Mengenal Fenomena Pemutihan Karang

Gambar 1. Terumbu Karang Normal
Gambar 1. Terumbu Karang Normal

Halo, Sobat Alam! Apakah kalian tahu apa itu terumbu karang? Ya, benda yang mirip bebatuan yang biasa kita lihat saat diving di laut. Beberapa orang menyebut itu adalah bongkahan batu atau juga ada yang menyebut karang ialah tumbuhan yang ada di dasar perairan atau laut. Akan tetapi sebenarnya terumbu karang bukanlah batu-batuan dan juga tumbuhan, melainkan sekumpulan hewan karang/polyp yang memiliki hubungan yang saling menguntungkan dengan salah satu jenis hewan bersel satu yaitu alga yang bernama zooxanthellae. Hubungan timbal balik yang dimiliki zooxanthellae dan terumbu karang terdapat dalam proses fotosintesis. Dimana hasil fotosintesis tersebut menyediakan oksigen kepada kumpulan polyp. Seperti yang kita tahu juga bahwa terumbu karang memiliki beragam bentuk dan warna. Hal ini disebabkan karena tiap individu polyp memiliki bentuk dan warna yang berbeda-beda. 

Ads

Apa itu pemutihan karang?

Gambar 2. Contoh pemutihan karang
Gambar 2. Contoh pemutihan karang

Salah satu kondisi yang harus diperhatikan dari terumbu karang adalah hal-hal yang berpotensi untuk mengurangi, menghilangkan, atau merusak fungsi dari terumbu karang dalam laut. Sobat Alam tau nggak sih apa itu pemutihan karang atau coral bleaching ini? Fenomena satu ini terjadi saat terumbu karang kehilangan ragam warna yang dimilikinya dan berubah menjadi warna putih pucat. Jadi, tidak semua terumbu karang berwarna putih yang kita jumpai itu asli ya, Sobat Alam. Bisa jadi yang kita temui adalah terumbu karang yang sudah mengalami bleaching atau pemutihan. Fenomena ini pernah terjadi dan melanda dunia perairan Indonesia, khususnya di perairan Laut Jawa dan Selat Sunda yaitu pada 1982-1983. Pada saat itu fenomena pemutihan karang dan El Nino (Naiknya suhu permukaan air laut secara tidak normal) terjadi secara bersamaan. Kejadian tersebut menimbulkan hingga 90% kematian karang pada laut Karimunjawa dan Kepulauan Seribu. Musibah serupa kembali melanda Laut Jawa pada 1997-1998 dan menyebabkan matinya terumbu karang hingga sekitar 60%-70%.  

Penyebab pemutihan karang

Penyebab terjadinya fenomena coral bleaching ialah naiknya suhu air laut sendiri juga disebabkan karena penghangatan suhu bumi atau yang biasa disebut dengan global warming. Naiknya suhu di bumi sendiri dapat berdampak pada naiknya suhu permukaan laut, sehingga secara tidak langsung global warming memiliki efek pada pemutihan karang. Suhu yang dibutuhkan oleh terumbu karang untuk tetap tumbuh dan hidup ialah pada 28ºC-29ºC. Apabila suhu normal tersebut mengalami kenaikan meskipun hanya sebesar 1ºC-2ºC, maka akan berdampak pada lepasnya alga zooxanthellae yang berperan dalam fotosintesis dan terumbu karang tersebut akan kehilangan pigmennya.

Ada beberapa keadaan lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya fenomena terumbu karang. Selain naik atau turunnya suhu air laut, Douglas (2003) dan Brown (1997) menuliskan beberapa faktor lain yang berpotensi mengakibatkan terjadinya bleaching pada terumbu karang yakni      sebagai berikut: 

  1. Kadar radiasi sinar matahari juga berpengaruh dalam pencahayaan lautan. Dimana sinar matahari yang berlebihan atau kurangnya tingkat radiasi yang mampu memicu adanya pemutihan. Singkatnya, terumbu karang haruslah mendapatkan sinar matahari yang cukup, tidak lebih ataupun kurang. 
  2. Selanjutnya yaitu polusi yang disebabkan oleh manusia sendiri, seperti membuang benda yang mengandung tembaga dan juga kadmium. 
  3. Ketiga, turunnya salinitas air laut (Tingkat garam terlarut) yang disebabkan oleh tingginya curah hujan atau terjadinya badai. 
  4. Terakhir pemutihan karang juga bisa disebabkan oleh mikroorganisme patogen dan juga infeksi atau penyakit oleh bakteri.    

Mengapa kita harus mencegah pemutihan karang?

Gambar 3. Perbedaan karang normal, yang mengalami keputihan, dan karang yang mati
Gambar 3. Perbedaan karang normal, yang mengalami keputihan, dan karang yang mati

Seperti yang kita tahu Sobat Alam, karena fenomena coral bleaching ini dapat menyebabkan terumbu karang yang awalnya memiliki warna yang beragam dan akibat hal ini kehilangan daya tariknya. Hal ini juga berdampak pada industri pariwisata laut Indonesia. Contohnya adalah di Laut Karimunjawa menyediakan kegiatan diving untuk melihat keindahan ekosistem laut yang ada. Akan tetapi, akan lebih menarik dijumpai dalam keadaan sehat yang artinya masih berwarna-warni, tidak berwarna putih pucat. Hal ini sangatlah penting untuk ditinjau karena secara tidak langsung tingkat ekonomi negara maupun penduduk lokal sangat bergantung pada wisatawan yang datang ke lokasi wisata tersebut. Selain hal tersebut, terumbu karang memiliki fungsi tersendiri di dalam laut yaitu sebagai tempat tinggalnya ikan-ikan kecil dan mikroorganisme lainnya. Hal tersebut juga berpotensi dalam merusak rantai makanan di ekosistem laut. Apabila terumbu karang habis karena dampak ulah manusia,  kita tidak hanya kehilangan terumbu karang saja tetapi juga kehilangan spesies ikan yang hidup di sekitarnya. Selanjutnya terumbu karang juga mampu menahan gaya gelombang laut dan juga bisa menahan badai yang terjadi, sehingga air laut yang datang mengarah ke pesisir tidak memiliki kekuatan yang berlebih. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Bagaimana cara mencegahnya?

Karena penyebab utama dari pemutihan karang ialah sinar matahari, sangatlah tidak mungkin bagi kita untuk mengubah hal tersebut. Akan tetapi, kita bisa mengurangi suhu yang dihasilkan oleh matahari sekaligus kita juga berupaya mencegah terjadinya global warming. Menurut Santoso (2006) ada beberapa hal yang bisa kita lakukan demi mencegah terjadinya coral bleaching seperti membatasi daerah laut yang harus dilindungi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas di daerah yang harus dikonservasi atau dalam proses restorasi. Selanjutnya yaitu bersikap tegas dengan melarang dan menjatuhi sanksi apabila ditemukan aktivitas penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut khususnya terumbu karang. Mengedukasi baik warga lokal maupun wisatawan guna turut menjaga kelestarian laut Indonesia.

Bagaimana Sobat Alam? Sudah paham tentang fenomena pemutihan karang atau coral bleaching ini? Terumbu karang memiliki peran penting dan manfaat bagi kehidupan makhluk hidup di laut dan juga manusia sendiri. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang bisa merusak keindahan alam ya Sobat Alam!

 

Penulis: Muchammad Rivandi Fatchur Rachman .

 

Referensi Literatur

Brown, B. (1997). Coral Bleaching: Causes and Consequences. Coral Reefs, 129-138.

Coremap. (2016). Pemutihan Karang (Bleaching Coral) dan Kejadian Bleaching Tahun 2016. Diambil kembali dari Coremap: http://coremap.or.id/berita/1172

Douglas, A. (2003). Coral Bleaching-how and why? Marine Pollution Bulletin, 385-392.

Santoso, A. D. (2006). Pemutihan Terumbu Karang. Hidrosfir, 61-66.

Setiawan, S. (2020, November 25). Terumbu Karang. Diambil kembali dari Guru Pendidikan: https://www.gurupendidikan.co.id/terumbu-karang/

Unit Kegiatan Selam Air-387 Universitas Diponegoro. (2014, Januari 7). Zooxanthellae, Karang, dan Simbiosisnya. Diambil kembali dari http://uksa387.undip.ac.id/zooxanthellae-karang-dan-simbiosisnya/.

Referensi Gambar

Foto 1: https://www.girlsthatscuba.com/scuba-diving-in-fiji/

Foto 2: https://www.ecoist.life/en/news/3361

Foto 3: https://www.crystaldive.com/blog/coral-bleaching-koh-tao/

 

LindungiHutan.com merupakan Platfrom Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!