Mengenal Lebih Dekat Komodo, Kadal Purba Raksasa Penghuni Pulau Komodo

Siapa yang belum pernah mendengar Pulau Komodo? Ya, pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan karena keunikan yang dimilikinya. Pulau yang menjadi habitat asli dari komodo ini telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1991. Pulau Komodo masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Rinca, Pulau Padar, dan Pulau Gili Motang. Selain tersebar di Taman Nasional Komodo, komodo juga menempati beberapa pulau yang terdapat di Flores.

Ads
Komodo
Komodo, Reptil Purba Endemik Indonesia © pexels.com

Komodo yang memiliki nama latin Varanus komodoensis ini merupakan satu dari banyak satwa yang dilindungi di Indonesia. Keunikan yang dimilikinya, ditambah dengan semakin terancam keberadaannya, membuat keberadaan komodo patut dipertahankan. Komodo merupakan satwa endemik yang tidak ditemukan selain di Nusa Tenggara Timur. Satwa ini juga termasuk ke dalam jenis satwa purba yang masih hidup hingga sekarang. Ingin tahu dan mengenal lebih dalam tentang komodo? Yuk simak penjelasannya!

Asal Usul Komodo

Komodo diakui oleh banyak ilmuwan sebagai reptil purba yang telah hidup sejak jutaan tahun yang lalu. Komodo juga dikenal sebagai satwa endemik yang menempati pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur. Namun sebenarnya, bagaimana asal-usul dari komodo itu sendiri? Dan apakah benar komodo telah menghuni Indonesia sejak zaman dahulu?

Jika kita mencari di berbagai sumber yang terdapat di Google, akan banyak kita temui 2 versi cerita yang menjelaskan mengenai asal usul dari komodo. Ada versi legenda dan ada versi ilmiah. Salah satunya adalah yang dimuat di laman web Floressa. Masyarakat di Pulau Komodo telah mempercayai legenda tentang komodo sejak zaman nenek moyang. Di dalam legenda tersebut, dikisahkan bahwa terdapat seorang putri gaib yang tinggal di Pulau Komodo. Masyarakat mengenal putri tersebut sebagai Putri Naga. Putri Naga menikah dengan laki-laki bernama Majo dan memiliki anak kembar, seorang anak laki-laki dan seorang bayi naga. Anak laki-laki dari Putri Naga dan Majo diberi nama Si Gerong dan dibesarkan sebagai manusia. Sedangkan si bayi naga, diberi nama Orah, dan dibesarkan di dalam hutan. Pada suatu hari, Si Gerong yang telah dewasa pergi berburu rusa di dalam hutan. Ketika hendak mengambil hasil buruannya, datanglah seekor kadal besar yang hendak mencuri hasil buruan dari Si Gerong. Karena kesal, Si Gerong memutuskan untuk membunuh kadal besar tersebut. Tak lama setelah itu, datanglah Putri Naga yang menghalau Si Gerong untuk tidak membunuh kadal besar tersebut. Putri Naga kemudian menjelaskan bahwa kadal raksasa tersebut merupakan saudari perempuan dari Si Gerong dan harus dilindungi layaknya saudara.

Versi lain datang dari ranah ilmiah. Para ilmuwan berpendapat bahwa komodo merupakan hasil evolusi dari spesies mosasaurus yang hidup sekitar 135-180 juta tahun yang lalu. Spesies ini pada mulanya merupakan spesies yang hidup di air. Kepunahan besar-besaran lah yang membawa mereka untuk dapat berevolusi di darat dan hidup di Indonesia. Para ilmuwan pun juga berpendapat bahwa komodo bukan merupakan kadal yang asli meninggali pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur. Mereka berasal dari Australia dan mengalami perpindahan pada zaman Pleistosen.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo, Habitat Alami dari Komodo © Google

Kebiasaan Memangsa yang Unik

Hal unik lainnya yang dimiliki oleh komodo adalah kebiasaan memangsanya. Satwa yang menjadi top predator di alam ini rupanya juga merupakan satwa kanibal. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mustari et al (2011), komodo yang baru saja menetas akan hidup berjauhan dari komodo yang sudah dewasa. Bayi-bayi komodo tersebut biasa bersembunyi di atas pohon, dan memakan hewan-hewan yang ada di sekitarnya, seperti tikus dan burung. Komodo kecil baru akan bergabung dengan kawanan komodo besar, memangsa buruan bersama, jika jumlah komodo besar tidak terlalu banyak.

Mangsa alami komodo adalah hewan-hewan mamalia yang berukuran besar. Komodo akan lebih memilih satwa yang mudah ditangkap untuk dimakan. Mamalia seperti rusa timor dan kerbau air lebih disukai oleh komodo karena mudah ditangkap, dibandingkan dengan babi hutan atau monyet ekor panjang. Komodo akan memburu mangsanya secara individual, dan baru akan berkumpul jika mangsa sudah mati dan ditaklukkan. Posisi komodo sebagai top predator membuat komodo menjadi sangat rentan di dalam rantai makanan. Hilangnya vegetasi di habitat komodo, atau berkurangnya mangsa buruan di alam, dapat sangat berpengaruh terhadap keberadaan populasi komodo secara keseluruhan.

Komodo yang Bisa Melahirkan Tanpa Pejantan

Komodo merupakan jenis reptil yang dapat melakukan partenogenesis. Hal tersebut yang membuat komodo dapat bertelur tanpa melakukan perkawinan. Melansir dari laman berita National Geographic Indonesia, komodo dapat melakukan partenogenesis karena kromosom seks laki-laki dan perempuan dimiliki oleh indukan betina. Anakan yang dihasilkan dari proses partenogenesis dapat menjadi indukan jantan ketika sudah dewasa. Meskipun tidak ideal dalam hal keragaman genetik, kemampuan yang dimiliki oleh komodo dapat menjadi solusi untuk mencegah kepunahan dari komodo itu sendiri.

Komodo merupakan satwa yang unik dan harus dipertahankan. Penetapan habitat komodo sebagai taman nasional merupakan langkah supaya keberadaan komodo tetap terlindungi. Akses ke Taman Nasional Komodo untuk aktivitas wisata bagi masyarakat umum bisa menjadi media bagi masyarakat untuk bisa memahami keunikan komodo di habitat asalnya. Dengan kita memahami keunikan dari komodo, diharapkan kita dapat memiliki kepedulian untuk dapat menjaga komodo kedepannya. Bagaimana? Tertarik berwisata ke Taman Nasional Komodo?

Penulis : Tatag Suryo Pambudi

Referensi :

Mustari, A.H., Djuandi, T.H., dan Sihite, J. 2011. Potensi Mamalia Besar sebagai Mangsa Komodo (Varanus komodoensis Ouwens 1912) di Pulau Rinca Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur. Media Konservasi. 16(1) : 47-53.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!