Mary River Turtle, Kura-kura Purba yang Terancam Punah

Mengenal Mary River Turtle si Kura-kura Unik 

Gambar 1. Mary River Turtle dengan Rambut Alganya.
Gambar 1. Mary River Turtle dengan Rambut Alganya.

Kura-kura unik ini bernama kura-kura Sungai Mary (Mary River Turtle) karena hanya ditemukan di Sungai Mary di Queensland, Australia. Hewan ini kadang disebut Kura-kura Punk karena memiliki keunikan yaitu rambut hijau yang merupakan ganggang dari alga pada bagian cangkang serta kepalanya. Kura-kura ini sempat populer pada era 1860 sampai 1970-an karena terdapat di toko-toko Australia untuk dijual sebagai hewan peliharaan. Sekitar 10.000 ekor dikirim ke toko setiap tahun selama periode 10 tahun, penjualan ini diperkirakan telah berkontribusi pada penurunan spesies kura-kura sungai mary.

Ads

Kura-kura sungai mary merupakan salah satu jenis kura-kura terbesar di Australia dengan berat kurang lebih 8 kg dan panjang 43 cm. Diperkirakan kura-kura sungai mary telah terpisah dari spesies lain sekitar 40 juta tahun yang lalu dan dapat bertahan hidup hingga 100 tahun lamanya, dengan kata lain kura-kura jenis ini termasuk hewan zaman purba yang masih bertahan sampai saat ini. Keunikan lainnya, hewan ini baru memulai berkembang biak pada umur 20 tahun dan membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi dewasa. Untuk jenis kelamin perempuan membutuhkan waktu 25 tahun dan laki-laki 30 tahun untuk menjadi dewasa. Kura-kura sungai mary masuk dalam garis keturunan genus monotype yang artinya mewakili garis keturunan kura-kura yang sangat tua yang telah menghilang dari sejarah evolusi Australia.

Kura-kura punk ini dapat tinggal di bawah air selama tiga hari lamanya tanpa muncul ke permukaan. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan untuk mengekstraksi oksigen dari air dengan menggunakan ekornya yang memiliki struktur seperti insang. Dengan berbagai macam keunikan yang dimiliki, mirisnya kura-kura sungai mary ini termasuk hewan yang terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ancaman ini diperkirakan terjadi akibat penjualan yang cukup masif pada tahun 1860-1970 dan pemangsaan bayi kura-kura mary pada saat menetas dan remaja oleh rubah merah, anjing liar, goanna (reptil asli Australia), serta ikan.

Ancaman yang Dihadapi Kura-kura Sungai Mary

Gambar 2. Bagian Tangan Kura-kura Sungai Mary dilengkapi Selaput Untuk Berenang dengan Jari Kukunya yang Panjang.
Gambar 2. Bagian Tangan Kura-kura Sungai Mary dilengkapi Selaput Untuk Berenang dengan Jari Kukunya yang Panjang.

Kegiatan seperti rekreasi juga mengakibatkan tingkat kematian pada kura-kura sungai mary meningkat dengan terbunuhnya kura-kura secara sengaja maupun tidak. Hal ini biasanya berupa kura-kura yang tertangkap tali pancing atau mati akibat terkena baling-baling perahu motor. Perubahan iklim juga turut serta membunuh kura-kura secara perlahan. Peningkatan suhu (32° C) selama inkubasi mengakibatkan penurunan keberhasilan penetasan. Terkadang telur yang sudah menetas pun harus membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi di darat.

Zoological Society of London dan Turtle Conservation Fund juga mendukung pernyataan IUCN bahwa kura-kura mary sebagai spesies kura-kura air tawar paling kuno kedua ini telah terancam punah, bahkan sudah menempati urutan 29 sebagai hewan yang terancam kehidupannya dalam daftar Evolution Distinct and Globally Endangered (program Edge of Existence). Selain kura-kura sungai mary, jenis lainnya yaitu Western Swamp Turtle yang merupakan kura-kura endemik Australia juga terpaksa terancam punah.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Kegiatan Konservasi Untuk Melestarikan Mary River Turtle

Gambar 3. Tukik Kura-kura Sungai Mary Setelah Menetas.
Gambar 3. Tukik Kura-kura Sungai Mary Setelah Menetas.

Program konservasi saat ini sedang digalakkan oleh beberapa komunitas di Australia untuk melindungi spesies tersebut. Tukik atau bayi dari kura-kura mary akan ditempatkan di area yang sedekat mungkin dengan habitat aslinya untuk meningkatkan peluang bertahan hidup saat dilepasliarkan.  Hal ini diperlukan untuk meningkatkan populasi kura-kura ini yang telah mengalami penurunan sebesar 95% selama lima puluh tahun terakhir karena tingkat kematiannya yang tinggi pada fase tukik dan remaja. Tempat konservasi akan didesain semaksimal mungkin seperti habitat aslinya, seperti setiap harinya air akan langsung dipompa dari Sungai Mary. Terdapat juga penambahan ikan, siput, dan tanaman asli dari habitat asli kura-kura sungai mary serta fitur-fitur alami lainnya. Tujuannya adalah untuk memelihara kura-kura dalam kondisi sealami mungkin.

Pendanaan biasanya akan didapatkan dari Foundation for Australia’s Most Endangered Species Limited. Pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk melindungi dan memantau tiga puluh sarang, mengumpulkan dan memindahkan telur di kawasan lindung tepi sungai untuk menetas secara alami, pemeriksaan tempat konservasi dan dokter hewan. Selain itu, tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup akan dipantau selama dua belas bulan, pengamatan akan dilakukan setiap minggu untuk setiap kelompok. Tidak luput juga, kura-kura akan diukur, ditandai, dan dilepas. Biasanya beberapa kura-kura yang dilepas akan diambil sementara untuk mengukur ke efektivitasnya.

 

Penulis : Firas Zakir

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri 

 

Referensi Artikel:

Introducing the Mary River Turtle. (n.d). maryriverturtle.tiarolandcare.org.au. Accessed April, 6 2021, from  http://maryriverturtle.tiarolandcare.org.au/about-mrt/

Kura-kura yang Terancam Punah Ini Punya Rambut Mohawk dari Alga. 2021. nationalgeographic.grid.id. Accessed April, 6 2021, from https://nationalgeographic.grid.id/read/132509082/kura-kura-yang-terancam-punah-ini-punya-rambut-mohawk-dari-alga

Saving the Mary River “Punk” Turtle. (n.d). fame.org. Accessed April, 6 2021, from https://www.fame.org.au/projects/saving-the-mary-river-punk-turtle

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!