Pemanasan Global: Bencana dan Masa Depan Manusia

Hutan yang dapat Mengurangi Pemanasan Global
Hutan yang dapat Mengurangi Global Warming

LindungiHutan.com, Semarang – Pernahkan Sahabat mendengar tentang pemanasan global? pemanasan global atau Global warming adalah kondisi peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca yang berlebihan. gas rumah kaca terdiri dari 4 macam diantaranya : Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), Hydroperfluorokarbon (HFCs), Nitrous Oksida, Perfluorokarbon (CFCs), Sulfur Heksaflorida (SF6).

Ads

Lalu bagaimana pemanasan global mempengaruhi kehidupan manusia? Yuk simak Penjelasannya!

Proses Pemanasan Global

Selain efek Gas rumah kaca, Penipisan lapisan Ozon juga menjadi penyebab pemanasan global. disebabkan karena lapisannya yang makin tipis, maka makin leluasa memancarkan radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) untuk memasuki bumi. selanjutnya radiasi gelombang pendek ini juga akan berubah menjadi gelombang panas matahari atau inframerah yang menyebabkan meningkatknya konsentrasi gas rumah kaca.

untuk lebih jelasnya, berikut proses pemanasan global :

  • Energi yang masuk ke bumi mengalami serangkaian proses
  • 25 % energi dipantulkan oleh awan atau partikel lain ke atmospher
  • 25 % diadsorpsi oleh awan
  • 45 % diadsorpsi oleh permukaan bumi
  • energi yang diadsorpsi oleh awan dan permukaan bumi tadi (25%+45%= 70%) dipantulkan kembali oleh radiasi inframerah atau gelombang panas matahari.
  • sebagian inframerah atau gelombang panas matahari yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan, gas CO2 dan gas efek rumah kaca untuk dikembalikan kepermukaan bumi.
Gambar 2 : siklus rumah kaca
sumber: (PDIN-BATAN) efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global

 

Planet Bumi telah mengalami perubahan memanas juga mendingin berkali-kali selama 4,65 milyar tahun dalam sejarahnya. tetapi saat ini, Bumi menghadapi pemanasan yang lebih cepat dan tidak normal, para ilmuan beranggapan hal ini disebabkan oleh aktifitas manusia yang telah menghasilkan efek gas rumah kaca yang berlebihan. seperti yang diketahui Indonesia menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia setelah Cina sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). hal itu termasuk Polusi udara yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermotor di kota-kota besar, dan asap polutan pabrik yang menyebabkan Efek Rumah Kaca.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia akan menjadi insolator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi. Bumi memanas akibat dari sinar matahari yang sudah masuk dan tidak bisa keluar karena gas-gas rumah kaca ini membentuk lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari. Hal ini terjadi akibat peningkatan jumlah gas ini melebihi kemampuan tumbuhan dan laut untuk dimana berguna untuk mengadsorpsinya. Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang, sangat memungkinkan terjadinya peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C 10 tahun kedepan. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer.

Hal ini secara otomatis akan mengakibatkan suhu permukaan bumi meningkat.

Dampak Pemanasan Global

Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi telah membuat beberapa perkiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Cuaca

gejala yang begitu jelas dari efek pemanasan global yaitu perubahan iklim yang cukup ekstrim misalnya musim hujan yang lebih panjang dari biasanya begitu juga sebaliknya. pemanasan global juga menyebabkan iklim tanam menjadi lebih panjang di beberapa area kemudian temperature musim dingin dan dimalam hari cenderung meningkat. badai juga akan terjadi lebih sering karena suhu permukaan bumi meningkat. tanah akan menguap dan menjadi kering Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar.
Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola
cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

2. Tinggi Permukaan Laut

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, akibatnya gunung-gunung es di kutub terutama sekitar Greenland akan mencair. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan yang tergabung dalam Lembaga Survei Antartika (BIA) baru-baru ini, lebih dari 1 juta hektar bongkahan es di wilayah bagian barat antartika atau lingkar kutub selatan meleleh atau bahkan pecah. secara garis besar, Tinggi permukaan laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 – 10 inchi) selama periode abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut akan terjadi sebanyak 9 – 88 cm (4 – 35 inchi) diabad ke-21. Perubahan tinggi rata-rata permuka laut ini diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.

kenaikan air laut akan menyebabkan:

  1. perubahan arus laut yang akan merusak hutan mangrove
  2. meningkatnya intensitas dan frekuensi banjir
  3. meluasnya intrusi laut
  4. berkurangnya luas daratan dan hilangnya pulau-pulau kecil

3. Pertanian

tak sedikit orang yang mengatakan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi kenyataannya hal ini tak sepenuhnya benar. di Bagian Selatan Kanada sebagai misalnya, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. tetapi dilain pihak, lahan pertanian tropis semi kering dibeberapa tempat bagian di Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. daerah pertanian di gurun yang biasanya menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam.

Seperti yang diketahui para petani memakai cuaca sebagai patokan penanaman mereka, jika salah memprediksi cuaca para petani kemungkinan akan mengalami gagal panen. walhasil, perubahan iklim yang ekstrim akan membuat mereka sedikit kesulitan untuk memprediksi masa tanam dan juga tingkat keberhasilan pertanian mereka.

4. Hewan dan Tumbuhan

Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. habitat tempat mencari makan mereka juga terancam dan keragaman mereka semakin berkurang. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Akan tetapi, pembangunan yang dilakukan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati sebelum mencapai tujuan. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. Sedangkan tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya.

5. Kesehatan Manusia

Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan lainnya akan semakin meluas hal ini dikarenakan mereka berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin kedaerah yang lebih hangat. Anopheles misalnya adalah jenis nyamuk vektor utama penyakit malaria yang selama ini dianggap hanya mampu berkembang biak pada daerah-daerah tropis saja dengan suhu tidak kurang dari 16 derajat celcius dan pada ketinggian kurang dari 1000 m. akan tetapi, laporan terakhir menunjukkan nyamuk ini juga telah ditemukan di daerah-daerah subtropis dan pada ketinggian yang sebelumnya tidak ditemukan seperti nyamuk anopheles di Afrika Tengah dan Ethiopia. sementara itu, hingga saat ini 45% penduduk dunia tinggal di daerah dimana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit. Persentase ini akan terus meningkat menjadi 60% seiring meningkatnya temperature disuatu tempat. Perubahan temperatur, kelembaban udara, dan curah hujan yang ekstrem mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur sehingga vektor yang tertularkan penyakit pun bertambah. Penyakit-penyakit tropis lainnya yang dapat menyebar melalui nyamuk ini yatu seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), demam kuning, dan cikungunya.

 

lebih lanjut Guru Besar Tetap Ilmu Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD), Ridad Agoes mengungkapkan : “Pemanasan global mengakibatkan arbovirus seperti dengue dan parasit protozoa seperti
malaria sudah menyebar ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak ada, nyamuk yang menjadi vektor tersebut mampu untuk berkembang biak di daerah yang sebelumnya dianggap terlalu dingin untuk mampu bertahan dan
mengakibatkan siklus perkawinan dan pertumbuhan nyamuk dari telur menjadi larva dan nyamuk dewasa lebih singkat, sehingga jumlah populasinya akan cepat sekali naik, saat ini setidaknya 270 juta penduduk dunia menderita malaria dan lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki risiko terkena malari.”

Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi, penyakit pernafasan dan radang selaput otak ((encephalitis),karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari. Akibat Pemanasan Global yang berdampak pada bencana alam seperti banjir juga akan memicu masalah kesehatan masyarakat lain, termasuk juga jenis penyakit lainnya seperti Diare, Leptospirosis, Asma, Kanker Kulit dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD).

Baca Lainnya : #RawatBumi: Ungkapan Cinta dan Terima Kasih untuk Bumi

Penyebab Pemanasan Global

1. CFC dan pemakaian listrik yang tidak terkontrol

CFC (Cloro Fluor Carbon) adalah salah satu dari gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global. CFC biasanya terdapat pada kulkas dan AC, sehingga pemakaian kedua barang elektronik tersebut hendaknya seefisien mungkin untuk mengurangi pelepasan gas CFC ke udara.

Boros menggunakan listrik juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Karena adanya penguapan pada listrik jika listrik terlalu sering digunakan. Seharusnya, pemakaian listrik digunakan secara efisien sesuai dengan keperluan sehingga tidak menyebabkan pemanasan global, walaupun tidak terlalu berpengaruh namun bisa menambah gas karbondioksida sehingga cepat terjadinya pemanasan global.

Yuk, Adakan Penghijauan di Daerahmu!

Bersama LindungiHutan, Menghijaukan Indonesia.

Tak heran di sepanjang jalan pernah kita lihat ada kampanye di tv atau di jalanan yang menghimbau untuk hemat listrik. Karena walaupun sedikit pengaruhnya jika semakin banyak justru akan merusak lingkungan sekitar dan merugikan diri sendiri membuat lingkungan sekitar menjadi tercemar.

2. Polusi metana oleh pertanian, perkebunan, dan peternakan

Gas metana merupakan gas yang menyebabkan pemanasan global, gas ini sangat berpengaruh dalam pemanasan global karena gas merupakan urutan kedua penyebab utama terjadi peningkatan suhu global. Gas metana  disebabkan dari  bahan-bahan organik yang kekurangan dari hasil pemecahan bakteri pada pertanian, perkebunan dan peternakan.

Sebagai contohnya adalah semakin tinggi produksi hewan ternak maka gas metana akan semakin meningkat yang akan dilepaskan ke permukaan bumi.

3. Konsep rumah modern

Konsep rumah modern akan menyebabkan pemanasan global. Karena perkembangan di dunia ini semakin berkembang, manusia lebih memilih untuk mendesain rumah yang banyak terdiri dari kaca. Hal ini menyebabkan cahaya matahari akan memantul ke udara lagi sehingga hal tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca, karena cahaya yang mengenai bangunan tidak akan menyerap cahaya sehingga cahaya akan dipantulkan lagi ke udara yang akan menyebabkan pengaruh lebih cepat terjadinya kondisi ini.

Baca Lainnya : Mengapa Harus Menanam Bersama LindungiHutan?

4. Pengerusakan hutan

Perusakan hutan akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi. Karena hutan memiliki fungsi yang akan meyerap gas karbondioksida dan akan menghasilkan oksigen. Jika semakin banyak adanya penebangan liar, pengundulan hutan maka jumlah karbondioksida akan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang akan menyebabkan pemanasan global.

Sehingga diperlukannya reboisasi dan penghijauan pada hutan agar pohon-pohon yang ada di sekeliling hutan bisa tumbuh subur dan lebih cepat. Sehingga bisa sedikit mengurangi pemanasan global karena banyaknya pohon yang akan menyerap gas karbondioksida dan akan menghasilkan oksigen.

Ada banyak kegiatan reboisasi yang bisa dilakukan, Sahabat bisa coba buka website www.lindungihutan.com untuk ikut berdonasi bibit atau membuat kampanye penghijauan di daerah kalian.

5. Polusi udara dari industri pabrik

Di Indonesia memang lebih banyak industri pabrik dibandingkan bisnis usaha yang dijalani masing-masing orang. Semakin banyaknya industri pabrik yang berkembang akan menyebabkan kerugian asap yang yang dihasilkan dari pabrik industri tersebut, sehingga akan menyebabkan polusi udara yang akan membuat lingkungan tercemar. Sehingga akan semakin banyak terjadinya global warming pada bumi. (Pai dan Kika)*

 

Dikurasi oleh: Daning

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di daerahmu. Selain daerahmu, kamu  juga bisa membantu menghijaukan daerah lainnya di Indonesia lho!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

 

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Adsorpsi

http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/26

 

Referensi Gambar :

diambil dari, http://www.galeripustaka.com/2014/08/apa-itu-efek-rumah-kaca.html. dan sumber asli,(PDIN-BATAN