KAU Design Untuk Bumi: Kampanye Menanam Kebaikan

Mengenal KAU Design

Jasa desain dan branding merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap lini bisnis yang ada. KAU Design menyediakan segala kebutuhan branding mulai dari pembuatan logo, desain arsitektur, hingga jasa kontraktor dengan pengamalan muamalah sesuai syariat islam. Rukun dan syarat dalam akad seperti yang dianjurkan dalam agama islam dijalankan dengan baik oleh KAU Design. Unsur-unsur penipuan, zalim, dan riba, seluruhnya tidak ada pada lini bisnis KAU Design. Sehingga konsumen tidak perlu khawatir mengenai kehalalan transaksi ketika melakukan pemesanan. KAU Design juga menyediakan layanan konsultasi sesuai dengan keinginan konsumen sebelum pesanan desain digarap oleh mereka. Melalui sosial media yang mereka miliki, KAU Design juga selalu menebarkan kebaikan dengan membagi ilmu mengenai branding serta menjalankan bisnis tanpa menghilangkan prinsip-prinsip hidup sebagai seorang muslim. 

Ads
Akun Instagram KAU Design
Akun Instagram KAU Design

Jika tertarik untuk mengembangkan branding bisnis dengan tetap memegang syariat islam, informasi mengenai jasa-jasa dari KAU Design dapat ditengok pada laman Instagam milik mereka melalui tautan berikut ini https://www.instagram.com/kaudesign_id/

Abrasi dan Potensi Lahan Terendam

Salah satu prinsip menjadi seorang muslim yang beriman bagi KAU Design adalah terus memberikan manfaat bagi umat dan menebar sebanyak mungkin kebaikan. KAU Design ingin dapat memberikan manfaat yang baik, bukan hanya untuk manusia tetapi juga alam dan lingkungan. Bagi KAU Design, lingkungan yang terjaga akan menjadi sebuah lahan yang penuh manfaat bagi umat manusia. Sayangnya, lingkungan di Indonesia saat ini memiliki keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu yang menjadi kekhawatiran terbesar KAU Design adalah kondisi hutan terutama hutan-hutan Mangrove. Angka deforestasi hutan mangrove kian hari kian meningkat. Konversi serta eksploitasi lingkungan untuk pembangunan membuat area hutan mangrove tiap tahun semakin menyempit. Akibatnya, potensi kerusakan lingkungan karena abrasi semakin tinggi. 

Abrasi merupakan pengikisan wilayah pantai dan daratan yang diakibatkan gelombang dan arus laut yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG), negara Indonesia memiliki total garis pantai sepanjang 99.093 kilometer. Dengan garis pantai sepanjang itu, tentu Indonesia juga memiliki banyak warga negara yang bergantung pada laut dan sumber pendapatan dari daerah pesisir lainnya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai Indonesia terus menyusut menyusul hilangnya daratan di berbagai daerah. Jika hal ini terus terjadi, manusia yang selama ini menggantungkan hidupnya pada laut dan pesisir akan turut terancam keberlangsungan hidupnya. 

Rumah-Rumah Terkepung Air Laut Imbas Abrasi © Antara Foto/Aji Styawan
Rumah-Rumah Terkepung Air Laut Imbas Abrasi © Antara Foto/Aji Styawan

Ada banyak sebab dari penyusutan garis pantai, abrasi menjadi salah satu penyebab terbesar garis pantai terus menyusut. Abrasi sebagai sebuah fenomena alam tidak dapat dihindari karena ia telah memiliki siklusnya sendiri (Kurniawati, 2019). Gelombang laut tidak selamanya besar dan merusak, terkadang ia bergerak sewajarnya sehingga abrasi yang ditimbulkan sangatlah minim. Namun, tingkah laku manusia yang eksploitatif terhadap alam seringkali membuat dampak negatif abrasi menjadi lebih besar dari biasanya. Beberapa di antaranya adalah eksploitasi hasil laut terutama terumbu karang sehingga ekosistem laut menjadi tidak stabil dan abusif. Penambangan pasir di sekitar pantai untuk keperluan pembangunan juga membuat abrasi pantai semakin menjadi-jadi. Faktor lainnya adalah pembabatan hutan-hutan mangrove yang seharusnya berfungsi sebagai penahan dan pemecah gelombang laut sebelum menghantam daratan. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Keberadaan hutan mangrove pada daerah-daerah pesisir memiliki manfaat yang besar bagi alam dan manusia. Pohon mangrove dikenal dengan akarnya yang kuat dan mampu menahan terjangan gelombang pasang. Menurut Organisasi Earth Hour (2015), hutan mangrove memiliki manfaat yang lebih besar dari sekadar penghalang ombak dan gelombang. Mangrove dengan kemampuannya mengendapkan lumpur pada akar-akarnya turut membantu mencegah terjadinya intrusi air laut. Hal ini menyebabkan air laut dan air tanah tidak tercampur sehingga air tanah dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan oleh manusia. Mangrove juga bermanfaat untuk mencegah abrasi pantai karena akarnya efisien melindungi tanah di wilayah pesisir. Selain itu, mangrove juga memiliki peran besar dalam pembentukan daratan baru serta menstabilkan daerah pesisir. Hutan mangrove sangatlah penting untuk memastikan daratan pesisir tidak hilang dan tenggelam. 

