Penguin Kuning, Penguin Langka di Antartika

Hitam, putih, dan hidup di Antartika. Apakah itu? Bagi yang menjawab penguin, benar. Namun, bagaimana dengan kuning, putih, dan hidup di Antartika juga? Siapa itu? Masih sama jawabannya, penguin. Bagaimana bisa penguin berwarna kuning? Jangan-jangan hasil bleaching atau kena bahan kimia lainnya? Hasil rekayasa genetika? Berhenti berpikir yang tidak perlu, tenangkan hati tenangkan pikiran. Penguin kuning adalah salah satu hasil ciptaan Yang Maha Kuasa, yang mana ia diberikan nilai tambah berupa warna bulunya yang mencolok. Singkat kata, faktor genetik selama perkembangan dalam telur yang membuatnya seperti itu. Daripada berpikir aneh-aneh, lebih baik kita baca artikel spesial ini, penguin kuning.

Ads

 

Penemuan Penguin Kuning

(Gambar 1. Kawanan penguin)
(Gambar 1. Kawanan penguin)

Sebenarnya penemuan penguin kuning ini masih lumayan baru, yakni sekitar tahun 2019. Penemu sekaligus photographer pertama dari penguin ini ialah Yves Adams (aku sebut Pak Adams), dalam perjalanannya menuju Atlantik Selatan. Di bulan kedua ekspedisinya dengan tim, ia menemukan sesuatu yang mencolok sedang berenang di lautan. Ia pikir hanya sekelompok penguin biasa, tetapi ternyata ada si Kuning sedang berenang bersama kawanannya. Posisi Pak Adams dan tim sedang berada di lautan lepas. Saat ia menemukan si Kuning, sesegera mungkin ia meminta tim untuk menepi ke arah daratan yang kira-kira jauhnya 1 km dari posisi kapal. Di daratan tersebut sebenarnya sudah penuh dengan ratusan anjing laut dan ratusan ribu penguin.

“Ada sekelompok penguin yang sedang berenang dari arah kanan ke kiri kami. Pemandangan itu sangatlah indah, jadi aku pantau terus. Namun, tiba-tiba aku melihat ada yang berwarna kuning. Aku menjatuhkan tasku, mengambil binokuler, kemudian mengamatinya”

(Gambar 2. Penguin kuning di darat)
(Gambar 2. Penguin kuning di darat)

Saat itu, tim ekspedisi dan Pak Adams tidak tahu menahu tentang jenis penguin. Mereka tetap memperhatikan gerak-gerik si Kuning. Bagai ketiban durian runtuh, si Kuning menepi ke daratan ke arah Pak Adams dan tim. Foto di atas adalah foto yang ia dapatkan saat si Kuning berenang menepi.  

 

Penjelasan

 Menurut Andre Chiaradia, peneliti, penguin Kuning sama halnya dengan manusia atau mamalia albino lainnya. Menurutnya, si Kuning ini mengalami kekurangan pigmen sehingga membuatnya menjadi Kuning seperti itu. Sebenarnya, melanin yang terkandung pada bulu penguin memainkan peran penting untuk para penguin. Ada dua peran, yaitu memberi kekuatan kepada bulu penguin dan sesuatu yang berhubungan dengan perburuan mereka.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
(Gambar 3. Penguin kuning yang menepi)
(Gambar 3. Penguin kuning yang menepi)

“Seperti yang kita tahu, penguin adalah unggas yang tidak terbang dan menghabiskan 80% kehidupannya di air, jadi penting sekali bagi mereka untuk menjaga tetap tahan air dan hangat” kata Andre. Karena kebiasaan penguin tersebut, alam mengatur bulu mereka agar bisa terlepas kemudian tumbuh kembali. Kekurangan melanin membuat bulu penguin kuning lebih lemah dari kebanyakan penguin. Bulu mereka akan rontok lebih awal kemudian tumbuh di waktu yang bersamaan dengan yang lain. 

Fungsi selanjutnya dari melanin adalah untuk perburuan. Saat penguin mencari mangsa dalam air, mereka akan mencari target terlebih dahulu. Ketika mereka menemukan mangsa, mereka akan menyelam dengan cepat. Penguin dengan warna gelap akan mudah tersamarkan oleh warna sekitar, sehingga ikan tidak akan mudah menyadari kehadiran penguin. Penguin warna terang akan membuat ikan cepat sadar akan kehadiran mereka, sehingga ikan akan kabur lebih cepat. Jikalau hal itu terus berlangsung, maka si Kuning akan cepat punah dikarenakan kekurangan makanan.

(gambar 4 penguin biasa dan penguin kuning)
(gambar 4 penguin biasa dan penguin kuning)

Penyebab utama pembuat warna kuning pada penguin ini adalah kesalahan genetik. Hampir sama seperti salah memasukkan koding pada aplikasi. Kesalahan genetik ini sama persis seperti yang ada pada albinism yang terjadi pada mamalia. Namun, menurut pendapat peneliti lain, van Gouw, leucism (kekurangan pigmen warna) tidak bisa diterapkan pada kasus si Kuning ini. Ia memilih untuk menyebutnya dengan kata “Ino”. Kasus serupa biasanya terjadi pada harimau putih atau harimau emas, di mana garis hitam mereka tetap ada dan jelas walau warna bulu yang lain berbeda dari kebanyakan.

Sisi Lain

Si Kuning ini hanyalah satu dari sekian banyak spesies yang belum terlihat. Apa yang terjadi jika orang yang tidak bertanggung jawab melihat si Kuning? Ada banyak kemungkinan yang terjadi. Pertama, jual beli di pasar gelap. Permintaan akan hewan langka di pasar gelap sangat tinggi, jadi tidak heran si Kuning langka ini bisa menjadi permintaan pasar gelap. Kedua, jika manusia melihat si Kuning, ada kemungkinan mereka akan membuat tim dan mencari ke seluruh daratan untuk menangkap dan kemudian menjualnya. Terakhir, jika hewan pemangsa melihat si Kuning, maka si Kuning ini akan menjadi mangsa incaran mereka. Hal ini disebabkan warnanya paling mencolok dan berbeda dari yang lain

Sekian artikel spesial bersama si Kuning. Nantikan terus keseruan artikel fauna di Wanaswara. Mengenal hewan sambil belajar bersama LindungiHutan. Sekian dari penulis, terima kasih.

 

Penulis : Stella Angela

 

Daftar literatur

Bender, Kelli. “Yellow Penguin, Potentially the First of Its Kind, Spotted by Photographer on Island Trip.” PEOPLE.Com, 19 Feb. 2021, people.com/pets/first-yellow-penguin-photographed/?amp=true.

Bittel, Jason. “Yellow Penguin Spotted in Antarctica—Here’s Why It’s so Rare.” Animals, 24 Feb. 2021, www.nationalgeographic.com/animals/article/extremely-rare-yellow-penguin-spotted-near-antarctica.

Touma, Rafqa. “‘Strange Pale Penguin’: Rare Yellow and White Bird Discovered among King Penguins in Atlantic.” Australia News | The Guardian, 1 Mar. 2021, amp.theguardian.com/australia-news/2021/feb/26/strange-pale-penguin-rare-yellow-and-white-bird-discovered-among-king-penguins-in-atlantic.

 

Daftar Gambar

Gambar 1

https://www.wseetonline.com/rs/2021/02/19/photographer-says-he-has-seen-first-ever-yellow-penguin-among-colony-on-south-georgia/?amp=1

Gambar 2

https://www.livescience.com/amp/yellow-penguin-south-georgia.html

Gambar 3

https://people.com/pets/first-yellow-penguin-photographed/?amp=true

Gambar 4

https://www.livescience.com/amp/yellow-penguin-south-georgia.html

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan.

Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya.

Yuk, bergabung bersama kami sebagai pionir penghijauan!