Mengenal Tumbuhan Angiospermae

Pengertian Angiospermae

Secara sederhana, angiospermae dapat dikatakan sebagai tumbuhan yang memproduksi bunga. Angiospermae berasal dari dua kata, “angio” berarti tertutup dan “spermae” berarti tumbuhan berbiji. Jadi, angiospermae diidentifikasi sebagai tumbuhan berbunga dan termasuk dalam kelompok tumbuhan berbiji.

Ads
© s_derevianko/Fotolia from Brintannica.com
© s_derevianko/Fotolia from Brintannica.com

Angiospermae termasuk kedalam kelompok tumbuhan terbesar dan paling beragam yang ada di bumi. Terdapat sekitar 453 keluarga angiospermae yang terdiri dari sekitar 300.000 spesies yang diklasifikasikan didalamnya. Selain itu, 80% tumbuhan hijau yang ada di bumi didominasi oleh tumbuhan angiospermae. Angiospermae juga dapat ditemukan di berbagai habitat kecuali wilayah dengan iklim ekstrim seperti puncak gunung, samudra biru terdalam, dan wilayah sekitar kutub.

 

Ciri-ciri 

Angiospermae menjadi tumbuhan yang berperan penting bagi makhluk hidup lainnya, karena tumbuhan ini membantu makhluk hidup lainnya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Untuk mengetahui lebih banyak hal tentang tumbuhan ini, ada beberapa ciri yang perlu kamu ketahui:

  1. Memiliki akar tunggang dan serabut
  2. Merupakan tumbuhan berbiji yang mengalami pembuahan ganda. Pembuahan ganda yaitu proses pembentukan biji pada tumbuhan angiospermae. Pada pembuahan pertama akan menghasilkan zigot, dan pembuahan kedua akan menghasilkan cadangan makanan.
  3. Angiospermae memiliki buah berdaging tebal
  4. Memiliki tulang daun yang bervariasi
  5. Memiliki struktur tubuh lengkap yang terdiri dari akar, batang, daun dan bunga.
  6. Memiliki batang yang berkambium dan tidak berkambium. Kambium berfungsi untuk pertumbuhan sekunder tumbuhan
  7. Struktur bunga pada angiospermae terdiri dari kelopak, benang sari, mahkota dan putik

 

Sistem Reproduksi Angiospermae

  1. Reproduksi Vegetatif
Stek © m.trubus.id
Stek © m.trubus.id

Reproduksi vegetatif merupakan proses perkembangbiakan tumbuhan yang dihasilkan tanpa peleburan gamet jantan dan betina. Perkembangbiakan vegetatif menghasilkan tanaman anakan yang memiliki sifat yang persis dengan tanaman induknya, Hal ini terjadi karena tidak adanya penggabungan materi genetik dari dua individu. Terdapat dua jenis reproduksi vegetatif, yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan. Reproduksi vegetatif alami contohnya adalah umbi-umbian, pisang, kunyit, jahe, bawang, beberapa jenis palem dan tumbuhan lainnya. Sementara vegetatif buatan seperti cangkok, stek, okulasi, mengenten dan merunduk.

     2. Reproduksi Generatif

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
© emer/Fotolia from britannica.com
© emer/Fotolia from britannica.com

Sementara reproduksi generatif merupakan perkembangbiakan yang melibatkan peleburan gamet jantan dan betina.  Bunga merupakan alat reproduksi pada tumbuhan angiospermae. Bunga berfungsi sebagai tempat peleburan antara gamet jantan dan gamet betina untuk menghasilkan biji. Proses reproduksi atau peleburan dua gamet dapat terjadi secara alami dan juga dapat terjadi berkat bantuan makhluk hidup lainnya. Contoh tumbuhan angiospermae yang berkembangbiak secara generatif adalah berbagai bunga seperti mawar, anggrek, melati, dan tumbuhan seperti kelapa, salak dan tumbuhan lainnya.

 

Penyerbukan pada Angiospermae

© liputan6.com
© liputan6.com

Penyerbukan atau polinasi merupakan proses yang begitu penting pada reproduksi tumbuhan.  Pada proses penyerbukan, benang sari atau serbuk sari jatuh atau melekat pada kepala putik. Penyerbukan pada tumbuhan dapat terjadi secara alami atau melalui perantara makhluk hidup lain. Ada dua macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari dan faktor perantaranya.

