Krisis Iklim Mengancam Hutan Amazon: Pohon Bisa Hilang pada Tahun 2030

Hutan Hujan Amazon Menghadapi Krisis Iklim

Gambar 1. Hutan Hujan Amazon akan Berubah menjadi Sabana jika Krisis Iklim Terus Terjadi
Gambar 1. Hutan Hujan Amazon akan Berubah menjadi Sabana jika Krisis Iklim Terus Terjadi

Sampai saat ini hutan hujan Amazon masih terus dihantui ancaman kerusakan. Pasalnya, peningkatan aktivitas manusia di Amazon, krisis iklim akibat pemanasan global dan kebakaran yang pernah melanda memperparah keadaan. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa puluhan tahun aktivitas manusia dan perubahan iklim telah membawa hutan mendekati “titik kritis”. Siklus hujan juga akan segera rusak, musim kemarau pun akan lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini akan berujung pada kekeringan permanen jika jumlah emisi karbon global tidak berkurang. 

Ads

Patrick Mcgonigal, direktur asosiasi penelitian di Smithsonian Environmental Research Center, mengatakan, Co2 bukanlah aktor tunggal dari pemanasan global, melainkan dampak aktivitas manusia yang lebih buruk daripada yang disadari. Analisis baru-baru ini oleh Lovejoy dan Carlos Nobre, seorang ilmuwan iklim dari Universitas São Paulo, menunjukkan bahwa peningkatan penggundulan hutan dapat mengubah aliran kelembaban, sehingga dapat mendorong sebagian besar Amazon menuju transisi permanen ke sabana hutan yang lebih kering. Keduanya percaya bahwa titik kritis dapat dicapai jika sedikitnya 20 hingga 25 persen dari hutan hujan ditebangi.

Menurut situs WWF, jika deforestasi dan perubahan iklim terus terjadi, 27% pohon di wilayah hutan Amazon akan hilang pada tahun 2030. Para Ilmuwan dari Stockholm Resilience Centre yang merupakan lembaga penelitian independen yang bergerak pada isu lingkungan, menggunakan model matematika untuk menguji bagaimana kenaikan suhu yang disebabkan oleh perubahan iklim dapat memengaruhi hutan hujan tropis di bumi. Para ilmuwan mengatakan, jika level curah hujan terus menurun akibat krisis iklim, sekitar 40% wilayah hutan hujan Amazon dapat berubah menjadi sabana. Sabana merupakan ekosistem yang ditandai dengan padang rumput dan kurangnya tutupan pohon. Ekosistem ini cenderung beriklim sedang dengan curah hujan rendah yang mana kebalikan dari hutan hujan.

Konversi Hutan Turut Serta Merusak Iklim

Gambar 2. Wilayah Hutan Amazon yang Terkena Konversi Lahan
Gambar 2. Wilayah Hutan Amazon yang Terkena Konversi Lahan

Hutan Amazon termasuk dalam jenis hutan hujan karena pepohonannya menarik air dari bumi dan mengumpulkannya di atmosfer sehingga menjadi hujan dan basah. Jika hutan Amazon beralih fungsi dari hutan hujan menjadi tempat yang kering, setidaknya daerah hutan yang menyusut akan berubah menjadi sabana. Perkiraan suhu global yang naik sebesar 4° celcius akan membuat sebagian besar hutan Amazon bagian tengah, timur, dan selatan menjadi semak belukar yang tandus layaknya sabana. Ingo Fetzer salah satu peneliti dari Stockholm Resilience Centre menambahkan, hutan hujan di seluruh dunia sangat sensitif dengan perubahan iklim global dan membutuhkan kemampuan untuk bisa beradaptasi. Apabila pohon menghilang, proses pemulihan memerlukan waktu yang lama untuk kembali seperti semula, dan satwa akan terancam kelestariannya mengingat hutan merupakan tempat tinggal bagi para satwa.

