Paus Bungkuk: Karakteristik dan Cara Berkembang Biak

Gambar 1 (Paus Bungkuk Melompat)
Gambar 1 (Paus Bungkuk Melompat)

Karakteristik Paus Bungkuk

Paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan jenis paus lainnya, memiliki sirip pektoral panjang yang tidak biasa dan kepala seperti kenop. Paus bungkuk bisa berenang mundur dan bahkan melompat keluar air dengan mengepakkan sirip depannya. Paus ini merupakan binatang akrobat yang sering melanggar dan menghempaskan air.

Ads

Ciri paus ini panjangnya 12-16 meter, umur hidupnya 70 tahun yang memiliki bentuk badan yang pendek gemuk, punuk yang jelas, dorsal yang berwarna hitam, serta kepala dan rahang bagian bawah ditutupi dengan kenop yang disebut tubercle. Paus bungkus tersebar di seluruh lautan. Rata-rata paus mengarungi samudera sejauh ribuan kilometer. Beberapa populasi global paus jenis ini yaitu di Samudra Pasifik Utara, Samudera Atlantik, dan Samudra Utara.

Berburu Memakai Gelembung

Paus bungkuk termasuk dalam kelompok paus balin/paus tidak bergigi. Balin merupakan wujud menyerupai sisir yang terdapat dalam mulut & tersusun dari keratin, bahan yang juga menyusun rambut serta kuku pada manusia. Mereka memiliki cara berburu unik yang dikenal sebagai suatu cara “jala gelembung” paus akan berenang melingkari posisi mangsanya, lalu membuka sedikit lubang pernafasannya untuk menghasilkan gelembung-gelembung yang menjebak posisi mangsanya di tengah-tengah barikade gelembung. Kemudian sawa ini akan berenang secara mendadak ke arah mangsanya sambil membuka mulut lebar-lebar.

Paus bungkuk menggunakan cara ini secara beramai-ramai dan terkoordinir. Sebagian paus bertugas menghasilkan gelembung, sementara sebagian lainnya bertugas melindungi agar mangsa tidak melarikan diri keluar barikade gelembung. Suatu cara jala gelembung sendiri bukanlah satu-satunya jalan berburu yang dimiliki oleh paus ini. Saat makanan di perairan tempatnya hidup sedang membanjiri, paus bungkuk akan berenang menerjang mangsanya secara membabi buta.

Dalam kasus lain, paus bungkuk akan berenang melingkari mangsanya sambil mengibar-ngibarkan ekornya, sehingga mangsanya ada yang terkena sabetan ekor paus dan kemudian pingsan. Mangsa yang pingsan tersebut dimakan bulat-bulat oleh paus Megaptera novaeangliae. Paus ini makan di perairan kutub pada musim panas waktu setempat dan mengevakuasi ke kawasan dekat khatulistiwa selepas musim panas. Sebuah penjelajahan tahunan yang bisa memakan jarak ribuan kilometer, paus bungkus tidak pernah makan saat sedang melakukan migrasi panjang sehingga sebelum bermigrasi paus bungkuk akan makan sebanyak mungkin sambil menumpuk cadangan lemaknya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Bermigrasi untuk Berkembang Biak

Tujuan utama paus bungkuk melakukan evakuasi ke lingkungan tropis dan subtropis adalah untuk berkembang biak di perairan yang bebas es. Saat rombongan paus bungkuk sudah datang di perairan tujuan, dimulailah pertarungan untuk mendapatkan pasangan kawin. Tidak sedikit aksi saling gertak memakai gelembung dan saling tabrak antar pejantan. Paus jantan juga mengeluarkan suara menyerupai lagu yang durasinya sampai berjam-jam, tetapi para ahli belum yakin mengenai tujuan utama paus jantan “menyanyi”. Jika paus jantan sudah mendapatkan pasangannya, keduanya akan berenang bersama-sama dan melakukan perkawinan.

Betina yang sudah melakukan perkawinan selanjutnya akan memasuki masa kehamilan selama 11 bulan. Seekor betina hanya menghasilkan 1 bayi sekali melahirkan dimana bayi paus yang baru lahir memiliki panjang tubuh 5 meter. Bayi paus tersebut akan menyusu pada induknya hingga usia 5 bulan. Ketika paus betina dan bayinya bermigrasi kembali ke daerah kutub, mereka akan berenang dengan kecepatan lambat sambil dikawal oleh paus-paus bungkuk lainnya. Pada usia 4 tahun adalah kematangan seksual spesies ini.

Di masa lalu, paus bungkuk merupakan hewan yang sangat berharga bagi manusia karena minyaknya dapat diolah menjadi bahan bakar, pelumas, kosmetik, minyak goreng dan mentega. Daging paus bisa dimakan sebagai makanan, tulangnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Total paus bungkuk yang menghuni lautan diperkirakan kurang lebih 10.000 ekor, sekarang paus ini menjadi salah satu objek wisata yang diminati para pecinta fauna laut dan biasanya memaparkan diri beramai-ramai dan melompat keluar air. Paus ini kadang-kadang mati diakibatkan tertabraknya oleh kapal. Akhir ini isu pemanasan global dianggap bakal turut berdampak pada kelestarian paus bngkuk di masa yang akan datang.

 

Penulis: Siti Warhamni

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri

 

Referensi Artikel

Apriyatno Veri. 2016. “Cara Menggambar: Menggambar Paus dengan Pensil”. (Jakarta Selatan: Kawan Pustaka)

Thorner Cordula. 2010. “Lumba-lumba dan Paus”. (Bandung: PT Mizan Pustaka).

Bennet Paul, Taylor Barbara. 2006. “Planet Kehidupan”. (Jakarta: PT Glora Aksara Pratama)

https://www.re.tawon.com/2014/02/paus-bungkuk-raksasa-lautan-yang-ahli.html?m=1 diakses pada 30 Maret 2021.

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platfrom Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situa berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk jadi Pioneer penghijauan didaerah tempat tinggalmu!