Josvli: Kampanye One to Tree, Upcycling Limbah untuk Bumi

Josvli, Brand Aksesori yang Peduli

Aksesori bukanlah sebuah barang pemanis penampilan semata, ia dapat memberikan aksen yang menarik pada pakaian yang sedang dikenakan. Josvli merupakan salah satu brand aksesori dengan koleksi tas genggam yang unik dan mampu mengaksentuasi penampilan dengan kuat. Selain tas genggam, Josvli juga memiliki spesialisasi terhadap aksesori kulit yang kecil dan fungsional. Pada koleksinya, Josvli melekatkan pola serta bahan yang berbeda untuk memberikan kesan yang khas bagi setiap penggunanya. Desain-desain Josvli yang tidak pasaran juga akan membuat penampilan terasa lebih spesial. Setiap produk Josvli diciptakan di Jakarta oleh tangan artisan yang paham betul pentingnya aksesori. Josvli dengan nilai-nilai yang mereka miliki berusaha untuk menciptakan produk yang konsisten dengan kredibilitas, kualitas, serta merepresentasikan kerajinan Indonesia. Untuk itu, Josvli selalu berinovasi dan menelurkan karya-karya baru yang sayang bila tidak segera dimiliki.

Ads

Tidak hanya berfokus pada karya, Josvli juga selalu berusaha untuk memberikan kontribusi pada komunitas melalui produk-produk yang mereka punya.

Laman website Josvli
Laman website Josvli

Produk-produk Josvli dapat disimak lebih lanjut pada laman website milik mereka melalui pada link ini. Cerita-cerita mengenai perjalanan masing-masing karya juga dapat dilihat melalui akun Instagram Josvli

Ancaman Banjir dan Perlunya Reboisasi

Ada banyak keterlibatan dalam setiap karya yang Josvli miliki, mulai dari manusia, teknologi, hingga keterlibatan alam sebagai penyedia bahan utama dari karya-karya Josvli. Dari sana, Josvli menyadari bahwa produk miliknya perlu memiliki arti lebih dari sekadar aksesori. Josvli juga ingin memberikan kontribusi kepada lingkungan yang telah berbaik hati mengijinkan Josvli untuk terus memproduksi karya. Salah satu kekhawatiran utama Josvli adalah gundulnya hutan-hutan di Indonesia. Ketiadaan pohon pada sebuah area yang luas dapat memberikan ancaman bencana yang besar bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Untuk itu, Josvli berkolaborasi bersama LindungiHutan dalam sebuah kampanye alam dan melakukan penanaman pada lahan-lahan yang membutuhkan. 

Menurut data dari Organisasi Jaringan Pemantau Hutan Independen, Forest Watch Indonesia (FWI) angka deforestasi Indonesia selama tahun 2013 hingga 2017 mencapai jumlah 1,47 juta hektar per tahunnya. Ini merupakan angka yang mengkhawatirkan karena meningkat dari periode 2009 hingga 2013 yang hanya sebesar 1,1 hektar per tahunnya. Meski fakta bahwa hutan Indonesia terus menerus berkurang selalu digaungkan, nampaknya makna dari hilangnya pepohonan tidak lagi banyak dihiraukan. Masyarakat mulai berpikir bahwa itu merupakan sesuatu yang wajar untuk dikorbankan demi pembangunan. Padahal, hilangnya pohon dari hutan dan bukit-bukit akan memberikan dampak yang kurang menyenangkan pula bagi manusia.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Beberapa ancaman yang mengintai bila reboisasi tidak segera dilakukan adalah bencana banjir, longsor, hilangnya biodiversitas, hingga kekeringan karena kualitas air tanah menurun secara drastis. Apabila bencana alam itu telah terjadi, maka kehidupan manusia yang ada di sekitarnya juga akan berubah ke arah yang menyedihkan. Potensi hilangnya mata pencaharian, hilangnya sumber bahan pangan, hingga hilangnya anggota keluarga karena dampak bencana akan terus menghantui masyarakat sekitar. 

Banjir di Desa Sidas © Pontianak Post
Banjir di Desa Sidas © Pontianak Post

Salah satu kawasan yang terancam akan hal-hal tersebut adalah Desa Sidas, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Curah hujan yang tinggi membuat daerah ini harus menanggung dampak banjir selama beberapa hari. Setidaknya ada 40 kepala keluarga yang terjebak banjir setinggi pinggang orang dewasa. Aktivitas perekonomian terhenti dan orang-orang diminta untuk mengungsi. Salah satu penyebabnya adalah bukit yang ada di sekitar wilayah tersebut tidak memiliki vegetasi yang dapat menghalau air hujan yang turun dengan deras. Bukit Puntong Sumiak, tempat para pemuda di sana biasa menikmati keindahan alam, hanya memiliki rumput-rumput liar tanpa pepohonan yang berarti. Kawasan ini sejatinya dirancang untuk dijadikan sebuah tempat wisata oleh warga sekitar, namun kondisinya yang memprihatinkan membuat rencana ini perlu ditunda hingga waktu yang belum bisa dipastikan. 

Kondisi yang terjadi di Desa Sidas tersebut memerlukan solusi dan tindakan secepat mungkin agar permasalahan banjir dapat segera diatasi. Reboisasi menjadi langkah paling memungkinkan untuk membantu masyarakat serta lingkungan yang ada di sana. Melalui reboisasi atau penanaman kembali ini, diharapkan air hujan dapat tertahan oleh akar-akar pohon dan diserap oleh tanah secara berkala sehingga ancaman banjir dapat menurun perlahan-lahan. Selain itu, mengembalikan vegetasi pohon dapat turut juga memperbaiki kualitas udara dan membuat kawasan tersebut terlindung dari terik matahari dan rintik hujan. Ini akan memberikan kesan yang lebih nyaman apabila nantinya akan dijadikan tempat pariwisata.

Baca lainnya: Kucing Bakau, Si Penyelam Ahli yang Populasinya Kian Kritis

One to Tree #withJosvli

One to Tree withJosvli
One to Tree withJosvli

Kampanye One to Tree #withJosvli bertujuan untuk memberikan harapan baru pada Bukit Puntong Sumiak, Desa Sidas, Kabupaten Landak. Josvli bersama LindungiHutan ingin membantu menghijaukan kembali lahan-lahan yang gundul melalui aksi penanaman pohon trembesi. Harapannya, bibit-bibit pohon trembesi ini dapat tumbuh dan membantu pencegahan terjadinya bencana-bencana yang sekarang telah terjadi. Sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dengan alam di lingkungan yang lebih baik.

Pada kampanye ini Josvli tidak hanya ingin berkontribusi pada penanaman saja, tetapi juga turut membantu mengurangi polusi limbah industri. Josvli mengeluarkan sebuah karya baru berupa Upcycled Lanyard yang dicipta dari bahan-bahan sisa produksi karya reguler mereka. Upcycled Lanyard ini memiliki pola yang berbeda-beda disesuaikan dengan bahan yang sedang tersedia sehingga setiap produk adalah karya yang one of a kind. Setiap pembelian Upcycled Lanyard dalam kolaborasi ini, pelanggan Josvli secara otomatis akan berdonasi 2 bibit pohon trembesi di Bukit Puntong Sumiak, Desa Sidas, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Melalui kampanye ini, Josvli tidak hanya memberikan satu kontribusi pada alam melainkan dua kontribusi sekaligus yang diharapkan bisa membantu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi manusia untuk hidup bertahun-tahun kemudian. 

Upcycled Lanyard kolaborasi bersama LindungiHutan © Josvli
Upcycled Lanyard kolaborasi bersama LindungiHutan © Josvli

Hingga hari ini, Josvli telah berhasil mengumpulkan 92 bibit pohon sebagai bentuk kontribusi nyata mereka terhadap lingkungan. Kampanye One to Tree #withJosvli masih akan berlangsung hingga 31 Maret 2021 yang berarti masih akan ada lebih banyak bibit tertanam di masa depan. Ingin turut berkontribusi sembari mengaksentuasi penampilan agar lebih mumpuni? One to Tree #withJosvli dapat diakses melalui tautan berikut ini https://lindungihutan.com/josvli

 

Penulis: Auni Azizah 

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi Literatur

Fitriadi. (2020, Juni 25). 11 Desa di Landak Terdampak Banjir Akibat Tingginya Curah Hujan. suarakalbar. Retrieved February 02, 2021, from https://www.suarakalbar.co.id/2020/06/11-desa-di-landak-terdampak-banjir.html.

MIF. (2020, Juni 24). Banjir Rendam Desa Sidas, 40 KK Terdampak. pontianakpost. Retrieved February 02, 2021, from https://pontianakpost.co.id/banjir-rendam-desa-sidas-40-kk-terdampak/.

Pebrianto, F. (2019, October 13). Forest Watch Indonesia: 1,47 juta Hektare Hutan Hilang Tiap Tahun. tempo.co. Retrieved February 02, 2021, from https://bisnis.tempo.co/read/1259120/forest-watch-indonesia-147-juta-hektare-hutan-hilang-tiap-tahun.

Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. (2017, July 31). Dampak Penebangan Hutan Secara Liar Terhadap Lingkungan. Pusat Krisis Kemenkes RI. Retrieved February 02, 2021, from https://pusatkrisis.kemkes.go.id/dampak-penebangan-hutan-secara-liar-terhadap-lingkungan.

 

Referensi Gambar

https://pontianakpost.co.id/banjir-rendam-desa-sidas-40-kk-terdampak/.

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!