Nasib Wildlife Rescue Centre Jogja yang Terancam Tutup Karena Pandemi

Banyak orang yang ingin memelihara hewan liar di rumah tetapi tidak peduli dengan konsekuensi yang akan ditanggung oleh hewan-hewan tersebut dalam hidup mereka, seperti kemungkinan mereka tidak dapat kembali ke “rumah” lagi. Banyak orang yang memelihara hewan langka tersebut tidak tahu bahwa hewan tersebut langka dan dilindungi oleh hukum nasional dan internasional. Tindakan ilegal tersebut dapat menambah masalah baru seperti menurunnya populasi hewan tersebut. Wildlife Rescue Centre Jogja dapat menjadi solusi untuk menyelamatkan hewan liar yang menjadi korban, untuk pulang ke habitat aslinya. 

Ads

Apa itu Wildlife Rescue Centre Jogja?

Gambar 1. Kantor Wildlife Rescue Jogja
Gambar 1. Kantor Wildlife Rescue Jogja

Wildlife Rescue Centre Jogja atau yang disingkat WRC Jogja adalah lembaga non-profit yang bergerak di bidang konservasi satwa liar yang terancam punah dan dilindungi. WRC Jogja telah beroperasi sebagai tempat penyelamatan satwa sejak 2003 dengan nama Wild Animal Rescue Centre yang merupakan dari bagian dari Wildlife Rescue Center Network sebagai tempat sementara satwa liar dilindungi yang terlibat dalam operasi penyitaan. Balai ini juga menerima hewan liar yang diserahkan oleh masyarakat atau pemilik pribadi sehingga dapat dikembalikan ke bentuk aslinya dan dikembalikan ke alam liar. Namun pada 2007, Wild Animal Rescue Center runtuh, dananya ditarik dan pusat penyelamatan hancur. Dalam tiga tahun, karena kurangnya dana dan dukungan, Wild Animal Rescue Center harus berjuang dengan operasi hariannya yang mengakibatkan satwa liar yang berada di dalamnya menderita. 

Pada tahun 2010, jaringan tersebut diambil alih oleh YKAY (Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta). Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta adalah organisasi nonpemerintah yang didedikasikan untuk konservasi satwa liar di Indonesia. Yayasan tersebut juga terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagai yayasan hukum di Indonesia, yang juga memiliki izin sebagai organisasi konservasi dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Di bawah manajemen baru, lahirlah nama Wildlife Rescue Center Jogja atau WRC Jogja seperti yang kita kenal sekarang. WRC Jogja terletak di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan luas sekitar 14 Ha. 

WRC Jogja bekerja untuk merehabilitasi satwa liar dan mengembalikannya ke alam liarnya. Namun, beberapa satwa dibesarkan sebagai hewan peliharaan sebelum memasuki WRC dan menjadi sangat terbelakang sehingga tidak lagi dapat dilepaskan. Beberapa hewan juga memiliki cacat fisik yang berarti mereka tidak bisa diliarkan lagi. Selain itu, banyak kasus yang tidak memungkinkan satwa untuk bisa dipulangkan ke habitat liarnya, seperti telah terjadinya deforestasi dan tidak cukupnya dana. Sulit untuk menemukan habitat pelepasliaran yang sesuai di Jawa, di mana spesies yang dilindungi dapat tumbuh subur tanpa mengancam perburuan atau hilangnya habitat.

Sampai saat ini, WRC Jogja telah menangkap lebih dari 1000 hewan dan telah berhasil melepaskan lebih dari 800 hewan. Setiap satwa liar yang direhabilitasi di WRC Jogja memiliki cerita masing-masing, seperti menjadi peliharaan ilegal yang berasal dari pedagang hewan peliharaan eksotis, pemilik pribadi, bisnis komersial tanpa izin seperti restoran atau kebun binatang ilegal, dan kadang-kadang diperjualbelikan di media online. Satwa liar tersebut dibawa ke WRC Jogja oleh polisi hutan, LSM, atau pemilik swasta menyumbangkan mereka sendiri jika mereka tidak dapat lagi merawat hewan tersebut. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Walaupun fasilitas WRC Jogja sudah mulai membaik, tetapi karena banyaknya satwa liar, kapasitas kandang atau staf masih belum cukup. Selain itu, banyak satwa liar yang bukan berasal dari Jawa seperti orangutan dan beruang madu oleh karena itu satwa liar tersebut harus dikembalikan ke pusat rehabilitasi tanah mereka seperti Sumatra dan Kalimantan. WRC Jogja telah bekerjasama dengan pusat rehabilitas lain yang berada di Indonesia, sehingga banyak hewan yang dipindahkan ke pusat rehabilitasi yang siap untuk program rehabilitasi intensif. 

Program Wildlife Rescue Center Jogja

Ada banyak program yang dilakukan oleh WRC Jogja seperti program donasi satwa, program adopsi satwa, program volunteer, dan program pendidikan konservasi. Selain itu, WRC Jogja juga telah menciptakan dan mengembangkan unit bisnis seperti penyewaan hotel, ruang pertemuan, dan outbound. Berikut adalah beberapa program yang dilaksanakan  oleh WRC Jogja:

  1. Program Donasi Satwa

Program donasi satwa adalah program yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan satwa-satwa liar yang berada di WRC Jogja. Setiap bulannya, divisi konservasi membutuhkan kurang lebih sekitar 100 juta,  tetapi itu masih belum termasuk gaji penjaga satwa. Uang donasi yang terkumpul biasanya akan digunakan untuk pengadaan alat kesehatan yang belum dimiliki atau membeli obat-obatan harian, vitamin, dan nutrisi makanan. Donasi juga digunakan untuk membeli kebutuhan pengayaan untuk merangsang perilaku hewannya, seperti memberikan serangga atau buah-buahan. 

Gambar 2.1.1 Buah-buahan untuk Satwa Liar
Gambar 2.1.1 Buah-buahan untuk Satwa Liar
  1. Program Adopsi Satwa

Mengadopsi satwa disini bukanlah membawa pulang satwa liar ke rumah, tetapi maksudnya adalah mensponsori hidup satwa liar melalui program adopsi satwa yang dilakukan selama satu bulan, enam bulan, atau dua belas bulan. Satwa liar yang diadopsi akan mendapat kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik dan layak, seperti mendapat penanganan kesehatan yang baik, mengisi perutnya dengan makanan yang layak, mendapat perawatan psikologis, kandang layak seperti di alam liar, bahkan hingga dapat membuka jalan untuk satwa liar pulang ke rumah aslinya. Program adopsi satwa akan memberi kesempatan bagi donaturnya untuk ikut serta dalam upaya konservasi satwa langka di Indonesia. 

Gambar 2.2.1 Pembuatan Kandang Seperti Alam Liar
Gambar 2.2.1 Pembuatan Kandang Seperti Alam Liar
  1. Program Volunteer

Program volunteer atau sukarelawan adalah program yang mempekerjakan relawan sebagai pemelihara hewan setiap hari. Relawan akan berpartisipasi dalam persiapan makanan dan pemberian makan, pembersihan kandang, dan pengayaan hewan. Setiap minggunya relawan akan terlibat dalam kegiatan mingguan berbasis komunitas lainnya seperti kelas bahasa Inggris untuk pemuda di desa setempat dan juga staf yang bekerja di WRC. Selain itu relawan dapat langsung mendalami budaya Jawa setempat. 

Gambar 2.3.1 Pemberian Makan oleh Relawan
Gambar 2.3.1 Pemberian Makan oleh Relawan
  1. Program Pendidikan Konservasi

Saat mengunjungi WRC Jogja, ada program pendidikan konservasi yang akan membuat kelas untuk mempelajari ekosistem Indonesia yang disesuaikan oleh usia dan minat. Pilihan programnya adalah elementary and junior high school groups, high school and collage groups, dan birdwatching groups. Semua kegiatan dikenai biaya yang berbeda-beda.

Kondisi Terkini Wildlife Rescue Centre Jogja

Dampak dari pandemi virus corona (COVID-19) membuat WRC Jogja kesulitan mencari dana. Jika situasi seperti ini berlanjut, WRC akan terancam ditutup. Sumber pendanaan utama WRC Jogja adalah program volunteer turis luar negeri yang sekarang berhenti total karena adanya pandemi. Pada awal pandemi, WRC Jogja mendapat bantuan dari BKSD Jogja sebagai mitra dari WRC Jogja. 

Hingga saat ini, WRC Jogja merehabilitasi 152 satwa liar dan dibutuhkan biaya operasional kurang lebih 100 juta per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, WRC Jogja melakukan penggalangan dana melalui berbagai cara. Namun, hal tersebut tidak cukup menutupi kebutuhan sehingga yayasan menyiasati dengan pemotongan gaji karyawan sebesar 50% mulai bulan Februari kemarin. Untuk sistem perawatan dan rehabilitasi hewan tidak mengalami penurunan standar. Hanya saja untuk makanan, WRC Jogja bekerjasama dengan supermarket lalu mendapatkan buah dan sayur yang tidak layak jual, lalu disortir kembali sebelum diberikan ke satwa. 

Walau berada di keadaan terancam tutup, di tahun 2020 WRC Jogja bersama dengan BKSD Jogja berhasil melepasliarkan 17 satwa liar kembali ke alam habitatnya. Kegiatan program seperti pendidikan konservasi juga dilaksanakan, tetapi hanya dilakukan via daring.

 

Penulis: Rusda Elpiani

 

Referensi Artikel

Wildlife Rescue Centre Jogja. Diakses pada 9 April 2021. Di 

https://wrcjogja.org/ 

Wawan S, Jauh Hari. 2021. Pusat Rehabilitasi Satwa Liar WRC Yogya Terancam Tutup Gegara Pandemi. Diakses pada 9 April 2021. Di 

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5356745/pusat-rehabilitasi-satwa-liar-wrc-yogya-terancam-tutup-gegara-pandemi/2 

 

Referensi Gambar

Gambar 1.1

https://a23tour.wordpress.com/wrc-jogja/ 

Gambar 2.1.1

https://wrcjogja.org/support/adoption/ 

Gambar 2.2.1

https://wrcjogja.org/support/adoption/ 

Gambar 2.3.1

https://wrcjogja.org/programs/volunteer/ 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

 

Yuk, bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!