Lumba-lumba Air Tawar Terancam Punah

Gambar 1. Lumba-lumba Air Tawar
Gambar 1. Lumba-lumba Air Tawar  © Cricava Technologies

Saat memikirkan tentang fauna yang hidup di air tawar atau sungai, kira-kira fauna apa saja yang muncul di dalam pikiranmu? Mungkin yang muncul adalah ikan Mujair, Gurami, Lele, Nila, dan Patin. Namun, apakah kamu tahu kalau ada lumba-lumba yang hidup di perairan segar? Kemunculan sosok ini di berbagai sungai termasuk tidak terduga, mengingat lumba-lumba adalah hewan yang identik dengan laut. Hewan yang bergabung dalam barisan beberapa makhluk tertua di Bumi bersama hiu dan penyu ini berenang melalui perairan segar di beberapa bagian Amerika Selatan dan Asia. Saat ini, penampakan lumba-lumba air tawar atau biasa kita sebut dengan pesut mahakam cukup sulit untuk ditemukan. Padahal, mereka memiliki peran penting bagi ekosistem sebuah sungai secara keseluruhan. Oleh karena itu, kamu perlu mengenal secara lebih lanjut berbagai jenis lumba-lumba air tawar yang tersebar di berbagai penjuru Bumi. 

Ads

Mengenal Lumba-lumba Air Tawar

Gambar 2. Lumba-lumba dan Rusa Besar di Sungai
Gambar 2. Lumba-lumba dan Rusa Besar di Sungai  © Julius H

Lumba-lumba air tawar adalah kelompok polifiletik mamalia air yang hidup secara eksklusif di air tawar atau air payau. Lumba-lumba air tawar berukuran relatif kecil dibandingkan dengan lumba-lumba lainnya, karena telah berevolusi untuk bertahan hidup di perairan dangkal yang hangat dengan arus yang kuat. Ukurannya berkisar dari 1,5 m hingga 2,4 m dan dapat mencapai bobot 100 kg. Beberapa spesies menunjukkan dimorfisme seksual, dimana ukuran lumba-lumba jantan lebih besar daripada betina. Mereka memiliki tubuh yang ramping dan dua anggota tubuh yang dimodifikasi menjadi sirip. 

Lumba-lumba air tawar menggunakan gigi berbentuk kerucut dan paruh panjang untuk menangkap mangsa yang bergerak cepat di air keruh (River dolphin, n.d.). Makanan utama mereka adalah ikan-ikan yang lebih kecil. Mereka juga memiliki pendengaran baik yang dapat beradaptasi dengan udara dan air. Lumba-lumba air tawar tidak terlalu mengandalkan penglihatan mereka, karena air tempat mereka berenang biasanya sangat berlumpur. Spesies ini beradaptasi dengan baik di perairan hangat dan dangkal dan memiliki sedikit atau tidak ada lemak sama sekali. Mereka kerap kali penasaran dan ramah terhadap manusia. 

Spesies ini tidak tersebar luas dan dapat hidup hingga 30 tahun di alam liar (Eshragh, 2017). Habitat mereka terbatas pada sungai atau delta sungai tertentu. Hal ini membuat mereka sangat rentan terhadap perusakan habitat. Walaupun begitu, lumba-lumba air tawar jarang dipelihara di penangkaran. Keberhasilan pengembangbiakannya buruk dan hewan-hewan tersebut sering mati dalam beberapa bulan setelah penangkapan.

