Hutan di Bali yang tak Kalah Eksotis dan Wajib dikunjungi

Bali adalah sebuah provinsi yang memiliki luas 5.780 km² dengan Elevasi tinggi 3.148 m dan berpopulasi 4.362juta pada tahun 2019. terletak disebelah timur pulau jawa, Bali mempunyai sebaran topografi dataran rendah dan  dataran tinggi dan memiliki keanekaragaman hayati (flora dan fauna). Berbicara soal Bali, kita tidak hanya berbicara soal pantainya yang indah atau budaya yang lestari tetapi juga hutan-hutannya yang tak kalah eksotis.

Ads

 

lalu apa saja hutan-hutan eksotis di bali yang bisa dikunjungi?

 

Hutan di Taman Hutan Raya Ngurah Rai

hutan-hutan di bali- Tahura Ngurah Rai
Wisata Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai © Denpasarkota.go.id, 2020

Berdasarkan letak geografisnya, Taman Hutan Raya Ngurah Rai terletak di bagian Selatan pulau Bali. Tahura Ngurah Rai ini berada pada segitiga emas pusat pariwisata di Bali, yaitu Sanur, Bali, dan Nusa Dua. Jarak Taman Hutan Raya Ngurah Rai dengan Denpasar ialah ± 9 km, dan jarak Taman Hutan Raya Ngurah Rai dengan Bandara Ngurah Rai tidaklah sampai 6 km.

Taman Hutan Raya Ngurah Rai merupakan kawasan bertipe hutan mangrove. Di dalamnya terdapat aneka varietas mangrove, serta biota pesisir. Taman Hutan Raya Ngurah Rai juga memiliki jalur tracking yang terbuat dari kayu, dan berpotensi sebagai tempat yang dapat digunakan untuk bird watching, melihat burung-burung yang tinggal dan mencari makan di kawasan ini.

Hutan Taman Wisata Alam Sangeh

Seekor monyet berpose di dekat pura
Seekor monyet berpose di dekat pura © Sergey Chuprin di Unsplash, 2020

Taman Wisata Alam Sangeh ini juga dikenal dengan nama Objek Wisata Sangeh Monkey Forest dalam perkembangannya, Sangeh menjadi salah satu obyek wisata tertua di Bali. Taman Wisata Alam Sangeh terletak di Kabupaten Badung, Bali. Lokasi ini berjarak ± 25 km dari Kota Denpasar. Status kawasan ini sebelumnya adalah cagar alam dan dengan terbitnya SK Menteri Kehutanan No.87/Kps-II/1993 tanggal 16 Februari 1993 berubah menjadi Taman Wisata Alam dengan total luas 13.969 ha.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Jenis flora yang mendominasi dan khas di Taman Wisata Alam Sangeh adalah tegakan Pala (Dipterocarpus trinervis). Sementara jenis fauna yang mendominasi di TWA Sangeh adalah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dengan populasi ± 600 ekor yang terbagi menjadi 3 kelompok. Satwa liar lainnya yang dapat dijumpai di dalam kawasan maupun di sekitar kawasan, seperti berbagai jenis burung, mamalia, reptil, serangga, dan amfibi.

Di dalam kawasan Taman Wisata Alam Sangeh ini juga terdapat Pura Bukit Sari yang merupakan peninggalan Kerajaan Mengwi abad XVII. Menurut sejarah, Pura Bukit Sari dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, anak angkat Raja Mengwi Cokorda Sakti Blambangan. Taman Wisata Alam Sangeh ini juga memiliki fasilitas seperti jalan setapak, MCK, tempat parkir, pos jaga, pintu gerbang, jasa pelayanan foto, serta pemandu wisata dan tempat penjualan souvenir, makanan dan layanan informasi.

 

Hutan di Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan

Perkemahan di tepi danau
Perkemahan di tepi danau © Icky Barros Leite di Unsplash, 2020

 Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan terletak di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng, Bali. Lokasinya ± 64 km dari Denpasar. Luas Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan adalah 1.847,38 ha.

Ada bermacam-macam jenis flora yang dapat dijumpai di kawasan Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan, yakni berupa pohon, semak, hingga tumbuhan air. Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan juga memiliki potensi jenis tumbuhan berkhasiat obat seperti Alang-alang (Imperata cylindrica), Kapulaga (Amomum compactum), Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet), Pegagan/Tapal Kuda (Centella asiatica), Semanggi Gunung (Hydrocotyle sibthorpioides), dan sebagainya. Taman Wisata Alam Danau Buyan – Danau Tamblingan juga memiliki beragam varietas fauna, seperti burung, reptil, mamalia, serangga, dan biota danau.

Danau Buyan lebih besar dibandingkan dengan Danau Tamblingan. Jarak kedua danau itu tidak sampai 10 km dengan waktu tempuh menggunakan kendaraan bermotor tidak sampai 30 menit. Wisatawan yang berkunjung ke danau ini pun dapat berkemah di tepi danau. 

Sebetulnya, masih ada banyak lagi kawasan hutan-hutan yang terletak di Bali, baik itu hutan yang berfungsi sebagai hutan produksi, maupun yang berfungsi sebagai hutan konservasi. Taman Nasional Bali Barat, Taman Wisata Alam Panelokan, Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang, Cagar Alam Batukahu, dan masih banyak lagi.

Hutan-hutan di Bali dibuka sebagai tempat rekreasi. Para pengunjung diharapkan agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, dan senantiasa mematuhi peraturan yang terdapat pada lokasi hutan. Sebab, selain sebagai kawasan rekreasi, hutan juga merupakan potensi perlindungan bagi ekologi dan keberlangsungan makhluk hidup di bumi.

 

 

Penulis: Elrisa Thiwa Nadella

dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

 

Referensi Tulisan:

[1] www.bukit-sari-sangeh.com

[2] www.ksda-bali.go.id

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!