Langur Borneo, Satwa Endemik dari Kalimantan yang Terancam Punah

Indonesia merupakan salah satu negara yang menyimpan berbagai macam jenis satwa endemik. Satwa-satwa endemik tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan banyak dari satwa-satwa tersebut yang keberadaannya terancam punah. Ancaman kepunahan tersebut salah satunya disebabkan oleh rusaknya lingkungan karena aktivitas manusia yang mengakibatkan hilangnya habitat satwa endemik. Salah satu satwa endemik yang keberadaannya terancam punah adalah langur borneo. Langur borneo adalah primata endemik yang berasal dari Pulau Kalimantan. Langur borneo atau Presbytis chrysomelas cruciger ini termasuk dalam salah satu dari 64 primata yang ada di Indonesia pada tahun 2020.

Ads
langur borneo
Gambar 1. Langur Borneo

 

Persebaran dan Habitat Langur Borneo

Hingga saat ini langur borneo hanya ada di dua negara, yaitu Malaysia dan Indonesia. Di Malaysia, persebaran Presbytis chrysomelas cruciger dapat ditemukan di Taman Nasional Maludam, Suaka Margasatwa Samunsam, Taman Nasional Simalajau, Taman Nasional Tanjung Datu, dan di wilayah Serawak. Sedangkan di Indonesia, langur borneo hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat. Keberadaannya pertama kali ditemukan di sekitar Bukit Semujan, tepatnya di hutan sekunder bagian bawah Bukit Semujan. 

Untuk habitatnya, satwa ini menggunakan pohon sebagai salah satu komponen habitat. Pohon digunakan sebagai tempat berlindung dari ancaman dan gangguan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Muhammad Elfaza Faishal Musyaffa dan Nyoto Santoso dari Departemen Konservasi dan Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor di Taman Nasional Danau Sentarum, terdapat dua jenis pohon yang digunakan langur borneo untuk melindungi diri, yaitu pohon empakan dan ara. 

Pohon empakan memiliki bentuk tajuk yang lebar dengan tinggi 25 m. Pohon ini kerap digunakan untuk berlindung dari gangguan. Sedangkan pohon ara memiliki struktur yang lebih besar dan lebih tinggi dari pohon empakan, yaitu 30 m, yang digunakan untuk tidur. Setiap pagi, selama pengamatan dilakukan, suara langur borneo selalu terdengar dari pohon ara. 

 

Populasi dan Ancaman Kepunahan 

Berdasarkan pengamatan Muhammad Elfaza Faishal Musyaffa dan Nyoto Santoso (2020) di Taman Nasional Danau Sentarum, tepatnya di Pulau Semujan, terdapat empat kelompok langur borneo. Masing-masing kelompok memiliki jumlah sebanyak 10-20 individu. Dari data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi langur borneo di Pulau Semujan hanya berjumlah maksimal 80 individu. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Langur Borneo 2 – Wanaswara
Gambar 2. Langur Borneo

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), langur borneo adalah hewan yang masuk dalam status critically endangered (CE). Status ini berarti bahwa langur borneo dikhawatirkan akan mengalami kepunahan dalam waktu dekat jika habitatnya tidak dilestarikan. Oleh karena itu, langur borneo termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/KUM.1/12/2018. 

Ancaman terbesar dari kepunahan langur borneo adalah jika habitatnya rusak. Rusaknya habitat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Namun, ancaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Danau Sentarum tampaknya menjadi satu-satunya ancaman rusaknya habitat yang ada. Pengalihfungsian lahan yang mengakibatkan kerusakan habitat sepertinya sulit terjadi pada habitat langur borneo. Hal ini dikarenakan tempat tinggal dari langur borneo sendiri, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum, adalah tempat atau kawasan konservasi yang dilindungi oleh undang-undang. 

Selain itu, ancaman kepunahan yang disebabkan oleh masyarakat yang tinggal di Taman Nasional Danau Sentarum juga tampaknya sulit terjadi. Sebagian besar masyarakat sekitar berprofesi sebagai nelayan danau dan penyadap pohon karet, bukan pemburu satwa. Namun, hal itu bukan berarti bahwa langur borneo aman dari ancaman kepunahan. Perlu adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah agar langur borneo terbebas dari ancaman kepunahan. 

Penulis: Irfan Maulana (https://www.instagram.com/maulanairfan_/ )

Referensi Literatur:

Musyaffa, Muhammad Elfaza and Nyoto Santoso. “Karakteristik Habitat dan Pola Aktivitas Langur Borneo.” Forda (2020): 50-62. https://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA/article/view/5857 

Redaksi. ksdae.menlhk.go.id. 9 Maret 2019. http://ksdae.menlhk.go.id/info/5598/lagi,-tim-expedisi-tana-bentarum-berhasil-tem.  31 Maret 2021.

Rifqi, Muhammad Arif, et al. “Bornean Banded Langur Presbytis chrysomelas cruciger in Danau Sentarum National Park, West Kalimantan, Indonesia .” SEAVR (2019): 56-59. https://www.ecologyasia.com/pdf/2019/seavr2019-023(p056-059).pdf

Referensi Gambar:

Gambar 1: https://eljohnnews.com/eksplorasi-bukit-semujan-temukan-langur-borneo/ 

Gambar 2: http://tnbkds.menlhk.go.id/index.php/publikasi/8-berita/80-explorasi-bukit-semujan-temukan-langur-borneo.html 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdplanting, penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam  untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga lingkungan dan alam.

Yuk!, bergabung dan jadi pioneer penghijauan!.