Pentingnya Sertifikasi Hutan Lestari

Pernah dengar istilah sertifikasi? Sertifikasi sering kali dikaitkan dengan makanan atau minuman yang berlabel halal untuk menjamin kualitasnya. Namun, bagaimana jika istilah sertifikasi digunakan untuk hutan, apakah akan berdampak baik bagi pelestarian hutan? 

Ads
Gambar 1. Hutan
Gambar 1. Hutan

Pengertian Sertifikasi Hutan

Sertifikasi hutan merupakan cara pengelolaan sumber daya hutan dengan pendekatan pasar. Agar dapat meningkatkan kesadaran pelaku bisnis untuk mengikuti persyaratan, dalam sebuah sertifikasi didasarkan pada adanya permintaan akan produk-produk (kayu) yang menjadi dasar lahirnya sistem sertifikasi tersebut.

Sistem sertifikasi hutan mengacu pada kriteria dan indikator yang disusun dan dikembangkan oleh beberapa lembaga yang berskala nasional seperti Lembaga Ecolabel Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun lembaga berskala internasional seperti yang dikembangkan oleh FSC (Forest Stewardship Council) dan PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification schemes) ataupun lembaga independen lainnya.

Dengan adanya indikator dan kriteria tersebut, serta proses penilaian yang kredibel dan independen, penerbit sertifikat dapat menentukan tingkat kelestarian pengelolaan suatu unit konsesi hutan. Tiga aspek yang dijadikan acuan atau ukuran tingkat kelestarian pada suatu kawasan konsesi, yaitu:

  1. Aspek kelestarian produksi atau yang bersifat ekonomi
  2. Aspek kelestarian lingkungan 
  3. Aspek kelestarian sosial

Isu Kelestarian Hutan 

Kelestarian hutan tidak terlepas dari pengelolaan hutan secara berkelanjutan maka dibuatlah suatu sistem yang bernama sustainable forest management (SFM). Tujuan SFM adalah untuk menciptakan keadilan sosial, kelestarian lingkungan, dan kelayakan ekonomi.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Gambar 2 Pengelolaan Hutan
Gambar 2 Pengelolaan Hutan

Perekonomian global dipercaya memiliki dampak langsung pada pengelolaan hutan lestari, tujuan pembangunan akan ditentukan pada sustainable development goals (SDGs). Termasuk yang berkaitan dengan perubahan iklim dan sumber daya alam.

Pentingnya manajemen keberlanjutan hutan terhadap perekonomian disebabkan karena banyaknya korporasi besar dunia yang mensyaratkan sertifikat PEFC. Sertifikasi ini menjadi ketentuan agar mereka mau membeli produk olahan hasil hutan, mulai dari kayu hingga kertas.

Manfaat Hutan yang Tersertifikasi

Pengelolaan hutan lestari dengan sistem sertifikasi hutan berdampak baik bagi hutan di Indonesia, bukan hanya terjaga secara kelestarian tetapi juga meningkatkan hasil ekspor produk kehutanan hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) Dradjad H. Wibowo. 

Peningkatan ekspor ini sejalan dengan penurunan laju deforestasi di tahun 2017-2020. Dia pun mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM agar semakin meningkatkan kinerja dalam mengelola kelestarian hutan serta industri pengolahan dan perdagangan produk olahan hutan lestari oleh para pelaku usaha.

Berdasarkan laporan dari World Resources Institute (WRI), deforestasi Indonesia mengalami puncaknya pada 2016 sebesar 0.78 juta hektar. Angka tersebut mengalami penurunan pada empat tahun ke belakang dengan masing-masing 0.66 juta hektar pada 2017, 0.55 juta hektar pada 2018, 0.35 juta hektar pada 2019, dan 0.31 juta hektar pada 2020.

Pada awalnya, Indonesia sempat sangat terpuruk pada 2016 lalu karena industri produk olahan hasil hutannya diboikot oleh Disney, Mattel, Xerox, Woolworths, dan sebagainya. Oleh karena itu, sangat penting adanya hutan tanaman industri (HTI) demi kelangsungan agar korporasi besar di dunia mau kembali melirik pasar Indonesia. 

Saat ini, di Indonesia terdapat 67 perusahaan HTI dengan luas lahan kira-kira 4 juta hektar dan sudah memperoleh sertifikat SFM (sustainable forest management) dari lembaga PEFC. Hal ini membuktikan bahwa kelestarian hutan bukan hanya berdampak baik bagi kehidupan pada umumnya tapi juga dapat meningkatkan perekonomian negara seperti Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. 

 

Penulis : Syauqi Ezra Ramadhan

 

Referensi Literatur

Aisyah, Novia. “Hari Bumi 2021, IFCC Serukan Pentingnya Hutan Lestari” Detik.com, 22 April 2021. Diakses 8 Mei 2021, dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5542312/hari-bumi-2021-ifcc-serukan-pentingnya-hutan-lestari

Hendra, Adang. “Sertifikasi Hutan” kompasiana.com, 2 Maret 2013. Diakses 8 Mei 2021, dari https://www.kompasiana.com/hendraadang/5528be11f17e610a7c8b471f/sertifikasi-hutan

Rahmat, Agus “Pentingnya Sertifikasi Hutan Lestari untuk Dongkrak Ekspor” viva.com, 21 April 2021. Diakses 8 Mei 2021, dari https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1366558-pentingnya-sertifikasi-hutan-lestari-untuk-dongkrak-ekspor

 

Referensi Gambar

Gambar 1 https://img.beritasatu.com/cache/investor/798×449-2/1568454610.jpg

Gambar 2 https://storage.trubus.id/storage/posts/t20190413/big_52c8374a851a238738541538646f8e66c46ef962.jpg

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

 

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!