Mengapa Kebakaran di Lahan Gambut Susah Dipadamkan?

Setiap musim kemarau tiba, kebakaran selalu menghantui hutan-hutan gambut di Sumatera dan Kalimantan. Selain mampu menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, kebakaran hutan juga menimbulkan penyakit pernapasan bagi masyarakat sekitar yang terdampak. Sejarah kebakaran terparah di Indonesia pernah terjadi di Riau pada tahun 1997 mencatat sebesar 51. 255 juta hektar lahan terbakar dan menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 4,4 Milyar US$[1]. Salah satu jenis hutan yang sangat mudah terbakar salah satunya terdapat pada lahan gambut. Lantas, mengapa kebakaran hutan di lahan gambut sulit untuk dipadamkan?

Ads

Baca Lainnya : Kenali Bekantan, Si Hidung Panjang dari Kalimantan

Segitiga Api Penyebab Kebakaran Lahan Gambut Sukar Dipadamkan

Sebelum membahas mengapa lahan gambut mudah terbakar, mari kita belajar bagaimana kebakaran bisa terjadi. Pada dasarnya, keberadaan api dapat terjadi jika terdapat ketiga komponen yaitu: oksigen, bahan bakar dan panas. Jika salah satu dari komponen tersebut hilang maka api tidak akan terbentuk.

Segitiga Api
Segitiga Api © fireaction.co
  • Panas

Setiap material memiliki tiap temperatur swabakar yang berbeda beda. Sumber panas ini dibutuhkan untuk menyalakan api. Sayangnya, reaksi pembakaran menghasilkan panas sehingga temperatur akan cenderung ikut naik. Untuk beberapa jenis kebakaran, panas dapat diturunkan dengan penggunaan air. Sumber panas dapat berasal dari matahari, percikan api, gesekan, maupun energi listrik.

  • Bahan Bakar

Api tidak dapat terjadi jika tidak ada bahan yang dibakar. Dalam gambut, senyawa organik seperti ranting, daun dan material biologi lain terhitung sangat banyak sehingga menjadi bahan bakar yang mampu memunculkan api dengan sangat besar. Faktor ini lebih susah dihindari ketimbang faktor lain sehingga baiknya untuk menempatkan material yang mudah terbakar pada tempat yang minim resiko kebakaran. Sumber bahan bakar dapat berwujud zat padat, cair maupun gas.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Oksigen

Selama reaksi pembakaran terjadi, unsur oksigen dibutuhkan karena oksigen bereaksi dengan bahan bakar untuk menghasilkan panas dan CO2. Atmosfer di bumi mengandung 21% oksigen. Jumlah itu cukup untuk memicu timbulnya api jika kedua faktor lain tersedia. Adanya alat-alat seperti selimut api dan alat pemadam lain mampu bekerja untuk megurangi oksigen sehingga mencegah terjadinya reaksi pembakaran. Faktor ini merupakan faktor yang sukar untuk dikendalikan di awal.

Jadi, Mengapa Gambut Sukar Dipadamkan?

Secara definisi, gambut merupakan jenis lahan basah yang kaya akan material organik, terbentuk dari akumulasi pembusukan bahan-bahan organik selama ribuan tahun[2]. Lahan gambut memang tersusun dengan komposisi air yang tinggi. Keberadaan air tentu akan mencegah keberadaan dari api dengan menurunkan temperatur. Keberadaan lahan gambut yang terbentuk dengan kondisi basah mengakibatkan banyak bahan organik gagal terdekomposisi. Hal ini membuat bahan organik terakumulasi sedemikian banyak dan bahkan mampu menjadi batu bara dalam jangka waktu yang sangat lama. Gambut juga bersifat seperti spons yang mampu menyerap air, sehingga mampu mencegah banjir ketika musim penghujan serta mencegah kebakaran ketika musim kemarau tiba.

Kebakaran Lahan Gambut
Kebakaran Lahan Gambut Kering © kanalsumatera.com

Apa yang membuat gambut jadi mudah terbakar ialah karena komposisi airnya yang hilang. Kondisi kekeringan ini bisa terjadi secara alami saat kemarau ekstrim. Namun, sebagian besar adalah  disebabkan oleh ulah manusia. Upaya pengeringan gambut sering dilatarbelakangi oleh alih fungsi lahan, baik untuk pembangunan maupun kebutuhan agrikultur. Sekalinya air tersebut hilang, sulutan api kecil pada lahan gambut kering akan mengakibatkan kebakaran pada seluruh area dalam waktu relatif singkat. Selain itu, karbon pada senyawa organik lahan gambut juga memiliki temperatur swabakar yang rendah, sehingga mampu menimbulkan api dengan mudah.

Alih fungsi lahan sendiri dilakukan oleh beberapa kelompok dengan tujuan tertentu. Pengalihan fungsi ini wajib melakukan pembukaan lahan untuk dapat menyesuaikan dengan tujuan pengelolaan. Upaya ini umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan metode mekanik dan penggunaan api. Pembukaan lahan dengan metode mekanik jauh tidak efektif baik dari segi ekonomi maupun waktu yang dibutuhkan. Mereka membutuhkan tenaga dan alat-alat berat dalam pelaksaannya. Cara membuka lahan dengan menggunakan api adalah cara yang digunakan sejak dahulu. Keuntungan yang didapat jauh lebih efektif dari segi apapun. Pembukaan lahan dengan cara ini lah yang membuat kebakaran sering terjadi karena seringkali tidak dapat dikontrol pelaksanaannya.

Alasan-alasan Lain dan Solusi Kebakaran Lahan Gambut yang Ditawarkan

Selain dikarenakan karakteristik gambut yang memang bersifat rentan terbakar, terdapat faktor-faktor lain yang menyebabkan kebakaran gambut sukar dipadamkan yaitu faktor perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau yang lebih lama. Pada kondisi ini biasanya debit air padai sungai maupun selokan akan berkurang drastis, sehingga pemadaman api akan lebih sulit dilakukan dengan terbatasnya ketersediaan air. Sulitnya medan yang dilalui alat-alat transportasi pemadam juga mengakibatkan terbatasnya akses kendaraan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang dituju.

Kebakaran Hutan
Ilustrasi 3 Tipe Kebakaran Hutan © pantaugambut.id

Kebakaran gambut juga menempati tiga lokasi kebakaran sekaligus yaitu kebakaran tajuk (Crown Fire), kebakaran permukaan (Surface Fire) dan kebakaran bawah tanah (Underground Fire). Walaupun api di bagian permukaan terlihat padam, materi organik melimpah di bawah lapisan tanah gambut mungkin saja masih terbakar. Hal ini juga yang menyebabkan kebakaran di lahan gambut berbeda dengan kebakaran-kebakaran jenis lain.

Indonesia sendiri telah menyiapkan tim yaitu Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai lembaga non-struktural untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tujuan dari pembentukan tim ini adalah untuk merestorasi gambut kering agar tetap basah supaya tidak mudah tersulut api. Pemerintah sebenarnya juga telah mengeluarkan kebijakan berupa zero burning policy pada tahun 2014 untuk mengatasi ini, yang melarang penggunaan api untuk usaha membuka lahan. Namun, sayangnya kebijakan ini dinilai merugikan petani kecil yang minim sumberdaya. Pemerintah masih perlu melakukan adanya pendekatan yang lebih baik guna mencapai kebaikan masyarakat bersama.

Api Abadi yang Tak Kunjung Padam

Pemerintah telah bekerja keras dalam menekan jumlah kebakaran gambut di Indonesia. Usaha untuk melakukan restorasi oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) telah berhasil menurunkan jumlah titik api yang ada secara signifikan hingga akhir tahun 2019. Namun, api ini tidak sepenuhnya padam yang menandakan adanya praktek pembakaran lahan yang masih terus terjadi. Diperlukan adanya sinergi dari pemerintah, masyarakat khususnya petani sekitar lahan gambut, serta pengusaha agar kebakaran ini dapat dicegah.

Penulis : Okky Febriansyah

Referensi :

[1] Nurkholis, A, dkk. 2016. Analisis Temporal Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Tahun 1997 dan 2015 (Studi Kasus Provinsi Riau). Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi UGM. Yogyakarta. Diunduh melalui laman (https://osf.io/preprints/inarxiv/cmzuf/)

[2] Pantau Gambut. Tahun tidak diketahui. Apa itu gambut?. Diakses melalui laman  (https://www.pantaugambut.id/pelajari/apa-itu-gambut)

Daftar Gambar :

Gambar [1] Fire Action Ltd. Tahun tidak diketahui. The Fire Triangle Explained. Diakses melalui laman (https://www.fireaction.co.uk/news/fire-triangle-explained/)

Gambar [2] Fanzary, A. 2019. Kebakaran Lahan Gambut Kering di Aceh Barat Meluas. Diakses melalui laman (https://nasional.kanalsumatera.com/read/kebakaran-lahan-gambut-kering-di-qu1kqewq)

Gambar [3] Pantau Gambut. Tahun tidak diketahui. Kebakaran Hutan. Diakses melalui (https://www.pantaugambut.id/pelajari/dampak-kerusakan-lahan-gambut/kebakaran-hutan)

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!