Mengenal Beruang Madu, Ikon Satwa Khas Bengkulu

Karakteristik

Beruang madu (Helarctos malayanus) adalah hewan yang dapat ditemukan dari Tiongkok selatan hingga India timur serta sejauh selatan Indonesia. Beruang madu juga merupakan ikon satwa khas dari daerah Indonesia, lebih tepatnya dari daerah Bengkulu. Beruang madu juga merupakan salah satu spesies beruang yang paling kecil di dunia. Beruang ini dinamakan beruang madu karena adanya tanda berwarna kuning madu di dada beruang. Dalam bahasa inggris beruang madu ini disebut dengan sun bear karena menurut legenda yang dipercaya, tanda pada dada beruang ini melambangkan terbitnya matahari.

Ads
Gambar 1. Beruang Madu (Helarctos malayanus)
Gambar 1. Beruang Madu (Helarctos malayanus)

Beruang madu memiliki kulit tebal berwarna hitam yang bertujuan untuk menghindari panas berlebih dalam cuaca tropis. Selain itu, mantel tebal dan kasar ini dapat digunakan sebagai pertahanan dalam melindungi diri dari gangguan di sekitar lingkungannya, seperti ranting pohon atau hujan. Pada umumnya, beruang madu jantan memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dari pada beruang madu betina, yaitu sekitar 5 kaki dan berat hingga 150 pon. Beruang dengan lidah panjang ini termasuk hewan yang memiliki gaya hidup arboreal, yakni perilaku hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pohon, sehingga memudahkan mereka untuk bergerak leluasa di atas pohon. Bahkan, beruang bertanda kuning pada dadanya ini membuat tempat istirahatnya tinggi di atas tanah dari cabang dan dedaunan.

Gambar 2. Beruang Madu dengan Gaya Hidup Arboreal (© Jocelyn Stokes)
Gambar 2. Beruang Madu Bengkulu dengan Gaya Hidup Arboreal (© Jocelyn Stokes)

Kemampuan Meniru Mimik Wajah

Banyak yang tidak menyadari bahwa beruang ini memiliki kemampuan meniru ekspresi wajah sesamanya, sama seperti yang biasa dilakukan oleh manusia dan beberapa hewan tertentu, seperti primata dan anjing. Davila-Ross dan timnya melakukan sebuah pengamatan terhadap 22 beruang madu. Hasil pengamatan membuahkan hasil yang menarik. Beruang sering membuka mulut mereka ke arah lawan komunikasinya atau lawan bermainnya dengan beberapa cara, seperti gigi terbuka atau tersembunyi di bawah bibir. Dari pengamatan tersebut terlihat bahwa  ekspresi mulut terbuka tercipta ketika beruang madu melihat pasangan bermainnya melihat beruang tersebut. Ketika lawannya melihat ekspresi mulut terbuka, lawannya akan meniru ekspresi tersebut yang direspon dengan sangat cepat, bahkan seringkali hanya dalam satu detik saja setelah melihat ekspresi tersebut. Uniknya, beruang-beruang yang menirukan mimik wajah ini meniru ekspresi sama persis dengan wajah pasangan bermainnya. Pada dasarnya, hal ini hanya dapat dilakukan oleh hewan-hewan tertentu saja, seperti anjing dan primata. Ternyata, melalui pengamatan ini, beruang juga dapat membuat ekspresi wajahnya.

Gambar 3. Beruang Madu Menirukan Mimik Wajah
Gambar 3. Beruang Madu Bengkulu Menirukan Mimik Wajah

Sebaran

Pada umumnya, beruang madu dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara. Untuk daerah Indonesia, beruang ini biasanya dapat ditemukan di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Tersimpan catatan sejarah bahwa beruang madu pernah ditemukan di Tebet, Bangladesh, Cina, dan di Pulau Jawa. Namun, perbesaran satwa ini telah berkurang seiring terjadinya perusakan habitat yang dilakukan oleh manusia.

Kepunahan Mengancam Beruang Madu

Pengalihan lahan hutan untuk lahan pertanian atau industri, kebakaran hutan, perusakan habitat, bahkan perburuan liar menjadi faktor-faktor penyebab lahirnya ancaman kepunahan pada beruang madu. Bagian-bagian tubuh beruang madu ini diketahui banyak diincar untuk dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari karena nilai ekonomi yang cukup tinggi. Namun, perusakan habitat merupakan ancaman terbesar dalam eksistensi beruang madu. Ulah manusia yang secara sembarangan menghilangkan habitat beruang madu ini berakibat pada konflik antara beruang madu dengan manusia, contohnya yaitu beruang madu menghampiri pemukiman warga dan juga merusak perkebunannya. Hal ini tentu dapat membuat warga-warga resah dan membalasnya dengan menyiksa bahkan membunuh mamalia ini. Melihat hal ini tentu memberi kesimpulan bahwa diperlukan adanya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian habitat beruang madu agar tidak terjadi konflik dan masalah, baik bagi beruang madu itu sendiri maupun bagi manusia sekitar habitat tersebut, sehingga potensi ancaman kepunahan pada beruang madu dapat diminimalisasi.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Penulis: Mikhael Sihite

 

Referensi Literatur

Buehler, J. 2019. These bears mimic each other’s faces as well as people do. National Geographic. Tersedia dalam: https://www.nationalgeographic.com/animals/article/ sun-bears-play-mimic-faces. Diakses pada 24 Februari 2021.

Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH). Tentang Beruang Madu: Bertubuh Kecil Namun Berkepribadian Besar. Tersedia dalam: https://www.beruang madu.org/sun-bears/about-sun-bears/?lang=id. Diakses pada 24 Februari 2021.

National Geographic. Sun Bear. Tersedia dalam: https://www.nationalgeographic.com/ animals/mammals/facts/sun-bear. Diakses pada 24 Februari 2021.

 

Referensi Gambar

Gambar 1 : https://malaysianwildlife.org/malayan-sun-bear-helarctos-malayanus/

Gambar 2 : https://news.mongabay.com/2013/12/new-project-works-to-raise-the-profile -of-the-worlds-littlest-bear/

Gambar 3 : https://nationalgeographic.grid.id/read/131673728/seperti-manusia-beruang- madu-bisa-saling-menirukan-ekpresi-wajah

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!