Wanaswara

Milenial Dan Mangrove: Dua Elemen Penting dalam Mencegah Perubahan Iklim

Milenial Dan Mangrove: Dua Elemen Penting dalam Mencegah Perubahan Iklim

 

Sumber : Lindungi Hutan

Halo Sobat Alam! Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa saat ini suhu bumi semakin panas? Atau apakah kalian sudah menyadari mengapa cuaca semakin lama semakin tidak menentu? Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada bumi yang kita cintai ini? 

Ads

Pernakah kalian mendengar isu mengenai perubahan iklim (climate change)? Ya, semua pertanyaan tersebut merupakan sebagian kecil dampak dari akibat perubahan iklim di bumi. Perubahan iklim adalah perubahan signifikan kepada iklim, suhu udara, dan curah hujan mulai dari dasawarsa sampai jutaan tahun. Penyebab terjadinya perubahan iklim adalah karena konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca, rusaknya ekosistem laut, populasi manusia yang semakin bertambah, dan penggundulan hutan termasuk di dalamnya hutan mangrove. Laporan dari IPCC (Inter-governmental Panel on Climate Change) mengatakan kenaikan rata-rata suhu sebesar 1,5 derajat celsius akan mengakibatkan perubahan iklim yang cukup parah sehingga dapat meningkatkan risiko kepunahan sebesar 20 – 30 persen terhadap berbagai jenis spesies. Namun perubahan iklim ini dapat dicegah melalui ekosistem hutan mangrove. 

Cara Mangrove Mencegah Perubahan Iklim

Sumber: Pixabay

Sekitar tiga juta hektar hutan mangrove tumbuh di sepanjang garis pantai Indonesia sepanjang 95.000 km. Hal ini mencakup 23 persen dari semua ekosistem hutan mangrove di dunia. Papua, Kalimantan, dan Sumatera adalah pulau di Indonesia yang mempunyai ekosistem hutan mangrove terbanyak. Hutan mangrove yang memiliki kandungan karbon terbanyak berada di wilayah tropis. 

Hutan mangrove ini memiliki kapasitas yang jauh lebih baik yaitu 100 kali lebih cepat untuk menyedot karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya lalu menyimpannya di dalam tanah yang tergenang selama ribuan tahun. 

Kemampuan mangrove yang disertai dengan bantuan vegetasi pesisir lainnya untuk menyimpan karbon dalam jumlah besar ini, disebabkan oleh tanah yang kaya akan organik. Mangrove mempunyai sistem akar yang memungkinkan bahan organik dan anorganik mengendap di permukaan sedimen. Sedimen yang posisinya berada di bawah habitat mangrove ini dicirikan oleh kondisi oksigen yang rendah, sehingga memperlambat laju proses pembusukan dan pada akhirnya akan menghasilkan jumlah karbon jauh lebih besar yang tersimpan di dalam tanah.

Ads

Kondisi Terkini Mengenai Ekosistem Hutan Mangrove di Indonesia

Sumber: Google Image

Pentingnya peran ekosistem hutan mangrove dalam mencegah perubahan iklim sayangnya tidak dibarengi dengan fakta dan kondisi ekosistem hutan mangrove di Indonesia saat ini. Di Indonesia, dalam kurun waktu tiga dekade terakhir, ada lebih dari 50% wilayah hutan mangrove yang hilang. Dan di Jakarta, hanya tersisa sekitar 300 hektar. Hal ini cukup menyedihkan karena Indonesia pernah dikenal sebagai negara dengan lahan mangrove terbesar di dunia dengan luas 3,5 juta hektar. Menurut Center for International Forestry Research (CIFOR), saat ini ekosistem mangrove Indonesia mengalami tekanan dengan ancaman laju degradasi yang tinggi hingga mencapai 52.000 hektar per tahun. Berikut ini adalah sebab-sebab terjadinya kerusakan ekosistem hutan mangrove di Indonesia.

  1. Alih fungsi lahan lahan menjadi industri, pemukiman, dan tambak.
  2. Pencemaran limbah domestik dan limbah berbahaya lainnya. 
  3. Meningkatnya illegal logging dan eksploitasi berlebihan.
  4. Meningkatnya laju abrasi sebesar 1.950 hektar per tahun sepanjang 420 kilometer.

Jika kondisi ini terus dibiarkan oleh semua pihak tanpa ada upaya pemulihan, maka akan menyebabkan tanah basah di sekitar pesisir mengering. Sehingga karbon yang tadinya tersimpan di dalam mangrove akan lepas ke atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Prediksi menunjukkan antara 150 juta hingga satu miliar ton karbon dioksida akan dikeluarkan setiap tahun akibat dari rusaknya hutan mangrove. Dan pada akhirnya akan membuat perubahan iklim yang semakin parah. 

Saatnya Generasi Milenial Melestarikan Ekosistem Hutan Mangrove

Sumber: LindungiHutan

Milenial dan Mangrove untuk Perubahan Iklim, semua elemen berperan penting dalam upaya mencegah perubahan iklim melalui ekosistem hutan mangrove. Termasuk generasi milenial yang kini memiliki pengaruh besar bahkan mereka bisa menjadi influencer bagi semua generasi untuk kehidupan di masa kini maupun di masa depan. Generasi milenial yang menggantungkan kehidupannya pada teknologi, informasi, dan ilmu pengetahuan harus bisa berperan aktif dalam melestarikan ekosistem hutan mangrove melalui cara mereka yang unik dan canggih namun sangat berefek besar. 

Nah, upaya pelestarian hutan mangrove yang dapat dilakukan oleh Sobat Alam sekaligus sebagai generasi milenial adalah dengan cara sebagai berikut.

 

Penulis: Linda Azariani

 

Referensi:

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/

https://nationalgeographic.grid.id/read/131739246/lebih-dari-50-hutan-mangrove-di-indonesia-hilang-apa-penyebabnya

https://archive.recoftc.org/project/grassroots-capacity-building-redd/news-and-features/mangroves-more-carbon-rich-and-important-climate-change

http://mangroveindonesia.org

 

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

 

 

 

Exit mobile version