Mengenal Tanaman Bambu: Setangguh Baja, Sekuat Beton

Sumber: www.visitkorea.or.id
Sumber: www.visitkorea.or.id

Sahabat alam, coba lihat di sekelilingmu? Lingkungan tempat tinggalmu? Jika kamu tidak menemukan sebuah perabotan rumah tangga, furniture di ruang tamu, kerajinan tangan, atau bahkan material bagian rumah tetanggamu yang terbuat dari tanaman bambu, sepertinya akan terasa aneh. Yakin sahabat alam tinggal di Indonesia? Jangan-jangan kamu salah negara.

Ads

Bercanda ya, hehe.

Bambu bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Ia merupakan sesuatu yang menyatu dalam berbagai sendi kehidupan baik di desa maupun kota. Keberadaannya ini bahkan menjadi satu identitas budaya masyarakat. Dan yang tak kalah penting adalah, bambu mempunyai kaitan historis yang sangat erat dengan bangsa Indonesia dimana ia dijadikan sebagai alat perlawanan oleh nenek moyang kita zaman dahulu saat berperang melawan penjajah. Tanaman yang disukai oleh panda ini mudah tumbuh di Indonesia, sehingga aneh rasanya jika kamu tidak menemukan satupun hasil olahan dari bambu. Karena pemanfaatannya sangat beragam, ada yang dijadikan tanaman hias, material furnitur, hingga diolah untuk kerajinan tangan.

Tanaman yang sangat menarik untuk dibahas bukan?

Tertarik untuk mengenalnya lebih jauh? Simak penjelasanya dibawah ini!

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Tanaman Bambu

Bambu, atau Bambuseae adalah tumbuhan dari jenis gramineae atau rerumputan dengan rongga dan ruas pada batangnya. Jenisnya sangat banyak kurang lebih 1.000 spesies dalam 80 genera, dimana sekitar 200 spesies dari 20 genera ditemukan di Asia Tenggara. Bahkan, 60 jenis diantaranya lazim dijumpai di semua daerah di Indonesia. Tanaman bambu Indonesia ditemukan di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 300 m dpl. Pada umumnya ditemukan ditempat-tempat terbuka dan daerahnya bebas dari genangan air.

Sumber: Dekoruma.com
Sumber: Dekoruma.com

Secara umum terdapat dua bentuk bambu yang ada: bambu rerumputan dari suku Olyreae dan jenis berkayu dari suku Arundinarieae dan Bambuseae. Hal unik dari Bambu, yaitu memiliki sistem perakaran rhizoma-dependen yang unik yang membuatnya dapat bertumbuh pesat sepanjang 60 cm bahkan 1 meter dalam 24 jam. Karena itulah tumbuhan ini termasuk yang paling cepat berkembang biak. Unik, bukan?

Selain di Indonesia, di mana saja kita bisa menemukan si Giant Grass (rumput raksasa) ini? Beruntungnya, spesies ini bisa ditemukan di berbagai iklim, dari iklim dingin pegunungan hingga daerah tropis panas. Mereka menyebar di sepanjang Asia Timur sampai ke sebelah utara Australia dan di Bagian Barat India hingga Himalaya. Mereka juga terdapat di sub sahara Afrika dan Amerika, dari pertengahan Atlantik Amerika Utara hingga ke selatan ke Argentina dan Cile. 

Karakteristik Tanaman Bambu

Sekilas, tanpa kita berpikir pun kita sudah bisa mengenali tanaman bambu. Dengan berbagai ciri khas yang melekat padanya membuat kita familiar dengannya. Bambu dapat dikenali dengan mudah, terutama dari batangnya yang bulat dan pertumbuhannya yang menjulang tinggi. lalu batangnya yang berbentuk silinder dengan rongga kosong di dalamnya. Fakta unik yang perlu kamu ketahui, batang bambu ini sangat lentur namun tidak mudah patah. Pada batangnya ditumbuhi dedaunan yang muncul pada setiap ruasnya. bentuk daunya meruncing pada bagian ujung. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau, bagian bawahnya hijau gelap dengan bulu-bulu kasat. Saat menua, daun bambu akan mengering dan kemudian berguguran di tanah.

Sumber: www.mooimom.id
Sumber: www.mooimom.id

Kolom bambu terdiri atas sekitar 50% parenkim, 40% serat dan 10% sel penghubung (pembuluh dan sieve tubes) (Dransfield dan Widjaja:1995). Parenkim (jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur dan fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan proses biologis) dan sel penghubung tersebut lebih banyak ditemukan pada bagian dalam  dari kolom, sedangkan serat lebih banyak ditemukan pada bagian luarnya. Selain itu, susunan serat pada ruas penghubung antar tiap buku mempunyai kecenderungan bertambah besar dari bawah ke atas sementara parenkimnya akan berkurang.

