Mengenal Jerami

Sekilas Tentang Jerami

Berbicara mengenai jerami, mungkin hal pertama yang ada di benak sebagian orang adalah padi, padi yang sudah dipanen dan kemudian mengering seperti dedaunan yang telah lama gugur dari pohonnya. Tapi, tahukah kamu bahwa dia tidak hanya sebatas padi ?

Ads
© nationalgeographic.grid.id
© nationalgeographic.grid.id

Jerami adalah hasil samping dari kegiatan bertani, atau bisa juga disebut sebagai limbah pertanian yang berupa batang atau tangkai tanaman yang telah mengering. Hasil tersebut biasanya berasal dari pertanian padi, jagung ataupun gandum. Tumbuhan tersebut akan menjadi jerami setelah adanya proses pengeringan dan perontokkan biji. Akan tetapi, ternyata tanaman yang telah mengering ini tidak hanya sebatas limbah hasil pertanian saja. Ada juga yang dihasilkan dari tumbuhan yang sengaja ditanam lalu dimanfaatkan sebagai produk utama. Tumbuhan yang biasanya ditanam untuk dimanfaatkan sebagai limbah tersebut adalah timothy, alfalfa dan clover.

Perbedaan antara jerami yang merupakan limbah hasil pertanian dengan jerami yang memang dihasilkan dari tumbuhan yang sengaja ditanam untuk dimanfaatkan adalah pada produk pertanian tersebut. Misalnya seperti tumbuhan padi, padi tidak semerta-merta dijadikan sebagai jerami. Hal ini dikarenakan padi memiliki biji sebagai produk utamanya. Sementara timothy, alfalfa dan clover memang sengaja ditanam untuk dijadikan sebagai hasil  yang bukan sebagai produk sampingan, melainkan produk utamanya.

© Toraja Culture
© Toraja Culture

Di Indonesia, produksi jerami sebagai produk sampingan atau limbah pertanian terbilang cukup besar. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil padi terbesar di dunia. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, produksi padi di Indonesia pada 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,02% dari tahun sebelumnya. Peningkatan produksi padi setiap tahunnya juga akan berdampak pada peningkatan produksi jerami. Namun, produksinya yang cukup besar ternyata belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Padahal berdasarkan sebuah artikel ilmiah berjudul Response of Cattle Breeders Silage in Soppeng Regency, South Sulawesi Province yang dipublikasikan di American-Eurasian Journal of Sustainable Agriculture, volume 10, nomor 3 tahun 2016 menjelaskan bahwa rata-rata produksi limbah organik tersebut bisa mencapai 12-15 ton/hektar dalam sekali panen.

Jerami yang dihasilkan dari limbah hasil pertanian masih sering terbuang begitu saja. Tidak jarang limbah tersebut justru menjadi sumber polusi udara, sebab pembakaran menjadi alternatif utama bagi para petani untuk mempercepat persiapan pengelolaan tanah untuk selanjutnya. Padahal, ternyata limbah ini merupakan produk yang potensial untuk dimanfaatkan di berbagai hal. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Manfaat

© albertafarmexpress.ca
© albertafarmexpress.ca

Pada umumnya, jerami sebagai limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal hanya akan berakhir pada proses pembakaran. Namun ada juga yang digunakan sebagai pakan ternak, terutama yang bukan berasal dari hasil sampingan dari pertanian. Limbah tersebut sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, salah satunya sebagai media tanam budidaya jamur. Tanaman yang dihasilkan dari limbah pertanian ini ternyata mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan jamur. Sehingga tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai media tanam untuk budidaya jamur, terutama jamur tiram dan jamur merang.

Selain itu, ternyata jerami juga bermanfaat untuk kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan limbah organik tersebut mengandung berbagai pupuk di dalamnya. Terutama batang dan daunnya mengandung unsur hara yang baik untuk kesuburan tanah. Hal ini tentu akan membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Selain itu, limbah organik ini juga bermanfaat sebagai makanan bagi organisme tanah. 

Tidak hanya bermanfaat di bidang pertanian saja, jerami juga berpotensi sebagai sumber energi terbarukan. Limbah organik ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan bioenergi dan biofuel yang berkelanjutan. Limbah tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan bioetanol. Jadi, melalui pengelolaan limbah pertanian yang maksimal, kita juga dapat menjaga lingkungan dengan menciptakan bahan bakar ramah lingkungan seperti bioetanol. 

Yang menariknya lagi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jerami sebagai bahan bangunan dapat mengurangi penggunaan energi sebesar 90% daripada pembangunan rumah secara konvensional. Hal ini tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan. Sekalipun dampak pembangunan tidak sebesar gaya hidup yang ada di dalamnya, namun jika dilakukan dalam skala besar akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan. 

 

Menjaga Kelestarian Hutan Lewat Jerami

Industri pembuatan kertas di Indonesia tentu saja bergantung pada hutan sebagai sumber utamanya. Di Indonesia, dibutuhkan sekitar 13.3 juta ton pulp yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kertas diambil dari hutan kayu industri. Jumlah yang besar itu tentu saja akan berdampak pada kelestarian hutan, terlebih lagi jika terjadi peningkatan produksi setiap tahunnya. Melihat fenomena tersebut, ada sebuah inovasi yang memanfaatkan bubur jerami padi sebagai bahan campuran pulp, sehingga akan mengurangi volume penggunaan pulp dalam proses pembuatan kertas. Bubur ini merupakan hasil olahan kimiawi limbah padi tersebut yang banyak mengandung silika alamiah. Melalui pemanfaatan bubur tersebut, kelestarian hutan akan lebih terjaga, sebab volume pulp yang digunakan dalam proses pembuatan kertas akan berkurang. Semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan agar hutan tetap terjaga kelestariannya. 

 

Penulis : Fauzan

 

Referensi Literatur

 

Badan Pusat Statistik. (2020). Retrieved December 29, 2020, from https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/10/15/1757/luas-panen-dan-produksi-padi-pada-tahun-2020-mengalami-kenaikan-dibandingkan-tahun-2019-masing-masing-sebesar-1-02-dan-1-02-persen-.html#:~:text=Produksi%20padi%20pada%202020%20diperkirakan,54%2C60%20juta

Bicnets.com. (2018). Jerami Kami Lestarikan Hutan. Retrieved December 25, 2020, from https://www.bicnets.com/index.php/mat-han/material-maju/inovasi-indonesia-materialmaju/1321-jerami-kami-lestarikan-hutan

Haipb.ipb.ac.id. (2015, October 29). Manfaat Jerami Bagi Kesuburan Tanah. Retrieved December 29, 2020, from http://haipb.ipb.ac.id/opini/manfaat-jerami-bagi-kesuburan-tanah

Kompas.com. (2015, February 18). Jerami, Bahan Bangunan Rendah Karbon. Retrieved December 29, 2020, from https://properti.kompas.com/read/2015/02/18/1250073/Jerami.Bahan.Bangunan.Rendah.Karbon

Muliarta, I. N. (2019). Berkah Limbah Jerami Padi Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian dan Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan. Retrieved December 28, 2020, from https://writing-contest.bisnis.com/read/20191201/557/1176165/berkah-limbah-jerami-padi-untuk-meningkatkan-produksi-pertanian-dan-mewujudkan-pertanian-berkelanjutan

 

Referensi Gambar

https://nationalgeographic.grid.id/read/13291653/energi-dari-serat-jerami

https://www.albertafarmexpress.ca/crops/forages/hay/how-to-establish-a-fair-price-for-standing-hay/

http://culturetoraja.blogspot.com/2012/09/panorama-toraja.html

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks