Pelajaran dari Gerakan Mogok Iklim Sekolah Terbesar

Gerakan Mogok Iklim
“Gerakan ini harus terjadi, kami tidak punya pilihan” Foto: Jeff J Mitchell / Getty Images

‘Kami berada diantara anak-anak penentang perubahan iklim di setiap sudut dunia, orang dewasa pun seharusnya bergabung bersama kami’ – Gerakan Mogok Iklim Terbesar di Dunia

Gerakan mogok iklim ini dimulai di depan parlemen Swedia, pada 20 Agustus, hari sekolah biasa. Greta Thunberg duduk membawa papan lukisnya dan beberapa selebaran buatan sendiri. Ini merupakan aksi mogok iklim terbesar ini, menentang perubahan iklim pertamanya. Jumat tidak akan ada lagi jam sekolah. Kami dan berbagai golongan yang bersama kami, melakukan hal serupa (mogok sekolah) di Australia, Jerman, Belgia, Swiss, Selandia Baru dan Uganda. Hari ini (15/3) aksi seperti ini akan berlangsung di seluruh dunia.

Gerakan mogok iklim ini harus terlaksana, kami tidak punya pilihan. Kami tahu ada krisis iklim. Bukan hanya karena hutan di Swedia atau di AS terbakar; banjir dan kekeringan di Jerman dan Australia; runtuhnya permukaan pegunungan alpine disebabkan pencairan lapisan es dan imbas perubahan iklim lainnya. Kami tahu, karena semua yang kami baca dan tonton seolah berteriak kepada kami dan ada sesuatu yang sangat salah sedang terjadi.

Baca Lainnya : Adakah Jejak Karbon di Makanan Kalian?

Hari pertama penolakan untuk sekolah kami lakukan sendirian, tetapi sejak saat itu gerakan para pemogok itu telah menyebar ke seluruh dunia. Saat ini para remaja di lebih dari 100 negara akan keluar dari kelas untuk menuntut tindakan atas ancaman terbesar yang pernah dihadapi manusia.

Pemogokan ini berlangsung hari ini – dari Washington DC ke Moskow, Tromsø ke Invercargill, Beirut ke Yerusalem, dan Shanghai ke Mumbai – sebab para politisi telah mengecewakan kami. Kami telah melihat negosiasi selama bertahun-tahun, kesepakatan yang menyedihkan tentang perubahan iklim, perusahaan bahan bakar fosil yang terus diberikan kebebasan untuk mengeruk tanah tinggal kami, mengebor tanah dan membakar masa depan kami untuk keuntungan mereka.

Kami telah melihat pengeboran di laut dalam dan penambangan batubara tetap berlanjut. Para politisi telah mengetahui kebenaran tentang perubahan iklim, tetap saja mereka dengan rela menyerahkan masa depan kita kepada para pebisnis yang menginginkan uang secara cepat, sekalipun mengancam keberadaan kita.

Gerakan mogok iklim ini harus terselenggara, kami tak punya pilihan lain. Laporan khusus Organisasi Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun lalu tentang pemanasan global sudah jelas menyatakan peningkatan suhu sebesar 1.5 derajat Celcius. Supaya terhindar dari bahaya peningkatan panas, tingkat emisi karbon harus segera turun – sehingga pada saat kita berada di pertengahan dan akhir 20-an, kita hidup di dunia yang berubah.

Para siswa yang melakukan pemogokan di berbagai tempat, desa dan kota di seluruh penjuru dunia bersatu atas nama pengetahuan. Kami cuma minta supaya para pemimpin kami melakukan hal yang sama.

Jika mereka yang berkuasa saat ini tidak bertindak, generasi kami yang tersiksa imbas kegagalan mereka. Mereka yang berusia di bawah 20 sekarang akan hidup sampai 2080, dan menghadapi peningkatan panas hingga 4C. Efek dari pemanasan sangat menghancurkan. Sungai akan meluap, badai akan mendatangkan malapetaka pada pemukiman pesisir dan terumbu karang akan lenyap. Lapisan es kutub yang mencair akan menyebabkan permukaan laut meningkat dramatis, membanjiri wilayah pesisir. Banyak tempat di Bumi akan tak layak dihuni.

Para ilmuwan juga menunjukkan kepada kita bahwa membakar bahan bakar fosil adalah “Ancaman paling signifikan di dunia bagi kesehatan anak-anak”. Sembilan dari setiap 10 anak di seluruh dunia menghirup udara berbahaya. Kehidupan kami telah terancam sebelum dilahirkan. Partikel-partikel beracun (toxic) dari asap knalpot terhirup paru-paru ibu hamil dan menumpuk di plasenta. Menimbulkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi rendah dan disfungsi kognitif yang ditimbulkannya berupa bencana kesehatan masyarakat. Polusi dari kendaraan diesel menghambat pertumbuhan paru-paru kita, membuat kita rusak seumur hidup. Udara beracun dari  pembakaran bahan bakar fosil mencekik tidak hanya paru-paru kita, tetapi juga harapan dan impian kita.

Dampak terburuk dari perubahan iklim dirasakan secara tidak proporsional oleh kebanyakan masyarakat rentan. Ini bukan cuma soal mengurangi emisi, tetapi tentang kesetaraan – sistem saat ini mengecewakan kita, pekerjaan hanya bagi sebagian orang kaya. Kemewahan yang begitu sedikit dari kita nikmati di wilayah utara didasarkan pada penderitaan orang-orang selatan.

Kami telah melihat para politisi gagal, memainkan permainan politik alih-alih menghadapi fakta bahwa solusi yang kami butuhkan tidak dapat ditemukan dalam sistem saat ini. Mereka tidak ingin menghadapi fakta – kita perlu mengubah sistem jika kita ingin bertindak untuk mengatasi krisis perubahan iklim.

Gerakan ini harus terlaksana, kami tidak punya pilihan. Mayoritas aktivis lingkungan tidak diizinkan memilih sekarang ini. Coba bayangkan seperti apa rasanya. Meskipun menyaksikan krisis perubahan iklim terjadi, sekalipun mengetahui faktanya, kami tidak diizinkan untuk menentukan siapa yang membuat keputusan tentang perubahan iklim. Lalu tanyakan pada diri Anda sendiri: tidakkah Anda akan ikut mogok juga, jika Anda pikir hal itu dapat membantu melindungi masa depan diri Anda?

Jadi hari ini kami keluar dari sekolah, kami berhenti kuliah, dan kami turun ke jalan untuk mengatakan “cukup sudah”. Sebagian orang dewasa berkata kami tidak boleh mogok sekolah – kami harus “mengenyam pendidikan”. Kami rasa bergerak melawan ancaman yang jelas – dan mencari jalan agar suara kami didengar – mengajarkan kami berbagai pelajaran penting.

Orang dewasa lainnya terus berkata, “Kami berkewajiban kepada anak-anak muda untuk memberi mereka harapan” Tapi kami tidak mau harapan Anda. Kami tidak ingin Anda menjadi harapan. Kami ingin Anda panik dan segera mengambil tindakan nyata. Kami ingin Anda bergabung bersama kami.

Kami mengandalkan orang dewasa untuk membuat keputusan yang tepat, memastikan bahwa ada masa depan untuk generasi berikutnya – tentu saja kami tidak memiliki semua jawaban. Tetapi yang kami tahu yaitu bahwa kita perlu menyimpan bahan bakar fosil di tanah, menghapus subsidi untuk produksi energi kotor, berinvestasi secara serius pada energi terbarukan dan mulai mengajukan pertanyaan sulit, tentang bagaimana kita mengelola perekonomian, serta siapa yang akan menang dan siapa yang ditetapkan kalah.

Kami tidak lagi sendirian. Puluhan ribu ilmuwan dari seluruh dunia telah merilis pernyataan dukungan serangan terhadap gerakan ini. Para ilmuwan telah sangat jelas menyebutkan apa yang perlu kita lakukan untuk mengatasi perubahan iklim. Kami bersatu bersama para ilmuwan. Kami hanya meminta agar para pemimpin kami melakukan hal serupa.

Aksi ini harus terlaksana sekarang. Perubahan ini berarti setiap orang harus mengakui bahwa ini merupakan krisis dan berkomitmen untuk transformasi radikal. Kami sangat percaya bahwa kami bisa melawan dampak perubahan iklim yang paling krusial – dan kami harus bertindak sekarang.

Tidak ada area abu-abu dalam hal bertahan hidup. Tak ada pilihan terbaik. Itulah sebabnya anak-anak muda berpartisipasi di setiap sudut dunia, dan itu sebabnya kami meminta agar orang-orang tua bergabung bersama kami di jalanan juga. Ketika rumah kita terbakar, kita tidak bisa begitu saja menyerahkannya kepada anak-anak untuk memadamkannya – kami membutuhkan orang dewasa untuk bertanggung jawab mematikan percikan api. Jadi untuk sekali ini saja, kami meminta orang dewasa agar mengikuti langkah kami: kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Gerakan ini harus terlaksana. Dan sekarang, Anda sebagai orang dewasa punya pilihan.

• Greta Thunberg adalah pemimpin aksi mogok pemuda di Swedia, Anna Taylor di Inggris, Luisa Neubauer di Jerman, Kyra Gantois, Anuna De Wever dan Adélaïde Charlier di Belgia, dan Holly Gillibrand di Skotlandia

Sumber : The Guardian

 

LindungiHutan merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Dalam rangka mendukung kegiatan penghijauan teman-teman di Indonesia, yuk dukung Kampanye Alam daerahmu dengan berkunjung pada situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam.

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

Enable Notifications.    Ok No thanks