Tujuh Jenis Lumba-lumba Air Tawar 

Gambar 3. Lumba-lumba Mahakam (Irrawaddy)
Gambar 3. Lumba-lumba Mahakam (Irrawaddy)  © Asian Tour Myanmar

Saat ini, ada tujuh jenis lumba-lumba air tawar yang tersebar di berbagai sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba air tawar di setiap sungai memiliki karakteristik yang cukup berbeda tergantung lokasi dan kondisi perairan dimana mereka berenang. Berikut tujuh jenis lumba-lumba tersebut (Henry, n.d.). 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Lumba-lumba Amazon

Lumba-lumba Amazon (Inia geoffrensis) yang juga dikenal sebagai boto atau ‘lumba-lumba pink’ adalah jenis lumba-lumba air tawar yang berenang di sebagian besar lembah sungai Amerika Selatan yang terkenal dan lembah sungai Orinoco yang membentang melalui Kolombia dan Venezuela. Spesies ini memiliki ciri-ciri bermoncong panjang dan berwarna merah muda pucat. Seperti kerabatnya di tempat lain, lumba-lumba Sungai Amazon menghadapi tantangan kepunahan akibat proyek pembangunan. Pembangunan bendungan memecah populasi dan membatasi jangkauan serta kemampuan spesies untuk berkembang biak. Berbagai polusi, termasuk polusi merkuri, juga berdampak pada jenis lumba-lumba ini. Mereka sering dengan sengaja dibunuh untuk digunakan sebagai umpan dalam perikanan lele mota. Saat ini, diperkirakan jumlah mereka ada sekitar puluhan ribu dengan status rentan (vulnerable) terhadap kepunahan. 

  • Lumba-lumba Bolivia

Lumba-lumba Bolivia (Inia boliviensis) hidup di sungai dan laguna di Amazon Bolivia, dan berukuran sedikit lebih kecil daripada lumba-lumba sungai Amazon. Jeram dan air terjun antara Bolivia dan Brasil mencegah kedua spesies itu untuk berbaur dan berkembang biak, sehingga membentuk dua garis genetika yang independen. Mereka memiliki tubuh yang sangat fleksibel dan bervariasi dalam warna, dari abu-abu pucat hingga merah muda pekat. Saat ini, kondisi lumba-lumba Bolivia juga rentan terhadap kepunahan. Populasi mereka tinggal sekitar 5.000 ekor, namun mereka tetap terancam berbagai tantangan, seperti terjerat dalam jaring ikan, atau dibunuh dan digunakan sebagai umpan. Mereka juga menghadapi ancaman pencemaran merkuri dari pertambangan. Pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air juga dapat menimbulkan efek negatif, dan kebijakan konservasi yang tidak memadai membuat mereka berisiko.

  • Lumba-lumba Tucuxi

Lumba-lumba Tucuxi (Sotalia fluviatilis) adalah jenis lumba-lumba air tawar yang lebih kecil dan berwarna lebih abu-abu dari lumba-lumba Amazon. Tucuxi dapat ditemukan di seluruh lembah sungai Amazon dan Orinoco, dan subspesies lautnya hidup di muara dan teluk di sepanjang pantai, membentang dari Brasil hingga Nikaragua. Tucuxi hidup dalam kelompok dan tidak seperti lumba-lumba Amazon, mereka melompat keluar dari air layaknya lumba-lumba di laut. Saat ini, masih belum ada data yang memadai mengenai jumlah populasi dan status konservasi dari Tucuxi. Namun, Tucuxi tetap perlu menghadapi ancaman yang dapat menyebabkan kepunahan mereka, seperti pembangunan bendungan yang terus membagi wilayah mereka dan membatasi peluang berkembang biak. Kelangkaan ikan-ikan migran yang menjadi makanan Tucuxi juga dapat mengancam kelestarian mereka.

  • Lumba-lumba Gangga

Lumba-lumba Gangga (Platanista gangetica) berenang di sepanjang sistem sungai Gangga, Meghna, dan Brahmaputra di India, Nepal, dan Bangladesh. Secara lokal, lumba-lumba ini disebut sebagai susu. Nama susu mengacu pada kebisingan yang mereka buat pada saat mereka muncul ke permukaan untuk bernapas. Lumba-lumba Gangga pada dasarnya buta dan hanya dapat mendeteksi arah cahaya melalui mata mereka. Mereka menggunakan ekolokasi untuk memudahkan pergerakan di bawah air. Saat ini, populasi lumba-lumba Gangga tinggal sekitar 2.500-3.000 ekor dan terancam kepunahan. Habitat mereka di sungai Gangga sudah padat oleh pemukiman penduduk, sehingga mereka terancam polusi akibat pertanian, kegiatan industri, pembangunan bendungan dan irigasi, serta penangkapan ikan. Lumba-lumba Gangga juga tidak dapat berenang ke sungai lain karena mereka terisolasi di sepanjang sistem sungai habitat asli mereka. 

