Mengenal Tupai, Si Kecil yang Pandai Melompat

Gambar 1. Squirrel
Gambar 1. Squirrel

Halo, Sahabat Alam! Kalian pasti sudah tahu hewan Tupai, kan? Pernahkah kalian melihat binatan menggemaskan ini di sekitar kalian? Hewan ini sering dijumpai di sekitar kita dan familiar bagi banyak orang. Melalui artikel ini, yuk kita mengenal tupai secara lebih dalam!

Ads

Karakteristik Tupai

Tupai merupakan hewan yang masuk ke dalam anggota famili Sciuridae, yang mencakup hewan pengerat berukuran kecil hingga sedang. Hewan ini diketahui berasal dari Amerika, Eurasia, Afrika, dan tersebar hingga banyak ditemukan sampai ke Australia.  Hewan mungil ini merupakan hewan yang terbilang kecil dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari yang paling kecil yaitu tupai kerdil Afrika dengan panjang sekitar 10 hingga 14 cm dan memiliki berat hanya sekitar 12 sampai 25 gram, sampai yang paling besar yaitu tupai terbang raksasa Bhutan dengan panjang sekitar 1,27 m dan beberapa spesies lainnya yang memiliki berat hingga mencapai 8 kg. 

Umumnya, tupai memiliki tubuh yang ramping dengan ekor lebat dan mata yang besar. Hewan ini memiliki bulu yang lembut dan halus, meskipun pada beberapa spesies memiliki bulu yang lebih tebal dari pada jenis lain. Warna bulunya juga bervariasi. Hewan ini mempunyai empat atau lima jari pada setiap kakinya dan memiliki bantalan empuk di bagian bawahnya. Selain itu, hewan ini juga memiliki cakar yang kokoh untuk menggenggam dan memanjat. 

Tupai juga memiliki gigi seperti gigi hewan-hewan pengerat pada umumnya, dengan gigi seri besar yang berfungsi untuk menggerogoti makanan dan gigi pipi yang berfungsi untuk menggiling makanan. Hewan ini juga memiliki ekor yang lebat, yang berfungsi untuk mendinginkan dirinya ketika cuaca panas dan menghangatkan tubuhnya ketika cuaca dingin dengan memompa lebih banyak darah pada ekornya, lalu sebagai penyeimbang ketika hewan mungil ini melompat-lompat di atas pohon, dan juga untuk memberi isyarat kepada tupai lain. Ketika hewan ini sedang duduk tegak, ekornya yang terlipat ke atas dapat mencegah pemangsa yang melihatnya dari belakang untuk memangsanya.

Gambar 2. Tupai
Gambar 2. Tupai

Keunikan 

Tupai memiliki beragam keunikan yang tidak dimiliki oleh hewan-hewan lainnya. Salah satu keunikannya adalah keahliannya dalam melompat. Meskipun memiliki ukuran tubuh yang terbilang kecil apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya, hewan ini mampu melompat dengan sangat baik. Seekor tupai dewasa pada umumnya bisa melompat hingga sejauh 3 meter dalam sekali lompatan. Untuk menunjang keahliannya dalam melompat, hewan ini memiliki lapisan khusus pada kedua bagian tangannya yang bisa melebar ketika tubuhnya sedang melompat, dan apabila diperhatikan dengan seksama lapisan tersebut seakan-akan memperlihatkan bahwa tupai sedang terbang.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Selain itu, hampir sama seperti kancil, tupai juga dapat digolongkan sebagai hewan yang cerdik. Hewan ini dikenal sangat teliti dalam mencari makanan dan tidak akan membiarkan hewan-hewan lain mengambilnya. Jika ada hewan yang ingin mengambil makanan di sekitarnya, hal yang ia lakukan yaitu akan berpura-pura menggali tanah seakan-akan makanannya ada di dalam tanah tersebut. Nyatanya, makanan itu tidak ada pada tanah yang digalinya, tetapi telah disimpan oleh tupai di mulutnya untuk selanjutnya disimpan di tempat lain.

Selain keunikan-keunikan tupai yang telah disebutkan di atas, hewan ini juga memiliki keahlian yang lain. Karena kelebihan hewan ini memiliki mata yang besar, hewan satu ini juga memiliki indera penglihatan yang sangat baik. Kemampuan penglihatannya yang sangat baik ini penting bagi tiap-tiap spesies penghuni pohon karena dapat membantu spesies-spesies tersebut terhindar dari predator yang akan memangsa mereka. Di samping itu, ia juga memiliki indera peraba yang baik, karena memiliki vibrissae pada anggota tubuh serta kepala mereka. Kemampuannya ini dimanfaatkan oleh tupai dalam mencari serta menyimpan makanannya di berbagai tempat. Tak jarang, makanannya yang umumnya berupa biji-bijian dan kacang-kacangan itu dipilah-pilah sesuai jenisnya dan kemudian disimpan dengan rapi. Meski begitu, terkadang hewan ini melupakan dimana tempat menyimpan makanannya, sehingga hal tersebut menjadi cara alami untuk menanam pohon dan ini dapat membuat hutan tetap hijau dan terjaga.

Gambar 3. Tupai Melompat Seakan Terbang
Gambar 3. Tupai Melompat Seakan Terbang

Habitat 

Tupai dapat hidup di hampir setiap habitat, mulai dari hutan hujan tropis sampai gurun semi kering. Hewan ini hanya menghindari daerah kutub yang tinggi dan gurun yang paling kering. Sebagian besar tupai berjenis herbivora, yang suka sekali memakan biji-bijian dan kacang-kacangan. Meski demikian, ada juga beberapa spesies lainnya yang memakan serangga dan vertebrata kecil seperti bayi burung yang masih tinggal di sarangnya pada sebuah pohon. 

