Mengenal Alex Waisimon, Pahlawan yang Mengabdi untuk Hutan Papua

 

Alex Waisimon
Gambar 1 Sosok pahlawan hutan Papua, Alex Waisimon

 

Halo Sobat Alam! Siapapun berhak dan berkewajiban untuk menjaga lingkungan di sekitarnya. Hal ini juga dilakukan oleh pria asal Papua ini. Namanya Alex Waisimon, beliau sangat berjasa untuk hutan di kampungnya. Selain memberdayakan hutan dan fauna di dalamnya, beliau juga turut memberdayakan masyarakat dan suku di sekitarnya. Yuk, kita baca artikel di bawah ini untuk mengenal lebih jauh pahlawan lingkungan dari Papua ini.

Ads

Siapakah Alex Waisimon?

Alex Waisimon lahir pada tanggal 19 September 1961 di Papua. Tepatnya di Kampung Yenggu Akwa yang kini termasuk dalam Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua. Riwayat pendidikan beliau yaitu tamat SD pada umur 19 tahun di SD Padang Bulan, lalu beliau melanjutkan pendidikannya di SMP YPK Genyem dan STM Dok V Jayapura. Pendidikan yang terakhir beliau tempuh yaitu jurusan ekonomi di Universitas Kristen Satya Wacana, akan tetapi bapak Alex tidak sempat menyelesaikan studi ini. Selepas itu, beliau meninggalkan kampung halamannya dan melakukan berbagai macam pekerjaan. Beliau juga sempat berpartisipasi dalam organisasi Red Cross Asia Pacific dan juga International Labour Organization (ILO). 

Dengan mengikuti organisasi berskala internasional tersebut bisa membawa bapak Alex Waisimon terbang ke beberapa negara di dunia. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat beliau lupa daratan. Teringat pesan sang ayah, akhirnya beliau kembali ke kampung halamannya. Karena beliau melakukan banyak hal baik di kampung halamannya, terutama pada Hutan Papua, Pak Alex menerima beberapa penghargaan, diantaranya adalah Gelar Pahlawan Keanekaragaman Hayati ASEAN (The ASEAN Biodiversity Heroes) yang diberikan oleh ASEAN Center for Biodiversity (ACB). Selanjutnya ada penghargaan Kalpataru 2017 dan Kick Andy Heroes 2017. Alasan yang membuat Pak Alex Waisimon pantas mendapatkan gelar tersebut akan dijelaskan di bagian selanjutnya. 

 

Alex Waisimon
Gambar 2 Alex Waisimon saat menerima penghargaan The ASEAN Biodiversity Heroes

 

Peran Alex Waisimon untuk Lingkungan

Membentuk Isio Hills Birdwatching

ALEX 3 – Wanaswara
Gambar 3 Penampakan Isio Hills Birdwatching di Kampung Rhepang Muaif

 

Ketika Pak Alex Waisimon kembali ke kampung halamannya, keluarga dan saudara satu sukunya masih aktif dalam melakukan penebangan kayu sebagai sarana ekonomi mereka. Ditambah lagi, terkadang fauna-fauna yang hidup di hutan Suku Waisimon kerap diburu oleh mereka. Walaupun mungkin ini bermanfaat bagi mereka, beliau memandang bahwa hal ini berdampak pada hilangnya habitat dari fauna-fauna yang tinggal di daerah hutan tersebut. Hal yang terjadi pada tanah seluas sekitar 15.000 hektar ini membuat Pak Alex ingin membuat perubahan. Akhirnya perubahan ini berwujud ekowisata, dimana pengunjung bisa melihat keragaman fauna terutama burung. Lokasinya ada di Nimbokrang, tepatnya di Kampung Rhepang Muaif. Di area ini terdapat beberapa jenis fauna dan flora meliputi 21 jenis pohon, 22 jenis palem, 4 jenis kelelawar, 9 jenis kumbang, dan puluhan burung termasuk cendrawasih (Sufaati, Agustini, & Suharno, 2017). Tidak hanya cendrawasih, kita juga bisa mendengar suara-suara fauna lain seperti ayam hutan, babi hutan, dll. Isio Hill akhirnya berkembang dan memiliki wisatawan mancanegara dan juga ada beberapa kunjungan rutin klub burung dunia yang datang sekitar bulan Mei hingga Oktober. Selain menjadi pencetus dibuatnya situs wisata alam ini, Pak Alex juga merupakan tour guide dari ekowisata ini. Tidak hanya wisata, Isio Hill juga memfasilitasi wisatawan yang berkunjung dengan penginapan.  

