Kegiatan Penanaman di Pantai Karangmalang, Kendal

Sebelum melihat kegiatan Penanaman di Pantai Karangmalang, Kendal oleh Mad for Makeup dan LindungiHutan, simak definisi Pantai, Perubahan Garis Pantai, Faktor Perubahannya dan Abrasi yang terjadi di Pantai Karangmalang, Kendal.

Ads

Definisi Pantai dan Perubahan Garis Pantai

Indonesia merupakan negara kepulauan sebanyak 13.667 pulau dengan panjang pesisir pantai mencapai 54.716 kilometer (Karimah 2017). Banyaknya kepulauan dan pantai di Indonesia, menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal hingga mancanegara untuk menikmati keindahan ekosistem pantai. Pantai merupakan daerah yang menjadi pertemuan dan interaksi antara udara, laut, dan darat yang bersifat dinamis, artinya pantai terus mengalami penyesuaian terhadap dampak perubahan yang dialami menuju keseimbangan alaminya. Menurut Arief et al. (2011), perubahan garis pantai terjadi melalui berbagai proses alami, seperti pergerakan sedimen, penggunaan lahan, kenaikan air laut, fluktuasi gelombang permukaan laut, arus menyusur pantai (longshore current) dan terjadi tanpa henti – continue.  

Faktor Penyebab Perubahan Garis Pantai

Faktor yang dapat mempengaruhi perubahan garis pantai adalah faktor alami dan antropogenik (manusia). Faktor alami meliputi, abrasi, sedimentasi, kenaikan muka air laut, kondisi geologi, dan pemadatan sedimentasi. Sedangkan faktor manusia atau biasa dikenal dengan antropogenik, antara lain penggunaan lahan secara eksploitatif, penimbunan pantai, pembabatan hutan mangrove, dan pembuatan kanal banjir. Selain itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi perubahan garis pantai, yaitu daya kelenturan pantai, topografi, sifat bebatuan dan gelombang laut, dan lain sebagainya. 

Abrasi Pantai © bengkuluekspress.com
Abrasi Pantai © bengkuluekspress.com

Abrasi merupakan dampak dari berbagai aktivitas gelombang, arus, dan pasang surut air laut meliputi pengikisan maupun pengurangan daratan di kawasan pantai. Abrasi juga menunjukkan adanya peningkatan daerah yang terendam air laut akibat adanya pemadatan permukaan tanah. Pantai dikatakan mengalami abrasi apabila terjadi peningkatan angkutan sedimen ke suatu titik dibandingkan angkutan sedimen yang keluar dari suatu titik tersebut.  Apabila abrasi telah menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana di pinggir pantai, maka hal ini akan berakibat terjadinya perubahan garis pantai.

Abrasi di Pantai Kartika Jaya, Kabupaten Kendal

Abrasi pantai disebabkan oleh banyak faktor, seperti penurunan permukaan tanah (land subsidence), kerusakan hutan pantai dan mangrove, tingginya daya gelombang air laut, dan penyebab alam lainnya. Land subsidence dapat disebabkan oleh pengolahan sumber daya alam yang tidak mengindahkan aspek ekologi, seperti pemompaan air minum yang berlebihan untuk keperluan industri. Hutan pantai dan mangrove merupakan komponen penting, khususnya di daerah pesisir pantai. Hutan mangrove mampu menahan tingginya gelombang air laut, pengurangan sedimentasi, dan pengurangan dampak abrasi. Adanya tegakan hutan pantai juga dapat menjadi barrier atau penghalang apabila terjadi pasang air laut. Kegiatan-kegiatan manusia juga sangat mempengaruhi terjadinya abrasi. Kegiatan yang dapat meningkatkan abrasi, yaitu pembuatan tambak yang tidak memperhatikan kondisi lokasi dan daya dukung lingkungan (carrying capacity), penambangan pasir, dan pembangunan kawasan permukiman yang terlalu dekat dengan laut.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Ancaman abrasi di Indonesia meningkat seiring dengan terjadinya perubahan iklim secara global. Salah satu daerah di Indonesia yang telah mengalami abrasi, yaitu Pantai Kartika Jaya. Tahun 2009, Pantai Kartika Jaya di Kabupaten Kendal mengalami abrasi yang cukup parah hingga mengikis pesisir lebih dari 30 hektar. Mengutip informasi di sindonews.com, berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup, Kabupaten Kendal pada tahun 2014 terus mengalami abrasi mencapai 1.150 hektar. Abrasi pada tahun 2014 juga menyebabkan pengikisan pantai Kartika Jaya mencapai 380 hektar. Tingginya kejadian abrasi ini tentu berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Atas bencana abrasi yang melanda di Pantai Kartika Jaya, masyarakat pesisir kehilangan rumah karena tenggelam dan menyebabkan kerusakan sumber mata pencaharian, seperti tambak.

