Mengenal Kepiting Bakau, Si Kecil Penghuni Hutan Mangrove

Habitat Kepiting Bakau

Kepiting bakau merupakan salah satu dari sekian banyak keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan mangrove. Kepiting ini merupakan jenis kepiting yang relatif mudah untuk ditemukan. Daerah pengembangan kepiting ini mencakup wilayah Indo Pasifik yang dimulai dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara namun tidak jarang kepiting ini dijumpai di pantai-pantai pesisir benua Afrika dan Australia. Kepiting ini hidup di hutan mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir pantai. Kepiting ini biasanya menggali lumpur atau pasir yang bercampur dengan air laut di sekitar pohon mangrove sebagai tempat tinggalnya. Spot-spot yang dipilih oleh kepiting jenis ini untuk menjadi tempat tinggalnya adalah perairan dangkal, estuari, dan berlumpur.

Ads
Gambar 1 Hutan Mangrove Habitat Kepiting Bakau
Gambar 1 Hutan Mangrove Habitat Kepiting Bakau

Morfologi 

Kepiting ini merupakan bagian dari filum Arthropoda atau hewan dengan kaki bersegmen-segmen. Kepiting lebih dikenal berasal dari subfilum Crustacea. Bentuk tubuh dari kepiting jenis ini telah diciptakan untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya sehingga menunjang hidupnya di alam bebas. Berikut merupakan bagian-bagian atau morfologi dari kepiting bakau.

  • Karapaks

Karapaks merupakan bagian penutup tubuh kepiting yang berbentuk agak bulat, memanjang, pipih, dan sedikit cembung. Karapaks kepiting ini terbagi menjadi empat area yaitu area pencernaan (gastric region) di bagian depan, area jantung (cardiac region) di bagian tengah, area pernapasan (branchial region) di bagian samping, dan area pembuangan (hepatic region) di bagian belakang. Bagian depan karapaks terdapat duri-duri yang berfungsi untuk melindungi tubuh kepiting dan organ mata. Duri-duri tersebut memiliki bentuk lekukan dan ketajaman yang bervariasi. 

  • Abdomen

Abdomen kepiting ini terletak di bagian ventral tubuh atau bagian tengah rongga dada. Abdomen kepiting memiliki penutup dengan nama abdominal flap yang menyerupai lempengan dengan fungsi sebagai pelindung pleopod. Pleopod pada kepiting jantan berfungsi sebagai organ kopulasi, sedangkan pleopod pada kepiting betina berfungsi sebagai tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Ukuran serta ruas pada penutup abdomen menjadi ciri khas pembeda jenis kelamin kepiting bakau. Tutup kepiting bakau abdomen betina dilengkapi dengan rambut-rambut yang disebut ovigerous setae, sedangkan pada jantan tidak memiliki ovigerous setae.

  • Kaki

Kepiting ini memiliki lima pasang kaki. Kaki-kaki tersebut terdiri dari sepasang cheliped (pencapit), tiga pasang kaki jalan, dan sepasang kaki renang. Cheliped memiliki fungsi sebagai alat bantu makan yang dilengkapi gigi-gigi tajam dan kuat untuk mencabik-cabik makanannya sebelum dimasukkan ke dalam mulut. Cheliped memiliki fungsi lain sebagai alat pertahanan diri untuk bertarung. Cheliped yang dimiliki kepiting bakau jantan umumnya lebih besar dibandingkan kepiting betina. Tiga pasang kaki jalan atau walking leg memiliki fungsi utama untuk berjalan. Ketiga kaki ini memiliki fungsi lain pada saat kegiatan reproduksi berlangsung yaitu untuk mendekap kepiting bakau betina. Kaki terakhir adalah sepasang kaki renang yang secara penuh membantu kepiting ini untuk berenang dengan cara kerja seperti dayung.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Mulut

Mulut kepiting bakau terletak di area ventral tubuh di bawah rongga mata. Mulut kepiting ini terdiri dari tiga pasang rahang tambahan. Rahang ini memiliki fungsinya masing-masing sebagai tempat masuk makanan dan penahan supaya air dan lumpur tidak masuk langsung ke rongga mulut. Setiap rahang dipengkapi rambut-rambut halus yang berfungsi sebagai alat peraba dan pendeteksi rasa makanan. 

  • Antena

Kepiting jenis ini memiliki antena seperti crustacea pada umumnya. Antena ini terletak di bagian dahi karapaks dekat rongga mata. Antena kepiting berfungsi untuk mendeteksi adanya bahaya melalui gerakan angin. Teori lain mengatakan bahwa fungsi antena adalah sebagai organ perasa yang dapat mendeteksi pergerakan air dan kimia air.

  • Mata

Mata kepiting ini dilengkapi dengan tangkai mata yang dilindungi rongga dinding mata. Mata kepiting terletak di dahi karapaks. Mata kepiting dilindungi oleh duri karapaks sehingga dalam keadaan bahaya dapat merapatkan rongganya dan memperlihatkan durinya sebagai bentuk pertahanan diri. Ilmuwan mengatakan bahwa mata kepiting bakau adalah mata compound karena tersusun dari ribuan unit optik yang disebut ommatidia. 

