Novel Karya Andrea Hirata yang buat kamu Cinta Lingkungan

Ⓒ gramedia.com
Ⓒ gramedia.com

Sebuah karya sastra dibuat oleh pengarang dengan tujuan untuk menawarkan bentuk kehidupan dari sudut pandang idealnya sehingga mengandung penerapan moral baik tingkah laku maupun sikap tokoh sesuai dengan pandangannya. Pada akhirnya diharapkan melalui sikap, tingkah laku maupun jalan ceritanya pembaca mampu mengambil pesan moral yang ingin disampaikan. pesan moral tentunya tidak secara langsung ditulis dalam karya melainkan pembaca dibebaskan untuk menginterpretasikannya secara individu.

Ads

Karya sastra termasuk novel pada umumnya menyinggung hubungan manusia dengan semua permasalahannya. Hubungan tersebut dapat berupa manusia dengan manusia, manusia dengan penciptanya hingga hubungan manusia dengan alam atau lingkungan tempat tinggalnya. Unsur-unsur nilai dalam novel yang berkaitan dengan hubungan manusia dan lingkungannya dapat berupa unsur sosial budaya, pemanfaatan sumber daya alam, nilai kepedulian dan pelestarian lingkungan.

Artikel ini akan berfokus dalam menjelaskan kaitan novel-novel karya Andrea Hirata dalam menggambarkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Manusia sebagai makhluk hidup tidak bisa terlepas dengan aktivitasnya yang memanfaatkan alam. 

Mau tahu kira-kira novel Andrea hirata apa yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungannya? Yuk, simak !

Novel Karya Andrea Hirata

Ⓒ redaksiindonesia.com Novel Andrea hirata
Ⓒ redaksiindonesia.com Kumpulan Novel Andrea Hirata

Salah satu penulis sastra Indonesia dengan pesan moral yang kompleks dalam karyanya adalah Andrea Hirata. Ia biasanya menulis cerita tentang kehidupan dengan problematika pendidikan seperti cita-cita dan masa depan, ekonomi, perjuangan hingga percintaan. 

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Novel Andrea Hirata Mengandung Pesan Untuk Lingkungan

Lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mencakup kehidupan tumbuh-tumbuhan, kondisi udara, air dan tanah, dan juga aktivitas makhluk hidup lainnya (manusia dan hewan) yang berkaitan langsung dengan lingkungan alam sekitarnya. Lingkungan dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap tingkah laku dan masa depan manusia hal itu disinggung lebih jauh dalam novel karya Andrea hirata sebagai berikut:

“Tuhan memberkahi Belitong dengan timah bukan agar kapal yang berlayar ke pulau itu tidak menyimpang ke Laut Cina Selatan… Adakah mereka telah semena-mena pada rezeki Tuhan… Eksploitasi timah besar-besaran secara nonstop diterangi ribuan lampu dengan energi jutaan kilo watt…” (Hirata, 2005: 33-34).

Kutipan tersebut menggambarkan Pulau Belitung sebagai salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia sejak zaman Belanda yang setelah merdeka diambil alih oleh PN Timah sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja besar-besaran di Belitung guna memaksimalkan aktivitas perusahaan. Hal ini mengimplikasikan bahwa telah terjadi eksploitasi skala masif disana.

Selain itu, terdapat pula penggambaran pemanfaatan sumber daya alam yang positif dalam sebuah novel, misalnya dalam kutipan berikut:

“Bendungan itu tak jauh dari rumah mereka. Dulu dipakai Belanda untuk membendung aliran anak-anak Sungai Linggang agar kapal keruk dapat beroperasi” (Hirata, 2010:1).

Kutipan tersebut memberikan penggambaran dari pemanfaatan bendungan menjadi sarana untuk membendung Sungai Linggang oleh Belanda pada jaman dulu. 

Pelestarian Dan Penjagaan Alam

dalam novelnya, Andrea hirata juga menyinggung tentang pelestarian dan penjagaan alam, ia menulis dalam kutipan novelnya sebagai berikut:

“Ajaran kuno turun-temurun di Belitong agar masyarakat tidak semena-mena memperlakukan hutan dan sumber-sumber air. Ajaran itu mengandung tenaga sugestif ketakutan terhadap kualat” (Hirata, 2005: 362).

“Kupandangi pulau kecilku yang porak-poranda karena kerakusan manusia” (Hirata, 2006: 208).

“Tiga milyar untuk air minum yang tercemar phyrite, empat milyar untuk risiko kontaminasi radioaktif, tujuh milyar kompensasi beban psikologis karena kesenjangan sosial, dan dua milyar untuk hancurnya habitat pelanduk,” usul Arai berapi-api (Hirata, 2006: 47).

“… kalau hujan pertama musim hujan turun pas pada 23 Oktober, dan sore, pasti kampungku akan tampak lebih mempesona” (Hirata, 2010: 31).

Kutipan-kutipan novel Andrea Hirata diatas membawakan pesan tersirat bagi manusia untuk menjaga kelestarian alam dan sumber daya yang terkandung didalamnya serta mencintai bumi dengan segala keindahan alaminya.

demikian kutipan-kutipan novel karangan Andrea Hirata, seorang penulis yang begitu mencintai alam. ia secara langsung mengajak kita (sebagai pembaca) untuk merenungkan kembali betapa indah bumi yang kita huni dan selalu menjaganya dari gairah-gairah rakus yang dapat menghancurkannya. Misalnya dalam kutipan novel Sang Pemimpi melakukan tuntutan ganti rugi kepada PN Timah akan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga dalam novel Padang Bulan, kisah yang menggambarkan tentang kepedulian seseorang akan lingkungannya melalui bentuk penantian waktu turunnya hujan yang pertama untuk merasakan indahnya kampung halamannya.

Melalui kutipan-kutipan dan interpretasi dari kalimat dari novel karangan Andrea Hirata, yang berjudul Laskar Pelangi (2005), Sang Pemimpi (2006), dan Padang Bulan (2010) mengajak kita untuk menumbuhkan pola pikir mengerti, memahami, mencintai dan peduli akan lingkungan. terlebih, bumi kita sekarang ini sedang berada dalam kondisi yang berbahaya. Andrea Hirata saja mencoba melakukannya dengan menyiratkannya dalam tulisan karya sastra novelnya. Yuk, kita bersama-sama tanamkan rasa peduli lingkungan dengan cara kita masing-masing!

 

Baca Lainnya : Ecoside,  Kejahatan Lingkungan yang sistematis  dan sangat berbahaya

 

 

 

Penulis: Ivena Christie

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi Literatur

Wicaksono, Andri. 2016. Kearifan pada Lingkungan Hidup dalam Novel-Novel Karya Andrea Hirata (Tinjauan Strukturalisme Genetik). STKIP PGRI Bandar Lampung: Jentera, Volume 5, Nomor 1.

Hirata, Andrea. 2005. Laskar Pelangi. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.

Hirata, Andrea. 2010. Padang Bulan. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.

Hirata, Andrea. 2006. Sang Pemimpi. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka.

Referensi Gambar

[1] https://www.gramedia.com/blog/daftar-pencapaian-internasional-andrea-hirata-laskar-pelangi/#gref

[2] https://redaksiindonesia.com/read/sesumbar-andrea-hirata-berakibat-vatal.html 

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak! 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!