  1. Berdasarkan Asal Serbuk Sari
  • Autogami : penyerbukan berasal dari serbuk sari berasal dari bunga yang sama
  • Geitonogami : penyerbukan berasal dari serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih satu individu yang sama
  • Alogami : penyerbukan berasal dari serbuk sari individu sejenis namun jenisnya berbeda
  • Hibridisasi : penyerbukan berasal dari serbuk sari dari jenis yang berbeda

      2. Berdasarkan Faktor Perantara

  • Anemogami, penyerbukan dibantu oleh angin
  • Hidrogami, penyerbukan dibantu oleh air
  • Antropogami, penyerbukan dibantu oleh manusia
  • Zoidiogami, penyerbukan dibantu oleh hewan

 

Klasifikasi Angiospermae

  • Kelas Monokotil
Tumbuhan Monokotil © britannica.com
Tumbuhan Monokotil © britannica.com

Monokotil merupakan tumbuhan berkeping satu yang memiliki ciri berakar serabut, tidak berkambium, pertulangan daun sejajar atau melengkung, batang beruas dan tidak becabang, pada umumnya memiliki kelopak bunga berkelipatan tiga atau kelipatannya.  Famili yang termasuk ke dalam kelas monokotil adalah famili liliaceae, amaryllidaceae, poaceae, zingiberaceae, musaceae, orchidaceae, arecaceae dan araceae. Beberapa contoh tumbuhan yang termasuk ke dalam kelas monokotil adalah kelapa, padi, jagung dan talas.

  • Kelas Dikotil
Tumbuhan Dikotil © rumus.co.id
Tumbuhan Dikotil © rumus.co.id

Dikotil merupakan tumbuhan berkeping dua yang memiliki ciri berakar tunggang, batang berkambium dan bercabang, tulang daun menyirip dan menjari, bunga berkelopak empat, lima atau kelipatannya. Beberapa famili yang termasuk ke dalam kelas dikotil adalah famili euphorbiaceae, moraceae, papilionaceae, mimosaceae, malvaceae, labiatae atau lamiaceae, verbenaceae dan famili-famili lainnya. Contoh tumbuhan yang termasuk ke dalam kelas dikotil adalah durian, petai, kapas, putri malu, singkong dan yang lainnya.

 

Manfaat

Sebagai tumbuhan yang memiliki jumlah yang banyak, angiospermae berkontribusi besar dalam menyediakan sumber makanan bagi organisme yang lain. Bagian vegetatif atau non reproduksi seperti batang dan daun pada tumbuhan angiospermae dibutuhkan oleh hewan pemakan tumbuhan. Selain itu tunas juga menjadi tempat bergantung bagi sebagian besar serangga dan hewan invertebrata lainnya. Sementara alat reproduksi angiospermae juga membantu menyediakan makanan bagi banyak makhluk hidup. Bunganya dimanfaatkan oleh serangga terutama lebah dalam penyerbukan, buah dan biji juga menjadi sumber pangan bagi hewan dan juga manusia. Tidak hanya sekedar sebagai penyedia makanan, angiospermae juga menjadi sumber karbohidrat, protein, vitamin dan juga lemak.

 

Selain itu, angiospermae juga bermanfaat sebagai pemenuh kebutuhan manusia. Tidak hanya pangan, tapi juga sandang dan papan. Contohnya sebagai bahan pembuatan  tekstil pakaian, bahan bangunan, serta pemenuhan obat-obatan.

 

Penulis : Fauzan

 

Referensi Literatur

Atap. (n.d.). Tumbuhan Angiospermae: Pengertian, Ciri, Reproduksi, Siklus, Klasifikasi & Contoh. Retrieved December 23, 2020, from https://edutore.com/news/angiospermae/

Biologyonline.com. (n.d.). Angiosperm. Retrieved December 22, 2020, from https://www.biologyonline.com/dictionary/angiosperm#Angiosperms_Definition

Britannica.com. (n.d.). Angiosperm. Retrieved December 22, 2020, from https://www.britannica.com/plant/angiosperm/Pollination

 

Referensi Gambar

https://hot.liputan6.com/read/4088513/mengenal-macam-macam-penyerbukan-dan-contohnya-pada-tumbuhan

https://m.trubus.id/baca/36388/begini-cara-yang-paling-tepat-untuk-memperbanyak-tanaman-dari-stek

https://rumus.co.id/contoh-tumbuhan-dikotil/

https://www.britannica.com/plant/angiosperm

https://www.britannica.com/plant/monocotyledon

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!