Di Indonesia terutama pada kawasan pantai utara dan selatan Jawa, Desa Bedono, Demak, merupakan daerah dengan dampak abrasi dan erosi terbesar. Menurut data dari LRSDKP Litbang KKP tahun 2020, abrasi yang terus terjadi sejak 20 tahun terakhir menyebabkan garis pantai mundur sepanjang 5,1 kilometer dari panjang garis pantai pada tahun 1994. Pada tahun 2006, sebanyak 206 kepala keluarga (KK) di Desa Bedono terpaksa dipindahkan karena daratan tempat mereka tinggal telah ditenggelamkan air laut. Namun permasalahan di Desa Bedono tidak selesai hanya dengan memindahkan warga-warganya. Abrasi yang terus terjadi akan kembali mengancam daerah-daerah yang ada di sekitarnya apabila tidak segera diatasi. Warga di sana akan kembali merasakan kerusakan lahan tambak, kehilangan lahan, kerusakan tempat tinggal, hingga hilangnya sumber pendapatan kehidupan jika abrasi ini tidak dihentikan. 

Jembatan di Desa Bedono yang Terputus Akibat Abrasi © BBC
Jembatan di Desa Bedono yang Terputus Akibat Abrasi © BBC

Sebuah solusi dari permasalahan hilangnya daratan akibat abrasi adalah mulai melakukan reboisasi hutan mangrove. Keberadaan mangrove di daerah tersebut nantinya akan memberikan manfaat dari waktu ke waktu. Hasilnya memang tidak bisa langsung dirasakan karena makhluk hidup tidak tumbuh besar dalam sehari semalam. Tetapi manfaat mangrove dapat dirasakan sedikit demi sedikit ketika ia telah tertanam. Mulai dari badai laut terasa seperti terpaan angin karena terhalang tajuk-tajuk mangrove, lama-lama tanpa terasa nantinya air laut tidak lagi masuk ke rumah-rumah karena sudah tertahan akar-akarnya. Untuk itu, perlu dilakukan reboisasi dan aksi penanaman pada daerah-daerah seperti Desa Bedono agar tidak ada lagi garis pantai yang hilang terkikis abrasi. 

Baca juga: Hewan Pengubah Warna di Dunia Selain Bunglon

Kampanye Alam #KAUUntukBumi

KAU untuk Bumi
KAU untuk Bumi

#KAUUntukBumi menjadi sebuah komitmen dari KAU Design untuk turut berkontribusi mengatasi permasalahan abrasi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Melalui kolaborasi bersama LindungiHutan, KAU Design berperan aktif dengan mendonasikan sebagian profit yang dimiliki untuk penanaman mangrove secara rutin. KAU Design berharap kampanye yang mereka lakukan dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di sana sehingga Desa Bedono dapat pulih dengan segera. Selain itu, ke depannya diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang perlu merasakan kehilangan tempat tinggal karena abrasi yang berlarut-larut seperti warga di Desa Bedono, Demak.

Sampai saat ini, KAU Design telah menanam sebanyak 106 bibit pohon mangrove di Desa Bedono, Demak sebagai bentuk dedikasi mereka untuk selalu menebar manfaat bagi sekitar. Kampanye #KAUUntukBumi masih akan berlangsung hingga 16 Agustus 2021. Ini berarti masih akan ada banyak bibit pohon yang tertanam untuk kebaikan di Desa Bedono pada pertengahan tahun nanti. KAU Design mengajak seluruh masyarakat untuk turut menanam pohon untuk kebaikan bersama. Apabila tertarik untuk melakukan kebaikan bersama KAU Design, kampanye #KAUUntukBumi masih terbuka dan dapat diakses melalui tautan berikut ini https://lindungihutan.com/kauuntukbumi

 

Penulis: Auni Azizah 

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi Literatur 

Earth Hour Indonesia. (2015, April 13). 5 Manfaat Hutan Mangrove untuk Manusia. Earth Hour WWF. Retrieved February 03, 2021, from https://earthhour.wwf.id/5-manfaat-hutan-mangrove-untuk-manusia/.

Kurniawati, D. A. (2019, Juni 10). Abrasi: Pengertian, Penyebab, Mekanisme, Dampak, dan Pencegahan. foreseract. Retrieved February 04, 2021, from https://foresteract.com/abrasi/.

Lestari, S. (2015, December 14). Desa Bedono Demak Terancam Tenggelam Akibat Abrasi. bbc.com. Retrieved February 04, 2021, from https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151212_indonesia_demak_abrasi.

Ondara, K. (2020, February 24). Laju Perubahan Garis Pantai Kecamatan Sayung, Demak – Jawa Tengah 2008-2018. LRSDKP Litbang KKP. Retrieved February 04, 2021, from https://lrsdkp.litbang.kkp.go.id/kabar-terbaru/47-artikel/artikel-litbang-2020/570-laju-perubahan-garis-pantai-kecamatan-sayung-demak-jawa-tengah-2008-2018.

 

Referensi Gambar

https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151212_indonesia_demak_abrasi 

https://foto.kompas.com/photo/read/2019/03/17/15527513298e9/Permukiman-Penduduk-di-Demak-Dikepung-Air-Laut-Imbas-Abrasi

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!