Menghayati Peranan Mangrove Tuk Cegah Perubahan Iklim

Peran Mangrove untuk Perubahan Iklim
Peran Mangrove untuk Perubahan Iklim (Sumber : berbagifun.com)

Rumah kami berada di pesisir dekat dengan hutan Mangrove, sore hari jadi waktu yang menarik untuk duduk di dekat jajaran pohon Mangrove. Bangku kayu buatan Bapak tersembunyi ditutupi deretan Mangrove. Tepat dugaanku adikku sedang duduk di sana, tempat itu menjadi markas rahasia kami. Adikku seorang pemikir, jadi untuk menarik perhatiannya perlu kalimat yang merangsang dia berpikir. Semisal, sembari menikmati senja dan mengamati daun mangrove berhembus, ia berpikir bagaimana peranan mangrove untuk cegah perubahan iklim dunia.

Baca Lainnya : Hitung Jejak Karbon Pribadi Tuk Dukung Aksi Perbaikan Iklim

Namun, selain hal itu, tanpa basa-basi bertanya apa yang dipikirkannya, aku sudah tahu apa yang saat itu di pikirannya. “Kamu pasti masih memikirkan ucapan temanmu yang meremehkanmu kan?” pertanyaanku mengagetkannya. Dia tidak menjawabku dengan kalimat, hanya menaikkan bahu sambil menghela napas. “Kamu harusnya seperti pohon Mangrove ini, loh,” pancinganku berhasil menarik perhatian dia. Analogi ini sudah kusiapkan ketika sedang iseng mencari manfaat pohon Mangrove setelah melihat hutan Mangrove dekat rumahku sudah tidak selebat ketika aku masih kecil. Siapa sangka aku malah menemukan hal yang sangat menarik.

Menghayati Peranan Mangrove sebagai Mitigasi Perubahan Iklim

Kebanyakan kita sudah sering mendengar tentang manfaat Mangrove, sebagai penahan abrasi, tempat perkembangbiakan ikan, habitat beberapa jenis hewan, dan banyak manfaat lain yang banyak dibahas. Namun tak banyak yang tahu jika ternyata hutan Mangrove punya peranan penting dalam mengurangi resiko terhadap perubahan iklim.

Di balik manfaat hutan Mangrove yang mungkin terlihat hanya berguna untuk sekitarnya, diam-diam namun pasti hutan Mangrove berdampak besar akan isu yang saat ini sudah banyak dibahas. Hutan hujan lebih banyak dibicarakan punya peranan tersebut namun ternyata hutan Mangrove jauh lebih efektif. Indonesia sendiri memiliki hutan Mangrove terluas di dunia dan disebut dapat menyimpan lima kali karbon lebih banyak per hektar dibandingkan dengan hutan hujan dataran tinggi.

Emisi karbon dihasilkan dari aktivitas yang sebenarnya terjadi di sekitar kita, namun saat membahas emisi karbon yang terbesit adalah aktivitas pabrik besar, pembakaran hutan, dan kegiatan lain yang kita pikir jauh dari lingkungan kita. Padahal banyak aktifitas harian kita yang menyumbangkan emisi karbon, misalnya menggunakan kendaraan, merokok, dan aktivitas lain yang sebenarnya ikut dalam jejak karbon.

Sepiring makanan kita menyumbang jejak karbon yang berasal dari rantai produksi mulai dari pertanian, peternakan, dan distribusinya hingga tersedia di piring kita. Emisi karbon yang semakin meningkat menyebabkan jumlah panas bumi di atmosfer meningkat sehingga terjadilah perubahan iklim. Sehingga cara paling tepat untuk memitigasi perubahan iklim adalah mengurangi emisi karbon secara drastis.

Mitigasi perubahan iklim sudah banyak dilakukan dengan berbagai metode mulai dengan penggunaan barang ramah lingkungan, kegiatan menanam dan gerakan peduli hutan yang banyak mulai dilakukan. Namun selain fokus dengan manfaat hutan hujan dalam mitigasi perubahan iklim, Indonesia dianugerahi dengan hutan Mangrove terluas di dunia sekitar 3,2 juta hektar, merupakan 22,4% dari total Mangrove di dunia. Mangrove mampu menyerap emisi karbon mencapai empat kali dari kemampuan hutan tropis, sehingga seharusnya Indonesia patut bersyukur melihat predikat luasan hutan Mangrove yang dimiliki.

Mangrove, Ia yang Diam-Diam Berperan Besar

Peran Mangrove dalam Emisi Karbon
Peran Mangrove dalam Emisi Karbon (Sumber : mangrovemagz.com)

Mangrove menyimpan karbon dalam bentuk biomassa yang disimpan di bagian atas maupun di bagian bawah. Proses fotosintesis pada tumbuhan menyerap karbon yang nantinya diolah oleh tumbuhan menjadi H2O dan O2. Kebanyakan tumbuhan yang membusuk akan melepaskan kembali karbon ke atmosfer, sementara pelepasan emisi Mangrove lebih sedikit karena pembusukan tanaman aquatic tidak melepaskan karbon ke udara. Hal inilah yang menyebabkan Mangrove menjadi penyerap emisi karbon lebih efektif empat kali dibandingkan hutan tropis sehingga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.

Kekagumanku pada peranan Mangrove yang belum banyak orang tahu aku jelaskan kepada adikku, dengan bahasa yang mudah dimengerti tentunya. Kadang kita memang perlu seperti Mangrove, terlihat hanya bermanfaat bagi sekitarnya. Namun Mangrove berdiri kokoh dihempas ombak, bekerja, dan berdampak besar untuk kehidupan secara global. Analogi ini kusampaikan pada adikku, dan ini membuatnya berpikir dan sebenarnya aku juga. Dari artikel yang kubaca ternyata belum banyak orang yang sadar akan manfaat Mangrove dalam perubahan iklim, sehingga sedih rasanya melihat jumlah hutan Mangrove kita yang semakin berkurang. Hal ini yang harus kupikirkan hal kecil apa yang bisa kulakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, sama seperti Mangrove terlihat diam namun berdampak besar.

Penulis : Yanty Yosephin

Referensi Tulisan

https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/07/160730_majalah_bakau_penyerap_karbon

https://tirto.id/pemanasan-global-dimulai-dari-sepiring-makanan-ciBN

https://www.researchgate.net/publication/331479119_Peran_Ekosistem_Mangrove_Bagi_Mitigasi_Pemanasan_Global/link/5d5419c0299bf16f07384558/download

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications.    Ok No thanks