Langkah Kecil untuk Bumi Melalui #PlantwithLittlemonq

Littlemonq, Mainan Kayu Teman Anak-Anak

Masa kanak-kanak merupakan sebuah periode paling baik untuk merangsang tumbuh kembang setiap anak. Pada masa ini, rasa ingin tahu anak terhadap barang-barang di sekitarnya menjadi sangat tinggi. Orang tua harus bisa memanfaatkan periode ini untuk mengembangkan potensi-potensi terbaik dari anak. Salah satunya adalah melatih motorik halus anak yang bermanfaat bagi dirinya di masa depan. Kata berlatih seringkali lekat dengan kegiatan yang membosankan, tetapi menggunakan metode permainan akan membuat anak tetap merasa senang. Untuk itu, Littlemonq hadir sebagai mainan edukasi dari kayu yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak Indonesia. Mainan dari Littlemonq dikenal dapat mengasah saraf motorik anak melalui perbedaan tekstur hingga warna dari tiap mainannya. Selain itu, permainan ciptaan Littlemonq bersifat open ended dan close ended yang bermanfaat untuk mengenalkan anak dengan konsep serta merangsang kreativitas. Dengan mainan kayu dari Littlemonq, anak-anak tidak hanya memiliki teman bermain yang menyenangkan, tetapi juga mendapatkan edukasi dengan cara yang tidak membosankan. 

Ads
Laman Instagram Littlemonq
Laman Instagram Littlemonq

Katalog mainan dari Littlemonq dapat dilihat pada laman Instagram mereka melalui tautan berikut https://www.instagram.com/littlemonq/?hl=en. Bila ingin langsung membeli satu untuk buah hati, pemesanan juga bisa dilakukan melalui marketplace milik mereka yang bisa diakses pada https://linktr.ee/littlemonq

Suram Masa Depan Tanpa Hutan Mangrove

Littlemonq menyadari bahwa keseluruhan bisnisnya dapat berjalan berkat alam dan hutan yang menyediakan kayu-kayu berkualitas bagi mereka. Selama ini, Littlemonq telah berusaha untuk menjaga ekosistem hutan dengan memastikan bahan baku kayu yang digunakan adalah kayu legal, dikelola dengan baik, dan memperhatikan kelestarian lingkungan. Littlemonq memahami bahwa eksploitasi kayu untuk bahan baku produksi dapat menimbulkan masalah serius di masa depan sehingga sebisa mungkin menghindarinya. Tanpa adanya hutan, Littlemonq tidak akan bisa berjalan. Namun bukan hanya itu, masa depan anak-anak tanpa hutan juga sangat terancam. 

Usaha Littlemonq untuk menjaga kelestarian hutan tidak berhenti sampai di situ. Saat ini Littlemonq ingin turut berkontribusi secara nyata kepada alam sebagai wujud terima kasih atas kebaikan yang telah diberikan. Littlemonq ingin membantu membangun kembali hutan-hutan yang tidak lagi dipenuhi rimbun pepohonan. Salah satu hutan yang keadaannya mengkhawatirkan adalah hutan mangrove di Indonesia. Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, 50% kawasan hutan mangrove di Indonesia hilang tak bersisa. Sekitar 80% hutan mangrove di Pulau Jawa rusak dan yang masih bertahan dipenuhi eceng gondok serta sampah-sampah. Secara keseluruhan, kawasan hutan mangrove di Indonesia hanya tersisa 3,5 juta hektar. Sebuah angka yang menyedihkan mengingat Indonesia dikenal sebagai negara dengan lahan mangrove terbesar di dunia (Widyaningrum, 2019).

Hutan Mangrove © Dinas Lingkungan Hidup Kab. Buleleng
Hutan Mangrove © Dinas Lingkungan Hidup Kab. Buleleng

Hutan mangrove sejatinya memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas kehidupan manusia. Mangrove berperan sebagai penyerap dan penyimpan karbon yang baik. Menurut hasil penelitian, hutan mangrove di Indo-Pasifik mampu menyerap karbon empat hingga lima kali dari ekosistem hutan yang ada di daratan. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai penjaga ekosistem perairan dengan menyediakan habitat bagi ribuan spesies makhluk hidup. Pohon mangrove melindungi berbagai jenis serangga, hewan kecil, menjadi tempat ikan-ikan berkembang biak, hingga tempat beristirahat yang tenang bagi burung-burung pantai (Fadly, 2019). Hilangnya hutan mangrove bukan hanya berdampak pada manusia, tetapi keseluruhan ekosistem makhluk hidup yang ada di dunia. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kerusakan hutan mangrove sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Utamanya, hutan-hutan mangrove dibabat habis dan dialihfungsikan untuk kepentingan manusia. Beberapa contohnya adalah alih fungsi hutan mangrove sebagai tambak,  perkebunan kelapa sawit, hingga pembangunan hotel dan resort (Widyaningrum, 2019). Pohon-pohon mangrove juga seringkali ditebangi untuk dijadikan kayu arang agar bisa dijual. Aktivitas tidak bertanggung jawab yang terus terjadi ini mengancam keberlangsungan hidup  organisme dalam ekosistem mangrove. Tanpa hutan mangrove, ancaman hilangnya daratan dan seluruh ekosistem akan semakin membesar. Sayangnya, belum ada langkah-langkah serius dalam menghadapi pelaku-pelaku perusakan hutan mangrove. Pemerintah yang terkesan ogah-ogahan terhadap kerusakan alam ini jugalah yang menambah daftar panjang sulitnya memiliki hutan mangrove yang asri dan fungsional di Indonesia.

