Kenali Spesies Lebah yang Kerap Membantu Penyerbukan Tanaman

(Photo credit: thesca.org)
(Photo credit: thesca.org)

Jenis organisme yang hidup di bumi bersifat variatif dan beraneka ragam. Lalu apa jadinya kalau antar organisme hanya menggantungkan hidup pada kemampuan dirinya sendiri? Hmm, sulit dibayangkan ya. Interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya itu terjadi secara alamiah, lho. Salah satu interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yaitu penyerbukan. 

Ads

Interaksi Serangga dengan Tumbuhan

Salah satu interaksi antar makhluk hidup yang menarik dibahas adalah hubungan antara tumbuhan dan serangga penyerbuk. Tumbuhan membutuhkan serangga untuk membantu proses penyerbukan agar menghasilkan buah dan bunga. Serangga pun aktif mencari tumbuhan penghasil nektar yang menjadi sumber makanannya. Jadi, hubungan timbal-balik berupa simbiosis mutualisme ini terjalin dengan sendirinya karena kelangsungan hidup organisme bergantung pada keberadaan organisme lainnya. Keberadaan bunga akan menyediakan sumber makanan berupa nektar untuk serangga, dan keberadaan serangga membantu bunga dalam proses penyerbukan. Saat serangga menghisap nektar dengan lidahnya, kaki serangga yang biasanya memiliki banyak rambut kasar akan mengumpulkan serbuk sari. Serangga akan terbang kesana-kemari untuk menyebarkan serbuk sari ke putik di bunga lain.

Serangga yang membantu penyerbukan bunga atau polen disebut pollinator. Pollinator menjadi super penting karena ada beberapa jenis tumbuhan tidak mampu melakukan penyerbukan sendiri. Penyerbukan pada tumbuhan yang seperti ini akan dibantu oleh angin dan pollinator. Penyerbukan silang yang dilakukan pollinator akan meningkatkan produktivitas budidaya tanaman. Nah, serangga-serangga inilah yang menjadi kurir pengantar serbuk sari dari suatu bunga ke putik di bunga di pohon yang sama maupun pada bunga di pohon lainnya.

Serangga cukup selektif dalam memilih bunga incarannya. Ketertarikan mereka dipengaruhi sifat morfologi tumbuhan berupa ukuran, warna, dan jumlah bunga. Bunga yang memiliki warna dan bentuk yang berbeda antar spesies tampak lebih menarik. Serangga juga dapat menilai apakah nektar dalam bunga cukup banyak untuk mereka. 

 

Lebah sebagai Serangga Polinator dalam Penyerbukan

Lalu, serangga apa saja sih yang termasuk dalam pollinator? Serangga yang biasa ditemukan di lahan pertanian ada banyak banget, guys. Di antaranya lebah, kupu-kupu, lalat dan ngengat. Serangga penyerbuk memiliki sifat dan ketertarikan bunga yang berbeda. Lebah, kupu-kupu, dan lalat biasanya melakukan penyerbukan pada siang hari. Sedangkan ngengat, lebih spesifik lagi ngengat nokturnal, lebih suka meneruskan pekerjaan penyerbukan di malam hari. Beberapa penelitian membuktikan bahwa lebah adalah serangga penyerbuk paling penting dan banyak ditemukan pada setiap jenis tanaman bunga yang mekar.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Menurut Andrian & Maretta (2017), lebah bekerja paling efisien dibanding serangga lainnya karena terbukti mampu meningkatkan stabilitas, kualitas dan jumlah layanan penyerbukan. Beberapa spesies lebah penyerbuk yang sering ditemukan antara lain: Apis sp., Trigona sp., Lasioglossum sp., dan Amegilla sp.

  1. Apis sp.
Apis Mellifera (Photo credit: theguardian.pe.ca)
Apis Mellifera (Photo credit: theguardian.pe.ca)

Lebah Apis sp. memiliki beberapa subspesies yang ada di lahan pertanian diantaranya Apis mellifera, Apis cerana dan Apis dorsata. Apis mellifera adalah lebah madu yang juga memproduksi wax dan royal jelly. Jenis ini tergolong agresif dan sengatan mereka menyakitkan, lho. Ukuran tubuhnya paling besar diantara kedua jenis lainnya. Mereka punya badan khusus (pollen base) untuk menampung lebih banyak pollen. Jenis ini banyak membantu penyerbukan pada tanaman tomat dan stroberi.

Jenis Apis cerana dan Apis dorsata memiliki kemiripan ukuran tubuh. Tubuh Apis cerana paling kecil dan berwarna kuning-orange gelap. Apis cerana hanya menghasilkan madu dan tidak dengan royal jelly. Berbeda dengan Apis mellifera, jenis ini sering mengunjungi tanaman sayur seperti mentimun. Sedangkan Apis dorsata punya ukuran tubuh sedang dan berwarna kecoklatan, lebih besar dari Apis cerana dan sedikit lebih kecil dari Apis mellifera. Pertanaman polikultur di Kepulauan Mentawai diketahui sering dikunjungi Apis dorsata

  1. Trigona sp.
Trigona spinipes (Photo credit: Aléssio F, portal.zoo.bio.br)
Trigona spinipes (Photo credit: Aléssio F, portal.zoo.bio.br)

Lebah ini memiliki ukuran tubuh yang kecil jadi cocok banget dalam penyerbukan pada bunga-bunga kecil seperti pada tanaman musiman kailan, bayam, dan buncis.

Sub spesies yang juga sering ditemukan adalah Trigona laeviceps dan Trigona spinipes. Trigona laeviceps termasuk dalam lebah tanpa sengat (stingless bee) yang berperan dalam penyerbukan tanaman di daerah tropis. Jenis ini juga diduga terlibat sebagai penyerbuk kelapa sawit. Sedangkan Trigona spinipes terbukti sukses meningkatkan hasil panen jambu monyet secara signifikan. (Wilms et al., 1996, Kahono et al., 2012) dan Freitas et al., 2014 dalam Wulandari et al., 2017).

  1. Lasioglossum sp.

Lasioglossum sp. (Photo credit: S. Cresswell, americaninsects.net)
Lasioglossum sp. (Photo credit: S. Cresswell, americaninsects.net)

Lebah jenis ini ukurannya tubuh yang besar dan sengatan mereka tidak begitu menyengat. Kebanyakan dari mereka memiliki garis bulu tipis di tubuhnya. Lasioglossum sp. juga berbeda dengan jenis lainnya karena hanya memiliki dua sayap. Wah, tubuhnya besar tapi hanya memiliki dua sayap. Tak heran jika kebanyakan dari mereka bersarang di tanah, ya. 

Lebah ini juga sering sulit dikenali karena warna tubuhnya yang hitam sudah cukup mainstream seperti kebanyakan lebah lainnya. Kita perlu melihatnya dengan mikroskop untuk mengenali ciri khas lainnya. Lasioglossum sp. sering dijumpai dalam penyerbukan bunga stroberi, mentimun, asparagus, dan melon. 

  1. Amegilla sp.
Amegilla albigena (Photo credit: Philippe Vanmeerbeeck, galerie-insecte.org)
Amegilla albigena (Photo credit: Philippe Vanmeerbeeck, galerie-insecte.org)

Jenis lebah ini hanya berperan sebagai penyerbuk dan tidak menghasilkan madu. Walaupun begitu, mereka tidak agresif dan punya sengat yang cukup menyengat sebagai bentuk pertahanan. Karakteristiknya unik dengan garis bulu yang cukup tebal pada tubuhnya dan kepala berwarna coklat keemasan.