Kampanye Penanaman Pohon oleh Mad for Makeup 

Sikap saling tolong menolong menjadi dasar penggerak bagi brand Mad for Makeup untuk membantu. Mad for Makeup merupakan salah satu brand bidang produk kecantikan. Kepuasan konsumen menjadi hal terpenting bagi brand ini dengan memberikan produk yang halal, aman, membumi, dan tentunya ekonomis sehingga dapat dibeli oleh berbagai kalangan.  Baru-baru ini, Mad for Makeup meluncurkan produk terbaru, yaitu Growcara sebagai produk serum mascara dan diklaim menjadi yang pertama di Indonesia. 

Growcara Product © Instagram madformakeup.co
Growcara Product © Instagram madformakeup.co

Seiring peluncuran produk terbarunya, Mad for Makeup melakukan donasi anggaran PR Kit kepada LindungiHutan. Pemantauan dana dimulai sejak tanggal 13 November hingga 2 Desember 2020 melalui website LindungiHutan dengan besaran donasi untuk penanaman dan perawatan pohon adalah Rp10.000,00/pohon. Kampanye alam dilakukan oleh Mad for Makeup telah selesai dan mendapatkan 111 pohon hasil donasi yang nantinya akan ditanam.

Penanaman Cemara Laut di Pantai Karangmalang, Kendal

Kegiatan Penanaman © Dokumentasi Tim LindungiHutan
Kegiatan Penanaman © Dokumentasi Tim LindungiHutan

Kegiatan penanaman dengan nama project Let’s Greening Kendal, Together With Us telah dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2020 di Pantai Karangmalang, Kendal. Kegiatan penanaman ini melibatkan 9 relawan dari pihak LindungiHutan maupun masyarakat sekitar. Project ini telah berjalan lancar dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp1.110.000,00. Bibit yang digunakan untuk penanaman adalah cemara laut (Casuarina equisetifolia) dengan tinggi bibit mencapai 100 cm dan diameter <1 cm serta dalam kondisi baik.

Bibit Cemara Laut © Dokumentasi Tim LindungiHutan
Bibit Cemara Laut © Dokumentasi Tim LindungiHutan

Cemara laut (Casuarina equisetifolia) merupakan salah satu tanaman dari famili Casuarinaceae. Tanaman ini juga termasuk sebagai multi purpose tree species, yaitu tanaman dengan memiliki banyak manfaat. Menurut Marlin et al. (2011), cemara laut menghasilkan kayu dengan kualitas tinggi dan dapat digunakan sebagai tanaman konservasi tanah. Penanaman Casuarina equisetifolia di daerah pantai merupakan tindakan preventif yang tepat. Penanaman cemara laut di pesisir pantai dapat mengurangi abrasi pantai hingga badai angin. Hasil penelitian Purwantara et al. (2019), persepsi masyarakat di pesisir pantai selatan, Kabupaten Bantul, sebanyak 100% menyatakan setuju bahwa cemara laut memberikan manfaat mulai dari tingkat sedang (15%) hingga tinggi (85%). Sebanyak 90% responden juga memahami bahwa penanaman cemara laut menjadi salah satu tindakan mitigasi bencana di kawasan pantai.

Pantai menjadi daerah penting untuk dilindungi karena menjadi salah satu tempat untuk kawasan permukiman. Masyarakat harus saling peduli dengan kondisi lingkungan sekitar. Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai sudah saatnya memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan dari setiap aktivitas di kehidupan sehari-hari. Mari jaga lingkungan pesisir pantai dari abrasi, salah satunya melakukan penanaman.

 

 

Penulis : Deni Prihanto 

Referensi

Arief MG, Winasro, Prayogo T. 2011. Kajian perubahan garis pantai menggunakan data satelit Landsat di Kabupaten Kendal. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital 8(1):71-70.

Karimah 2017. Peran ekosistem hutan mangrove sebagai habitat untuk organisme laut. Jurnal Biologi Tropis 17(2):51-57.

Marlin, Yulian, Gonggo B. 2011. Pengembangan teknologi penyelamatan embrio cemara laut (Casuarina equisetifolia) sebagai upaya pelestarian kawasan konservasi wilayah pesisir Kota Bengkulu [laporan unggulan]. Bengkulu (ID): Universitas Bengkulu.

Purwantara S, Khotimah N, Sudarsono A. 2019. Persepsi masyarakat terhadap penanaman cemara laut (Casuarina equisetifolia L.) di lahan Pasir Pantai Selatan Kabupaten Bantul sebagai upaya mitigasi bencana. Geomedia 17(2):99-106. 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!