Hutan Mangrove yang Rusak ©  Franco Dengo/Beritagar.id
Hutan Mangrove yang Rusak ©  Franco Dengo/Beritagar.id

Salah satu kawasan hutan mangrove di Indonesia terdapat di Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah. Kampung Laut pada awalnya merupakan sebuah desa terapung, namun keberadaan mangrove menguatkan sedimentasi tanah sehingga membentuk sebuah wilayah baru untuk bisa ditinggali (Darmawan, 2020). Masyarakat Kampung Laut sangat bergantung pada hutan-hutan mangrove dalam menyambung hidup mereka. Mangrove bagi masyarakat Kampung Laut tidak hanya berperan sebagai penahan gelombang, tetapi juga sebagai sumber pendapatan dari pariwisata menjelajah hutan yang dibuka untuk pengunjung. Sayangnya, hutan mangrove di Kampung Laut terus menerus mengalami kerusakan. Pantai yang mereka miliki mulai terkikis gelombang, populasi biota lautnya berkurang, dan pendapatan warga kian hari kian menurun. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena wilayah Kampung Laut menjadi semakin rentan terhadap banjir rob dan potensi penurunan daratan. Apabila tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin Kampung Laut akan berubah kembali menjadi sebuah desa terapung karena daratannya ditenggelamkan air laut. 

Langkah Kecil bersama Littlemonq

Melihat kondisi ini, Littlemonq melakukan kolaborasi bersama LindungiHutan untuk memastikan Kampung Laut tetap terjaga ekosistem dan kehidupan manusianya. Melalui kampanye alam #PlantwithLittlemonq, Littlemonq mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi berupa penanaman pohon mangrove di Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah. Pada kampanye ini, pelanggan Littlemonq secara tidak langsung ikut memberikan donasi sebesar 1 pohon setiap melakukan pembelian produk mainan Littlemonq seharga Rp250.000,00. Selain melalui pembelian produk Littlemonq, donasi juga dapat langsung dilakukan melalui laman website LindungiHutan melalui tautan berikut ini https://lindungihutan.com/littlemonq.

Littlemonq
Littlemonq

Sampai saat ini, Littlemonq telah mengumpulkan 134 bibit mangrove untuk ditanam di akhir tahun 2021. Masih banyak waktu untuk ikut berkontribusi dalam menjaga hutan mangrove Indonesia. Melalui kampanye ini, diharapkan permasalahan lingkungan perlahan-lahan dapat teratasi. Menanam satu pohon mungkin merupakan sebuah langkah yang kecil bagi bumi, tetapi bila dilakukan bersama-sama akan menjadi sebuah gerakan yang besar. Langkah kecil yang dilakukan bersama Littlemonq ini bukan hanya memperbaiki kondisi hutan mangrove, tetapi juga memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. 

 

Penulis: Auni Azizah 

 

Referensi Literatur

Darmawan, L. (2020, March 27). Konservasi Mangrove, Ternyata Mampu Datangkan Rp650 Juta per Tahun. mongabay.co.id. Retrieved February 05, 2021, from https://www.mongabay.co.id/2020/03/27/konservasi-mangrove-ternyata-mampu-datangkan-rp650-juta-per-tahun/.

Fadly, M. (2019, October 24). Manfaat Hutan Bakau (Mangrove) bagi Manusia & Kehidupan. tirto.id. Retrieved February 05, 2021, from https://tirto.id/manfaat-hutan-bakau-mangrove-untuk-manusia-kehidupan-ekiJ.

Karokaro, A. S. (2020, July 30). Hutan Mangrove, Pelindung yang Terancam dan Terabaikan. mongabay.co.id. Retrieved February 05, 2021, from https://www.mongabay.co.id/2020/07/30/hutan-mangrove-pelindung-yang-terancam-dan-terabaikan/.

Widyaningrum, G. L. (2019, May 27). Lebih dari 50% Hutan Mangrove di Indonesia Hilang, Apa Penyebabnya? nationalgeographic.grid.id. Retrieved February 05, 2021, from https://nationalgeographic.grid.id/read/131739246/lebih-dari-50-hutan-mangrove-di-indonesia-hilang-apa-penyebabnya.

 

Referensi Gambar

https://dlh.bulelengkab.go.id/artikel/pentingnya-hutan-mangrove-bagi-lingkungan-hidup-37

https://beritagar.id/artikel/berita/pengembang-pantai-ratu-gorontalo-dituding-rusak-hutan-bakau

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!