Mengenal Anjing Rakun, Anjing Aneh yang Mampu Hibernasi

Gambar 1. Anjing Rakun © The Guardian
Gambar 1. Anjing Rakun © The Guardian

Mengenal Anjing Rakun

Apa yang terlintas di benak anda apabila mendengar tentang anjing rakun? Pasti gambaran yang terlintas di pikiran adalah seekor hewan yang terlihat seperti gabungan antara anjing dan rakun. Meski terdengar mustahil, nyatanya hewan tersebut benar-benar ada di muka bumi ini.

Ads

Anjing rakun adalah hewan yang sangat unik. Hewan ini memiliki nama latin Nyctereutes procyonoides, yang berarti “pengelana malam”. Jika dilihat sekilas, hewan ini terlihat sangat persis seperti rakun. Meski terlihat mirip, hewan ini nyatanya tidak memiliki hubungan kekerabatan apapun dengan keluarga rakun. Hewan ini tergabung dalam famili Canidae, yaitu keluarga dari jenis anjing, serigala, dan rubah, kerabat terdekatnya.

Anjing rakun memiliki ketenaran tersendiri dalam budaya Jepang. Di Negeri Sakura, anjing rakun dijadikan sebagai salah satu tokoh terkenal dalam cerita rakyat dengan nama Tanuki. Dalam legendanya, Tanuki digambarkan sebagai tokoh dengan 8 ragam sifat dan bermata besar, berperut besar, serta berkantung kemaluan besar. Selain itu, Tanuki selalu menggunakan topi bertepi lebar untuk menghindari kesialan dan cuaca buruk serta menggenggam botol sake sebagai simbolisasi kebajikan dan rasa percaya.

Tanuki memiliki kemampuan ilusi. Kemampuan ini digunakannya untuk mengubah bentuk diri menjadi manusia, hewan, ataupun benda. Pada saat menyamar, Tanuki akan melantunkan sajak pendek untuk membuat manusia terlempar ke hutan belantara yang jauh atau dihantui oleh bentuk samaran Tanuki. Setelah agama Buddha masuk ke Jepang, tokoh Tanuki tidak lagi didewakan. Tanuki kini hanya dianggap sebagai legenda penipu saja.

 

Karakteristik dan Keunikan Anjing Rakun

Gambar 2. Sleepy Raccoon Dog’s Puppy  © imgur
Gambar 2. Sleepy Raccoon Dog’s Puppy  © imgur

Anjing rakun memiliki corak bulu wajah dan tubuh yang sangat mirip seperti rakun, namun tidak dengan motif ekor rakun yang bercincin. Selain kemiripan pada corak bulu, hewan ini juga memiliki kemiripan dalam telinga bulatnya. Tubuh hewan ini tergolong pendek namun panjang dengan ukuran yang berkisar 50 – 65 cm. Meski begitu, hewan ini tergolong sebagai hewan yang cukup berat karena dapat tumbuh hingga 10.5 kg. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Selain corak bulunya yang unik, anjing rakun juga memiliki keunikan lain. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam keluarga Canidae yang melakukan winter sleep di musim dingin. Pada masa ini, hewan ini akan melakukan tidur panjang selama 4-5 bulan untuk menghindari cuaca dingin, namun hewan ini masih mampu merasakan lapar dan gairah untuk kawin, bahkan keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar. Biasanya, hewan ini akan melakukan banyak perburuan untuk menyimpan cadangan lemak terlebih dahulu sebelum musim dingin datang.

Anjing rakun adalah hewan omnivora yang cukup oportunis. Untuk berburu, hewan ini mengandalkan indra penciuman karena hewan ini memiliki indra penglihatan yang buruk. Sebagai hewan nokturnal, hewan ini umumnya memangsa hewan pengerat, amfibi, ular, burung, moluska, serta telur, di malam hari. Selain hewan-hewan di darat, hewan ini juga dapat memangsa hewan perairan karena kemampuan renangnya yang handal. Biasanya, hewan air yang dimangsa adalah ikan, kepiting, hingga landak laut. Jika mereka tidak berhasil mendapatkan mangsa, mereka akan mencari daun, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga akar-akaran untuk dimakan. 

