Mangrove untuk Ekosistem Alam dan Masyarakat

Menanam untuk Kelangsungan Hidup
Menanam untuk Kelangsungan Hidup

Mangrove sebagai tanaman hijau yang tumbuh di air payau sekitaran pesisir laut ini sangat banyak manfaatnya untuk lingkungan dan penduduk sekitar pesisir. Melihat kondisi Indonesia yang berada di bagian tropis dan kelilingi oleh laut sangat mungkin untuk menanam mangrove guna membantu menjaga ekosistem laut di dunia. Masyarakat pesisir laut Indonesia juga harus diberikan pemahaman tentang tata cara penanaman mangrove, perawatan mangrove, dan kegunaan mangrove yang dapat membantu kelangsungan hidup masyarakat pesisir laut baik secara langsung maupun tidak langsung. Edukasi ini harus sudah diterapkan sejak sekolah dasar di daerah sekitar pesisir laut agar masyarakat sudah dididik sejak kecil akan pentingnya menanam mangrove.

Baca Lainnya : Potensi Karbon dan Struktur Nafkah Rumah Tangga Petani

Melihat kondisi hutan mangrove di Indonesia saat ini menurut manajer kampanye keadilan iklim WALHI Yuyun Harmono pada tahun 2019 menjelaskan, dari 3,4 juta hektar mangrove yang ada di Indonesia lebih dari 50% dalam kondisi rusak. Sangat miris melihat kondisi Indonesia penyumbang 2% hutang mangrove di dunia. Rata-rata kerusakan yang dialami hutan mangrove adalah akibat perilaku manusia. Untuk itu sangat penting pembelajaran pelestarian edukasi mangrove sejak dini. Terlebih dari itu menurut Yuyun salah satu penyebab kerusakan adalah perkebunan kelapa sawit yang tumbuh di pesisir pantai yang menghilangkan fungsi penting dari mangrove. Sebuah studi mengatakan banyaknya spesies ikan di sekitar hutan mangrove yang masih lebat 25 kali lebih banyak daripada spesies ikan yang ada di bekas area hutan mangrove yang sudah ditebang. Ini sudah membuktikan pentingnya hutan mangrove di sektor perikanan.

Upaya Penanaman dan Pelestarian Mangrove

Mangrove untuk Kelangsungan Hidup Masyarakat
Mangrove untuk Kelangsungan Hidup Masyarakat

Upaya pelestarian dan penanaman mangrove untuk masyarakat juga hendaknya terus dilaksanakan oleh berbagai komunitas guna membantu menjaga kelestarian alam dan mensejahterakan penduduk sekitar pesisir laut. Tetapi kegiatan penanaman mangrove banyak dikenal tetapi tidak selalu efektif, kenapa? Dalam hal ini ada beberapa hal yang dijadikan penyebab kegagalan dalam penanaman mangrove:

1. Menanam pada wilayah dimana kondisi sosial ekonominya tidak sesuai

Masyarakat sekitar harus dilibatkan dalam proses penanaman mangrove di wilayahnya sendiri, karena yang akan melanjutkan proses pelestarian mangrove adalah masyarakat sekitar dan atau menjadi alternatif mata pencaharian penduduk sekitar. Maka dari itu kondisi sosial ekonomi penduduk harus sesuai.

2. Penanaman mangrove spesies tunggal, menumbuhkan mangrove yang non-fungsional,
sedikit memberikan keuntungan dan kurang tangguh.

3. Penanaman spesies yang salah di lokasi yang tidak sesuai, sehingga akan mati atau tingkat pertumbuhan rendah. Sebagai contoh menanam di lokasi yang terus menerus terendam atau justru di lokasi yang sama sekali tidak terpengaruh pasang surut. Selain itu, menanam di lokasi yang langsung terpapar gelombang besar atau di lokasi erosi dan memiliki kualitas air dan tanah yang tidak memadai.

4. Penanaman di lokasi dimana pertumbuhan mangrove baru akan menutupi aliran sedimen dan
air, sehingga menghambat pertumbuhan dalam skala yang lebih besar

5. Penanaman di lokasi dimana penyebab kerusakan belum diperbaiki

6. Penanaman di lokasi dimana mangrove dapat tumbuh secara alami, sehingga menyebabkan kerusakan dan gangguan terhadap regenerasi alami serta memperlambat pemulihan alami.

