Perusahaan Semen, Salah Satu Penyumbang Karbon Emisi Terbesar di Dunia

Secara definisi, perubahan iklim dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada suhu, pola angin, curah hujan dan berbagai efek-efek lain secara drastis. Adapun menurut PBB, dilansir dari ditjenppi.menlhk.go.id, perubahan iklim dapat didefinisikan sebagai gejala yang dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung karena adanya aktivitas manusia.

Ads

Perubahan iklim itu sendiri dapat terjadi karena banyaknya emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Dunia kini dihadapkan pada kenyataan bahwa perubahan iklim adalah sebuah ancaman yang besar bagi keberlangsungan makhluk hidup. Sebagai bukti nyata, perubahan iklim akibat emisi karbon dioksida dapat memiliki dampak seperti cuaca ekstrim, gagal panen, hingga meningkatkan wabah penyakit. Sehingga muncul pertanyaan besar, aktivitas apa yang sebenarnya sebenarnya memunculkan krisis ini? Yuk, kita bahas bersama!

Perusahaan Semen sebagai Penyumbang Emisi Karbon

Perlu adanya konsensus bersama bahwa semen -bahan utama dalam beton- merupakan salah satu material yang telah memajukan peradaban manusia. Hampir setiap bangunan yang kita temui berbahan dasar semen. Sebut saja rumah, restoran, juga gedung pencakar langit memiliki bahan dasar yang sama dalam pembentukannya. Namun, perlu disadari bahwa di balik banyaknya manfaat yang didapatkan manusia dari semen, material tersebut juga meninggalkan banyak sekali jejak karbon yang sangat besar.

karbon
Gambar 1. Beton Sebagai Bahan Utama dari Kebanyakan Bangunan

Menurut sebuah lembaga penelitian yakni Chatmam House, material tersebut adalah sumber dari sekitar 8% emisi karbon di dunia. Melihat dari penelitian tersebut, jika industri semen merupakan sebuah negara, maka dia akan menjadi penghasil karbon terbanyak ketiga di dunia. Industri tersebut bahkan dapat menghasilkan karbon lebih banyak daripada bahan bakar pesawat dan tidak jauh dari industri agrikultur global.

Pesatnya Pertumbuhan Industri Semen

Semenjak tahun 1950-an, industri semen telah meningkat sangat pesat secara global. Dengan meningkatnya industri semen, maka penggunaan material tersebut akan terus meningkat. Pada tahun 1950-an, produksi semen telah meningkat signifikan, yakni lebih dari tiga puluh kali lipat. Bahkan sejak 1990, jumlah pertambahan produksi meningkat sebanyak empat kali lipat. Salah satu negara yang bertanggung jawab dalam penggunaan material ini adalah China. Negara tersebut telah menggunakan lebih banyak semen dari tahun 2011 hingga 2013, dibandingkan penggunaan yang dilakukan Amerika Serikat selama abad ke-20. Penggunaannya juga sangat sederhana, sehingga dapat diproduksi dimana saja. Hal ini lah yang mendorong banyaknya penggunaan semen, juga dengan kebutuhan akan manusia dalam menciptakan bangunan demi bangunan tiap tahunnya.

Ads
Kapan jaga hutan? Sekarang! Buka lindungihutan.com
Penghasilan Produksi Semen Setiap Tahun
Gambar 2. Penghasilan Produksi Semen Setiap Tahun

‘Klinker’ – Pencemar Terbesar Penyumbang Emisi Karbon

Klinker adalah bahan utama dalam pembuatan semen. Biasanya klinker berupa bahan padat yang dihasilkan melalui proses pembakaran. Proses dalam pembuatan klinker inilah yang mengeluarkan karbon dioksida (CO2) terbesar dalam produksi semen. Pada tahun 2016, produksi semen telah bertanggung jawab atas 8% emisi dari total di dunia, yakni sebanyak 2,2 miliar ton karbon dioksida.

Proses Pembuatan Semen
Gambar 3. Proses Pembuatan Semen

Proses Produksi Semen Belum Dapat Berubah

Proses pembuatan semen belum banyak berubah semenjak ditemukannya hampir dua abad lalu. Dimulai dengan batu kapur yang dihancurkan kemudian dicampurkan dengan berbagai bahan lainnya. Setelah itu, campuran dimasukkan ke dalam tungku silinder yang besar, berputar, serta dipanaskan bahkan hingga mencapai lebih dari 1.400 derajat Celcius. Desain tungku pembakaran berbentuk agak miring dan bahan dituangkan ke ujung yang ditinggikan. Beberapa komponen dipanaskan dengan cara dibakar dengan gas hingga tersisa bola abu yang dikenal ‘klinker’. Setelah itu, gumpalan material didinginkan kemudian ditumbuk dengan bubuk halus untuk membentuk elemen pengikat semen.

Proses produksi yang demikian menghasilkan emisi karbon dengan dua cara:

  1. Bahan bakar yang digunakan adalah fosil. Ketika dalam proses pembuatan, material dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi, sehingga menghasilkan karbon saat pembuatan.
  2. Proses dekomposisi juga menghasilkan karbon, karena kapur bergabung dengan oksigen di udara menghasilkan karbon dioksida sebagai produk sampingan.

 

Penulis: Primus Sianturi

Dikurasi Oleh: Daning Krisdianti

 

Referensi Literatur

    1. Mengenai Perubahan Iklim. http://ditjenppi.menlhk.go.id/. Accessed April, 29 2021
    2. Febriansyah. Penyebab Perubahan Iklim. https://tirto.id. 2019, https://tirto.id/penyebab-perubahan-iklim-fakta-dan-solusinya-emYU. Accessed April, 29 2021
    3. Green. Pabrik Semen Penyumbang Emisi Karbon Mengapa Masuk Nomor 3. 2019, http://www.obengplus.com/. Accessed April, 29 2021, from http://www.obengplus.com/articles/9923/1/Pabrik-semen-penyumbang-emisi-karbon-mengapa-masuk-nomor-3.html 
    4. Rodgers, Lucy. Perubahan Iklim: Inilah Penghasil Emisi CO2 Terbesar yang Mungkin Tidak Anda Sadari. 2018. https://www.bbc.com/. Accessed April, 29 2021, from https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46591036 

 

Referensi Gambar

Gambar 1:

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46591036 

Gambar 2:

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46591036 

Gambar 3:

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-46591036 

 

LindungiHutan.com merupakan Platform Crowdfunding Penggalangan Dana Online untuk Konservasi Hutan dan Lingkungan. Kunjungi situs berikut https://lindungihutan.com/kampanyealam untuk melakukan kegiatan dan aksi penghijauan teman-teman di berbagai daerah. Mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dan menjaganya. 

Yuk bergabung bersama kami sebagai pioneer penghijauan!