  • Lumba-lumba Indus

Lumba-lumba Indus (Platanista gangetica minor) atau bhulan saat ini berenang di bagian bawah sungai Indus di Pakistan. Populasi lain dari lumba-lumba ini yang berukuran lebih kecil dan terisolasi dibandingkan lumba-lumba di sungai Indus dapat ditemukan di sungai Beas di India. Lumba-lumba ini mengandalkan ekolokasi untuk melakukan navigasi, berkomunikasi, dan berburu mangsa di perairan sungai yang berlumpur. Saat ini, hanya tersisa 1.800-1.900 ekor lumba-lumba Indus dan mereka berstatus terancam punah. Sejak tahun 1930-an, pembangunan sejumlah bendungan menyebabkan penurunan populasi lumba-lumba sungai Indus dengan memecah populasi menjadi kelompok-kelompok kecil, merusak habitat, dan menghambat migrasi mereka. Lumba-lumba Indus juga terkadang terjebak di jaring ikan, terdampar di saluran irigasi, dan menghadapi bahaya polusi.

  • Lumba-lumba Mahakam

Lumba-lumba Mahakam (Orcaella brevirostris) atau lumba-lumba Irrawaddy melintasi tiga sungai di Asia Selatan dan Tenggara: Irrawaddy, Mahakam, dan Mekong. Lumba-lumba Mahakam memiliki  dahi yang menonjol dan paruh yang pendek. Berat tubuh mereka dapat mencapai 143 kg dan panjangnya berkisar dari 146 cm hingga 275 cm. Ukuran lumba-lumba jantan cenderung lebih besar. Mereka akan mengeluarkan kepala dan punggungnya dari air untuk bernapas, namun ekornya jarang terlihat. Lumba-lumba Mahakam lebih menyukai daerah pantai yang berlumpur, air payau di muara sungai dan delta, dan tidak menjelajah jauh di lepas pantai (Febriansyah, 2019). 

Makanan utama lumba-lumba Mahakam adalah ikan, cephalopoda, dan crustasea. Mereka hidup dalam kelompok yang terdiri atas tiga hingga enam ekor lumba-lumba. Selain muncul ke permukaan untuk bernapas, lumba-lumba ini kadang muncul ke permukaan untuk melihat lingkungannya dan mencari area tinggal yang baru. Saat ini, sulit untuk mengetahui jumlah pasti dari lumba-lumba Mahakam yang ada. Namun, para peneliti menduga bahwa musim perkawinan mereka adalah antara Desember dan Juni, sedangkan musim melahirkan adalah antara Juni hingga Agustus. Lumba-lumba Mahakam diperkirakan dapat berusia hingga 28 tahun atau lebih. 

Seperti lumba-lumba air tawar yang lain, jenis lumba-lumba Mahakam juga terancam kepunahan (critically endangered). Mereka terancam terjerat jaring insang selama musim kemarau (Desember hingga Mei), bom dan penangkapan ikan menggunakan aliran listrik, dan kebisingan akibat ledakan. Karena ukuran populasi yang kecil dan distribusi yang sempit, sangat mungkin bahwa pembangunan bendungan dalam habitat lumba-lumba Mahakam dapat secara kritis membahayakan populasi mereka. Kegiatan pariwisata yang tidak terkontrol juga dapat mengganggu habitat mereka.

  • Lumba-lumba Yangtze

Lumba-lumba Yangtze (Neophocaena asiaeorientalis) tinggal di Sungai Yangtze, sungai terpanjang di Asia. Pada satu titik, lumba-lumba ini berbagi perairan dengan lumba-lumba Baiji, jenis lumba-lumba air tawar yang dinyatakan punah secara fungsional pada tahun 2006. Lumba-lumba tanpa sirip Yangtze dikenal karena tingkat kecerdasannya setara dengan gorila. Saat ini, hanya tersisa 1.000 ekor lumba-lumba Yangtze dan mereka terancam kepunahan. Lumba-lumba ini perlu menghadapi berbagai ancaman seperti pengerukan, polusi, dan kapal pengiriman dan transportasi yang mogok di sungai. Penambangan pasir dan penangkapan ikan ilegal juga berdampak buruk pada keberadaan lumba-lumba Yangtze.

Peran Penting Lumba-lumba Air Tawar Bagi Ekosistem

Gambar 4. Tiga Lumba-Lumba di Sungai
Gambar 4. Tiga Lumba-Lumba di Sungai  © Vinicius Colares

Lumba-lumba air tawar adalah indikator penting bagi kesehatan sungai tempat mereka tinggal, yang juga merupakan salah satu sumber terbesar kehidupan dan perekonomian dari ratusan juta orang. Sistem sungai yang memiliki populasi lumba-lumba air tawar dalam jumlah besar mengindikasikan bahwa kondisi sungai tersebut berkembang pesat. Selain itu, keberadaan lumba-lumba air tawar menjadi indikator bahwa komunitas dan perusahaan yang berada di dekat sungai tersebut bertanggung jawab dan menjaga agar ekosistem sungai tetap seimbang. Banyak spesies dalam sungai yang juga bergantung pada keberadaan lumba-lumba air tawar, sehingga ekosistem sungai tersebut dapat berkembang pesat apabila ada lumba-lumba air tawar yang berenang di sepanjang sungai tersebut.

Saat ini, berbagai penangan untuk mencegah kepunahan berbagai spesies lumba-lumba air tawar sedang dilaksanakan, seperti:

  1. Gerakan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan peduli satwa dan lingkungan untuk melakukan berbagai upaya konservasi lumba-lumba air tawar.
  2. Mengkomunikasikan keberadaan lumba-lumba air tawar secara aktif agar kesadaran dan kepedulian orang-orang terhadap keberadaan hewan ini meningkat.
  3. Membuat rencana yang sistematis mengenai bagaimana orang-orang dapat membenarkan infrastruktur yang ada di sungai agar tidak mengganggu atau menjaga kelestarian ekosistem sungai dimana lumba-lumba air tawar berenang.
  4. Membuat peta polusi dan pengurai di setiap sungai yang menjadi habitat lumba-lumba air tawar. Melalui map ini, orang-orang dapat mengetahui area mana saja yang sedang membutuhkan bantuan secara darurat serta mengingatkan komunitas dan perusahaan di daerah tersebut untuk menjaga ekosistem sungai agar tidak mendorong lumba-lumba air tawar pada kepunahan. Pemerintah juga dapat menerapkan regulasi yang ketat atau mengubah fungsi area tersebut menjadi kawasan konservasi atau ekowisata.
  5. Para nelayan yang bekerja di sepanjang sungai perlu menerapkan praktik perikanan yang berkelanjutan (sustainable fisheries). Pemerintah dapat melakukan kajian kebijakan dan undang-undang perikanan yang ditargetkan secara cermat dan praktis di wilayah lumba-lumba air tawar, dengan rekomendasi berupa beberapa perubahan khusus yang diperlukan untuk mengurangi dampak penangkapan ikan terhadap lumba-lumba air tawar. Para nelayan juga dihimbau untuk tidak menggunakan peledak agar tidak membunuh lumba-lumba serta tidak menyebabkan kebisingan bagi mereka. 

 

Penulis: Fiona Evangeline Onggodjojo

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!