Selain menjadi rumah bagi keanekaragaman flora dan fauna, hutan hujan seperti Amazon mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah yang besar, hal ini dapat membantu memperlambat perubahan iklim akibat pemanasan global. Namun sangat disayangkan, kebakaran hutan yang terjadi dan aktivitas manusia seperti penebangan pohon memperparah kondisi saat ini. Studi terbaru menunjukan beberapa bagian hutan tropis sudah melepaskan banyak karbon daripada karbon yang disimpan. Ekstraksi sumber daya alam dan konversi hutan untuk kepentingan pembangunan di luar bidang kehutanan telah mengubah fungsi hutan. Metana yang merupakan gas penghancur lapisan bumi, salah satu penyumbang gas ini adalah pembangunan memainkan peranan penting dalam merusak bumi. Mirisnya, sumber metana terbesar masih berasal dari proses hutan alam. Sekitar 3,5 persen dari semua metana yang dilepaskan secara global berasal dari pohon Amazon. Kapasitas hutan Amazon untuk menyimpan karbon juga digunakan untuk menyerap lebih banyak gas metana, namun manusia telah mengurangi kapasitas penyerapan itu dengan konversi hutan.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Mengeringnya tanah yang basah dan penggundulan hutan akibat penebangan dan kebakaran dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Kebakaran melepaskan karbon hitam yang mana partikelnya akan menyerap matahari dan menambah panas suhu bumi. Deforestasi juga mengubah pola curah hujan, semakin mengeringkan dan memanaskan hutan. Hutan Amazon dengan banyaknya pepohonan didalamnya menyimpan 200 gigaton karbon. Jika manusia menebang atau merusaknya, karbon akan secara bebas terlepas di udara dan memperumit siklus alam yang menyebabkan perubahan iklim semakin parah. Penebangan, pembangunan waduk, pertambangan, kebakaran, serta pertanian dapat menyebabkan deforestasi hutan menjadi tak terkendali seperti beberapa tahun terakhir yang harus dirasakan pada hutan Amazon. Kebakaran mencapai titik tertinggi pada tahun 2020 dengan 17.326 titik kebakaran, angka tersebut lebih dari dua kali lipat atau meningkat hampir 10% dari jumlah kebakaran yang terlihat pada tahun 2019.

Hal itu akan menimbulkan masalah besar bagi iklim, secara substansial semakin mengurangi potensi hutan untuk menyerap emisi bahan bakar fosil.  Menurut pemerintah Brazil sendiri, pembukaan hutan sudah mencapai 17%. Apa yang terjadi di Brazil (dan negara tetangga di Amazon) mempengaruhi seluruh dunia. Di Amerika Serikat, sekelompok pemimpin lingkungan dari empat pemerintahan presiden sebelumnya, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, senior Bush, Clinton, Bush junior, dan Obama, baru-baru ini meminta Presiden Joe Biden untuk menuntut pemerintah Brasil mengurangi penggundulan hutan. 

Alasan Hutan Hujan Amazon Sangat Penting Untuk Makhluk Hidup

Gambar 3. Jaguar, Salah Satu Hewan yang Berada di Hutan Amazon
Gambar 3. Jaguar, Salah Satu Hewan yang Berada di Hutan Amazon

Dari katak beracun hingga jaguar, Amazon menyimpan segala flora dan fauna paling karismatik di dunia. Amazon merupakan ekosistem paling beragam di dunia. Menurut World Wildlife Fund, hutan ini merupakan rumah bagi 10% spesies di dunia. lebih dari 2,5 juta spesies serangga, 1300 spesies burung, 3000 spesies ikan, dan kurang lebih 430 spesies mamalia, menurut National Geographic. Keseluruhan keanekaragaman hayati ini memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan hutan hujan. Seperti, nutrisi penting dari bangkai, kotoran, dan sisa makanan yang tersimpan di tanah hutan membantu mikroba tanah menyimpan karbon dengan lebih baik daripada melepaskannya ke atmosfer.

Lebih dari 40.000 spesies tumbuhan ditemukan tumbuh di hutan Amazon. Banyak dari tumbuhan tersebut memiliki kegunaan dalam mengobati penyakit atau sumber bahan makan yang sering kita makan, seperti coklat, vanila, kayu manis, lada, dan kopi ditanam di hutan hujan ini. Pohon karet yang terdapat di Amazon juga sering dimanfaatkan getahnya untuk dijadikan sumber pendapatan bagi masyarakat adat yang tinggal disana.

