijadikan sebagai obat, seperti obat penghilang rasa sakit atau painkiller (Republik Eusosialis Tawon, 2014). 

Katak panah beracun merupakan salah satu spesies yang tidak secara alami menghasilkan racunnya sendiri atau biasa dikatakan beracun dengan warna kulit yang menakjubkan. Katak ini, kenyataannya, hanyalah “mencuri” bisa dari semut dan lipan. Racun yang harus dipisahkan dari tubuh mereka dikeluarkan melalui kulit mereka setiap kali katak menyerang mereka. Ini efektif dalam membunuh predator-predatornya seperti burung ataupun mamalia. Jika hewan-hewan tersebut memakan katak beracun ini, maka ia memicu aliran sinyal kimia dan listrik yang dapat menyebabkan kelumpuhan, ketidaksadaran, dan akhirnya kematian, namun racun katak tidak berlaku untuk beberapa spesies ular beracun, tikus, kalajengking, dan kadal bertanduk.

Setelah diteliti juga akhirnya ilmuwan menemukan bahwasanya pada salah satu kandungan yang terdapat pada racun katak panah yang mempunyai nama Epipedrobates tricolor, mempunyai kegunaan untuk membuat suatu analgesik non-opioid. Pada penelitian ini, racun tersebut dipelajari, dimodifikasi serta disintesis agar bisa membuat obat penghilang rasa sakit yang secara spesifik sehingga obat ini tidak membuat kita merasa “ketagihan” untuk terus mengkonsumsinya. Dalam hal ini, sangat  baik untuk digunakan oleh masyarakat banyak, selain dinilai efektif, hal ini bisa mengurangi penyalahgunaan dari obat tersebut. Obat tersebut dinamai ‘epibatidine’, dan juga masih dalam proses modifikasi untuk bisa tervalidasi ke ranah obat yang boleh diberikan untuk konsumen (Cahya, 2017). Diharapkan juga dengan adanya obat ini bisa membantu masyarakat yang memang butuh obat penghilang rasa sakit tanpa ada efek kecanduan.

 

Penulis : Dhevin Mulya Rayhan 

 

Referensi Literatur

Cahya, I. (2017 , 13 Kamis). 7 Binatang mematikan yang ternyata miliki khasiat obat bagi manusia! Retrieved from Merdeka: https://www.merdeka.com/teknologi/7-binatang-mematikan-yang-ternyata-miliki-khasiat-obat-bagi-manusia.html?page=2.

Putra, L. M. (2017, 09 05). Inilah Mengapa Katak Panah Emas Tidak Terbunuh oleh Racunnya Sendiri. Retrieved from Kompas.com: https://sains.kompas.com/read/2017/09/05/163817523/inilah-mengapa-katak-panah-emas-tidak-terbunuh-oleh-racunnya-sendiri.

Republik Eusosialis Tawon. (2014, Januari 19 ). Katak Panah Beracun, Si Kecil yang Mematikan. Retrieved from Republik Eusosialis Tawon: https://www.re-tawon.com/2014/01/katak-panah-beracun-si-kecil-yang.html.

Widiana, W. (2017 , Oktober 1 ). Katak Panah Beracun, Cantik Tapi Berbahaya. Retrieved from Bobo.id: https://bobo.grid.id/read/08676557/katak-panah-beracun-cantik-tapi-berbahaya?page=all.

Zakiah, N. (2020, Apr 07). 7 Fakta Katak Panah Beracun, Racunnya Bisa Membunuh dalam 10 Menit! Retrieved from IDN Times: https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah/7-fakta-katak-panah-beracun-c1c2/7.

 

Referensi Gambar

https://pixabay.com/photos/poison-dart-frog-amphibians-1920977/.

https://pixabay.com/photos/frog-toxic-yellow-netherlands-1463831/.

https://www.treknature.com/gallery/South_America/Suriname/photo37971.htm.

https://pixabay.com/photos/laboratory-test-tubes-563423/.

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!