Mengenal Pohon Trembesi, Si Penyerap Karbondioksida Terbaik

Pohon Trembesi
Pohon Trembesi

Apa yang Sahabat Alam rasakan ketika berjalan atau mengendarai sepeda motor di bawah terik matahari? Pastinya Sahabat Alam berharap bisa terus berada di bawah deretan pepohonan yang rindang, kan? Lalu, apakah Sahabat Alam tahu nama pohon peneduh tersebut? Atau kalian pernah mendengar tentang Pohon Hujan atau Ki Hujan? Yap, pohon tersebut adalah pohon trembesi.

Ads

Pohon trembesi merupakan salah satu jenis pohon pelindung atau peneduh yang berbentuk seperti payung dengan kanopi lebih besar dari tingginya. Pohon ini termasuk spesies pohon berbunga dalam keluarga kacang polong. Meski sekarang dapat ditemukan di seluruh daerah beriklim tropis, namun pohon ini diperkirakan berasal dari Meksiko, Brasil, dan Peru. Pohon ini dapat bertumbuh dengan subur di daerah yang memiliki rata-rata curah hujan 600 hingga 3000 mm per tahun.

Pohon trembesi juga dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 0 hingga 300 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang dapat ditumbuhi oleh pohon ini ialah tanah ber-pH 4,7 hingga 8,5 dengan sistem drainase yang baik. Selain itu, pohon trembesi juga bisa hidup di lahan yang tergenang air dalam waktu singkat. Bahkan, pohon ini termasuk golongan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat (fast growing).

Pohon trembesi dapat tumbuh sekitar 75 sentimeter hingga 150 sentimeter hanya dalam waktu satu tahun saja. Selain itu, pohon bernama latin Samanea saman atau Albizia saman ini juga memiliki umur yang panjang. Bahkan,  dapat bertahan hidup di negara yang memiliki musim kering hingga 4 bulan dengan kisaran suhu 20 hingga 38 derajat Celcius. Pohon yang dapat tumbuh hingga 25 meter tingginya ini juga memiliki banyak nama, seperti Ki Hujan (di Sunda),  Kayu Colok dan Munggur (di Jawa Tengah), Kayu Ambon (di Melayu).

Bahkan, pohon ini juga memiliki banyak nama dalam bahasa inggris, seperti East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Dari sekian nama tersebut, hanya ada satu nama yang sering menjadi julukan pohon trembesi, yaitu Ki Hujan atau Rain Tree (Pohon Hujan). Bukan tanpa alasan, pohon ini dijuluki Ki Hujan Ki Hujan atau Rain Tree (Pohon Hujan) karena seringkali meneteskan air dari tajuk-tajuk pohonnya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

 

Pohon Trembesi 2
Pohon Trembesi 2

Taksonomi dan Klasifikasi

Seperti tumbuhan atau tanaman pada umumnya yang memiliki taksonomi dan klasifikasi, pohon ini juga memiliki taksonomi dan klasifikasi sebagai berikut.

  • Kingdom             : Plante
  • Sub Kingdom      : Tracheobionta
  • Division              : Magnoliophyta
  • Sub Division       : Spermatophyta
  • Class                   : Magnoliopsida
  • Sub Class            : Rosidae
  • Ordo             : Fabales
  • Famili           : Fabaceae
  • Genus           : Albizia
  • ·  Spesies                : A. saman (Jacq.) Merr

Ciri-Ciri Morfologi Pohon Trembesi

Pohon trembesi memiliki ciri khas yang berbeda dengan pohon besar lainnya. Mengenali pohon ini tentu bukan perkara yang sulit. Pasalnya, pohon ini dapat Sahabat Alam kenali lewat penampilan fisiknya. Berikut ini ciri-ciri morfologi pohon trembesi.

  •         Bentuk Pohon

Pohon trembesi dapat bertumbuh tinggi, besar, kuat dan kokoh. Permukaan batangnya berwarna cokelat kehitaman, beralur dan kasar. Pohon ini memiliki tajuk lebar dan rindang.

  •         Bentuk Dahan

Pohon ini memiliki dahan yang kokoh serta bercabang-cabang dengan warna kecokelatan jika semakin tua. Namun, terkadang bentuk dahannya berbentuk tidak beraturan, seperti bercabang bengkok ataupun menggelembung besar. Oleh sebab itu, bentuk dahan pohon ini jarang terlihat seragam antara satu pohon dengan pohon lainnya.

  •         Bentuk Daun

Daun pohon trembesi termasuk daun majemuk. Daunnya berbentuk bulat memanjang dengan tepi rata. Permukaan daun licin, berwarna hijau, dan bertulang daun menyirip. Daun pohon ini dapat menutup atau melipat sendiri jika terkena air hujan atau embun pada malam hari. Ini merupakan salah satu ciri khas dari pohon ini yang belum tentu dimiliki oleh pepohonan lainnya.

  •         Bentuk Akar

Meski memiliki tajuk lebar, trembesi dikenal kuat menghadapi cuaca ekstrem. Pasalnya, pohon ini memiliki akar yang kuat dan mudah menjalar ke dalam tanah. Akarnya seringkali menjadi gangguan bagi bangunan sekitar yang berada di dekatnya. Oleh karena itu, untuk menanam trembesi diperlukan area yang luas dan jauh dari bangunan.

  •         Bentuk Bunga

Pohon ini memiliki bunga yang mekar di waktu tertentu. Ciri khas dari bunga pohon ini, yaitu berwarna putih dengan bercak merah muda atau merah kekuningan, serta memiliki panjang hingga 10 cm.

