Penangkapan Berlebih Mengancam Ikan Tuna Kuning

Gambar 1 Ikan Tuna Sirip Kuning, penangkapan berlebih
Gambar 1 Penangkapan Berlebih Ikan Tuna Sirip Kuning

Ikan tuna banyak dikenal sebagai salah satu bahan utama makanan Jepang yang sudah mendunia, yaitu sushi. Kali ini, yang akan dibahas adalah ikan tuna sirip kuning. ada yang pernah dengar fauna yang satu ini? Bagaimana kalau terjadi penangkapan berlebih pada ikan tuna ini? Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas!

Ads

Mengenal Mengenal Ikan Tuna Sirip Kuning

Klasifikasi ikan tuna sirip kuning

Kelas : Actinopterygii

Ordo : Perciformes

Famili : Scombridae

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Genus : Thunnus

Spesies : Thunnus albacares

 

Morfologi ikan tuna sirip kuning

Ikan tuna sirip kuning memiliki bentuk tubuh memanjang seperti torpedo. Mereka memiliki dua sirip punggung, ekor yang berlekuk, dan memiliki rostrum (bagian terdepan kepala yang berujung tajam dan bergigi seperti gergaji). Mereka memiliki panjang tubuh mencapai 195 cm (dari ujung moncong hingga ujung percabangan sirip ekor), namun umumnya hanya mencapai 150 cm. Mereka dapat mencapai berat hingga 300 pon (136 kg), namun masih sangat jauh dengan ikan tuna sirip biru pasifik (Thunnus orientalis) yang dapat mencapai berat hingga 1000 pon (454 kg).

Madidihang atau ikan tuna sirip kuning merupakan ikan buas, karnivor, dan predator. Mereka hidup secara bergerombol kecil, jika terperangkap mereka terjebak dengan jenis ikan lainnya, seperti ikan cakalang. Memiliki warna tubuh keabu-abuan, dengan beberapa warna kuning di beberapa bagian tubuh, yaitu siripnya. Sirip di bagian punggung dan perutnya merupakan ciri khas yellowfin tuna (ikan tuna sirip kuning). 

Ikan tuna sirip kuning merupakan ikan epipelagis yang mendiami lapisan atas perairan samudra di atas lapisan termoklin (lapisan yang mengalami perubahan temperatur ekstrim seiring dengan perubahan kedalamannya). Fakta mengatakan, bahwa ikan ini dapat menghabiskan 85% waktunya di kedalaman kurang dari 75 m, namun pernah tertulis mencapai kedalaman paling ekstrim hingga 1.160 m. 

Ikan ini memiliki kebiasaan berenang dengan sangat cepat dan dapat hidup bergerombol bersama ikan jenis lain. Makanan ikan tuna sirip kuning adalah berbagai jenis ikan, krustasea (udang-udangan), dan cephalopoda (cumi-cumi, gurita dan sotong). Tuna merupakan salah satu predator utama di laut, sehingga keberadaan mereka dapat menjaga keseimbangan dalam lingkungan laut. 

Baca lainnya: Sayangi Diri Sayangi Bumi

Penangkapan Berlebih

Gambar 2 Penangkapan Ikan Berlebih
Gambar 2 Penangkapan Ikan Berlebih

Pernah mendengar istilah overfishing atau penangkapan berlebih? Terdengar bukan sebuah masalah yang begitu besar dan memiliki dampak yang dahsyat, tapi apakah benar hal ini tidak perlu diwaspadai? Kita akan bahas mengenai overfisihing. Overfishing atau penangkapan berlebih berarti menangkap terlalu banyak ikan sekaligus, sehingga populasi pembiakan menjadi terlalu habis untuk pulih. Penangkapan berlebih (overfishing) seringkali sejalan dengan jenis-jenis penangkapan ikan komersial yang menarik sejumlah ikan atau hewan lain yang tidak diinginkan, yang kemudian akan dibuang. 

Hal yang akan terjadi jika penangkapan berlebih terus berlanjut, dapat membahayakan ekosistem laut dan miliaran manusia yang mengandalkan makanan laut sebagai sumber utama protein. Tanpa adanya pengelolaan yang baik, manusia akan menghadapi krisis pangan. Salah satu alasan penangkapan berlebih ini dapat terjadi karena dunia perikanan tidak memiliki aturan yang baik. 

Salah satu jenis ikan yang terkena overfishing adalah ikan tuna sirip kuning. Fakta mengatakan, bahwa jika ini terus berlanjut, maka keberadaan ikan tuna sirip kuning di laut akan menurun pada tahun 2026. Stok ikan tuna sirip kuning di Samudra Hindia hampir habis, dikarenakan dari semua penangkapan semua spesies ikan tuna, ikan tuna sirip kuning menyumbang 30%. 

Ada beberapa alasan mengapa terjadi penangkapan besar-besaran, salah satunya adalah minat pasar. Permintaan pasar akan ikan tuna sebagai bahan utama masakan mereka, semakin waktu terus meningkat, ditambah dengan adanya sushi sebagai salah satu makanan yang banyak digemari seluruh masyarakat di dunia. 

Sushi merupakan makanan tradisional yang berasal dari Jepang, yang terdiri dari nasi yang telah dicampur dengan cuka, gula, dan garam,  kemudian dibubuhi oleh aneka hasil laut, salah satunya ikan tuna. Ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu bahan utama yang populer dalam pembuatan sushi. Semakin banyak masyarakat menggemari sushi, akan semakin banyak ikan tuna sirip kuning yang dibutuhkan. Tingginya permintaan inilah yang menjadi salah satu alasan penangkapan berlebih terjadi. 

Cara untuk menghindari turunya stok ikan tuna sirip kuning di laut adalah dengan cara mengurangi jumlah penangkapan, diperlukan transparansi yang jelas, dan industri makanan yang ikut berperan. Perihal pengurangan jumlah penangkapan perlu didiskusikan dengan pihak yang lebih berwenang agar mendapatkan kecepatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak tanpa mengganggu ekosistem di laut. 

Transparansi yang dimaksudkan di sini ialah siapa yang mengambil apa dengan jumlah berapa, ini perlu dimonitor agar semua dapat dikendalikan dengan mudah. Perlu adanya pengelolaan perikanan di area tertentu. Pengumpulan data mengenai penangkapan ikan di suatu wilayah juga akan sangat membantu, karena saat ini penangkapan ilegal juga masih sering terjadi di beberapa lautan. 

Peran industri, makanan juga tidak kalah penting dalam menekan penurunan populasi ikan tuna sirip kuning di laut. Pihak industri makanan perlu melakukan verifikasi terhadap asal stok makanan yang datang. Hal ini dapat membantu, karena jika adanya stok bahan utama yang berasal dari penangkapan ilegal, dapat diselesaikan dan mengurangi dampak penipisan populasi ikan tersebut. 

Penulis: Vebriani A’rofatus Sholihah 

Dikurasi oleh: Citra Isswandari Putri 

 

Referensi Literatur:

Askew, Katy. (March 18, 2021). Yellowfin Tuna ‘Heading For Collapse’ by 2026: A 20% Reduction in Catch Would Turn The Tide. Retrieved March 30, 2021, from

Yellowfin tuna ‘heading for collapse’ by 2026: A 20% reduction in catch would turn the tide (foodnavigator.com)

Oceanblue. (May 16, 2018) Everything You Need To Know About Yellowfin Tuna. Retrieved March 30, 2021, from

https://www.oceanbluefishing.com/magazine/fresh-fish/about-yellowfin-tuna/#respond

 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!