Gambar 2 Bentuk Tubuh Kepiting Bakau
Gambar 2 Bentuk Tubuh Kepiting Bakau

Jenis 

Kepiting bakau tergolong hewan omnivora dan kanibal. Kepiting ini cenderung aktif pada malam hari atau biasa disebut hewan nokturnal. Kepiting ini terdiri dari empat jenis yang berbeda walau terlihat sama. Jenis yang pertama adalah Scylla serrata yang dicirikan dengan memiliki pola poligon yang sempurna untuk kedua jenis kelamin. Warna poligon tersebut bervariasi dari ungu, hijau, dan hitam kecoklatan. Duri pada dahi yang dimiliki kepiting jenis Scylla serrata cenderung tumpul dan membulat. Jenis yang kedua adalah Scylla paramamosain yang dicirikan dengan kakinya yang memiliki pola poligon berbeda arah. Duri pada dahi yang dimiliki kepiting jenis Scylla paramamosain berbentuk segitiga. Jenis yang ketiga adalah Scylla tranquebarica yang dicirikan dengan chela dan dua pasang kaki pertama berbentuk poligon serta dua pasang kaki terakhir berola variasi. Duri pada dahi yang dimiliki oleh kepiting jenis Scylla tranquebarica berujung tumpul dan memiliki celah sempit. Jenis yang terakhir adalah Scylla olivacea yang dicirikan dengan chela dan kaki-kakinya tidak memiliki pola poligon yang jelas. Duri pada dahi yang dimiliki Scylla olivacea berujung tumpul.

Penangkapan

Kepiting bakau merupakan kepiting yang diburu untuk dijadikan santapan oleh masyarakat. Untuk memperoleh kepiting tersebut, diperlukan keterampilan dalam penangkapannya supaya tidak merusak ekosistem. Penangkapan kepiting ini memerlukan alat khusus seperti alat tangkap, keranjang, tali pengikat, dan pelindung kepiting dan umpan. Peralatan yang digunakan perlu dipastikan ramah bagi lingkungan seperti kail, tali pancing, dan jaring. Adapun jenis perangkapnya yaitu bubu lipat atau berupa rangkaian jaring yang berbentuk bangun ruang. Cara menangkap kepiting bakau adalah sebagai berikut.

  • Tekan bagian cangkang atas dan bawah
  • Tekuk bagian capit
  • Ikat menggunakan tali atau pelepah pisang

Kepiting yang telah ditangkap dapat langsung dijual kepada pembeli atau dibudidayakan untuk memperpanjang garis keturunannya. Kepiting yang ditangkap pun tidak semuanya dapat dijual atau dibudidayakan karena tidak semua kepiting bakau yang ditangkap dalam kondisi sehat. Ciri kepiting sehat adalah kaki bergerak cepat, tangkai mata responsif ketika disentuh, mulut tidak berbusa, dan warna karapaksnya cerah. Ciri kepiting tidak sehat adalah mengeluarkan cairan dari tubuh yang terluka, mulut berbusa, dan warna karapaks buram.

Gambar 3. Bentuk Tempat Budidaya Kepiting Bakau
Gambar 3. Bentuk Tempat Budidaya Kepiting Bakau

Peran Kepiting Bakau bagi Ekosistem

Kepiting bakau memiliki fungsi ekologis khususnya dalam ekosistem mangrove. Kepiting ini memiliki peran penting dalam perputaran energi, hal ini disebabkan oleh proses penguraian daun yang dimakan oleh kepiting berlangsung lebih cepat dibandingkan penguraian daun tanpa dimakan oleh kepiting. Keberadaan kepiting di dalam ekosistem mangrove dapat mengurangi kadar racun tanah lahan mangrove yang dikenal sebagai anoksik (kekurangan oksigen). Kepiting akan membuat lubang-lubang di tanah sebagai tempat tinggalnya yang secara langsung mempermudah proses pertukaran udara di lahan mangrove. Selain itu, kepiting ini dapat menjadi indikator pencemaran logam berat di kawasan hutan mangrove yang dapat membantu peneliti menganalisis lebih lanjut mengenai kondisi lahan mangrove dan kepiting yang tinggal di dalamnya.

 

Penulis: Raden Kemala Patraksa

 

Referensi Artikel:

Tim Perikanan WWF-Indonesia. 2015. Better Management Practices Seri Panduan Perikanan Skala Kecil KEPITING BAKAU ( sp.) Scylla Panduan Penangkapan dan Penanganan. Jakarta Selatan: WWF-Indonesia.

Siahanenia L. 2009. Struktur morfologis kepiting bakau (Scylla paramamosain). Jurnal Triton, 5(1), 11-21.

Mangrovemagz. Yuk, Kenali Fungsi dan Manfaat Kepiting Mangrove. Tersedia dalam https://mangrovemagz.com/2016/11/16/yuk-kenali-fungsi-dan-manfaat-kepiting-mangrove/. Diakses pada 25 Januari 2021.

 

Referensi Gambar:

  • Hutan Mangrove Habitat Kepiting Bakau

https://indonesiainside.id/lifestyle1/2019/07/13/5-manfaat-hutan-mangrove-bagi-kehidupan-kita

  • Bentuk Tubuh Kepiting Bakau

https://www.indozone.id/fakta-dan-mitos/kJs1X6/kepiting-bakau-menjaga-keseimbangan-ekosistem-mangrove

  • Bentuk Tempat Budidaya Kepiting Bakau

https://environment-indonesia.com/articles/budidaya-kepiting-bakau-terancam-gagal-akibat-limbah-tambang/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!