7. Penanaman di wilayah yang sebelumnya bukan merupakan kawasan mangrove, seperti di kawasan hamparan lumpur pasang surut atau lamun atau pantai berpasir, yang menyebabkan kerusakan habitat yang sangat bermanfaat tersebut.

Jadi, bagaimana kegiatan restorasi mangrove dapat dikatakan berhasil?

Kegiatan restorasi yang berhasil hendaknya bisa menghasilkan areal mangrove luas, beragam, berfungsi kembali dan dapat mempertahankan diri. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka ukuran keberhasilan suatu kegiatan restorasi mangrove selayaknya diukur dengan tercapainya fungsi yang diinginkan untuk alam dan masyarakat.

Banyak cara untuk mengukur hal tersebut, diantaranya melalui pengkajian keragaman dan kelimpahan, struktur vegetasi dan proses ekologis setidaknya di dua lokasi kegiatan, sehingga memungkinkan perbandingan. Adapun prinsip-prinsip restorasi mangrove yang berhasil:

1. Meyakinkan kondisi biofisik sesuai untuk pemulihan mangrove

Mangrove kemungkinan sudah mengalami kerusakan atau hilang akibat konversi untuk kepentingan lain, atau karena adanya perubahan pasokan air tawar, kehilangan sedimen atau penyebab lainnya. Hal tersebut kemungkinan juga akibat pembangunan infrastruktur dan pekerjaan rekayasa di sepanjang pesisir dan sungai di bagian hulu.
Akibatnya, mangrove kemudian tidak bisa bertahan sebagaimana mestinya. Regenerasi mangrove yang sehat hanya bisa terwujud jika kondisi biofisik memadai. Ini mungkin cukup sulit, tetapi sangat mungkin bisa terjadi. Di lahan bekas tambak, pengaturan permukaan tanah dan restorasi alur hidrologis sangat dibutuhkan. Hal ini secara strategis bisa dilakukan dengan membuka pematang dan memperbaiki sistem tata air. Bendung tembus air digunakan untuk mengurangi dampak gelombang, memerangkap sedimen dan kemudian memungkinkan pemulihan mangrove secara alami.

2. Meyakinkan kondisi sosial-ekonomi memungkinkan untuk pemulihan mangrove

Selama memungkinkan, kegiatan ekonomi perlu dikembangkan yang secara berkelanjutan memanfaatkan jasa lingkungan dari mangrove yang telah direstorasi. Kepemilikan dan hak guna lahan perlu diperjelas, dan perlu dikembangkan keyakinan untuk pemulihan maupun kemungkinan untuk pengelolaannya. Kegiatan yang berhasil seharusnya bisa memberdayakan masyarakat lokal, melibatkan pemerintah daerah setempat dan meyakinkan bahwa berbagai kegiatan tersebut kemudian didukung oleh perencanaan dan kebijakan yang memadai.

Yuk Dukung Restorasi Mangrove untuk Indonesia Hijau 2020!

Restorasi mangrove sangat penting dilaksanakan tetapi tetap harus utamakan pendekatan kegiatan Restorasi Ekologis Mangrove dan pertimbangkan dengan matang apabila akan melakukan penanaman mangrove. Ajak berbagai pihak dan keahlian dan harus berkaitan dengan pengetahuan lokal dan keahlian di masyarakat keilmuan. Perhatikan dan kaji keberhasilan yang dilandaskan pada keperluan restorasi. Identifikasi masalah di awal dan perbaiki jika diperlukan. Bagikan pengalaman, pengetahuan dan pembelajaran yang diperoleh ke berbagai masyarakat. Maka dari itu yuk kita dukung restorasi mangrove agar Indonesia dapat menjaga kelestarian alam sekitar dan mensejahterakan masyarakat sekitar. Salam Lestari!

Penulis : Nugroho Ganda Novianto

Referensi Tulisan

https://sulsel.idntimes.com/news/indonesia/lia-hutasoit-1/tiap-pekan-hutan-mangroveindonesia-hilang-seluas-3-kali-lapangan-bola-regional-sulsel/4 

https://www.amnh.org/explore/videos/biodiversity/mangroves-the-roots-of-the-sea/whymangroves-matter%20

https://nationalgeographic.grid.id/read/131739246/lebih-dari-50-hutan-mangrove-diindonesia-hilang-apa-penyebabnya

https://www.deltares.nl/app/uploads/2016/07/Restorasi-mangrove_menanam-atau-tidakmenanam.pdf

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications.    Ok No thanks