Neptune Balls: Solusi Alami untuk Membersihkan Laut dari Sampah Plastik

Gambar 1. Seagrass Balls
Gambar 1. Seagrass Balls © Reefs.com

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat dengan mudah menemukan penggunaan plastik untuk berbagai hal. Penggunaan plastik pertama kali meluas setelah Perang Dunia II berakhir (Geyer, Jambeck, & Law, 2017). Dari tahun 1950-1960, produksi plastik bertumbuh pesat dan mengalahkan produksi bahan buatan manusia lain, kecuali bahan-bahan konstruksi seperti besi dan semen. Pasar terbesar plastik pada saat itu adalah kemasan karena ada pergeseran global dari kemasan daur ulang ke kemasan sekali pakai. Akibat pergeseran ini, jumlah plastik di sampah kota atau Municipal Solid Waste (MSW) yang awalnya kurang dari 1% pada tahun 1960 menjadi lebih dari 10% pada 2005 di negara-negara berpenghasilan menengah dan tinggi. 

Ads

Saat ini, lebih dari delapan belas triliun pon plastik telah diproduksi dan delapan belas miliar pon plastik telah mengalir ke laut setiap tahun (Gibbens, 2018). Menurut Dr. Costas Velis dari Universitas Leeds, diperkirakan 1,3 miliar ton sampah plastik akan mencemari lautan dunia pada 2040 mendatang (Gill, 2020). Hal ini merupakan kabar buruk, mengingat sampah plastik sulit terurai dan dapat mencemari kehidupan serta lingkungan di lautan. Hewan-hewan di laut dapat terjerat oleh plastik atau mengira plastik berukuran kecil sebagai makanan (What is the problem with plastic, 2020). Mereka tidak dapat mencerna plastik sehingga perut mereka akan menjadi penuh dengan sampah plastik dan tidak ada ruang untuk makanan yang sebenarnya. Sayangnya, satu dari tiga penyu dan sekitar 90 persen burung laut di seluruh dunia pernah memakan plastik. Setiap tahun, 100.000 hewan di laut terbunuh akibat sampah plastik.

Sampah plastik juga mencemari dan membunuh terumbu karang serta ekosistem yang ada pada terumbu karang.  Sebuah studi yang didasarkan pada hasil penyelaman selama empat tahun di 159 terumbu karang Samudra Pasifik menunjukkan bahwa terumbu di empat negaraーAustralia, Thailand, Indonesia, dan Myanmarーsangat terkontaminasi oleh sampah plastik (Joyce, 2018). Sampah ini menempel terutama pada karang yang bercabang dan membuat karang tersebut akhirnya sakit bahkan mati. Menurut penulis senior Drew Harvell dari Cornell University, sampah plastik dapat merusak karang dalam dua cara. 

  1. Plastik dapat membuat kulit terumbung karang terkelupas. Kulit karang yang terkelupas akan terinfeksi oleh berbagai mikroorganisme dan bakteri berbahaya yang ada di dalam air laut. 
  2. Plastik dapat menghalangi sinar matahari untuk mencapai terumbu karang. Karang bergantung pada alga yang tumbuh di dalamnya untuk oksigen dan berbagai fungsi lain. Alga ini membutuhkan sinar matahari untuk bertahan hidup, sehingga karang juga membutuhkan sinar matahari untuk bertahan hidup.

Fakta yang memprihatinkan ini telah mendorong banyak orang untuk melakukan berbagai upaya yang dapat membantu mengurangi sampah plastik di laut. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mereka telah menemukan solusi alami yang dapat membantu manusia dalam upaya membersihkan laut dari sampah plastik (Best, 2021). Solusi alami tersebut adalah neptune balls dari salah satu spesies lamun (seagrass) di dunia. 

 

Mengenal Neptune Balls

Gambar 2. Posidonia oceanica
Gambar 2. Posidonia oceanica © Med-O-Med

Neptune balls berasal dari Posidonia oceanica atau Neptune grass, spesies lamun endemik di laut Mediterania. Lamun ini akan membentuk padang rumput besar di bawah air yang menjadi bagian penting dari ekosistem di laut Mediterania. Spesies ini hanya ditemukan di laut Mediterania dan menempati sekitar 3% dari cekungan laut tersebut. Neptune grass tumbuh dengan baik di perairan yang bersih, dan keberadaannya merupakan penanda dari kebersihan suatu perairan (Pergent-Martini, 1998). Keberadaan  Neptune grass pada suatu perairan dapat diketahui melalui daun-daun mereka yang membusuk di tepi pantai. Daun busuk ini telah digunakan oleh masyarakat di negara-negara Mediterania sebagai bahan kompos. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Neptune balls merupakan bola berserat yang berasal dari dedaunan Neptune grass yang terbawa hingga ke garis pantai terdekat. Neptune balls dapat ditemukan di hampir setiap tepi pantai negara-negara Mediterania, dari Spanyol hingga Turki (Aspinall, 2018). Neptune balls memiliki ukuran mulai dari beberapa sentimeter hingga seukuran bola bisbol. Bola-bola tersebut tercipta oleh gelombang laut yang membuat serat dari sisa-sisa daun mati Neptune grass menjadi kusut. Ketika daun kusut tersebut terkumpul di bagian dasar laut yang berpasir dan berbatu, mereka akan menggulung akibat terpaan ombak dan membentuk sebuah bola. Seiring waktu, mereka akan terdampar di tepi pantai. Biasanya, orang-orang tidak akan terlalu memperdulikan keberadaan bola-bola ini. Namun, penelitian terbaru mengatakan bahwa neptune balls dapat menjadi solusi alami untuk membersihkan laut dari sampah plastik. Oleh karena itu, neptune balls sedang memperoleh banyak perhatian saat ini dari kalangan pecinta lingkungan. 

 

Peran Neptune Balls dalam Membersihkan Laut dari Sampah Plastik

Flotsam Seagrass Balls, solusi sampah plastik
Gambar 3. Flotsam Seagrass Balls © Anja

Sebuah penelitian terbaru oleh Profesor Anna Sanchez-Vidal dari Universitas Barcelona di Spanyol mengatakan bahwa padang rumput lamun, terutama Neptune grass, dapat membantu melawan pencemaran lingkungan di laut akibat sampah plastik (Agence France-Presse, 2021). Antara tahun 2018 dan 2019, Sanchez-Vidal bersama timnya menghitung jumlah partikel plastik pada neptune balls yang terdampar di empat pantai di sekitar Mallorca, Spanyol. Pada setengah sampel daun Neptune grass yang terkumpul, ada sisa sampah plastik yang mencapai 600 bit per kilogram. 17 persen dari daun Neptune grass tersebut membentuk neptune balls yang mengandung sisa sampah plastik dalam kepadatan yang lebih tinggi. Neptune balls mengandung hampir 1.500 lembar per kilogram sisa sampah plastik. Sampah plastik ini berasal dari produk rumah tangga sehari-hari termasuk kemasan, tutup botol, dan peralatan makan.

Menurut Sanchez-Vidal, apabila data dari penemuan ini digabungkan dengan data perkiraan produksi Neptune grass di laut Mediterania, maka neptune balls saja dapat menangkap hingga 867 juta keping sampah plastik di laut per tahun. Namun, Sanchez-Vidal masih belum mengetahui proses terkait bagaimana neptune balls dapat menjerat kepingan sampah plastik dan kemana saja bola-bola tersebut berkelana. Mereka perlu melaksanakan penelitian lebih lanjut guna mengetahui proses tersebut. Walau begitu, penelitian ini merupakan penemuan penting yang dapat membantu manusia membersihkan laut dari sampah plastik. 

Saat ini, laut Mediterania perlahan-lahan berubah menjadi sebuah perangkap plastik yang berbahaya bagi kehidupan di laut tersebut. Menurut laporan World Wide Fund for Nature (WWF) pada tahun 2018, laut Mediterania memiliki tingkat pencemaran mikroplastik tertinggi yang dapat menimbulkan ancaman langsung bagi spesies laut dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, keberadaan neptune balls menjadi kabar baik bagi orang-orang yang peduli dengan kondisi laut Mediterania, tetapi kita tetap harus melaksanakan upaya-upaya lain untuk menjaga laut dari pencemaran sampah plastik.

Usaha-usaha yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  2. Mendaur ulang plastik yang kita gunakan dengan benar.
  3. Lebih banyak menggunakan bioplastik dibandingkan plastik sekali pakai.
  4. Membuang limbah plastik pada tempatnya. Saat ini, pemerintah di berbagai negara telah memiliki program untuk mendaur limbah plastik agar tidak mencemari baik daratan maupun lautan di negara mereka. 

 

Penulis: Fiona Evangeline Onggodjojo

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi Literatur

Aspinall, R. (2018). What are Those Weird Balls on Mediterranean Beaches? Reefs.com. 

Retrieved January 21, 2021 from https://reefs.com/2018/05/27/what-are-those-weird-balls-on-mediterranean-beaches/.

Best, S. (2021, January 15). Is seagrass the key to clearing the oceans of plastic? 

‘Neptune balls’ on the ocean floor sieve over 867 million pieces of rubbish from the water every year. Mail Online. Retrieved January 21, 2021, from https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-9151149/Seagrass-Neptune-balls-sieve-MILLIONS-plastic-particles-water.html.

Agence France-Presse. (2021, January 15). Seagrass ‘Neptune balls’ sieve millions of 

plastic particles from water, study finds. The Guardian. Retrieved January 21, 2021 from https://www.theguardian.com/environment/2021/jan/15/seagrass-neptune-balls-sieve-millions-of-plastic-particles-from-water-study-finds.

Gibbens, S. (2018, November 15). What you need to know about plant-based 

plastics. National Geographic. Retrieved January 21, 2021 from https://www.nationalgeographic.com/environment/2018/11/are-bioplastics-made-from-plants-better-for-environment-ocean-plastic/.

Gill, V. (2020, July 24). ‘Mengerikan’, sampah plastik sebanyak 1,3 miliar ton akan 

mencemari lingkungan pada 2040. BBC News Indonesia. Retrieved January 21, 2021 from https://www.bbc.com/indonesia/majalah-53522290.

Geyer, R., Jambeck, J. R., Law, L. (2017). Production, use, and fate of all plastics ever 

made. Science Advances, 3(7), 1–5. doi: 10.1126/sciadv.1700782

Joyce, C. (2018, January 25). Plastic Pollution Is Killing Coral Reefs, 4-Year Study Finds. 

The Two-Way. Retrieved January 21, 2021 from https://www.npr.org/sections/thetwo-way/2018/01/25/580227045/plastic-pollution-is-killing-coral-reefs-4-year-study-finds#:~:text=Millions%20of%20tons%20of%20plastic,in%20the%20ocean%20every%20year.&text=A%20new%20study%20based%20on,the%20coral%2C%20especially%20branching%20coral.

Pergent-Martini, C. (1998). Posidonia oceanica: a biological indicator of past and present 

mercury contamination in the mediterranean sea. Marine Environmental Research, 45 (2), 101–111. doi: 10.1016/S0141-1136(97)00023-8.

What is the problem with plastic? (2020, March 17). BBC UK. Retrieved January 21, 2021 

from https://www.bbc.co.uk/newsround/42810179.

 

 

Lindungihutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya yang dapat merugikan pihak. 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!