Tanaman Akar Wangi, Rumput dengan Manfaat Berlimpah

Akar Wangi © vetiverspain.com
Akar Wangi © vetiverspain.com

Sebelum membahas manfaat tanaman akar wangi, ayo kupas tuntas apa itu tanaman akar wangi?. Akar wangi (vetiver) merupakan tumbuhan dari famili Poaceae, sejenis rumput-rumputan besar yang termasuk tanaman asli Asia tropis dan endemik India. Tanaman ini memiliki karakteristik sebagai tumbuhan hidrofit (hidup di air), tetapi dapat tumbuh subur dalam kondisi dataran tinggi yang bukan lahan basah.

Ads

Akar wangi tumbuh dengan baik di iklim tropis maupun semi tropis, dan di daerah yang memiliki tipe iklim di mana ada musim panas yang terik, dan musim dingin sedang. Tumbuhan ini toleran untuk tumbuh pada ketinggian 500-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Akar wangi dapat tumbuh subur pada suhu rata-rata 17-27 derajat celcius dengan curah hujan rata-rata 500-2.500 milimeter per tahun. Walaupun begitu, akar wangi juga dapat tumbuh pada lahan kering dan tercemar.

Tanaman dengan nama ilmiah Chrysopogon zizanioides ini sangat mirip dengan rumput liar, yang membuatnya berbeda adalah kandungan minyak dalam akarnya. Serupa dengan rumput liar, tanaman ini memiliki struktur daun yang kasar, tipis, tegak, berumbai besar, dengan bunga kecil berwarna coklat keunguan disertai paku panjang. Warna tanaman ini ungu kehijauan. Akar wangi dapat tumbuh mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter. 

Serabut akar dari tanaman ini berserat, tumbuh lurus, dan bukan menyamping seperti tumbuhan rumput pada umumnya. Akarnya dapat tumbuh sangat panjang ke bawah tanah dan bisa mencapai kedalaman lebih dari 3 meter dalam waktu 1 tahun tumbuh, hampir mencapai dua kali lebih panjang dibandingkan daunnya. Dengan akarnya yang kuat dan halus terstruktur, tanaman ini dapat memiliki umur abadi. 

Sistem akarnya yang luas membuat tanaman ini populer digunakan untuk penanaman di padang rumput. Tanaman ini kadang-kadang ditanam sebagai pagar dan berguna dalam restorasi lahan kering untuk mengurangi tanah erosi. Pasalnya, akar wangi juga tahan baik pada kondisi kekeringan atau di lahan basah.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Akar wangi dikenal oleh kebanyakan orang karena aromanya yang unik. Aroma akar wangi mirip dengan aroma serai (lemongrass), sedikit herbal dan sitrat, namun tidak terlalu tajam seperti serai. Tanaman serba guna dimanfaatkan untuk berbagai bencana

BACA JUGA: Kampanye Alam: Let’s Keep the Earth Clean and Green

Akar Wangi: Rumput dengan beragam manfaat

Akar Wangi © permatree.org
Akar Wangi © permatree.org

Akar wangi memiliki beragam kegunaan yang telah dimanfaatkan beberapa industri sebagai bahan produknya. Bagian akar tanaman ini mengandung minyak diketahui memiliki lebih dari 150 senyawa kimia. Umumnya, minyak akar wangi digunakan dalam berbagai produk seperti parfum, kosmetik, sabun, dan sebagainya. Senyawa kimia yang ada dalam tanaman akar wangi dapat mengikat wangi sehingga dapat tahan lama.

Pembuatan minyak akar wangi diekstraksi dari akar dengan distilasi uap sehingga dapat menghasilkan minyak atsiri. Meskipun minyak esensial dari akar wangi kurang dikenal, tapi minyak ini diyakini memiliki berbagai khasiat dan manfaat yang luar biasa.

Secara tradisional, akar wangi digunakan untuk membantu penyakit kesehatan seperti masalah sirkulasi dan saraf, nyeri otot, insomnia, arthritis, rematik dan tidak nyeri serta menstruasi yang teratur.

Tanaman ini bersifat sangat antioksidan, yang dapat membantu mengurangi stres dan penyakit kronis di seluruh tubuh. Akar wangi dapat menjadi tonik yang menenangkan bagi masalah saraf dan mengurangi kecemasan hingga gejala stres. Tidak heran, minyak ini menjadi bahan yang menjanjikan untuk aromaterapi.

Di samping manfaatnya bagi kesehatan, akar wangi juga digunakan secara topikal untuk mengusir serangga, membunuh rayap atau nyamuk, dan ampuh untuk mengobati kutu. Secara alami, akar wangi juga dapat digunakan sebagai antiseptik untuk mengobati luka atau menghilangkan bekas luka bahkan jerawat.

Jika ramuan minyak akar wangi ini ditambahkan ke dalam bak mandi, maka akan membantu menstimulasi aliran darah dan mencegah masalah sirkulasi. Di samping itu juga  meredakan nyeri sendi dan bengkak akibat rematik. 

BACA JUGA: Let’s Do Somethinc Good!

Tanaman berharga bagi lingkungan

Tanaman ini dikenal memiliki beragam manfaat bagi pelestarian lingkungan. Pemanfaatan akar wangi untuk berbagai keperluan ekologis, dengan memanfaatkan tanaman kaya manfaat ini untuk konservasi tanah, air, serta perlindungan lingkungan.

Tanaman akar wangi adalah elemen utama dalam sistem berbiaya rendah dan efisien untuk konservasi tanah dan air, stabilisasi infrastruktur, pengendalian polusi, pengolahan air limbah, mitigasi dan rehabilitasi, pengendalian sedimen, pencegahan kerusakan akibat badai, dan banyak lainnya, yang telah digunakan di hampir 100 negara.

Bagian daunnya dapat menyerap karbon, bisa dijadikan pakan ternak, pengusir hama, bahan atap rumah, hingga bahan dasar kertas. Bagian akar dari tanaman ini juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya longsor dan banjir, melindungi infrastruktur, memperbaiki kualitas air, menyerap racun, hingga menyuburkan tanah. 

Akar Wangi © radarkediri.jawapos.com 
Akar Wangi © radarkediri.jawapos.com

Akar tanaman ini mampu menembus lapisan setebal 15 sentimeter yang sangat keras. Di lereng-lereng yang keras dan berbatu, ujung-ujung akarnya mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat. Lebih dari itu, tanaman ini juga tahan terhadap berbagai hama, penyakit, dan api. 

Akar ini bekerja seperti besi kolom yang masuk ke dalam menembus lapisan tekstur tanah. Dengan struktur akar yang masuk jauh ke dalam tanah dapat membuat tanah menjadi kuat, stabil dan tahan terhadap longsor. Kondisi akarnya juga memungkinkan tanaman ini tetap kokoh meski diterpa derasnya arus air. 

Dilansir dari situs resmi pemerintah Indonesia, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan bahwa rumput besar ini juga diketahui dapat digunakan untuk konservasi lahan bekas pertambangan, penangkal erosi lereng, pencegah abrasi pantai, dan stabilisasi tebing melalui teknologi vetiver grass technology (VGT) atau vetiver system (VS).

Dasar dari vetiver system adalah bahwa ketika rumput akar wangi ditanam sebagai pagar tanaman di lereng, ia membangun penghalang yang sangat padat sehingga mampu mencegah erosi. Dengan bentuk batang kaku dan tegak yang mampu tumbuh tinggi, membuat akar wangi tetap sanggup berdiri meskipun di arus air dalam. Jika akar wangi ditanam dengan struktur rapat, rangkaian tanaman pagarnya berguna sebagai penyaring sedimen yang efektif dan penyebar air. 

Selama lebih dari 200 tahun, teknologi vetiver system telah dikembangkan di India sebagai teknologi sederhana yang berbiaya murah. Dengan biaya yang tidak mahal, praktis, dan mudah dipelihara, teknologi ini sangat efektif dalam mengontrol erosi dan sedimentasi tanah, konservasi air, serta stabilisasi dan rehabilitasi lahan. 

Akar wangi dapat menjadi tanaman pemelihara bagi tanah dengan kondisi buruk, dan mengembalikan kesuburannya dengan memperbaiki struktur tanah, khususnya pada kawasan rawan longsor akibat pengikisan angin dan air. Ditambah dengan ketahanan tanaman ini yang mampu hidup di berbagai kondisi. 

BACA JUGA: Soul for Toli-Toli “Restoring Mangrove Forest”

Penulis: Destri Ananda

Dikurasi oleh Inggrit Aulia Wati Hasanah

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk 

Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di daerahmu. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan! 

BACA JUGA: Merawat Bumi Bersama BUMI Bulk Store and Refillery Brand