Mengenal Rantai Makanan di Hutan Indonesia

Mengenal Ekosistem dan Rantai Makanan di Hutan

© RimbaKita.com
© RimbaKita.com

Sebelum memahami rantai makanan, kita perlu mengetahui salah satu ekosistem alam kita yaitu hutan. Hutan merupakan salah satu ekosistem alami yang terdapat di planet kita, bumi. Indonesia sendiri termasuk dalam negara penghasil oksigen terbesar di dunia dengan wilayah hutan seluas 94,1 juta hektar atau mencakup 50,1% dari total wilayah daratannya. Sebagian besar hutan yang terdapat di Indonesia merupakan hutan hujan tropis yang identik dengan curah hujan serta memiliki tingkat kelembapan yang tinggi. Selain itu, hutan hujan tropis juga terkenal kaya akan keanekaragaman flora dan faunanya.

Ads

Dalam suatu ekosistem pasti terdapat rantai makanan yang saling menghubungkan organisme di dalamnya. Rantai makanan adalah serangkaian perpindahan materi dan energi dari makhluk hidup satu ke yang lain dalam kegiatan makan dan dimakan. Rantai ini ibarat sistem yang mengatur hirarki, interaksi, serta simbiosis yang terjadi dalam suatu ekosistem. Selain itu, adanya rantai ini juga berfungsi sebagai kontrol jumlah populasi dari spesies-spesies terkait agar tidak terjadi kepunahan dan/atau ledakan populasi. 

Dalam suatu rantai makanan terdapat tingkatan trofik yang membedakan organisme berdasarkan jenis makanannya. Perbandingan biomassa atau berat keseluruhan organisme dari tiap tingkatan trofik biasanya digambarkan dalam suatu piramida makanan yang bertingkat. Berdasarkan perbandingan biomassa setiap trofiknya, rantai makan pada ekosistem hutan termasuk dalam piramida tegak, dimana produsen memiliki jumlah massa yang paling besar, dan semakin tinggi tingkat konsumen, semakin mengecil pula jumlah massanya. 

© Toppr.com
© Toppr.com

Tingkatan Trofik Rantai Makanan di Hutan

  • Produsen

Pada tingkatan trofik piramida makanan di hutan, produsen biasanya berada di tingkatan paling bawah. Hal ini menunjukkan bahwa berat keseluruhan organisme produsen di hutan memiliki jumlah yang paling besar dibanding keseluruhan tingkatan trofik, mengingat ekosistem hutan memang didominasi oleh tumbuh-tumbuhan hijau. Trofik produsen ini terdiri dari organisme autotrof (tumbuhan hijau) yang dapat melakukan fotosintesis, yaitu mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik sebagai sumber makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Dengan begitu, organisme autotrof bertanggung jawab menyediakan sumber makanan bagi organisme heterotrof yang berada pada tingkat trofik di atasnya.

  • Konsumen Primer

Pada dasarnya, semua konsumen pada rantai makan merupakan organisme heterotrof yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Trofik konsumen tingkat pertama atau primer terdiri atas hewan-hewan herbivora atau pemakan tumbuhan. Konsumen primer ini secara langsung bergantung hidup pada produsen atau organisme autotrof seperti tumbuh-tumbuhan. Konsumen primer ini nantinya akan menjadi sumber makanan bagi tingkatan trofik selanjutnya. Contoh dari konsumen primer yang dapat dijumpai di hutan, antara lain rusa, gajah, dan beberapa jenis serangga.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Konsumen Sekunder

Trofik yang selanjutnya terdiri dari hewan-hewan omnivora dan karnivora. Omnivora merupakan hewan pemakan segala, baik tumbuh-tumbuhan ataupun hewan lain (biasanya hewan herbivora). Sedangkan karnivora/predator merupakan hewan yang hanya memangsa daging hewan lainnya. Dalam beberapa contoh rantai makanan, karnivora dapat memangsa hewan herbivora atau hewan karnivora lainnya. Contoh dari omnivora yang dapat kita temui di hutan adalah monyet, musang, dan babi. Sedangkan contoh dari karnivora yang dapat kita temui di hutan adalah macan tutul, harimau, dan serigala.