Amegilla sp. dikenal dengan melakukan penyerbukan buss yaitu lebah akan berpegangan pada bunga dan mengepakan sayap dengan cepat (bersuara buzz, buzz, buzz). Gerakan ini akan membuat serbuk sari menempel lebih banyak di kaki lebah. Lalu proses perpindahan serbuk sari ke putik jadi optimal deh. Jenis ini diketahui melakukan penyerbukan pada tomat, terong, dan cabe.

Jadi, bisa dibilang lebah adalah pollinator yang potensial dalam penyerbukan silang dan efektif untuk meningkatkan produksi biji. Beberapa jenis lebah madu tak hanya memproduksi madu, wax maupun royal jelly, mereka juga terbang kesana-kemari membawa serbuk sari di tubuhnya. 

Keberadaan serangga di sekitar tanaman punya manfaat penting lainnya, lho. Serangga memiliki sifat poikiloterm sehingga suhu tubuh serangga dipengaruhi suhu lingkungannya. Serangga bisa berperan sebagai bioindikator untuk mengetahui adanya pencemaran lingkungan. Kahono & Erniwati (2014) meneliti keragaman jenis lebah Apidae pada bunga yang diberi pestisida. Surprisingly, ternyata lebah tidak datang pada bunga yang tercemar pestisida! Selain itu, serangga juga peka terhadap perubahan lingkungan, populasi serangga di lingkungan yang tidak kondusif akan lebih sedikit daripada di tempat dengan udara bersih dan banyak bunga bermekaran. Jadi, penting banget untuk menjaga ekosistem serangga dengan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Wah, ternyata serangga adalah hewan yang cukup sensitif, ya.

Populasi serangga kian menurun secara global. Penurunan populasi serangga terjadi sangat parah sampai ‘kiamat serangga’ dianggap sebagai istilah yang tepat. Padahal serangga berperan penting dalam penyerbukan tanaman. Hal ini terjadi karena berbagai faktor seperti penggunaan pestisida di lahan pertanian. Penggunaan pestisida harus dikurangi dengan menggunakan biopestisida yang lebih ramah lingkungan. Jadi, ayo kita jaga kelestarian populasi serangga agar bermanfaat bagi keanekaragaman hayati dan mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan!

 

Penulis: Mutiara Misksalma

 

Referensi literatur:

Andrian, R. F., Maretta, G. 2017. Keanekaragaman Serangga Pollinator pada Bunga Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus. Jurnal Tadris Pendidikan Biologi, 8 (1): 105-113.

Kahono, S., Erniwati. 2014. Keragaman dan Kelimpahan Lebah Sosial (Apidae) pada Bunga Tanaman Pertanian Musiman. Pusat Penelitian Biologi LIPI. Berita Biologi, 13(3).

Wulandari, et al. 2016. Peranan Lebah Trigona laeviceps (Hymenoptera: Apidae) dalam Produksi Biji Kailan (Brassica oleracea var. alboglabra). Jurnal Agronomi Indonesia, 45(2): 196-203.

Referensi foto:

N.N. (n.d). Bumblebees vs. Honeybees: What’s the Difference, and Why Does it Matter?. Student Conservation Association. https://www.thesca.org/connect/blog/bumblebees-vs-honeybees-what%E2%80%99s-difference-and-why-does-it-matter

https://www.theguardian.pe.ca/opinion/local-perspectives/opinion-someone-forgot-to-consult-bees-169842/

F, Aléssio. (2019, Februari). Trigona spinipes. Portal de Zoologia de Pernambuco. http://www.portal.zoo.bio.br/media347.

N.N. (n.d). Lasioglossum sp. Sweet bee. American Insects. http://www.americaninsects.net/hy/lasioglossum-sp-aster.html

Vanmeerbeeck, Philippe. (2019, Agustus). Amegilla sp. Galerie Insecte. https://www.galerie-insecte.org/galerie/Amegilla_sp.html

Lindungihutan.com merupakan Platfrom Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak!

 

 Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!