  •         Bentuk Buah

Buah pohon ini merupakan jenis buah yang jarang dikonsumsi. Bentuknya polong, lurus agak melengkung, berwarna cokelat kehitaman, dan memiliki panjang sekitar 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Buah ini memiliki biji yang berbentuk lonjong dan keras.

Memiliki Segudang Manfaat

Pohon trembesi merupakan tanaman pelindung atau peneduh yang sangat efektif dalam mengurangi polusi. Satu pohon dapat menyerap 28,5 ton karbondioksida per tahunnya. Jika jejak karbon rata-rata penduduk Indonesia sebesar 1,8 ton per tahun, maka satu pohon trembesi dapat mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh 15 penduduk Indonesia.

Selain itu, manfaat lainnya sebagai pencegah erosi. Pasalnya, daun pohonnya akan memperlambat laju air hujan yang jatuh ke tanah. Selain itu, juga dapat dijadikan sebagai bahan bangunan atau bahan pembuatan barang-barang mebel.

Pohon Trembesi 3
Pohon Trembesi 3

Sedangkan bijinya dapat dijadikan makanan ringan (semacam kuaci). Akarnya dapat diolah menjadi obat tambahan saat mandi air hangat untuk mencegah kanker. Untuk daunnya, dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, flu, sakit kepala, penyakit usus, dan sakit perut.

Yuk, Mulai Menanam Pohon Trembesi!

Pohon trembesi termasuk jenis pohon yang mudah untuk ditanam dan dirawat. Pohon ini bisa Sahabat Alam tanam kapan saja, namun perawatannya harus dilakukan dengan benar. Sahabat Alam juga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk menanam dan merawat pohon ini. Lalu, bagaimana cara menanamnya? Yuk perhatikan beberapa hal berikut ini saat akan menanam pohon trembesi, agar pertumbuhan dan manfaat pohon ini dapat dirasakan lebih optimal.

  1. Tentukan area tanam yang tepat.

Pohon trembesi memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat dan jaringan akar yang luas. Pohon ini juga memiliki daun yang sangat sensitif terhadap cahaya dan kerap menutup ketika cuaca sedang mendung atau gelap, sehingga daun pohon ini mampu menyerap air hujan. Selain itu, daun pohon ini juga dapat  menyentuh tanah langsung melewati kanopinya. Jadi, penanaman pohon ini sebaiknya dilakukan di area terbuka yang cukup luas agar tidak merusak bangunan atau jalan di sekitarnya.

  1. Buatlah lubang dengan kedalaman ideal.

Sebelum menanam bibit pohon ini, Sahabat Alam perlu memastikan terlebih dahulu lahan yang ada sudah cukup luas untuk durasi penanaman jangka panjang. Selain itu, perhatikan pula lubang tanah yang akan ditanami bibit pohon ini. Diameter dan kedalaman lubang yang harus disiapkan, yaitu sedalam 60 sentimeter. Sahabat Alam juga perlu memperhatikan jarak tanam antar pohon, yang idealnya mencapai 15 meter. Jarak ini diperlukan agar pohon dapat bertumbuh dengan optimal.

  1. Perhatikan proses penanaman dan pemupukan.

Proses penanaman pohon ini tergolong cukup mudah. Setelah pohon memasuki masa ideal tanam (sekitar 14 hari setelah proses pembibitan), beri pupuk ke dalam lubang yang sudah disiapkan tadi. Kemudian, masukkan bibit pohon trembesi ke dalam lubang yang sudah diberi pupuk tersebut. Tutup kembali lubang tersebut dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Agar pertumbuhannya simetris dan kuat, Sahabat Alam perlu menyiapkan bambu yang akan digunakan sebagai penyanggah bibit pohon. Lalu, siram bibit pohon tersebut sebagai penutup proses penanaman.

  1. Lakukan perawatan dengan tepat.

Agar pohon trembesi dapat tumbuh dengan kondisi yang baik dan tidak mudah layu, Sahabat Alam harus melakukan pendangiran atau penggemburan tanah di sekitar pohon secara berkala sebelum disiram. Jangan lupa juntuk merawat cabang pohon agar pohon ini menjadi pohon peneduh yang optimal. Selain itu, Sahabat Alam disarankan untuk memotong dahan pohon  pada awal masa pertumbuhan. Sebisa mungkin pohon ini dapat tumbuh tanpa cabang saat menyentuh ketinggian 4 meter awal.

Demikian segala informasi mengenai pohon trembesi. Agar manfaat pohon  ini dapat terus kita rasakan, mari kita jaga dan rawat pohon trembesi yang ada di sekitar kita. Jangan sampai manfaatnya hanya menjadi cerita saja bagi anak cucu kita. Salam Lestari!

Referensi Artikel:

  1.     https://lokadata.id/artikel/infografik-cerita-si-pohon-ki-hujan
  2.     https://id.wikipedia.org/wiki/Trembesi
  3.     https://rimbakita.com/pohon-trembesi/
  4.     https://www.djarumtreesforlife.org/id/ceritapohon/view/serba-serbi-trembesi-
  5.     https://alampriangan.com/manfaat-pohon-trembesi-pemanasan-global/
  6.     https://www.djarumtreesforlife.org/id/ceritapohon/view/cara-menanam-pohon-trembesi

Referensi Gambar:

  1.     https://unsplash.com/photos/tGTVxeOr_Rs
  2.     https://m.tribunnews.com/travel/2019/10/14/pohon-trembesi-raksasa-di-lasem-jadi-spot-andalan-wisatawan-apa-istimewanya
  3.     https://www.mebelkayukita.com/2018/09/kayu-trembesi-untuk-mebel-jepara.html

Sosial Media:

https://www.instagram.com/rf_04/

LindungiHutan.com merupakan Platfrom Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks