Mengenal Carbon Footprint

Setiap hal yang dilakukan manusia pasti mempunyai pengaruh kepada lingkungan sekitar. Saat ini, dunia kerap membicarakan carbon footprint atau jejak karbon. Saat membicarakan jejak karbon, banyak istilah-istilah yang disangkutpautkan seperti efek rumah kaca, krisis iklim dan emisi karbon. Namun, apakah kita sudah paham dengan carbon footprint dan dampaknya?

Ads

Definisi Carbon Footprint

Carbon footprint atau jejak karbon dapat diartikan sebagai jumlah total gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia secara langsung maupun tidak langsung. Gas rumah kaca yang termasuk dalam jejak karbon adalah karbon dioksida (CO2), gas metana (CH4), nitrogen oksida (N2O) serta chlorofluorocarbon (CFC). Gas rumah kaca tersebut kemudian merangkap masuk ke atmosfer bumi yang dapat menyebabkan pemanasan global dan terjadinya krisis iklim. Biasanya, jejak karbon dihitung dengan satuan ton ekuivalen karbon dioksida (CO2).

Gambar 1 Carbon Footprint
Gambar 1 Carbon Footprint

Jejak karbon pertama kali dikenalkan pada tahun 1999 oleh William Rees melalui ide jejak ekologi. Jejak ekologi adalah jumlah total lahan yang dibutuhkan untuk menopang suatu aktivitas atau populasi. Jejak ekologi juga mencangkup dampak yang dilakukan manusia terhadap lingkungan, seperti penggunaan air dan jumlah lahan untuk produksi pangan. 

Penyebab Utama

Singkatnya, jejak karbon adalah jumlah karbon yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia dalam waktu tertentu yang dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. 

  •  Penggunaan Kendaraan

Kendaraan menghasilkan jejak karbon karena bahan bakar yang digunakan berasal dari bahan bakar fosil seperti bensin dan solar. Pembuatan bahan bakar tersebut menghasilkan jejak gas. Bepergian dengan kendaraan akan menghasilkan jejak karbon karena gas yang dihasilkan kendaraan tersebut.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 2 Carbon Footprint Kendaraan
Gambar 2 Carbon Footprint Kendaraan
  • Penggunaan Energi Listrik dan Air

Energi yang digunakan untuk mengalirkan listrik adalah bahan fosil yang dibakar pada pembangkit listrik. Proses pembuatan energi listrik tersebut menghasilkan gas emisi. Begitu pula dengan energi air, dibutuhkan banyak energi untuk menghasilkan air bersih yang dapat digunakan oleh manusia.

  •  Makanan

Kok bisa makanan menghasilkan jejak karbon? Hal tersebut terjadi karena makanan yang kita makan telah melalui banyak proses seperti lahan peternakan atau perkebunan, pengolahan, pengemasan, dan pendistribusian. Semua kegiatan tersebut membutuhkan energi dan menghasilkan gas rumah kaca.

Gambar 3 Carbon Footprint Makanan
Gambar 3 Carbon Footprint Makanan

Mengukur Carbon Footprint

Jejak karbon diukur untuk mengetahui seberapa besar gas emisi rumah kaca yang dihasilkan dalam periode waktu tertentu. Untuk mengetahui seberapa besar gas emisi rumah kaca tersebut dibutuhkan kalkulator karbon. Jumlah gas rumah kaca dapat dihitung dengan mengalikan gas rumah kaca dengan indeks GWP. Untuk menghitung jejak karbon, sekarang telah tersedia kalkulator karbon yang dapat diakses melalui internet. 

  • Carbon Footprint Calculator – WWF Indonesia

http://rafflesia.wwf.or.id/cfootprint/?l=id

  • Kalkulator Jejak Karbon – IESR Indonesia

http://karbonkalkulator.iesr-indonesia.org

Penghitungan jejak karbon melalui kalkulator diatas tidak dapat dibilang akurat 100%. Hal ini disebabkan pengukuran jejak karbon yang jauh lebih kompleks dan membutuhkan lebih banyak parameter dan variabel. Walau begitu, kita tetap bisa ikut mencoba menghitung jejak karbon untuk membantu mengurangi jejak karbon yang ada.

Pengurangan Carbon Footprint

Semua manusia baik individu atau perusahaan dapat mengambil langkah untuk mengurangi jejak karbon mereka dan berkontribusi pada mitigasi iklim global. Jejak karbon dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi energi dan perubahan gaya hidup serta kebiasaan membeli. Mengalihkan penggunaan energi dan transportasi dapat berdampak pada jejak karbon. Misalnya, dengan menggunakan transportasi umum, seperti bus dan kereta api,  seseorang mengurangi jejak karbonnya dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi.  Individu dan perusahaan dapat mengurangi jejak karbon masing-masing dengan memasang penerangan hemat energi, menambahkan isolasi,  atau menggunakan sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan. Misalnya, pembangkit listrik dari tenaga angin yang tidak menghasilkan emisi karbon langsung. Pilihan gaya hidup sederhana yang dapat menurunkan jejak karbon, seperti mengurangi konsumsi daging dan mengubah kebiasaan membeli ke produk yang tidak terlalu penting. Hal tersebut dapat membutuhkan lebih sedikit emisi karbon untuk diproduksi dan diangkut.

 

 

Penulis: 

Rusda Elpiani

 

Referensi Artikel

Alamendah. 2011. Menghitung Jejak Karbon (Cabon Footprint) diakses pada 4 Mei 2021 di

https://alamendah.org/2011/03/07/menghitung-jejak-karbon-carbon-footprint/

Selin, Noelle Eckley. 2020. Carbon Footprint. Diakses pada 4 Mei 2021 di

https://www.britannica.com/science/carbon-footprint

 

Referensi Gambar

Gambar 1

https://greenliving.lovetoknow.com/What_Is_the_Average_Carbon_Footprint

Gambar 2

https://id.pinterest.com/pin/57069120267911874/feedback/?invite_code=ec0cf776f0d1444ebe87cb822c39954b&sender_id=666744057241855937

Gambar 3

https://www.simplehappykitchen.com/climate-change/

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfunding Penggalangan Dana untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung penghijauan yang ada di seluruh Indonesia. mari bersama menjaga dan melestarikan hutan seluruh Indonesia.

Yuk jadi pioneer penghijauan untuk hutan Indonesia yang lebih baik.