Menyiasati Peduli Lindungan Melalui Pembangunan Hutan Mangrove

Hutan Mangrove
Hutan Mangrove

Apa Itu Hutan Mangrove?

Tahukah kalian, bahwa wilayah Indonesia 70% didominasi oleh perairan? Oleh karena itu, tak heran jika hutan mangrove banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai Indonesia. Lalu apa itu hutan mangrove? Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang tumbuh diantara garis pasang surut pantai berlumpur dengan dihuni berbagai jenis pohon mangrove. Hutan ini bisa digolongkan sebagai sebuah ekosistem karena di dalam satu kawasan hutan mangrove bisa terdapat berbagai kehidupan lain seperti hewan dan tanaman lain yang hubungannya saling keterkaitan.

Ads

Hutan ini tidak hanya memperindah pesisir pantai, tetapi juga memiliki segudang manfaat yang dapat dirasakan seluruh lapisan makhluk hidup. Memiliki peran penting, setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Mangrove Sedunia (World Mangrove Day). Jadi apa saja manfaat dari hutan mangrove? Berikut penjelasannya :

  • Mencegah terjadinya intrusi air laut

Peristiwa perembesan air laut ke daratan disebut dengan intrusi air laut. Akibat dari peristiwa ini daratan di sekitar pantai menjadi payau dan tidak baik dikonsumsi. Nah disinilah peran hutan ini, yaitu mengendapkan lumpur-lumpur yang terbentuk dari air laut pada akar-akar pohonya.

  • Mencegah terjadinya erosi dan abrasi pantai

Peristiwa erosi dan abrasi saling keterkaitan. Erosi merupakan peristiwa pengikisan permukaan tanah oleh aliran air laut. Sedangkan abrasi adalah pengikisan permukaan tanah yang terkena hempasan ombak laut. Pantai yang memiliki hutan mangrove dapat mencegah dua peristiwa ini. akar mangrove yang kuat dan besar sangat efisien melindungi wilayah pesisir.

  • Berperan menjadi pencegah dan penyaring alami

Luasnya lautan tentu tidak menutup kemungkinan banyak sekali zat ataupun limbah yang ikut terbawa arus air laut. Hutan mangrove yang didominasi pohon bakau dapat menguraikan limbah organic dan zat kimia yang terbawa tersebut. Bakau memiliki akar yang berfungsi mempercepat penguraian dan mengurangi dampak angin laut yang kencang pada musim-musim tertentu.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
  • Dapat menstabilkan daerah pesisir dan pembentukan pulau

Hutan mangrove dapat membantu mengendapkan lumpur dan dalam prosesnya berkaitan erat dengan penghilangan racun serta menambah unsur hara di daerah tersebut. Karena endapan lumpur tadi, hutan ini seringkali dikaitkan dengan pembentukan pulau. Hal ini karena endapan lumpur membentuk perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Perluasan perbatasan daerah pantai memberikan kesempatan bagi spesies-spesies makhluk hidup lain untuk tumbuh dan berkembang. 

  • Sumber makanan dan tempat tinggal berbagai spesies makhluk hidup

Hutan ini banyak menyimpan sumber-sumber makanan yang dapat digunakan oleh makhluk hidup. Akar tongkat yang dimiliki pohon bakau menyimpan zat makanan yang dibutuhkan bagi invertebrata.

  • Paru-paru dunia

Hutan mangrove menjadi salah satu penghasil oksigen terbesar di dunia. Hutan mangrove dapat menyerap kurang lebih 110 Kg karbon. Daun di hutan mangrove yang lebat membuat proses fotosintesis yang terjadi juga besar.

Kondisi Hutan Mangrove Di Indonesia 

Tingginya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia menyebabkan terjadinya urbanisasi besar-besaran hingga ke daerah pesisir pantai. Tentu dampak dari urbanisasi di pantai ini adalah pertumbuhan ekonomi yang pesat di daerah pesisir pantai. Hal ini pula yang menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan mangrove di Indonesia.

Kegiatan ekonomi yang berlangsung di sekitar hutan ini menyebabkan perairan disekitar hutan tercemar oleh limbah hasil kegiatan perekonomian. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan pembuangan limbah yang baik dan benar agar tidak merusak ekosistem mangrove. Pemanfaatan sumber daya ekosistem mangrove harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat tanpa merugikan ekosistem itu sendiri. 

Pembangunan perekonomian harus memperhatikan konsep pembangunan berkelanjutan agar Indonesia tidak kehilangan hutan mangrovenya. Pengelolaan hutan ini pun dimuat dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan maksud pengambilan langkah lanjut dalam upaya pengelolaan ekosistem mangrove demi menjamin segala kelestarian habitat yang ada di ekosistemnya.