Tupai banyak ditemukan di wilayah hutan Eropa dan Amerika Utara. Selain itu, ia juga banyak ditemukan di negara beriklim tropis seperti Indonesia dan dapat hidup dengan baik. Di Indonesia, hewan ini banyak ditemukan di bagian barat pulau Sumatera, lalu pulau Kalimantan, pulau Jawa, dan juga pulau Bali. Di Jakarta misalnya, tupai dapat dengan mudah ditemukan di hutan-hutan kota yang rindang.

Masa Kembang Biak 

Tupai berkembang biak sebanyak satu hingga dua kali dalam satu tahun, dan memiliki masa kehamilan selama tiga sampai enam minggu. Umumnya, tupai betina melahirkan dua hingga delapan anak dalam satu tahun. Bayi tupai umumnya buta dan sangat bergantung kepada induknya. Induk hewan ini biasanya sendirian dalam mengurus dan memelihara anak-anaknya, dan jangka waktunya berkisar antara dua sampai tiga bulan. Setelah masa pengasuhan oleh induknya berlalu, biasanya bayi yang dinyatakan menjadi dewasa secara seksual setelah disapih oleh induknya dan hidup sendiri menjadi tupai yang kuat. 

Gambar 4. Baby Squirrel
Gambar 4. Baby Squirrel

Secara umum, tupai memiliki sifat yang berbeda, tergantung jenis spesiesnya. Hewan ini yang menghuni daerah-daerah tanah memiliki sifat sosial, yang berarti hidup dalam koloni dan berkembang dengan baik. Sementara itu, jenis  yang menghuni wilayah pepohonan lebih suka hidup menyendiri. Meski demikian, baik tupai tanah maupun tupai pohon, mereka umumnya lebih suka beraktivitas di siang hari. Mereka akan mencari makan serta melakukan kegiatan lainnya di siang hari, dan hampir semua jenis hewan ini akan menggunakan malam hari sebagai waktu istirahat mereka. Apabila kalian pergi ke taman-taman dengan pepohonan yang rindang atau sedang berkegiatan di kampus yang wilayah sekitarnya rindang, pasti kalian akan dapat menjumpai hewan ini dengan mudah, loh!

Kondisi Tupai di Masa Kini

Secara umum, Hewan mungil ini merupakan hewan yang masih dapat dengan mudah ditemukan di sekitar kita. Namun, hal itu ternyata tidak berlaku bagi satu jenis spesies. Dilansir dari RimbaKita.com, khusus untuk spesies Tupai Kekes yang mempunyai nama latin Tupaia javanica, spesies tersebut telah masuk ke dalam kategori Least Concern (LC) pada The International Union of Conservation for Nature (IUCN) Red List pada tahun 2016 silam. Hal ini disebabkan karena spesies jenis Tupaia javanica mengalami penurunan jumlah populasi yang cukup signifikan setiap tahun. 

Gambar 5. Tupaia javanica
Gambar 5. Tupaia javanica

Meskipun banyak jenis tupai yang hingga kini tidak masuk ke dalam kategori terancam punah, bukan berarti fakta tersebut menjadi pembenaran untuk mengeksploitasi hutan atau mengotori wilayah-wilayah yang masih rindang untuk kepentingan manusia sendiri. Sebagai manusia yang baik, alangkah bijaknya bila kita tetap berkontribusi dalam melestarikan hutan serta lebih peduli terhadap lingkungan alam di sekitar kita, serta diharapkan bagi kita semua  untuk tidak memburu dan mengeksploitasi dari habitat aslinya. Selain untuk menjaga keselarasan ekosistem dan memberi manfaat bagi manusia, ini juga dilakukan untuk menjaga agar status kelangkaan tupai yang sebagian besar spesiesnya berstatus “tidak terancam punah” ini masih bisa dipertahankan. 

 

Penulis: Dhesta Alfianti 

 

Referensi Literatur

Alina Bradford. “Squirrels: Diet, Habits, and Other Facts”. Diakses melalui artikel https://www.livescience.com/28182-squirrels.html pada 15 Februari 2021.

Guy Musser. “Squirrel”. Diakses melalui https://www.britannica.com/animal/squirrel pada 15 Februari 2021. 

National Geographic. “Squirrels”. Diakses melalui artikel https://www.nationalgeographic.com/animals/mammals/group/squirrels/ pada 15 Februari 2021.

RimbaKita.com. “Tupai- Taksonomi, Morfologi, Perilaku, Habitat, Kelangkaan, dan Reproduksi”. Diakses melalui artikel https://rimbakita.com/tupai/#:~:text=tanah%20menggunakan%20kakinya.-,Habitat%20dan%20Sebaran,semi%20kering%20di%20padang%20pasir pada 15 Februari 2021.

 

Referensi Gambar

Gambar 1. https://www.newscientist.com/lastword/mg24532730-700-nuts-for-apples-squirrels-behaving-oddly/ 

Gambar 2. https://www.pbs.org/wgbh/nova/article/six-snippets-squirrel-science/ 

Gambar 3. https://id.pinterest.com/pin/324611085624204329/ 

Gambar 4. https://www.whatdosquirrelseat.org/baby-squirrel-care/ 

Gambar 5. https://www.greeners.co/flora-fauna/tupai-kekes-hewan-endemik-daerah-tropik/ 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!