Mengapa Kunang-kunang Dapat Bercahaya di Kegelapan Hutan?

Kunang-kunang © Theatlantic.com
Kunang-kunang © Theatlantic.com

Siapa, sih, yang tidak tahu kunang-kunang? Serangga kecil yang dapat memancarkan cahaya dari tubuhnya saat malam hari. Nah, kira-kira kenapa, ya, kunang-kunang dapat bercahaya? Yuk, simak penjelasannya di bawah.

Ads

Mengenal Si Kecil yang Berpendar

Kunang-kunang adalah serangga sejenis kumbang nokturnal yang termasuk dalam golongan Lampyridae. Karena kemampuannya dalam menghasilkan cahaya, hewan ini disebut juga sebagai serangga luminescent. Berbeda dengan serangga luminescent golongan Lampyridae lainnya, seperti cacing pendar, kunang-kunang adalah serangga yang bersayap.

Ada sekitar 2.000 spesies kunang-kunang yang dapat dijumpai di dunia. Serangga ini hidup di berbagai lingkungan yang hangat dan di daerah yang lebih beriklim sedang. Serangga jenis ini menyukai kelembaban dan sering hidup di daerah lembab di Asia dan Amerika.

Kunang-kunang © Nathab.com
Kunang-kunang © Nathab.com

Mengapa Kunang-kunang Dapat Bercahaya?

Serangga jenis ini memiliki organ khusus di bawah perut mereka yang mengambil oksigen. Di dalam sel khusus, mereka menggabungkan oksigen dengan zat yang disebut luciferin untuk membuat cahaya hampir tanpa panas. Cahaya ini sering juga disebut dengan ‘sinar dingin’ karena tidak mengandung ultraviolet maupun sinar inframerah. Cahaya hewan ini memiliki panjang gelombang 510 sampai 670 nanometer, biasanya berwarna merah pucat, biru, kuning, atau hijau, dengan efisiensi sinar sampai 96%. Mereka menggunakan cahaya yang disebut bioluminescence ini untuk menerangi ujung perut mereka.

Cahaya hewan ini biasanya terputus-putus, dan berkedip dalam pola yang unik untuk setiap spesies. Setiap pola kedipan merupakan sinyal optik yang membantu kunang-kunang menemukan calon pasangan. Para ilmuwan tidak yakin bagaimana serangga mengatur proses ini untuk menyalakan dan mematikan lampu mereka. Cahaya dari hewan ini juga dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang memberikan peringatan yang jelas tentang rasa serangga yang tidak menggugah selera. Fakta bahwa bahkan larva bercahaya memberikan dukungan untuk teori ini.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Setiap spesies dari serangga jenis ini memiliki pola cahaya uniknya sendiri. Ketika kunang-kunang jantan ingin berkomunikasi dengan kunang-kunang betina, dia terbang di dekat tanah sambil menyalakan lampu setiap enam detik. Begitu dia berada di dekat tanah, seekor betina dapat dengan mudah mengetahui apakah dia berasal dari spesies yang sama dengannya. Kebanyakan kunang-kunang betina tidak bisa terbang. Dia menjawab kilatannya dengan menyalakan lampunya. Kemudian laki-laki itu menemukannya.

Kunang-kunang © Nathab.com
Kunang-kunang © Nathab.com

Pemangsa, seperti burung atau kodok, mendapat pesan berbeda dari cahaya ini. Meskipun mereka dapat dengan mudah melihat hewan ini dari sinarnya, mereka jarang memakannya. Itu karena kunang-kunang melepaskan tetesan darah beracun yang berbau busuk. Kedipan mereka adalah lampu peringatan bagi predator untuk menjauh.

Serangga jenis ini tidak terancam punah, tetapi para ilmuwan mengkhawatirkan mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih sedikit serangga yang terlihat selama musim panas. Penggunaan pestisida dan hilangnya habitat kemungkinan besar berdampak pada populasi, seperti halnya polusi ringan. Terlalu banyak cahaya malam hari dapat membahayakan satwa liar, mempengaruhi pola migrasi dan kemampuan berburu mereka. Untuk kunang-kunang, polusi cahaya mengganggu upaya mereka untuk saling memberi sinyal.

Para ilmuwan tidak yakin berapa banyak populasi serangga ini yang telah menurun karena ukurannya yang kecil membuat mereka sulit untuk dilacak. Ditambah masa hidup kunang-kunang dewasa hanya satu hingga tiga minggu, yang membuat mereka sulit menghitungnya. Para ilmuwan sedang mencari cara untuk melacak dan melindungi serangga ini dengan lebih baik.

 

Penulis : Latifa Ariani

 

Referensi

Fireflies: National Geographic. (2018, September 24). Retrieved February 04, 2021, from https://www.nationalgeographic.com/animals/invertebrates/group/fireflies/.

Firefly. (2021, January 28). Retrieved February 04, 2021, from https://kids.nationalgeographic.com/animals/invertebrates/insects/firefly/.

Main, D., & Stone, P. (2020, June 11). A rare look at fireflies that blink in unison, in a forest without tourists. Retrieved February 04, 2021, from https://www.nationalgeographic.com/animals/2020/06/synchronous-fireflies-rare-look-congaree-national-park/.

 

Referensi Gambar

https://www.theatlantic.com/photo/2015/11/2015-national-geographic-photo-contest-part-ii/414040/

https://www.nathab.com/blog/videos-summer-nights-with-in-sync-fireflies/

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!