Memaknai Hari Kesaktian Pancasila 2020

Sudah 75 tahun, Pancasila menjadi dasar ideologi bangsa Indonesia dengan lambang burung garuda. Nama lain dari Pancasila sendiri ialah philosophische grondslag. Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata, yaitu panca artinya lima dan sila artinya prinsip atau asas. Hal tersebut menandakan ada lima pedoman penting rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Ads
Lambang Pancasila
Lambang dari Pancasila © Dokumentasi Milenialis.id

Negara Indonesia adalah negara yang dipenuhi oleh ragam suku, budaya , agama, maupun bahasa. Keragaman tersebut menjadi kekayaan sekaligus berkah bagi bangsa Indonesia. Di sisi lain, dari keragaman tersebut seringkali menimbulkan konflik dan pertentangan satu sama lain. Namun, hadirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa mampu meredam permasalahan tersebut.

Begitu saktinya pancasila dapat memperkuat Indonesia untuk tetap utuh dan berdaulat. Tepat hari ini, Kamis, tiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai  Hari Peringatan Kesaktian Pancasila.

Jangan Salah Memaknai Hari Kesaktian Pancasila

Masih banyak rakyat Indonesia yang sering keliru dalam memaknai antara Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila. Meski keduanya sama-sama memakai kata “Pancasila”. Berikut merupakan penjelasan dari perbedaan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni dengan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober.

Lahirnya Pancasila bermula pada dibentuknya Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sejak tanggal 1 Maret 1945, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia mulai mengusulkan konsep-konsep perihal dasar Negara Indonesia. Hal tersebut memicu upaya untuk merumuskan suatu dasar negara yang resmi yaitu Pancasila.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Pada pidato Soekarno di sidang BPUPKI  tanggal 1 Juni 1945 yang berisi tentang “Lahirnya Pancasila” yang menjadi awal rumusan dari Pancasila. Hari tersebut menjadi cikal bakal Pancasila dijadikan dasar negara. Meski 22 Juni 1945 Pancasila disusun sehingga menjadi Piagam Jakarta. Yang selanjutnya terdapat penghapusan 7 kata sila pertama dalam Piagam tersebut. 

Gambar Presiden Indonesia
Sang Penggagas Lahirnya Pancasila © Dokumentasi news.detik.com

Kronologi dan Sejarah

Tanggal 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila, yang dimana menjadi hari awal mulanya terbentuk suatu dasar negara bagi Indonesia. Sedangkan Hari Kesaktian Pancasila berawal dari peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (PKI) yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI.

PKI merupakan sebuah partai komunis di Indonesia yang menciptakan ideologi-ideologi komunisme di kalangan masyarakat. Ideologi tersebut bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu Pancasila.

Ideologi komunis sangat bertentangan terhadap nilai-nilai Pancasila karena paham komunisme mengajarkan atheisme (tidak ada Tuhan). Hal tersebut bertolak belakang dengan sila pertama dari Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Selain itu, PKI pada masa Demokrasi Terpimpin menjadi salah satu partai besar di Indonesia pasca pemilu di tahun 1955. PKI mengusung suatu konsep NASAKOM yang terdiri unsur nasional, agama dan komunis. PKI mempunyai usul membentuk angkatan kelima, yaitu mempersenjatai kaum buruh dan tani. Namun para jenderal menolak usul tersebut karena menurut para jenderal tidak ada bedanya angkatan dengan rakyat, jika kaum buruh dan tani dipersenjatai.

PKI melakukan suatu pergerakan pada tanggal 30 September 1965 yang kerap disebut G30S/PKI. Gerakan tersebut bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno saat itu. Selain itu, PKI ingin mengubah Indonesia dari negara yang berlandaskan pada Pancasila menjadi negara berhaluan komunis. Rangkaian kronologi gerakan G30S/PKI  terjadi lewat tengah malam hingga sampai besoknya tanggal 1 Oktober 1965 . Gerakan tersebut berupa aksi kejam dari para anggota PKI yang menculik perwira TNI angkatan darat, membunuh mereka secara tidak berperi kemanusiaan, dan membuang jasadnya di daerah Lubang Buaya, Jakarta.

Ada 10 perwira TNI yang gugur dalam peristiwa berdarah tersebut kemudian dinobatkan sebagai “Pahlawan Revolusi”. Berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, ada 10 perwira TNI yang telah menjadi pahlawan revolusi. Namun, hanya ditemukan 7 jasad dari 10 yang telah gugur. Siapa saja pahlawan revolusi yang telah gugur pada peristiwa G30S/PKI?

  1. Jenderal Ahmad Yani
  2. Letjen Suprapto
  3. Letjen MT Haryono
  4. Letjen Siswondo Parman
  5. Mayjen D. I. Pandjaitan
  6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
  7. Kapten Pierre Tendean
Patung Pahlawan Revolusi
Patung dari Ketujuh Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30SPKI © Dokumentasi wego.co.id

Memasuki masa Orde Baru, ada semacam tradisi upacara untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi dengan mengibarkan bendera sebagai memperingati peristiwa G30S/PKI dan Hari Kesaktian Pancasila. Pada 30 September, bendera dinaikkan setengah tiang sebagai tanda duka telah gugurnya 7 Perwira pada peristiwa G30S/PKI. Dilanjut pada tanggal 1 Oktober, bendera dinaikkan secara penuh sebagai simbol dari kesaktian pancasila dalam menghadapi ancaman dari paham komunis yang diinisiasi oleh PKI.

Bermula dari peristiwa G30S/PKI, Tanggal 1 Oktober dijadikan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Yang dimaknai sebagai wujud nyata adanya pancasila membawa pengaruh besar terhadap bangsa Indonesia dalam mempersatukan berbagai perbedaan yang ada di negara ini.

Hikmah dari Hari Kesaktian Pancasila

Pancasila adalah dasar negara Indonesia untuk memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki banyak ragam di dalamnya. Di masa kini, modernisasi dan globalisasi terjadi begitu cepat. Namun, hal ini tidak membuat Indonesia runtuh dan terpecah belah. Dikarenakan Indonesia mempunyai dasar negara yang kuat sehingga Indonesia tidak kehilangan jati dirinya sendiri.

Pada Hari Kesaktian Pancasila ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang lebih besar ketika mampu menggerakkan seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan memaknai pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga menyadarkan kita sebagai rakyat Indonesia untuk bercermin pada diri masing-masing.  Apakah selama ini kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah berpedoman secara teguh pada Pancasila? 

Penulis : Tasyah Anjani

Referensi :

[1] Masrida, Noor. 2020. Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020, Sejarah G30S PKI, Pahlawan Revolusi Gugur di Lubang Buaya. banjarmasin.tribunnews.com. Tersedia dalam https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/09/28/hari-kesaktian-pancasila-1-oktober-2020-sejarah-g30s-pki-pahlawan-revolusi-gugur-di-lubang-buaya?page=all. Diakses pada tanggal 29 September 2020.

[2]Tribun Jogja. 2020.Perbedaan Hari Lahir Pancasila 1 Juni dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. jogja.tribunnews.com. Tersedia dalam https://jogja.tribunnews.com/2020/06/01/perbedaan-hari-lahir-pancasila-1-juni-dengan-hari-kesaktian-pancasila-1-oktober?page=all. Diakses pada tanggal 29 September 2020.

[3]Wika, Rizky S D. 2019. 1 Oktober dan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila. news.detik.com. Tersedia dalam https://news.detik.com/berita/d-4727247/1-oktober-dan-sejarah-hari-kesaktian-pancasila. Diakses pada tanggal 29 September 2020.

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks