Mengenal Pohon Ampupu, Penghasil Kayu dari Timur

Pohon merupakan salah satu sumber bahan baku berupa kayu untuk berbagai keperluan masyarakat. Pohon banyak dijumpai di kawasan hutan yang merupakan daerah yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan dengan berbagai macam manfaat dibidang sumber daya alam. Sektor kehutanan dinilai sebagai potensi multifungsi yang memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan makhluk hidup. Dalam pemanfaatannya, hutan digunakan untuk memenuhi kepentingan manusia dengan mengambil potensi pohon berupa hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu. Salah satu pohon yang menjadi pilihan sebagai sumber penghasil kayu maupun bukan kayu adalah Pohon Ampupu. Pohon ini memiliki keistimewaan berupa pertumbuhannya yang cepat dan sebarannya yang hanya ditemukan di beberapa kawasan membuat pohon ini memiliki kelebihan tersendiri untuk memenuhi sektor industri di beberapa tempat khususnya di kawasan Indonesia bagian timur.

Ads
Gambar 1.  Eucalyptus urophylla  © flickr.com
Gambar 1.  Eucalyptus urophylla  © flickr.com

Pohon Ampupu

Pohon ampupu atau Eucalyptus urophylla merupakan salah satu pohon yang biasa ditanam untuk keperluan industri. Pohon yang banyak ditemui di kawasan Indonesia timur ini, termasuk ke dalam genus Eucalyptus. Kelebihan spesies ini yaitu sebagai tumbuhan fast growing sehingga sering ditanam untuk kegiatan reboisasi maupun pemanfaatan hutan industri untuk diambil kayunya. Salah satu spesies pohon Eucalyptus ini dapat tumbuh mencapai 45 meter dengan diameter batangnya mencapai 1 meter, bahkan dalam beberapa kondisi pohon ini dapat tumbuh tinggi hingga 50 meter dengan diameter batang 2 meter. Pohon ini merupakan salah satu jenis pohon yang selalu hijau di sepanjang tahun. Daun pohon ini berbentuk bulat seperti telur dimana pada pangkal daunnya mengecil hingga meruncing ke ujung daun. Memiliki bentuk bunga yang memanjang dan tidak bertangkai dengan musim bunga berlangsung pada bulan Januari hingga Maret dengan kondisi buah masak dan siap dipanen antara bulan Juni hingga bulan September. 

Dalam pertumbuhannya pohon ampupu cenderung bergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya. Spesies ini sangat berbeda jika ditemukan tumbuh di lingkungan yang ekstrim karena hanya menyerupai tumbuhan pendek dengan batang yang berbonggol dengan ketinggian yang relatif pendek. Kulit batangnya juga dapat dipengaruhi oleh ketinggian dan juga kelembaban udara , pohon yang ditemukan di bawah ketinggian 1000 mdpl biasanya memiliki kulit yang cenderung lebih halus dibandingkan dengan pohon yang tumbuh di atas 1000-2000 mdpl yang memiliki kulit pohon yang bercelah dengan garis-garis dangkal. 

Habitat dan Sebaran 

Pohon Ampupu yang memiliki genus Eucalyptus umumnya ditemui di Benua Australia, sekitar 500 jenis Eucalyptus ditemukan di Australia. Beberapa jenis tersebar di luar Australia yaitu tersebar di wilayah Indonesia bagian timur dan Filipina. Terdapat 2 jenis Eucalyptus yang tersebar di wilayah Indonesia dan Filipina yaitu jenis Eucalyptus urophylla dan Eucalyptus deglupta. Pohon Ampupu (Eucalyptus urophylla) dikenal di Indonesia sejak abad ke 18 yang merupakan salah satu pohon endemik asli dari kawasan Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara.  Pohon ini secara alami tumbuh di tanah vulkanik yang terdapat di kawasan timur Indonesia dengan ketinggian 180-3000 mdpl. 

Gambar 2. Geographic range of Eucalyptus urophylla © researchgate.net
Gambar 2. Geographic range of Eucalyptus urophylla © researchgate.net

Pohon Ampupu pada umumnya tumbuh pada zona iklim basah maupun kering. Kelebihan pohon ini yaitu dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, berbatu, bahkan di tanah rawa. Secara umum pohon ini di temukan banyak pada hutan sekunder di sekitar pegunungan seperti di lereng-lereng gunung maupun lembah. Pola penyebaran pohon ini sebagai penyusun utama savana  di daerah semiarid dengan ketinggian yang berbeda-beda di kawasan Nusa Tenggara Timur dan Maluku Tenggara Barat.  Perkembangan penanaman Eucalyptus urophylla telah mengalami peningkatan dengan menyebar ke berbagai negara seperti negara-negara di kawasan Asia Tenggara, China, Afrika bahkan Amerika. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Manfaat Pohon Ampupu

Masyarakat yang berada di sebaran Pohon Ampupu, biasanya memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari sebagai bahan kayu bakar dan makan ternak. Berbeda bagi sektor industri yang melihat pohon ini sebagai potensi besar sebagai sumber daya penghasil kayu. Pohon Ampupu banyak menghasilkan sumber daya yang dibutuhkan serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dengan pertumbuhannya yang cukup pesat membuat pohon ini dijadikan sebagai sumber produksi hasil hutan berupa kayu yang dipergunakan untuk bahan bangunan dan produksi pulp. Kandungan serat dan komposisi kimia kayunya yang berkualitas sehingga dapat memproduksi pulp dengan kualitas yang baik. Pulp dimanfaatkan industri untuk membuat kertas dan sebagai bahan baku untuk kayu pertukangan. 

Gambar 3. Eucalyptus urophylla bark © flickr.com
Gambar 3. Eucalyptus urophylla bark © flickr.com

Eucalyptus urophylla bukan hanya dimanfaatkan kayunya saja untuk industri, namun pohon ini juga dapat menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), minyak ini dihasilkan melalui penyulingan dari daun, ranting, maupun batang pohonnya. Minyak ini dapat dimanfaatkan sebagai komponen utama pembuatan pewangi, penyedap makanan, dan obat-obatan. 

Konservasi Pohon Ampupu

Pohon Ampupu memiliki nilai ekonomis yang tinggi, oleh karena itu, perlunya konservasi sebagai upaya untuk menjamin keberlangsungan spesies pohon ini. Terdapat berbagai ancaman bagi kelangsungan spesies ini, seperti eksploitasi besar-besaran yang tidak terkontrol serta meningkatnya perambahan hutan sebagai alih fungsi lahan untuk perkebunan maupun pertanian. Dalam melestarikannya, kebijakan pemerintah serta dukungan masyarakat sekitar merupakan cara yang tepat untuk mengoptimalkan kebijakan tersebut dalam memanfaatkan spesies Eucalyptus ini dengan bijak.

Dalam menjamin kelestarian Eucalyptus urophylla, usaha yang dilakukan yaitu dengan konservasi sumberdaya genetik. Konservasi ini dilakukan dengan melalui konservasi in-situ maupun ex-situ dengan mengembangkan jenis di dalam habitat aslinya maupun di luar habitat alaminya telah dilakukan di beberapa daerah. Pengembangan populasi pohon ini juga dapat diperbanyak dengan melakukan metode penanaman secara vegetatif dengan melakukan stek pucuk maupun generatif melalui penyemaian biji. 

 

Penulis: Moh. Dwi Bahtiar

 

Referensi Literatur

Cnnindonesia.com. (Mei, 18 2020). Manfaat Eucalyptus untuk Atasi 11 Masalah Kesehatan. Retrieved February 17, 2021, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200512132127-255-502520/manfaat-eucalyptus-untuk-atasi-11-masalah-kesehatan

Damanik,Mukriz.2009. Kajian Minyak Atsiri Pada Ekaliptus (Eucalyyptus urophylla) Umur 4 Tahun di PT Toba Pulp Lestari, Tbk. Skripsi: Universitas Sumatera Utara.

Nasdy,Wijaya. KUALITAS KAYU AMPUPU (Eucalyptus urophylla S. T. Blake) BERBAGAI UMUR TANAM SEBAGAI BAHAN BAKU PULP DAN KERTAS. Skripsi: Institut Pertanian Bogor.

Sein,Chaw., Mitlohner,Ralph. 2011. Eucalyyptus urophylla S.T Blake. Center for International Forestry Research. 

Surata,Komang. 2015. Sebaran dan Konservasi Ampupu (Eucalyyptus urophylla S.T Blake) di Nusa Tenggara Timur. SEMNAS Biodiversitas Savana Nusa Tenggara. 

 

Referensi Gambar

https://flic.kr/p/ZGvPDY

https://www.researchgate.net/figure/Geographic-range-of-Eucalyptus-urophylla-with-Camcore-collection-sites-noted-map-amended_fig1_233071801

https://flic.kr/p/ZGvPHq

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk, jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!