  • Dekomposer

Pada tingkat trofik yang terakhir terdapat dekomposer atau pengurai. Tingkatan ini didominasi oleh organisme sejenis bakteri atau jamur yang dapat menguraikan sisa-sisa kotoran dan tubuh organisme lain yang telah mati. Peran dekomposer atau pengurai ini sangat penting di dalam rantai makanan. Dekomposer akan mengubah zat-zat organik dari sisa-sisa kotoran dan tubuh organisme lain yang telah mati menjadi zat anorganik agar nantinya dapat kembali membaur dengan tanah dan dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen (organisme autotrof) sebagai bahan baku proses fotosintesisnya.

 

Contoh Rantai Makanan di Hutan

© Bradsknutson.com
© Bradsknutson.com

Terdapat beberapa jenis atau pola rantai makan yang dapat kita temui di hutan. Pada dasarnya, yang membedakan jenis-jenis rantai ini adalah trofik tingkat pertama dalam piramida makanannya. Yap, ternyata tidak semua rantai makanan didahului organisme autotrof. Berikut adalah beberapa contoh jenis yang dapat kamu temui di hutan.

  • Rantai Makanan Autotrof

Rantai makanan autotrof, atau yang kerap disebut dengan rantai makanan perumput, adalah rantai makanan dengan organisme autotrof berperan sebagai produsen. Rantai jenis ini adalah yang paling umum ditemui pada ekosistem hutan maupun ekosistem darat lainnya. Contoh dari rantai jenis ini adalah rumput ‒ kelinci ‒ musang ‒ serigala ‒ dekomposer.

  • Rantai Makanan Detritus

Pada rantai makanan ini sebenarnya tidak terdapat peran produsen karena rantai makanan diawali oleh organisme detritivor sebagai konsumen primer. Detritivor bukanlah organisme autotrof yang dapat membuat makanannya sendiri. Detritivor merupakan organisme heterotrof pemakan bangkai atau sisa-sisa makhluk hidup. Sedangkan detritus adalah sebutan untuk bangkai atau sisa-sisa makhluk hidup yang diuraikan oleh detritivor. Organisme detritivor, antara lain cacing, kutu daun, dan rayap. Contoh dari rantai ini adalah bangkai ‒ cacing ‒ burung ‒ dekomposer.

  • Rantai Makanan Saprofit

Seperti rantai makanan detritus, rantai makanan saprofit juga diawali oleh sisa-sisa makhluk hidup seperti daun-daun kering, bangkai, sisa ranting. Namun yang membedakan detritus dengan saprofit adalah adanya penguraian bahan organik menjadi bahan anorganik dengan peranan organisme saprofit seperti jamur dan bakteri, sebelum kemudian bahan anorganik ini dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Contoh dari rantai saprofit adalah bangkai ‒ bakteri ‒ rumput ‒ rusa ‒ harimau.

 

Penulis : Latifa Ariani

 

Referensi Literatur

Bitar. (2020, November 27). Piramida Makanan. Retrieved December 23, 2020, from https://www.gurupendidikan.co.id/piramida-makanan/

Food chain. (n.d.). Retrieved December 22, 2020, from https://www.britannica.com/science/food-chain

Ppid. (n.d.). Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2019. Retrieved December 22, 2020, from http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/2435

 

Referensi Gambar

https://images.app.goo.gl/PbX2mJ6sVcpFFv3t6

https://images.app.goo.gl/cYnmBfzqZwDmz1gG9

https://images.app.goo.gl/hBLnHtnZZ9NBHPBo6

 

LindungiHutan.com adalah Platform Crowdfounding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak.

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks