Perubahan Iklim

Definisi Perubahan Iklim

Sumber : https://cdn3.tstatic.net/
Sumber : https://cdn3.tstatic.net/

Perubahan iklim saat ini menjadi masalah besar bagi di seluruh dunia. Kondisi ini adalah perubahan jangka panjang dalam pola cuaca, suhu global, curah hujan, pola angin dan berbagai efek-efek lain secara drastis di suatu wilayah. Dilansir dari laman ditjenppi.menlhk.go.id, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan perubahan iklim sebagai gejala yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia.

Ads

Salah satu perubahan iklim yang sering terjadi adalah bencana alam yang terkait dengan peningkatan suhu bumi.

Data menyebutkan, suhu bumi hingga saat ini terus mengalami kenaikan. Kenaikan suhu seperti ini berpotensi menciptakan iklim berbahaya bagi kelangsungan hidup.

Penyebab Perubahan Iklim

Perubahan iklim terjadi akibat efek dari meningkatnya konsentrasi karbon dioksida yang berasal aktivitas manusia. Konsentrasi karbondioksida akan mempengaruhi komposisi atmosfer bumi yang menyebabkan efek gas rumah kaca.

Gas Rumah Kaca sebenarnya berfungsi menjaga suhu bumi tetap stabil. Tetapi saat konsentrasi Gas Rumah kaca semakin meningkat membuat lapisan atmosfer semakin tebal yang menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer bumi semakin banyak, sehingga mengakibatkan peningkatan suhu bumi atau pemanasan global. Peningkatan suhu bumi ini juga berkaitan dengan perubahan iklim akibat adanya efek rumah kaca berlebih.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com

Para ilmuwan sepakat bahwa sebagian besar kerusakan lingkungan seperti hutan gundul, kekeringan, air laut naik dan gunung es mencair, memicu pemanasan global yang merupakan akibat ulah manusia. Aktivitas lain menyebabkan perubahan iklim antara lain :

1.Penggunaan kendaraan bermotor

kendaraan bermotor merupakan salah satu penyumbang emisi sebanyak 70-80% dari total emisi. Penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida

2. Sampah

Sampah hasil sisa pembusukan menghasilkan gas metana yang merupakan gas rumah kaca. Apabila dibiarkan, bumi akan diliputi lebih banyak sampah dibanding makhluk hidup

3. Kulkas dan AC

Kulkas dan AC yang menggunakan gas CFC saat ini sudah dilarang. Namun, tidak menutup kemungkinan masih digunakan dalam jumlah kecil. Gas CFC ini 10x lebih buruk dibanding karbon dioksida yang dapat menghancurkan ozon. Apabila ozon hancur, maka panas matahari akan secara langsung menyinari bumi dengan suhu yang tinggi karena pelindung di atmosfer hilang.

Selain hal diatas, kegiatan deforestasi dan industri menjadi penyebab efek rumah kaca yang dapat memicu kondisi ini.

Perubahan Iklim di Indonesia

Berbagai data penelitian menyebutkan iklim di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1960 dan terus terjadi peningkatan  suhu. Berdasarkan pengamatan BMKG, Indonesia mengalami peningkatan suhu udara rata-rata sebesar 0.8 oC dengan periode tahun 1981-2010 sebesar 26.3 oC dan pada periode 1981-2020 menjadi 27.1 oC. Ini merupakan perbandingan suhu tertinggi kedua sepanjang periode data pengamatan tersebut.

Data menunjukkan, bahwa untuk wilayah Indonesia, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai kenaikan sebesar 0.8°C sepanjang periode pengamatan. Sedangkan tahun 2019 sendiri menempati urutan kedua dengan kenaikan sebesar 0.58°C. Jika hal ini terus berlanjut, diprediksi suhu bumi akan terus meningkat dan semakin panas.

 

Fakta lainnya adalah data satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dalam ICCSR (Indonesian Climate Change Sectoral Roadmap; Bappenas, 2010) untuk periode 2003-2008 adanya peningkatan peluang curah hujan yang ekstrim, terutama di wilayah Indonesia bagian barat (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) serta Papua. Salah satu fenomena yang ada karena peningkatan temperatur akibat perubahan iklim di Indonesia adalah melelehnya es di Puncak Jayawijaya, Papua.

 Sumber : https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2019/04/FI-salju-Jayawijaya.jpg

Sumber : https://cdn2.boombastis.com/wp-content/uploads/2019/04/FI-salju-Jayawijaya.jpg

Peningkatan temperatur juga menyebabkan ekspansi volume air laut dan mencairnya gletser es pada kutub. Hal ini berujung pada kenaikan muka air dan berakibat pada penurunan kualitas kehidupan di pesisir pantai.

Fenomena lain  adalah penurunan daratan di wilayah DKI Jakarta. Data menyebutkan Jakarta Utara mengalami penurunan daratan sebanyak 23 cm setiap tahun. Wilayah Jakarta Barat mengalami penurunan hingga 15 cm per tahun. Wilayah Jakarta Timur, 10 cm setiap tahunnya, dan penurunan tanah sedalam 2 cm terjadi di Wilayah Jakarta Pusat. Sementara, di Jakarta Selatan penurunan tanah terjadi sekitar 1 cm per tahun. Selain akibat dari perubahan iklim yang menaikkan muka air laut, hal ini juga disebabkan oleh pengambilan air tanah secara berlebih mengingat Jakarta memiliki populasi penduduk terbanyak. Jika hal ini terus terjadi maka diprediksi 95% dari Jakarta Utara adalah wilayah pertama yang akan tenggelam pada 2050.

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia

Berbagai bencana juga telah banyak terjadi. Beberapa kejadian yang telah dirasakan adalah kekeringan atau banjir yang ekstrim di berbagai daerah di Indonesia. Bencana longsor, cuaca ekstrim, kebakaran hutan berkepanjangan juga merupakan dampak dari perubahan iklim. Selain itu dampaknya juga menyebabkan peningkatan jumlah penyakit akibat nyamuk dan serangga. Hal akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, kesehatan, ketahanan pangan, sosial maupun budaya.

Kegagalan Panen akibat kekeringan

Sumber : https://akcdn.detik.net.id/
Sumber : https://akcdn.detik.net.id/

Saat ini dampaknya cukup besar terhadap produksi bahan pangan, seperti jagung dan padi. Produksi dari sektor kelautan diperkirakan akan mengalami penurunan yang sangat besar dengan adanya perubahan pada pola arus, temperatur, dan tinggi muka laut. Jika perubahan iklim terus terjadi, bencana melanda berbagai daerah, menyebabkan produksi pangan menurun, sehingga mengancam perekonomian serta kesehatan masyarakat. Hal ini akan mengancam kelangsungan makhluk hidup di seluruh dunia.

Solusi dan penanggulangan Perubahan Iklim

Conservation.org menjelaskan bahwa alam merupakan solusi yang paling baik dalam menangani perubahan iklim. Hutan tropis salah satu solusi efektif karena hutan dapat menyimpan karbon dan mencegah skenario perubahan iklim terburuk. Sayangnya, solusi berbasis alam masih hanya menerima 2 persen dari seluruh pendanaan iklim. Padahal alam dapat meregenerasi dirinya apabila tanpa adanya hambatan. Pemulihan hutan seperti reboisasi dan mengakhiri deforestasi dapat menanggulangi sehingga melindungi sumber daya penting, dan meningkatkan kemakmuran bagi masyarakat.

Selain hal tersebut, langkah untuk menanggulangi iklim dengan membatasi praktik manusia yang menciptakan emisi gas rumah kaca. Hal ini berfokus pada perubahan pola pada aspek kehidupan mulai dari pola makan hingga tingkat konsumtifitas. Tingkat konsumsi yang tinggi akan menyebabkan tingkat produksi industri yang tinggi sehingga membutuhkan banyak bahan bakar serta residu produksi yang tinggi pula. oleh karena itu, gaya hidup akan konsumerisme haruslah ditekan dan dikurangi.

Secara praktis, hal yang dapat kita lakukan adalah pembatasan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, mengurangi sampah rumah tangga dan sampah plastik, mengolah sampah organik dan anorganik, menghemat penggunaan listrik dan sumber daya alam lainnya serta mulai menanam pohon untuk mengurangi produksi karbon dari rumah.

Saat ini juga sudah banyak berbagai platform hingga startup yang menyediakan penanaman pohon dan hutan melalui donasi. Salah satunya adalah  LindungiHutan yang berbasis Konservasi Hutan dan Lingkungan dengan cara penggalangan dana secara online. Jadi, kamu bisa mulai berkontribusi pada alam dalam mengurangi pencegahan iklim.

Selain hal diatas, secara sadar mencegah perubahan iklim tidak bisa sendiri. Oleh karena itu, yuk mulai dari kamu, kita bangun alam untuk bumi yang lebih sehat, lebih hijau dan lebih lestari !

Penulis : Rizkia Rahmani

Referensi:

Bappenas, (2013), Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) ; Perubahan Iklim dan Dampaknya di Indonesia

Ministry of Environment (2012), Climate Risk and Adaptation Assessment of Greater Malang – Synthesis Report, Jakarta : ISBN: 978-602-8358-55-2 https://sains.kompas.com/

https://tirto.id/penyebab-perubahan-iklim-fakta-dan-solusinya-emYU

https://nationalgeographic.grid.id/read/132032481/perubahan-iklim-sebuah-pengetahuan-dasar-dari-sederet-masalah-besar?page=2

https://saintif.com/perubahan-iklim/

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk mendukung kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di Semarang. Mari bersama melestarikan dan menjaga pesisir Indonesia dari bahaya abrasi yang dapat merugikan banyak pihak!

Yuk jadi pioneer penghijauan di daerah tempat tinggalmu!

 

Enable Notifications    Ok No thanks