Meskipun anjing rakun berkerabat dengan anjing, serigala, atau rubah, nyatanya hewan ini tidak berkemampuan untuk menggonggong. Alih alih menggonggong, hewan ini dapat mengeluarkan suara yang melengking untuk melakukan panggilan antar sesamanya. Lengkingan ini juga digunakan pejantan saat bertarung untuk memperebutkan betina. Saat terancam, hewan ini juga dapat mengeluarkan suara yang terdengar seperti desisan kucing. 

 

Habitat dan Persebaran Anjing Rakun

Gambar 3. Nyctereutes procyonoides viverrinus  © Alchetron
Gambar 3. Nyctereutes procyonoides viverrinus  © Alchetron

Pada umumnya, anjing rakun hidup di daerah subtropis atau sub-arktik. Hewan ini dapat ditemui di daerah padang rumput yang lembab atau semak berlimpah di tepi sungai atau danau. Sebagai hewan sosial, hewan ini biasanya hidup berpasangan atau dalam koloni kecil, namun hewan ini juga beberapa kali terlihat hidup sendirian. Biasanya, hewan ini akan berhibernasi bersama pasangannya serta anakannya.

Anjing rakun adalah hewan monogami yang hanya akan mengawini satu betina saja dalam hidupnya. Akan tetapi, anjing rakun yang terdomestikasi dilaporkan dapat mengawini hingga 5 betina dalam hidupnya. Menjelang musim kawin, para pejantan akan saling bertarung untuk memperebutkan seekor betina. Jika berhasil dikawini, para betina akan mengandung 6 hingga 8 anakan selama 61-70 hari. 

Anjing rakun pada awalnya berasal dari daerah Asia Timur, yang mencakup daerah ujung Rusia, Jepang, dan India Utara. Namun, hewan ini sudah dapat ditemui di banyak daerah di Eropa saat ini, seperti Estonia, Finlandia, Serbia, Perancis, Bosnia Herzegovina, Jerman, dan Swedia. Beberapa jenis anjing rakun yang berhasil teridentifikasi adalah:

  1. Nyctereutes procyonoides koreensis, ditemukan di Korea Selatan.
  2. Nyctereutes procyonoides oresters, ditemukan di Cina Tenggara dan Vietnam Utara.
  3. Nyctereutes procyonoides ussuriensis, ditemukan di Rusia, timur laut Cina dan Korea.
  4. Nyctereutes procyonoides viverrinus, ditemukan di Jepang.

Sayangnya, hewan unik ini seringkali bernasib malang. Selain menjadi target pemangsa di alam liar, seperti serigala, hewan ini juga seringkali dijadikan target perburuan di Jepang. Bulu tebal dari hewan ini banyak diincar sebagai bahan mantel bulu dan bagian tubuhnya dipercaya memiliki khasiat medis. Nasib serupa juga dialami populasi hewan ini di Eropa, namun dengan alasan berbeda. Karena sifatnya yang invasif dan nafsunya yang tinggi akan buah beri, hewan ini terpaksa harus diburu karena sering mencuri hasil dari perkebunan beri. Oleh karena itu, tingginya tingkat perburuan hewan ini akan membuat populasinya semakin menurun di kemudian hari.

 

Penulis: Aditya Gilang Rumpaka

 

Referensi Literatur

Animal Sake. (n.d.). Facts About the Raccoon Dog – A Rare But Endangered Species. Animal Sake. Retrieved February 24, 2021, from https://animalsake.com/raccoon-dog-facts

Animalia. (n.d.). Raccoon Dog. Animalia. Retrieved February 24, 2021, from http://animalia.bio/raccoon-dog

Britannica, T. Editors of Encyclopaedia (2020, February 18). Raccoon dog. Encyclopedia Britannica. Retrieved February 24, 2021, from https://www.britannica.com/animal/raccoon-dog

Fandom. (n.d.). Tanuki. Fandom. Retrieved February 24, 2021, from https://mfr.fandom.com/wiki/Tanuki

Kauhala, K. & Saeki, M. (2016). Nyctereutes procyonoides. The IUCN Red List of Threatened Species 2016. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-1.RLTS.T14925A85658776.en

 

Referensi Gambar

Anjing Rakun. Gambar diambil dari https://www.theguardian.com/lifeandstyle/shortcuts/2017/aug/22/raccoon-dog-cute-wild-terrible-idea-for-a-pet

Sleepy Raccoon Dog’s Puppy. Gambar diambil dari https://imgur.com/gallery/ppvAg

Nyctereutes procyonoides viverrinus. Gambar diambil dari https://alchetron.com/Japanese-raccoon-dog

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!