Meski begitu, terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan karena :

  1. Adanya perbedaan signifikan mengenai pemahaman tentang nilai dan fungsi ekosistem mangrove serta pentingnya rehabilitasi hutan mangrove,
  2. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan mangrove masih sangat minim,
  3. Mahalnya biaya bibit dan pendanaan untuk aksi penanaman serta sulitnya mencari sponsor menjadi salah satu indikator kerusakan hutan mangrove. Hal ini diperkuat dengan masyarakat pesisir pantai yang memiliki perekonomian di bawah rata-rata,
  4. Proyek-proyek alam seperti tempat rekreasi yang ada di hutan mangrove belum memenuhi standar ramah lingkungan.
  5. Alih fungsi lahan karena aktivitas ekonomi yang tinggi di sekitar pesisir pantai.

Strategi Perlindungan Hutan Mangrove Di Tengah Pembangunan Ekonomi Pantai

Dengan adanya beberapa kendala yang telah disebutkan, pemerintah dan berbagai relawan sosial peduli lingkungan bersama-sama membentuk strategi baru dalam mengatasi permasalahan yang ada. Diharapkan masyarakat juga dapat berpartisipasi dan peduli dengan apa yang terjadi pada alam. Adapun langkah-langkah strategis yang diambil untuk perlindungan hutan mangrove di tengah pembangunan ekonomi pantai yaitu :

  1. Memanfaatkan mangrove untuk sesuatu yang bernilai dengan beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebelum di oleh menjadi sesuatu. Perawatan dan efek jangka panjang harus benar-benar dipikirkan sebelum mengkonversi mangrove menjadi sesuatu yang bernilai. Hal ini karena sebagian besar masyarakat beranggap mangrove tidak bernilai dan ingin menggantikan hutan mangrove dengan sesuatu yang lebih laku dipasaran seperti sawit,
  2. Kawasan yang menjadi konservasi hutan mangrove sudah sangat banyak. Akan tetapi sebagian besar tidak terawat dan ditelantarkan begitu saja. Oleh karena itu, memperketat peraturan untuk kawasan konservasi mangrove agar fungsi perlindungan dari konservasi benar-benar terealisasikan untuk hutan mangrove,
  3. Memperluas keterlibatan masyarakat sekitar menjadi strategi selanjutnya. Banyak program dan proyek alam yang terkadang bergerak sendiri tanpa melibatkan masyarakat sekitar. Pembuatan proyek alam terkadang tanpa sosialisasi pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara merawat dan mempergunakan proyek itu sebaik mungkin agar hasilnya maksimal,
  4. Merehabilitasi lahan tambak yang telah menganggur karena 60% hutan mangrove hilang karena dikonversi menjadi lahan tambak,
  5. Meriset kembali lahan-lahan yang cocok dijadikan lahan penanaman hutan mangrove. Sebagian besar rehabilitasi hutan mangrove gagal karena ditanam di lahan yang tidak sesuai. Ini dipengaruhi oleh kurangnya ketersediaan lahan untuk menanam. Untuk itu, penting melakukan kajian terhadap lahan yang akan ditanam,
  6. Pengelolaan lahan tambak yang baik supaya memperkecil kemungkinan masyarakat membangun lahan tambak di daerah lain yang tentunya akan terjadi pemborosan lahan. Antara lahan dan tambak memiliki hubungan keterkaitan yang erat. Hutan mangrove yang dikelola dengan baik di sekitar lahan tambak dapat memberikan simbiosis mutualisme karena suplai hara yang masuk ke tambak bisa terpenuhi.

Demikianlah pembangunan hutan mangrove yang bisa dijadikan referensi untuk kelestarian alam. Pembangunan hutan mangrove yang baik akan sejalan dengan poin-poin SDG’s mengenai pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, pembangunan hutan mangrove harus benar-benar dilaksanakan dengan baik.

 

Penulis : Elsha Aureal Shopia

 

Referensi literatur :

Earth Hour Indonesia. 2015. 5 Manfaat Hutan Mangrove untuk Manusia. Tersedia Dalam: https://earthhour.wwf.id/5-manfaat-hutan-mangrove-untuk-manusia/ Diakses Pada 15 Januari 2021

MANGROVEMAGZ. Pengelolaan Hutan Mangrove Berkelanjutan dan Terpadu Berbasis Masyarakat. Tersedia Dalam: https://mangrovemagz.com/2018/01/31/pengelolaan-hutan-mangrove-berkelanjutan-dan-terpadu-berbasis-masyarakat/ Diakses Pada 15 Januari 2021

Referensi Gambar :

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fdlh.bulelengkab.go.id%2Fartikel%2Fpentingnya-hutan-mangrove-bagi-lingkungan-hidup-37&psig=AOvVaw1hHnPCBqv0iSiLa4LphIb7&ust=1610828991339000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCIjbpubjnu4CFQAAAAAdAAAAABAD 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk 

Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!