Gambar 4. Getah Putih yang Sering Dimanfaatkan Penduduk Lokal untuk Dijual
Gambar 4. Getah Putih yang Sering Dimanfaatkan Penduduk Lokal untuk Dijual

Flora di hutan Amazon juga berperan aktif dalam mengatur ekosistem. Saat tumbuhannya berfotosintesis, tumbuhan itu akan menciptakan cuaca sendiri melalui proses yang disebut transpirasi, yaitu melepaskan uap air dari pori-pori di sepanjang bagian bawah daunnya. Adanya kelembaban ini membantu kehidupan alam sekitar dengan menyebarkan awan tebal yang mengeluarkan air di seluruh hutan Amazon dan mengalirkan airnya ke sungai yang memasok air untuk digunakan masyarakat di hilir. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada cuaca di Amazon. Saat hujan turun di atas hutan, udara panas akan naik ke atas atmosfer, menarik lebih banyak kelembaban dari lautan yang jauhnya ribuan mil.

Sungai Amazon adalah sungai terpanjang kedua di dunia, setelah Sungai Nil. Menurut survei Geologi A.S alirannya yang berkelok-kelok kurang lebih mencapai 6413 km. Amazon memiliki tingkat curah hujan tertinggi di dunia. Lebih dari 3.700 mil kubik air hujan jatuh setiap tahunnya. Sungai yang berkelok-kelok merupakan rumah bagi banyak spesies termasuk piranha perut merah, ikan pari pancake, hiu banteng, buaya caiman hitam, dan lumba-lumba sungai merah muda yang terancam punah. Sebuah studi baru-baru ini mengatakan terdapat 6.727 spesies pohon yang terhitung di Amazon.

Hutan hujan Amazon memainkan peran penting dalam mengatur siklus oksigen dan karbon dunia. Amazon menghasilkan kira-kira 6% oksigen dunia dan telah lama dianggap sebagai penyerap karbon, yang berarti dengan mudah menyerap sejumlah besar karbon dioksida dari atmosfer.

Tetapi ketika pohon ditebang dan hutan dibakar, karbon tersebut dilepaskan ke atmosfer dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hutan ini mungkin benar-benar mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida daripada yang mereka serap. Untungnya, jika kita bersama dapat melestarikan sebagian besar ekosistem yang rapuh, para ilmuwan yakin hutan Amazon dapat kembali pada fungsinya sebagai penyerap karbon, rumah bagi satwa, dan penyedia oksigen bagi makhluk hidup.

 

Penulis : Firas Zakir

 

Referensi Artikel:

Bahaya Krisis Iklim: Dapat Mengubah Hutan Hujan Amazon Menjadi Sabana. 2020. nationalgeographic.grid.id. Accessed April, 8 2021, from 

https://nationalgeographic.grid.id/read/132380730/bahaya-krisis-iklim-dapat-mengubah-hutan-hujan-amazon-menjadi-sabana

First study of all Amazon greenhouse gases suggests the damaged forest is now worsening climate change. 2021. nationalgeographic.com. Accessed April, 8 2021, from

https://www.nationalgeographic.com/environment/article/amazon-rainforest-now-appears-to-be-contributing-to-climate-change

The Amazon Rain Forest is Nearly Gone: We Went To The Front Lines

To See If It Could be Saved. (n.d). time.com. Accessed April, 8 2021, from https://time.com/amazon-rainforest-disappearing/

4 Reasons Why We Need the Amazon Rainforest. 2019. popularmechanics.com. Accessed April, 8 2021, from 

https://www.popularmechanics.com/science/environment/a28910396/amazon-rainforest-importance/

 

Referensi Gambar

Gambar 1: https://www.nationalgeographic.org/activity/protecting-biodiversity-amazon-rain-forest/

Gambar 2: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.voanews.com%2Famericas%2Fdestruction-brazils-amazon-forest-jumps-16-percent-2015&psig=AOvVaw1IKeEyZO3__VKaSjlihhSY&ust=1617980463175000&source=images&cd=vfe&ved=0CA0QjhxqFwoTCOjX7or17u8CFQAAAAAdAAAAABAD

Gambar 3: https://www.worldwildlife.org/stories/what-animals-live-in-the-amazon-and-8-other-amazon-facts

Gambar 4: https://www.popularmechanics.com/science/environment/a28910396/amazon-rainforest-importance/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks