Mengenal Platipus, Mamalia yang Bertelur

Gambar 1. Platypus Viewing
Gambar 1.  Platypus Viewing

Setiap  hewan pasti memiliki keunikannya masing-masing baik tingkah laku maupun dari bentuk tubuhnya. Platipus merupakan salah satu hewan yang unik karena memiliki bentuk tubuh seperti dari hasil kombinasi dua hewan yang bersemayam di satu tubuh. Platipus mempunyai sebutan yaitu Duck-billed Platypus atau dalam Bahasa Indonesia disebut Bebek Platipus. Pada pertama kali ditemukan sekitar tahun 1790-an, Platipus diduga sebagai hewan palsu, hal ini dideskripsikan oleh George Shawa, Naturalist’s Miscellany. Platipus merupakan mamalia yang memiliki bentuk yang unik karena badannya seperti berang-berang namun mempunyai mulut yang menyerupai paruh dan kaki yang memiliki selaput seperti bebek . Satwa unik satu ini merupakan satwa endemik dari benua Australia, termasuk kedalam hewan semi-akuatik yang menghabiskan sebagian hidupnya di darat dan di daerah perairan. Platipus mencari makan pada malam hari, hewan nokturnal ini gemar memakan hewan-hewan invertebrata seperti berudu, udang, ikan, cacing maupun katak. Platipus juga memiliki rentang waktu hidup yang cukup lama yaitu 10-20 tahun. 

Ads

Fakta tentang Platipus

Berikut beberapa fakta menarik lainnya tentang platipus.

Termasuk Hewan Ovovivipar

Gambar 2. Bayi Platipus
Gambar 2. Bayi Platipus

Hal yang unik dari platipus yang merupakan mamalia namun berkembang biak dengan cara bertelur (Ovovivipar). Hewan jenis ini disebut dengan hewan monotreme. Dalam proses bertelurnya ia akan menggali lubang untuk menaruh dan mengeraminya hingga menetas. Biasanya dalam bertelur platipus mampu menghasilkan 2-3 telur. Platipus akan mengerami telurnya sampai menetas sekitar 10-15 hari. 

Hal yang menarik lagi, platipus tidak memiliki puting susu. Lalu bagaimana ia bisa menyusui anaknya? Ternyata platipus memiliki kelenjar susu di sekujur tubuhnya.  Bayi platipus yang baru lahir akan meminum kelenjar susu melalui lipatan kulit di sekitar perut induknya. 

Mempunyai Racun

Gambar 3. Platipus Spur
Gambar 3. Platypus Spur

Tidak seperti mamalia kebanyakan yang biasanya tidak memiliki racun namun platipus memiliki racun yang terletak di taji pergelangan kakinya. Hanya yang berkelamin jantan saja yang mempunyai bisa beracun ini karena biasanya digunakan dalam masa kawin untuk bertarung mengalahkan pesaingnya untuk mendapatkan pasangan. Racun di taji pergelangan platipus cukup efektif untuk membunuh hewan kecil, untungnya tidak cukup mematikan bagi manusia  namun ampuh  membuat rasa nyeri berhari-hari jika terkena racunnya

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Tubuh yang dirancang untuk berada di dalam air

Gambar 4. animalfactguide.com
Gambar 4. Platipus Berenang

Platipus merupakan hewan yang menghabiskan setengah hidupnya berada di air. Mempunyai fisik yang cocok untuk melakukan aktivitas di air seperti memiliki selaput pada kakinya yang memudahkan untuk bergerak di dalam air hal ini membuat platipus juga dikenal sebagai perenang yang handal karena dapat berenang hingga kecepatan 1 meter per detik. Serta memiliki ekor yang dipenuhi dengan bulu yang kedap air untuk menjaga suhu tubuhnya ketika di dalam air.

Bukan hanya memiliki kaki yang berselaput dan bulu yang kedap air saja yang membuat platipus handal mencari makan di dalam air namun ia juga memiliki paruh untuk mendeteksi makanannya ketika di dalam air. Memiliki kemampuan electroreceptors yang berada di paruhnya membuat platipus dapat mendeteksi makanannya dengan merasakan rangsangan listrik disekitarnya ketika berada di dalam air walaupun ia tidak dapat melihat dan mencium apapun ketika berada di dalam air.

Tidak memiliki gigi dan lambung

Gambar 5. Paruh platipus
Gambar 5. Paruh Platipus

Platipus memiliki organ pencernaan yang unik jika diperhatikan ternyata ia tidak memiliki gigi. Lalu bagaimana platipus dapat mencerna makanan? Ternyata ini yang membuat platipus memiliki sebutan hewan yang unik dan diduga sebagai hewan palsu. Walaupun tidak memiliki gigi platipus dapat mencerna makanannya dengan baik menggunakan batu kerikil yang diambilnya saat menyelam lalu kemudian muncul dipermukaan untuk mulai mengunyah hasil tangkapannya dengan menggiling makanannya dan kerikil secara bersamaan. Mereka dapat mengumpulkan makanan dan kerikil secara bersamaan dengan menggunakan kantong di pipinya sebelum dikunyah di daratan. 

Selain tidak memiliki gigi, hewan yang unik ini juga tidak mempunyai lambung untuk mencerna makanannya. Ketika makanannya masuk ke sistem pencernaan kerongkongan makanan tersebut langsung diteruskan ke usu platipus. Hal ini disebabkan karena makanan platipus yang umumnya memiliki zat-zat yang kaya akan kalsium bikarbonat yang berguna untuk menetralkan asam. 

 

Ancaman populasi platipus

Beberapa fakta unik tentang platipus sudah dipaparkan, ternyata ada satu fakta lagi yang belum diungkap yaitu fakta bahwa platipus merupakan satwa yang terancam punah. Banyak faktor yang membuat satwa unik ini terancam punah. Menurut peneliti University of New South Wales (UNSW), platipus mengalami penurunan jumlah karena habitat mereka mengalami kerusakan dan alih fungsi lahan. Mereka menyebutkan bahwa satwa ini kehilangan 22 persen habitat mereka di Australia dalam kurun waktu 30 tahun. Penurunan terbesar habitat platipus menurut peneliti University of New South Wales (UNSW) terjadi di negara bagian New South Wales yang diperkirakan 32 persen habitat platipus hilang. 

Pembangunan sebuah bendungan, pembukaan lahan bahkan faktor alam seperti pemangsa juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup platipus. Beberapa organisasi besar tentang konservasi alam liar salah satunya World Wide Fund for Nature (WWF), mendeklarasikan platipus sebagai spesies yang keberadaannya terancam punah. Perubahan iklim juga menjadi ancaman bagi platipus karena akan berpotensi pada sungai-sungai yang menjadi habitat platipus mengalami kekeringan. Curah hujan yang sedikit serta tingginya suhu dan juga pembangunan bendungan akan mengancam populasi satwa ini karena kekeringan serta menghilangnya sungai karena pembangunan bendungan. Platipus akan kesulitan jika harus hidup di darat karena ia membangun sarangnya di pinggir sungai dan menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air untuk mencari makanan. 

 

Penulis : Moh. Dwi Bahtiar

 

Referensi Literatur :

Gerava.com. 15 Fakta Platypus, Mamalia Unik yang Beracun. Retrieved January 20, 2021, from https://gerava.com/15-fakta-platypus-mamalia-unik-yang-beracun/ 

Kompas.com. (November, 25 2020). Terancam Punah, Populasi Di Prediksi Menghilang di Australia. Retrieved January 20, 2021, from https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/25/160400923/terancam-punah-populasi-platipus-diprediksi-menghilang-di-australia/ 

Liputan6.com. (January, 21 2020). Populasi Platipus Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim Australia. Retrieved January 20, 2021, from  https://www.liputan6.com/global/read/4159639/populasi-platipus-terancam-punah-akibat-perubahan-iklim-australia 

Sakti,Zain. Mengenal Platipus, Hewan Aneh yang Membingungkan. Retrieved January 20, 2021, from https://satwa.foresteract.com/2020/02/mengenal-platipus-hewan-aneh-yang-membingungkan.html

Zakiah, Nena. (October, 24 2019). Berparuh Bebek dan Berbadan Berang-Berang, Ini 10 Fakta Unik Platipus. Retrieved January 20, 2021, from https://www.idntimes.com/science/discovery/nena-zakiah-1/fakta-unik-platipus/9

 

Referensi Gambar :

http://www.discoverburnie.net/files/assets/discover-burnie/images/platypus-banner.jpg

https://2.bp.blogspot.com/AsTvAWrIezY/U38tmIvSA0I/AAAAAAAAabo/COC6LEjU1GQ/s1600/eVIl8Um.jpg 

platypus-spur-transqvzuuqpflyliwib6ntmjwfsvwez-ven7c6bhu2jjnt8-1d3162ebb7118ee7be03f1b8d5f3e2f0.jpg (858×536) (idntimes.com)

https://animalfactguide.com/wp-content/uploads/2013/01/platypus2.jpg 

https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/x/photo/nationalgeographic/201406271742340_b.jpg

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!