Mengajak Masyarakat dan Suku di Sekitar untuk Menjaga Hutan

Setelah ekowisata yang dibuat olehnya berjalan dengan lancar, Pak Alex berpikir untuk melakukan ‘Penyelamatan’ kepada hutan-hutan di sekitar Grime, Papua. Beliau mengumpulkan sepuluh kepala suku termasuk sukunya sendiri untuk membahas keberlangsungan Hutan Papua ini. Dengan adanya Isio Hills Birdwatching sebagai contoh, sepuluh kepala suku ini setuju dengan menjadikan lahan hutan seluas hampir 100.000 hektar untuk dijadikan hutan lindung atau ekowisata. Hal ini dilakukan demi keberlangsungan hidup fauna dan hutan sebagai habitatnya. Ditambah lagi, hal ini juga bisa menghindarkan Hutan Papua dari investor yang ingin mengubah lahan tersebut menjadi area industri.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Sangat luar biasa dan membanggakan bukan? Memiliki pahlawan yang peduli akan lingkungan dan seisinya. Pak Alex Waisimon merupakan salah satu contoh yang harus kita tiru untuk menjaga alam kita tetap lestari. Kita bisa memulai hal ini dengan langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Nah, Sobat Alam kapan berkunjung ke Isio Hills Birdwatching nih, agar bisa menikmati keindahan alam. Kedatangan kalian akan disambut oleh Pak Alex Waisimon. Salam Lestari!

Penulis: Muchammad Rivandi Fatchur Rachman

 

Referensi Literatur

Elisabeth, A. (2017, Maret 25). AIex Waisimon, Penjaga Hutan dari Lembah Grime. Dipetik Maret 5, 2021, dari Mongabay: https://www.mongabay.co.id/2017/03/25/alex-waisimon-penjaga-hutan-dari-lembah-grime/

Elisabeth, A. (2018, September 15). AIex Waisimon, Pahlawan Keragaman Hayati dari Papua. Dipetik Maret 5, 2021, dari Mongabay: https://www.mongabay.co.id/2018/09/15/alex-waisimon-pahlawan-keragaman-hayati-dari-papua/

Jaya, A. F. (2020, September 3). The Other Side of The Story About Papua: AIex Waisimon and Papua Forest Rescue Efforts. Dipetik Maret 5, 2021, dari FWI: https://fwi.or.id/en/the-other-side-of-the-story-about-papua-alex-waisimon-and-papua-forest-rescue-efforts/

Kumparan. (2019, September 11). Mari Cerita Papua, Jaga Cendrawasih dan Ekowisata ala Alex Waisimon. Dipetik Maret 5, 2021, dari Kumparan: https://kumparan.com/kumparantravel/mari-cerita-papua-jaga-cenderawasih-dan-ekowisata-ala-alex-waisimon-1rqMe0UiMwh

Sufaati, S., Agustini, V., & Suharno. (2017). Peningkatan Kompetensi Masyarakat di Kampung Rhepang Muaif, Nimbokrang, Jayapura Dalam Pengelolaan Ekowisata Kawasan Hutan Adat. Jurnal Pengabdian Papua, 1(2), 35-40.

 

Referensi Gambar

https://fwi.or.id/sisi-lain-cerita-mengenai-papua-alex-waisimon-dan-upaya-menyelamatkan-hutan-papua/ (foto 1)

http://ppid.menlhk.go.id/berita_foto/browse/1387 (foto 2)

https://www.mongabay.co.id/2017/03/11/travel-mongabay-berburu-burung-surga-di-isio-hills-bird-watching-jayapura/ (foto 3)