Mengenal Hutan Rawa di Indonesia

Pembahasan mengenai hutan tentunya cukup kompleks karena merupakan kekayaan hayati alam kita yang sangat beragam. Biasanya hutan dibedakan sesuai dengan kondisi tanahnya seperti hutan rawa, hutan gambut, hutan kerangas, hutan tanah kapur dan hutan bakau. Selain kondisi tanahnya mereka juga biasa dibedakan oleh vegetasi yang dipengaruhi tanahnya. Artikel ini lebih lanjut akan membahas hutan rawa di Indonesia, yuk simak!

Ads
Gambar 1. Hutan Rawa
Gambar 1. Hutan Rawa

Pengertian Hutan Rawa

Sesuai namanya, hutan ini adalah hutan yang berada di wilayah rawa. Hutan rawa atau swamp forest tergenang air tawar secara periodik maupun sepanjang hari. Secara alami, pada saat musim hujan wilayah hutan yang cukup dekat dengan aliran sungai akan tergenang oleh luapan air sungai sehingga hutan tersebut menjadi hutan rawa. Hutan ini memiliki keragaman hayati yang cukup unik sehingga banyak sekali flora dan fauna endemik tumbuh di hutan rawa ini. Lokasi hutan ini beberapa terletak di belakang hutan mangrove yang memiliki ciri digenangi oleh pasang surut air laut sehingga kadar salinitasnya sekitar 0,05 ppt. Hutan yang hampir dekat dengan hutan mangrove biasanya memiliki vegetasi yang bercampur dengan vegetasi hutan mangrove.

Hutan rawa sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis sesuai dengan aktivitas di dalamnya, yaitu primer dan sekunder. Hutan rawa primer memiliki penampakan hutan yang benar-benar tergenangi air sehingga terlihat jelas daerah tersebut berawa-rawa, termasuk adanya rawa gambut yang menandakan belum adanya kegiatan penebangan. Hutan rawa sekunder merupakan hutan yang berawa dan memiliki penampakan bekas ditebang. Jika tampak jauh hutan tersebut tampak tergenang air maka penebangan yang terjadi merupakan penebangan yang masih cukup normal dan diklasifikasikan sebagai rawa sedangkan, apabila tak ada genangan air sedikitpun maka telah terjadi penebangan yang cukup parah sehingga daerah ini dapat diklasifikasikan sebagai tanah terbuka.

Untuk jenisnya, hutan rawa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Hutan Rawa Gambut

Hutan yang terbentuk dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang melalui proses penguraian sangat lama sehingga tanah gambut tersebut memiliki kandungan organik yang cukup tinggi. Tanah gambut bersifat asam sehingga membatasi pertumbuhan spesies flora dan fauna tertentu di wilayah ini. Uniknya, hutan ini menyimpan karbon terbesar sebagai penentu besar atau kecilnya karbon yang dipengaruhi oleh degradasi hutan dan konversi lahan. Hutan ini juga biasa disebut hutan tropis lembab karena banyaknya pembusukan flora dan fauna. Lokasi hutan ini sering dikelilingi oleh hutan hujan dataran rendah dengan pengairan yang cukup baik dan hutan mangrove.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Hutan Rawa Air Tawar

Kondisi tanah yang berada di wilayah hutan ini memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi dan juga banyaknya vegetasi yang tumbuh di wilayah ini. Air yang menggenangi hutan ini memiliki pH kurang atau sama dengan 6.  Pepohonan komersial dari famili Dipterocarpaceae biasa tumbuh dengan baik di hutan rawa air tawar. Hutan ini biasanya terletak di antara dua sungai wilayah pedalaman atau singkatnya berada di antara hutan dataran rendah dan hutan rawa gambut.

Kondisi hutan rawa tak mudah dipengaruhi oleh iklim karena daerah hutan ini digenangi air secara musiman ataupun sepanjang waktu. Hutan rawa sendiri memiliki vegetasi yang cukup umum yaitu berbentuk vertikal dan terdiri dari beberapa stratifikasi. Vegetasi yang tumbuh biasanya hidup secara berkelompok dan membentuk komunitas tumbuhan yang sebarannya tidak merata. 

Fungsi Hutan Rawa

Fungsi dari hutan rawa ini selain membentuk ekosistem hutan adalah:

  • Sumber cadangan air

Kandungan air yang cukup tinggi dapat menjadi sumber cadangan air pada saat musim kemarau. Air yang terdapat di hutan ini pun beragam mulai dari air tawar, payau, asin dan asam. Namun apabila pengelolaannya tidak baik maka air tersebut mempunyai daya rusak.

  • Cagar biosfer

Ekosistem yang terbentuk secara alami di hutan ini beberapa sudah mengalami degradasi sehingga hutan ini dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan pendidikan ataupun penelitian.

  • Sumber makanan flora dan fauna

Mayoritas flora dan fauna yang berhabitat di hutan rawa, mereka memiliki makanan tertentu yang hanya terdapat di hutan rawa ini. Keragaman hayati yang berada di dalam hutan rawa ini memiliki rantai makanan yang cukup baik.

  • Sumber daya alam seperti kayu dan hasil hutan lainnya

Tumbuhnya pepohonan yang komersil menjadikan hasil dari hutan ini menjadi sumber daya alam yang sangat dicari. Biasanya hasil hutan yang paling dibutuhkan adalah kayu.

  • Mencegah intrusi air laut ke dalam air sungai dan air tanah

Ketika batas antara permukaan air tanah dengan air laut naik ke arah daratan, hutan ini dapat menyerapnya sehingga sumber air minum yang berasal dari air tanah dan sungai tidak dapat terkontaminasi.  

  • Mencegah terjadinya banjir

Seperti spons, ketika terjadi hujan lebat di musim hujan atau ketika volume air meningkat maka hutan ini akan menyerapnya sehingga dapat mencegah terjadinya banjir.

Karakteristik Hutan Rawa

Sebuah hutan dapat dikatakan sebagai hutan rawa apabila hutan tersebut:

  • Memiliki intensitas kelembaban yang relatif tinggi, kelembaban hutan rawa termasuk tinggi karena banyaknya vegetasi yang tumbuh di dalamnya ditambah banyaknya kandungan air di wilayah hutan. Selain itu, tanahnya adalah tanah aluvial yang berkontribusi membuat daerah hutan ini semakin lembab.
  • Permukaan tanahnya basah dan berlumpur. Struktur tanah yang tergenangi air tawar maupun air asin membuatnya menjadi lumpur.
  • Pepohonan dan tanamannya memiliki akar unik seperti akar panggung dan akar lutut. Akar panggung merupakan akar yang tumbuh mayoritas tumbuh ke bawah dari cabang lateral dan bercabang di tanah seperti tembakau. Hal ini disebabkan oleh keadaan tanahnya yang berair. Akar lutut merupakan akar yang berbentuk seperti lutut di mana ia meliuk ke atas dan ke bawah terlipat di atas permukaan tanah dengan ujung yang membulat.
  • Tergenang air, baik secara periodik atau sepanjang waktu hutan rawa pasti akan tergenang air.
  • Terdapat lapisan gambut pada tanah yang berada di sekitar hutan yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan sehingga memberikan konsentrasi tinggi pada kandungan tanahnya seperti kandungan asam dan organik. 
  • Tumbuh berbagai jenis tanaman rawa, tumbuhan yang berhabitat di rawa adalah rumput air, semanggi, eceng gondok, dan tanaman air lainnya.
Gambar 2. Pepohonan Yang Tinggi di Hutan Rawa
Gambar 2. Pepohonan Yang Tinggi di Hutan Rawa
  • Tumbuhnya pepohonan yang tinggi hingga 40 meter, karena hutan ini sering ditumbuhi banyaknya vegetasi tak heran apabila hutan ini selalu berwarna hijau dan memiliki tinggi pohon yang cukup tinggi sehingga hampir mirip seperti hutan hujan tropis.
  • Tak dapat dipengaruhi iklim, cadangan air yang terdapat di hutan rawa membuatnya kuat akan perubahan iklim. Ketika musim kemarau hutan ini memiliki cadangan air yang sangat cukup sedangkan pada musim hujan hutan ini menampung air agar mencegah terjadinya banjir.
  • Air yang terdapat di hutan ini biasanya ada yang berwarna kehitaman atau kemerahan, warna tersebut dipengaruhi oleh penguraian flora dan fauna yang sudah membusuk di daerah tersebut sehingga warna air terpengaruhi.
  • Selalu terletak di antara hutan, contohnya hutan rawa gambut berada di antara hutan mangrove dan hutan hujan dataran rendah sedangkan hutan rawa air tawar terletak di antara hutan gambut dan hutan dataran rendah.