Tanaman bambu mempunyai sistem perakaran serabut dengan akar rimpang yang sangat kuat. Dengan karakteristik perakaran bambu yang seperti itu memungkinkannya untuk bisa menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat tanah dan air, sehingga dapat digunakan sebagai tanaman konservasi. 

Manfaat 

Dengan karakter khas seperti itu, tentu bambu banyak mendatangkan manfaat bagi manusia dan lingkungan sekitar. Bahkan, bambu juga dijuluki pohon seribu manfaat, seperti pohon kelapa. Lalu, apa saja manfaat dari bambu?

       A. Bahan Baku Industri Pengganti Kayu

Sumber: www.Solopos.com
Sumber: www.Solopos.com

Bambu merupakan hasil hutan non kayu yang sangat potensial untuk  kemudian dikembangkan menjadi salah satu sumber bahan baku industri. Tanaman bambu dapat mendukung bahan baku sarana tradisional (bangunan, alat rumah tangga, kerajinan, kesenian dll.) Selain itu, dapat pula mendukung kapasitas dan kualitas hutan alam/hutan tanaman yang selama ini menjadi sumber bahan baku industri perkayuan nasional. Mengingat  langkanya potensi kayu serta waktu rehabilitas yang panjang membuat kayu layak digantikan oleh bambu yang hanya memakan 4-5 tahun pertumbuhan sehingga memenuhi persyaratan yang layak.

Karena besarnya kebutuhan bahan baku yang tidak mampu lagi dipenuhi oleh hutan alam bambu dan bambu rakyat, serta untuk menunjang kebutuhan bahan baku industri bambu, maka diperlukan pengembangan hutan tanaman bambu yang dikelola secara profesional. Dalam pada itu gejala yang dihadapi adalah masalah bibit yang secara tradisional memerlukan waktu yang cukup lama dan berkaitan dengan jenis bambu yang diinginkan. Dalam hal ini jalan pintas yang terbaik sejak dini didirikan Laboratorium Kultur Jaringan Bambu yang dapat memenuhi penyediaan bibit bambu yang memiliki persyaratan yang diperlukan jenis, kualitas, kuantitas dan waktu.

      B. Meningkatkan Ekonomi

Tanaman bambu baik dalam skala kecil maupun besar mempunyai nilai ekonomi yang meyakinkan. Budaya masyarakat Indonesia menggunakan bambu dalam berbagai aktivitas kehidupan membuat bambu dapat dikategorikan sebagai multipurpose Tree species (MPTS) atau jenis pohon yang serbaguna. Umumnya, pemanfaatan bambu tersebut masih secara tradisional masih terbatas sebagai material bangunan dan kebutuhan keluarga lainnya seperti alat rumah tangga, kerajinan dan anyaman, alat kesenian seperti angklung, calung, suling, gambang, bahan makanan seperti rebung dll. 

Sumber: https://traveloskyholiday.com/
Sumber: https://traveloskyholiday.com/

Selain pemanfaatan di atas, bambu juga sangat erat kaitannya dalam kehidupan sosial budaya masyarakat salah satunya adalah pelengkap upacara adat, upacara perkawinan, hajatan keluarga bahkan bahan baku bambu menjadi alat musik khas komunitas tertentu. Lebih dari itu perkembangan sosial budaya masyarakat ditandai dengan perkembangannya aksesori bambu dalam pembuatan perabot rumah tangga dan cindera mata yang bernilai seni tinggi. Di beberapa tempat species bambu tentu menjadi bagian mitos dan kelengkapan ritual masyarakat yang bernilai magis. sehingga demand masyarakat terhadap bambu masih sangat tinggi dan bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan untuk meningkatkan ekonomi. 

      C. Memperbaiki cadangan air 

Selain dapat mencegah erosi, bambu juga dapat berfungsi sebagai pengendali cadangan air. Hal ini karena ia memiliki kemampuan mengkonservasi air. Batangnya bersifat kapiler yakni dapat menghisap dan menampung air. Walau begitu tidak semua jenis bambu cocok ditanam di hulu dan di sempadan sungai. Beberapa jenis yang cocok di dua kawasan tersebut antara lain Bambusa vulgaris (bambu ampel), Bambusa vulgaris var (bambu apel kuning), loleba (neolaba atra) dan sebagainya. 

Environment Bamboo Foundation (EBF) yang merupakan sebuah yayasan yang intensif menangani bambu di Indonesia ingin memperkenalkan bambu sebagai bahan bangunan di masa depan. Sebab dalam 3 tahun, sepertiga rumpun bisa dipanen dan memiliki sifat setengah tanaman keras. Dalam beberapa minggu, tunas baru akan tumbuh tanpa penanaman ulang, dan tidak mengakibatkan tanah longsor atau hilangnya penyerapan karbon. Selain itu EBF mendapat laporan dari banyak negara bahwa debit air meningkat setelah beberapa tahun ditanami bambu dan dalam beberapa kasus muncul mata air baru. Hal ini tidak mengherankan mengingat bambu adalah tanaman C3 atau tanaman yang memiliki kemampuan adaptif pada lingkungan yang memiliki kandungan CO2 atmosfer tinggi, dan efektif dalam konservasi air. Pepohonan rata-rata menyerap 35-40% air hujan; sedangkan bambu bisa menyerap sampai 90%. Itu sebabnya orang di Kolombia mengatakan bahwa mereka menanam air apabila mereka menanam bambu. 

      D. Dapat menghilangkan bau tak sedap 

Ternyata, arang bambu sangatlah berpori dan dapat menyerap sejumlah besar bakteri yang menyebabkan bau.  Bahkan banyak benda-benda di sekitar kita seperti sol sepatu, dodoran, sprei, linen, kaos kaki, kemeja dan arang dari bambu yang dapat bermanfaat sebagai pengganti parfum. 

Sumber: https://id.aliexpress.com/
Sumber: https://id.aliexpress.com/

       E. Bahan dasar produk organik 

Saat ini ada banyak produk organik yang kaya manfaat berbahan dasar tanaman ini, khususnya yang paling terkenal adalah kain. Produk berbahan ini diminati konsumen karena dikenal ramah lingkungan. Kain dari bahan tumbuhan ini dikenal sangat ringan, antibakteri, dan tidak menimbulkan alergi karena memiliki serat halus berbeda dengan wol atau rami. Hal ini membuat produk organik dari tumbuhan ini khususnya kain sangat aman bagi kulit.      

      F. Penyerap karbon terbaik 

Tanaman ini dapat menyerap karbon dioksida  dan melepaskan oksigen 30 persen lebih banyak ke atmosfer dibandingkan pohon-pohon lainnya. Ini membuat tanaman ini sangat baik untuk menyerap gas rumah kaca. Juga baik dalam memproduksi oksigen segar bagi manusia di sekitarnya. Bahkan studi menunjukkan bahwa satu hektar tanaman bambu bisa menyerap lebih dari 12 ton karbondioksida dari udara. 

Jenis-Jenis

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang menjadi surga bagi jenis tanaman yang disebut juga sebagai buluh, awi, aur, dan eru ini. Diperkirakan ada sekitar 159 spesies dari total 1.250 jenis bambu yang terdapat di dunia. Bahkan sekitar 88 jenis bambu yang ada di Indonesia merupakan tanaman endemik, artinya tumbuhan tersebut yang hanya ditemukan hidup di suatu wilayah geografis tertentu dan tidak ada di wilayah lain. Wilayah tertentu yang dimaksud berupa pulau, negara, atau zona ekologi. Bayangkan, ada 88 jenis bambu yang tersebar di seluruh Indonesia. Betapa sangat kayanya negara kita. 

  • Arundinaria japonica Sieb & Zuc ex Stend ditemukan di Jawa.
  • Bambusa arundinacea (Retz.) Wild. (Pring Ori) di Jawa dan Sulawesi.
  • Bambusa atra Lindl. (Loleba) di Maluku.
  • Bambusa balcooa Roxb. Di Jawa.
  • Bambusa blumeana Bl. ex Schul. f. (Bambu Duri) di Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
  • Bambusa glaucescens (Wild) Sieb ex Munro. (Bambu Pagar; Cendani) di Jawa.
  • Bambusa horsfieldii Munro. (Bambu Embong) di Jawa.
  • Bambusa maculata (Bambu Tutul; Pring Tutul) di Bali.
  • Bambusa multiplex (Bambu Cendani; Mrengenani) di Jawa.
  • Bambusa polymorpha Munro. Di Jawa.
  • Bambusa tulda Munro. Di Jawa.
  • Bambusa tuldoides (Haur Hejo) di Jawa
  • Bambusa vulgaris Schard. (Awi Ampel; Haur Kuneng; Haur Hejo; Pring Kuning) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku.
  • Dendrocalamus asper (Bambu Petung) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.
  • Dendrocalamus giganteus Munro. (Bambu Sembilang) di Jawa.
  • Dendrocalamus strictus (Roxb) Ness. (Bambu Batu) di Jawa.
  • Dinochloa scandens (Bambu Cangkoreh; Kadalan) di Jawa.
  • Gigantochloa apus Kurz. (Bambu Apus; Bambu Tali) di Jawa.
  • Gigantochloa atroviolacea (Bambu Hitam; Bambu Wulung; Gombong) di Jawa.
  • Gigantochloa atter (Bambu Legi; Bambu Ater; Buluh; Jawa Benel; Awi Ater; Awi Kekes).
  • Gigantochloa achmadii Widjaja. (buluh Apus) di Sumatera.
  • Gigantochloa hasskarliana (Bambu Lengka Tali) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
  • Gigantochloa kuring (Awi Belang) di Jawa.
  • Gigantochloa levis (Blanco) Merr. (Bambu Suluk) di Kalimantan.
  • Gigantochloa manggong Widjaja. (Bambu Manggong) di Jawa.
  • Gigantochloa nigrocillata Kurz (Bambu Lengka; Bambu Terung; Bambu Bubat) di Jawa.
  • Gigantochloa pruriens (buluh Rengen) di Sumatera.
  • Gigantochloa psedoarundinaceae (Bambu Andong; Gambang Surat; Peri) di Jawa.
  • Gigantochloa ridleyi Holtum. (Tiyang Kaas) di Bali.
  • Gigantochloa robusta Kurz. (Bambu Mayan; Temen Serit) di Sumatera, Jawa, dan Bali.
  • Gigantochloa waryi Gamble (Buluh Dabo) di Sumatera
  • Gigantochloa verticillata (Bambu Hitam)
  • Melocanna bacifera (Roxb) Kurz. Di Jawa.
  • Nastus elegantissimus (Hassk) Holt. (Bambu Eul-eul) di Jawa.
  • Phyllostachys aurea A&Ch. Riviera (Bambu Uncea; Bambu Buluh Kecil) di Jawa.
  • Schizotachyum blunei Ness. (Bambu Wuluh; Bambu Tamiang) di Jawa, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
  • Schizotachyum brachycladum Kuez. (Bambu Buluh Besar; Buluh Nehe; Awi Buluh; Ute Watat; Tomula) di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku.
  • Schizostachyum caudatum Backer ex Heyne (buluh Bungkok) di Sumatera.
  • Schizotachyum lima (Blanco) Merr. (Bambu Toi) di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Irian.
  • Schizotachyum longispiculata Kurz. (Bambu Jalur) di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
  • Schizotachyum zollingeri Stend. (Bambu Jala; Cakeutreuk; Bambu Lampar) di Sumatera dan Jawa.
  • Thryrsostachys siamensis Gamble. (Bambu Jepang) di Jawa.

Persebaran Bambu di Pulau Jawa bisa dibilang tinggi mengingat banyak spesies yang tumbuh di Pulau Jawa. Pulau Sumatera bisa berbangga, setidaknya ada banyak spesies Bambu yang tumbuh di sana, meskipun ada sebagian bambu yang tumbuh pula di Pulau Jawa dan lainnya. Persebaran bambu di Pulau Sulawesi menempati urutan ketiga, beda tipis dengan Kalimantan. Beberapa bambu tersebut tidak terlalu unik karena bisa ditemukan di pulau lain juga. Sedangkan di Pulau kalimantan persebarannya memang tidak sebanyak Jawa, Sumatera dan Sulawesi, tapi setidaknya terdapat lebih dari satu jenis bambu yang tumbuh di pulau Borneo ini. Dan Papua menjadi satu pulau yang yang hanya mempunyai satu spesies  pohon bambu yaitu, Schizotachyum lima (Blanco) Merr atau Bambu Toi.

Penulis : Syahidatul Khofifah

 

Referensi: 

Wening, Tyas. 2020.  Bambu Merupakan Tumbuhan yang Tumbuh Paling Cepat, Ketahui Berbagai Fakta Menarik Bambu, yuk. Diakses 12 oktober 2020 melalui : https://bobo.grid.id/read/082264672/bambu-merupakan-tumbuhan-yang-tumbuh-paling-cepat-ketahui-berbagai-fakta-menarik-bambu-yuk?page=all

https://klikhijau.com/read/perihal-bambu-dan-5-manfaat-utamanya-yang-mencengankan/ pada tangga

 

Kurniawan, Anis. 2020. Perihal Bambu dan 5 Manfaat Utamanya yang Mencengankan!. diakses tanggal 14 Oktober 2020 melalui :  https://klikhijau.com/read/perihal-bambu-dan-5-manfaat-utamanya-yang-mencengankan/ 

 

Widnyana, K. 2012. Bambu dengan Berbagai Manfaatnya. Jurnal Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar. Tersedia dalam https://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/2418

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications    Ok No thanks