Sebaran Hutan Rawa di Indonesia

Hutan rawa biasa hidup di daerah dataran rendah dan penuh dengan aliran-aliran sungai yang cukup besar. Menurut data Bappenas tahun 1993 luas hutan rawa di Indonesia dapat mencapai hingga 103 juta hektar namun di tahun 2006 total jumlah luasnya hanya sekitar 23 juta hektar. Sumatera, Kalimantan dan Papua adalah pulau yang merupakan 95% bagian dari hutan rawa di Indonesia. Di Indonesia persebaran hutan rawa banyak terdapat di pulau-pulau berikut:

Gambar 3. Hutan Rawa Gambut di Sumatera
Gambar 3. Hutan Rawa Gambut di Sumatera
  • Sumatera

Sumatera termasuk salah satu pulau yang memiliki hutan rawa gambut terluas. Khususnya di bagian selatan vegetasinya yang tumbuh adalah Ploiarium alternifolium, Adinandra dumosa, Maasai glauca, T. whiteana dan Tristaniopsis obovata. Vegetasi lainnya yang dapat dijumpai adalah Dryobalanops oblongifolia, Anisoptera marginata, Dipterocarpus lowii, Hopea mengerawan, S. macroptera, Shorea bracteolata, S. leprosula, S. ovalis, S. singkawang dan S. platycarpa.

  • Sulawesi

Di Sulawesi, hutan rawa gambut hanya ditemukan di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Vegetasi yang tumbuh juga cukup banyak walaupun luasnya tak seluas yang hutan rawa pada umumnya yaitu Dipterocarpus tempehes, Dipterocarpus elongates, Shorea scabidra, Hopea rudiformis, Cypherus Imbricatus, Cyperus cephalotes, C. Platystylis, Eleocharis dulcis, Cyclosorus interruptus, Ampelopteris prolifera dan Ceratopteris thalictroides.

  • Kalimantan

Di Kalimantan wilayah Barat Daya terdapat hutan rawa air tawar. Salah satunya Tanjung Puting sebagai sarana konservasi hutan ini. Keragaman hayati di hutan rawa air tawar ini lebih banyak dibandingkan hutan rawa gambut termasuk 360 spesies burung endemik, orangutan kalimantan, dan primata yang paling sering dijumpai adalah monyet pemakan kepiting. Lahannya basah berumput dan juga banyak semak belukar, pohon pandan dan palem cukup banyak tumbuh di hutan ini. Ekoregion hutan rawa ini termasuk ke dalam iklim tropis.

Selain itu, di Kalimantan juga terdapat hutan rawa gambut yang tak kalah luas dari hutan rawa air tawar. Namun, keberadaannya selama beberapa tahun terakhir semakin berkurang karena dialihfungsikan sebagai lahan pertanian dengan cara dikeringkan yang berada di bawah MRP atau Mega Rice Project hingga tahun 2000. Hutan rawa gambut di Kalimantan juga tak kalah dengan keragaman hayatinya hingga 927 spesies tumbuhan termasuk adanya spesies Dipterocarpus oblongifolius dan Mangifera gedebe.

  • Papua

Hutan rawa air tawar sering dijumpai di Papua. Vegetasinya yang bergantung pada kondisi tanah dan rawa yang dalam menyebabkan spesiesnya cukup endemik di hutan ini. Beberapa spesies yang dapat dijumpai di hutan rawa ini adalah Melaleuca sp, Erythrina fusca, Terminalia sp dan Campnosperma sp. Sagu dapat tumbuh dengan sangat baik di hutan rawa yang berada di Papua. Tanaman Pandan juga mudah ditemukan seperti spesies Pandanus hystrix, Pandanus tectorius, Pandanus leiophyllus, Pandanus kaernbachii, Pandanus hollrungii dan Pandanus scabribracteatus.

  • Jawa

Hutan rawa air tawar mudah dijumpai di pulau ini walaupun tak seluas di ketiga pulau yang mengambil sebanyak 95% populasi hutan rawa. Keragaman hayati yang dapat ditemukan adalah Gluta renghas, Mangifera gedebe, Ficus retusa, Elaeocarpus macrocerus, Erythrina fusca, Alstonia spatulata, Barringtonia racemosa dan Eugenia operculata. Sungai yang terpengaruh oleh genangan banjir di Pulau Jawa masih diklasifikasikan sebagai hutan rawa air tawar dengan vergetasi ripariannya.

Hutan rawa banyak yang dialihfungsikan menjadi lahan perikanan maupun pertanian karena tanahnya cukup subur dan unsur hara yang terkandung sangat mendukung sektor perikanan. Walaupun kini luas keseluruhan hutan rawa di Indonesia berkurang, pemerintah masih berusaha membantu melestarikan dan bahkan mendirikan cagar biosfer untuk melindungi hutan tersebut. Seperti yang kita tahu, bahwa hutan berperan penting dalam menyeimbangkan kehidupan bumi dan berkontribusi dalam menghasilkan oksigen dunia. Mari kita lestarikan hutan rawa di Indonesia!

 

Penulis: Fitri Nurul Falah

 

Referensi Literatur

Cochard, R. (2017). Scaling the costs of natural ecosystem degradation and biodiversity losses in Aceh Province, Sumatra. Redefining Diversity & Dynamics of Natural Resources Management in Asia, Volume 1 (pp. 231-271). Elsevier.

Hamard, M., Cheyne, S. M., & Nijman, V. (2010). Vegetation correlates of gibbon density in the peat‐swamp forest of the Sabangau catchment, Central Kalimantan, Indonesia. American Journal of Primatology: Official Journal of the American Society of Primatologists, 72(7), 607-616.

Hirano, T., Segah, H., Harada, T., Limin, S., June, T., Hirata, R., & Osaki, M. (2007). Carbon dioxide balance of a tropical peat swamp forest in Kalimantan, Indonesia. Global Change Biology, 13(2), 412-425.

Kartawinata, K. (2016). Diversitas ekosistem alami Indonesia: Ungkapan singkat dengan sajian foto dan gambar. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Page, S. E., Rieley, J. O., Shotyk, Ø. W., & Weiss, D. (1999). Interdependence of peat and vegetation in a tropical peat swamp forest. Changes and Disturbance in Tropical Rainforest in South-East Asia (pp. 161-173).

 

Referensi Gambar

https://kumparan.com/kumparanbisnis/rer-terus-perbaiki-hutan-rawa-gambut-utuh-terbesar-di-sumatra-1tdZwqQR9K3

https://www.123rf.com/photo_71574131_discover-the-freshwater-swamp-forest-in-nisala-sewana-park-located-along-wariyapola-road-sri-lanka-.html

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan.

Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!